Hai semuanya! Sudah berapa lama yang tidak update? Oh, ya! Tiga hari. Alasanku tak flash update karena sibuk. Itu aja. Oke, saya sedikit belajar cara membuat cerita supaya membuat para readers supaya tidak kecewa. Ya, jangan ngebuat ceritanya ngegantung.

Jatuh Ke Masa Lalu

By: Aqilah Kyuu san

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: typo, gaje, jangan nyesal kalau sudah baca

Di buat pada malam jumat tanggal 07-01-15

~Happy reading minna~

Naruto, Sasuke, dan Sakura pun berkumpul di taman dekat akademi Konohogakure.

"Nah, kali ini misi kalian adalah menangkap kucing." ujar Kakashi santai sambil membaca buku tak senonohnya lagi.

"Hah?! Apa tidak ada yang lebih menantang lagi?" protes Naruto dengan wajah kecewa menatap lekat gurunya.

"Diam kau Naruto. " sahut Sakura menatap dengan tatapan membunuh pada Naruto.

"Hm.. Kalau kucing aku setuju." ucap Sasuke menuruti misinya yang menurutnya pertama

Kali ia lakukan. "Ah, kucing… hehehe imut nggak ya? Malas banget kayak kepaksa pakai bahasa formal banget." Lamunan nya buyar saat melihat wajah Naruto di tinju tiba-tiba oleh Sakura.

Dan Sakura langsung menyerocos marah dan mengerikan. Naruto berulah lagi.

'Glek!' Sasuke memegang kerahnya sebentar lalu menurunkan tangannya.

"Menyeramkan sekali. Kalau aku yang digituin pasti udah masuk rumah sakit atau kalau enggak pasti mati!" Inner nya gemetaran.

"Baiklah, pakailah mic ini di dekat telinga kalian. Ini gunanya untuk berkomunikasi satu sama lain dijarak jauh. Ini pengatur volume suara kalian. Ini," Kakashi menyerahkan tiga mic kecil pada mereka dan mereka pun mengambil mic itu dan memasangnya di telinga mereka masing-masing.

"Kalian harus menangkap kucing bercorak hitam. Ia begitu liar pada orang yang tak di kenalnya. Dan pemiliknya adalah ibu Fujimeko dan-"

"Yosh! Ayo berpencar!" Naruto langsung pergi lebih dulu.

"Dasar Naruto! Gegabah, tak tau aturan, dan bodoh!" Ujar Sakura bersumpah serapah karena Naruto langsung melenceng pergi begitu saja. Tidak sopan!

Kakashi juga akhirnya beranjak ke lain tempat.

"Em.. Sakura, mohon bantuannya." Kata Sasuke dengan wajah takut.

"Hm, pasti Sasuke-kun!" Ucap Sakura bersemangat ingin pergi berpencar juga.

"Tunggu dulu! Bu-bukan itu maksudku. Aku tak tau bagaimana caranya menggunakan jurusku lagi.

Maksudku, rahasiakan ini untuk kita berdua saja. Bagaimana ya? Aku takut kalau kau tak percaya padaku. Aku bukan Sasuke dari masa ini. Maksudku, aku mungkin renkarnasi nya dari masa depan. Dan sekarang aku terjebak dimasa laluku sendiri. Jadi kumohon kau ajarkan semua nya padaku! Tentang kalian, jurus-jurus, tentang desa ini, teman-teman, dan apapun itu. Maka karena itu… Mohon, jadilah guruku!" Sasuke berbicara panjang lebar langsung membungkukkan badan sopan.

Sakura sangat terkejut dan tak ingin percaya dengan semua ini.

Tapi, perilaku Sasuke terhadapnya saat ini sedikit membuatnya percaya.

Ia tak tega menolak menjadi guru Sasuke di masa depan yang sudah membungkuk hormat padanya.

Melihat Sasuke ini membungkuk seperti melihat Sasuke asli yang sedang menghormatinya.

"Mungkin aku bisa mempercayainya Sasuke-kun… sedikit! Tapi aku bisa menjadi gurumu. Jadi, ayo kita berpencar! Ikuti instingmu dulu. Bayangkan kau punya cakra dan banyangkan kau mengumpulkan cakra tersebut ketitik telapak betismu. Kau harus kosentrasi agar bisa. Dengan kau melakukan itu… kau bisa melompat berlari ke atas pohon, dan bisa-bisa kan untuk menyeimbangkan tubuhmu. Ayo!" Kata Sakura lalu pergi mendahului Sasuke.

Ia pun mencoba menuruti apa yang di katakana Sakura padanya. Tiga kali ia mencoba, tetap gagal.

"Akh! Coba lagi!" Ia pun mencoba sekali lagi, lalu mencondongkan kakinya naik.

Berhasil!

Eitss!... belum selesai disitu.

Saat menginjak dahan pohon, enam kali ia terjatuh karena badannya belum bisa menyeimbangkan.

Tapi akhirnya ia bisa menyusul dan berhasil. Ia berhasil menyusul karena ia itu adalah atlet marathon dan olahraga disekolahnya. Ck, ck, ck…

Ia stop di atas tembok besar. Dilihatnya Naruto memegang kucing itu, dan tiba-tiba saja kucing itu mencakar wajah nya bertubi-tubi.

"Tes… tes… apa kalian menemukan kucingnya?" Terdengar suara Sakura di telinga mereka.

"Hm, Naruto menemukannya." Ucap Sasuke lalu menghampiri Naruto yang berusaha menghindar dari cakaran sang kucing.

"Sakura, kami dibalik tembok di dekat gang-gang distrik!" Ujar Naruto sedikit berteriak.

Sedangkan Sasuke langsung mendekati kucing itu.

"Teme, Bantu aku! Kucingnya Au! Aaa! Sakit!" Ujar Naruto wajahnya kesakitan.

Dengan sigap Sasuke mengelus bawah dagu kucing itu dan atas kepalanya.

Kucing itu jadi tenang. Naruto melongo.

"Semudah itukah menjinakkannya teme?" Tanya Naruto penasaran.

"Hahaha! Kalau kau tak pernah memelihara kucing kau tak akan tahu caranya. Gendong kucingnya lembut. Lalu elus dia seperti tadi sepanjang perjalanan. Jadi kau tak perlu takut lagi dicakar." Ujar Sasuke tersenyum geli.

"Ku akui hari ini ia adalah orang tampan, tak berengsek lagi, dan baik hati…. Eh?! Kenapa aku memujinya! Ini gawat bagiku! Bagaiman aku bisa mendapatkan Sakura kalau begini?" Pikir Naruto sambil membantah sedikit pikirannya di awal saat memuji si pantat ayam di depannya ini.

"Naruto, Sasuke, kalian sudah mendapatkannya ya? Baguslah kalau begitu. Ayo kita antar." Sakura datang di arah belakang mereka.

Mereka pun menyelesaikan tugas ke dua mereka.

Bersambung

Terima kasih buat yang nge review chapter 2 kemarin dan yang sudah baca chapter 3 ini sekarang . Buat yang nggak sempat aku balas review nya akan kubalas di PM . (y) dadah! Aku mengantuk. Ini sudah jam 21:44 jadi aku mesti tidur dulu. Terima kasih!

Di update ke pada Sabtu 09-01-2016