Lolly : Maaf ya telat update, dan terima kasih yang sudah mau mereview ceritaku…^^

Baiklah, Lolly mau langsung aja, please review and always enjoy.


Disclaimer :Tite Kubo


"Kak, males nih, ngapain yuk, jalan-jalan kek!" sahutku malas.

"Jalan-jalan ke mana? Ke mall juga mau beli apa?" heran kakakku sambil mengutak-ngatik remote Tv.

"Iya sih kak, tapi aku bosan!" sahutku menyender di senderan sofa dengan malas.

'Watashi tachino ohanasi' suara hpku berbunyi membuat keheningan di antara kakakku dan aku buyar.

"Haha, siapa?" tanya kakakku terkekeh, mungkin karena mendengar lagi ringtoneku itu.

"Ayah.." jawabku mengambil hpku yang ada di meja, "Speaker, speaker!" sahut kakaku dan aku hanya mengangguk.

"Naaak! Kamu pacaran sayang?" kata suara laki-laki dengan khawatir.

"Enggak ayah, mana mungkin! Aku kan ga boleh pacaran…" ucapku dengan satai.

"Tapi kepala pelayan menemukan fotomu dengan Hitsugaya Toushiro!" kata ayahku yang membuat mataku dan kakakku terbelalak.

"Enggak ayah! Dia bukan pacarku, hanya sekedar teman, janji ga bohong ayah!" sahutku secara reflek.

"Apa kamu sudah tahu tentang keluarga Hitsugaya?" tanya ayahku dengan sedikit khawatir.

"Sudah, dari kakak…" jawabku singkat.

"Hmm… baiklah, sebenarnya sudah lama ayah menunggu ini, besok ayah akan pakai pesawat paling pagi untuk menjelaskan semuanya, dan kamu dan kakakmu harus sudah berpakaian rapih ketika ayah datang." Kata ayahku lalu menutup teleponnya.

"Apakah masalah besar?" heranku menatap kakakku, dan kakakku hanya mengangkat kedua bahunya tanda kalau ia tidak tahu.


Keesokan harinya…

"Eh! Aku pergi dulu ya, ada panggilan dari kerajaan!" kata Shiro yang melihatku sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapih.

"Ok! Aku juga ada acara, dan… sepertinya kita akan bertemu…" kataku memakai arlojiku.

"Ya! Aku tahu, daah!" kata Shiro yang lalu menghilang dalam bentuk kucingnya.

"Jadi dia tahu?" heranku tersadar akan perkataan Shiro tadi.

Jarum pendek jam arlojiku sudah menunjuk ke arah angka delapan, tentunya aku dan kakakku sudah siap dengan pakaian rapih kami, entah apa yang direncanakan ayahku.

Tak lama kami berdiri di situ, sebuah mobil, ya! Itu mobil ayahku datang menghampiri kami yang sedang duduk di tangga dekat pintu masuk rumah kami. Ayahku pun mengisyaratkan kami untuk memasuki mobil dan akhirnya kami menurutinya.

"Maaf ya, jadi merepotkan kalian…" kata ayahku dengan ramah.

"Tidak juga." Jawab kakakku.

Akupun hanya mengutak-ngatik hapku dan menulis pesan kepada kakakku, "Kakak, ngobrol yuk" dan tulisan send pada kontak 'Kakak Jelek' pun sudah tertekan.

"Menurut kamu Kiyone mengirim gambar itu dengan apa?" tanya kakakku membalasnya.

"MMS lah, kakak ga ingat hp dia kan bisa MMS!" balasku sambil menatap heran kakakku.

"Lagi pada smsan sama siapa sih?" heran ayahku melihat ke arah belakang.

"Teman yah!" sahutku dan kakakku secara bersamaan.

"Ooh! Baiklah!" kata ayahku menghadap ke depan lagi.

"Eh! Iya! Kamu sih naro foto ga hati-hati!" balas kakakku.

"Ya, maaf… kakak tahu ga Shiro itu kucing peliharaanku selama ini lho!" balasku yang beberapa detik kemudian terdengar teriakan kaget dari kakakku.

"Apaa?" begitu bunyinya.

"Sssst!" sahutku menyenggol kakakku.

"Ada apa?" heran ayahku menghadap ke belakang lagi.

"Tidak apa!" sahutku sambil senyum-senyum sendiri ke ayahku, sedangkan kakakku masih dengan keadaan kagetnya.

Sesampainya di tempat tujuan…

"Waw, seperti kerajaan di negri dongeng ya…" kataku sedikit berbinar setelah sampai di tempat tujuan.

"Kamu pasti ga ingat ya, ini kerajaan Viola." Jelas kakakku, sedangkan aku hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Ayo masuk, ibu kalian pun sudah menunggu di dalam…" kata ayahku sambil tersenyum.

"Baik!" jawabku dan kakakku serempak lalu memasuki tempat tersebut.

Setelah masuk di dalam kerajaan itu, terdapatlah pelayan yang menuntun kami ke ruangan yang besar, yang sepertinya itu adalah ruang makan, disana aku melihat ibuku, Shiro, pria berambut putih yang entah siapa, dan sekitar satu orang berkepala botak yang aku tidak kenal.

Akupun mengambil tempat duduk di sebelah ibuku… dan sepertinya acara pun akan dimulai…

"Baiklah, sudah lama aku menantikan ini!" kata pria berambut putih dengan senang.

"Kita sekarang akan membicarakan tentang masalah masa lalu, konflik sepele antara keluarga Hitsugaya dan Hinamori, apa yang akan kita bicarakan?" kata pria berambut botak yang membuat batinku mengatakan, 'Mana aku tahu?'

"Hinamori Momo, dan Hitsugaya Toushiro mengapa kalian bisa bertemu?" tanya pria berambut putih itu dengan heran.

"Aku menemukannya dalam betuk kucing yang manis…" jawabku singkat.

"Aku ingin menemukan gadis yang berada di foto ini…" kata Shiro menunjukan foto yang kemarin membuat kepalaku sangat sakit sekali.

"Untuk Toshiro, mengapa kamu ingin menemukannya? Dan untuk Momo, mengapa kamu bisa foto dengan Toshiro dengan gaya narsis kalian di photo box?" tanya ayahku.

"Aku penasaran saja siapa gadis di foto ini, aku tidak mengingatnya… karena aku menemui Momo saat itu dan Momo hampir mirip dengan gadis di foto ini jadi aku hampiri saja." jawab Shiro yang membuatku mengerutkan dahiku dan sediit berbicara dalam hatiku, 'Kok enak banget ngomongnya?'

"Tapi dia bilang, dia pangeran dari kerajaan… atau negri ya, aku lupa, pokoknya Violla, yang dikutuk oleh ayahnya untuk mencari orang yang bisa menyukainya dengan tulus, ya sudah, aku hanya ingin membantu dia… dan waktu itu kami hanya jalan-jalan di mall, dia malah pengen photobox, ya udah yang tadinya aku ga mau jadi harus foto karena dia udah main tarik aja ke toko photoboxnya" jawabku sejelas-jelasnya.

"Toshiro, kau sudah berani berbohong pada orang ya?" kata pria berambut putih dengan nada sedikit tegas.

"Maaf ayah, lagian kan iih! Males ah bahasnya!" kata Shiro, ooh! Ternyata pria berambut putih itu ayahnya.

"Yah! Apapun alasan kalian, aku senang sekali kalian bertemu lagi!" kata ayahku yang membuat aku, kakakku dan Shiro menatap ayahku dengan heran.

"Maksudnya?" heran kakakku.

"Sebenarnya yang salah ini aku, sih" kata ayahku, "Aku memberi tahu kepada si Aizen tentang hal yang berbeda dari yang sebenarnya, terus menyebar, dan menyebar!" kata ayahku merentangkan tangannya.

"Ayah, sebenarnya apa sih yang terjadi?" heran kakakkuterlebih dengan perkataan ayahku sebelum ini.

"Ya, mungkin karena ayah terlalu pandai mendongeng, pada masa kamu dan Momo masih kecil, kamu jadi percaya deh… jadi sebenarnya kami hanya berjanji untuk tidak saling bertemu sebelum Momo dan Toshiro saling bertemu dengan sendirinya…" jelas ayahku.

"Untuk?" tanyaku.

"Untuk menjodohkan kalian…" kata pria berkepala botak, aduh siapa sih namanya, aku kan jadi repot menyebut namanya yang harusnya satu suku kata, jadi tiga suku kata, tapi hei…

"Apaa?" sahutku dan Shiro.

"Cieeee!" sahut kakakku seneng sendiri.

"Tapi kita masih kecil!" kataku memasang puppy eyesku, aduh konyol ah, udah remaja gini, aku bilangnya malah masih kecil dengan mata puppyeyes lagi, tetapi biarlah…

"Ya, nanti kalau sudah besar, sekitar kuliah lah!" kata ayah Toushiro sambil tersenyum.

"Oh My God!" gumamku dengan kesal.

"Jadi inti kita bertemu disini apa?" tanya Shiro.

"Hanya untuk ini…" kata ibuku mengeluarkan senyumnya lagi.

Aku, Shiro, dan kakakku hanya menghela nafas, kecuali kakakku yang memang diselingi oleh kekehannya.

"Aku ingin bertanya, mengapa kami harus bertemu dengan sendirinya? Kalian bisan mempertemukan kami?" heranku dengan nada malas.

"Seru!" kata ayah Shiro dengan antusias, ya, mau diapakan lagi?

"Baiklah! Mari kita bersulang!" kata pria berambut botak, aduuh! Siapa sih dia?

"Maaf, siapa namamu?" tanyaku.

"Ikakku Madarame, penasehat kerajaan…" jawabnya sambil tersenyum.

"Ya, terima kasih!" jawabku sopan.

"Bersulang!" kata ayahku dan ayah Toushiro.

Ibuku, kakakku menanggapinya dengan senang, kecuali aku dan Toushiro menanggapinya dengan lemas.

Yah! Akhirnya masalah sepele ini bisa selesai, aku mengetahui semuanya, dan sekian ceritaku….

Selesai


Lolly : Akhirnya ceritaku yang ini berakhir juga, cuma kayanya agak nanggung ya?

Momo : Ga tau deh...

Lolly : Ya, aku ga mau banyak ngomong lagi, abisnya bingung mau ngomong apa, hehe... please review and always enjoy my story.^^