Drug of Gold
Summary: cerita tambahan dari chapter Evil Food Eater Conchita, fic ini menceritakan tentang sudut pandang dari tunangan Banika Conchita -Haruno Sakura- yang bekerja sebagai koki di rumah Banika selama ini.
Read and Review?
Drug of Gold
Chapter 1.5
Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll
Rate: T
Naruto © Masashi Kishimoto
Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]
Seven Vessel Deadly Sins (Drug of Gold) ©Akasuna Yuri Chan
Drug of Gold ©Mothy-sama [Akuno-P]
Translate © Suicune34
Don't like, Don't read
.
.
Happy Reading!
.
.
"Jika saja aku tidak melarikan diri darimu…"
.
.
~*~ Evil Food Eater Conchita ~*~
.
.
*POV ON*
Semenjak Aku kecil, Aku memiliki tubuh yang sangat lemah yang berada di antara kematian dan kehidupan. Setiap hari, Aku selalu meminum obat yang di turunakan di keluargaku. Aku membutuhkan obat itu untuk terus bertahan hidup, dijauhi oleh keluargaku sendiri. Hatiku pun terus terasa sakit. Walaupun Aku sudah hampir tidak memiliki harapan lagi, Aku masih bertahan hidup hingga sekarang.
.
.
.
.
Saat umurku mencapai 15 tahun, tiba-tiba saja mereka membicarakan tentang pernikahanku.
*Flashback on*
Saat itu Aku dan keluargaku sedang menikmati makan malam kami seperti biasa, ayah tiba-tiba saja membuka obrolan dengan hal yang sebenarnya tidak penting tetapi aku akhirnya ikut dalam obrolan itu.
"Aku dengar keluarga Uzumaki telah menerima undangan perjodohan dari kita"
"Ya, mereka menerima undangan itu dengan positif. Itu bagus untuk kita karna itu artinya tinggal Itachi lah yang akan menikah nanti"
"Menikah?" tanyaku dengan alis terangkat, ibuku tersenyum padaku. adikku menatapku dingin, melihat perlakuan adik dan ibuku akhirnya ayahku angkat suara.
"Ya, adikmu akan menikah dengan Naruko. Kau ingat ?"
"Ya, Yah"
" memiliki sepasang anak kembar, ingat dengan Uzumaki Naruto?"
"Teman Sasuke sewaktu di academi dulu?"
"Ya, dia adalah kakak dari Uzumaki Naruko. Mereka kembar identik"
"Oh"
"Aku dengar dari Naruto kalau adiknya menyukai Sasuke karna itu kami mengirimkan undangan perjodohan pada mereka"
"Bukankah Sasuke masih terlalu kecil, Yah?"
"Tidak, kami hanya melakukan perjodohan lalu akan menikahkannya jika umur mereka sudah mencukupi. Sebaliknya, umurmu sangat cocok untuk menikah Itachi"
"Aku? Menikah?"
"Ya, kau ingat dengan teman Ayah. Tuan Haruno?"
"Ya, Yah"
"Dia memiliki seorang putri, putrinya juga menyukai Sasuke tetapi sayangnya kami sudah memutuskan untuk mengadakan pertunangan dengan keluarga Uzumaki karna itu. Kau akan menggantikan Sasuke untuk perjodohan dengan keluarga Haruno"
"AP-APA? Apakah ayah serius?" tanyaku kaget, tampa sadar aku mengembrak meja makan dengan cukup kuat sontak saja semua mata tertuju ke arahku.
*Flashback Off*
Begitulah, Aku dijodohkan dengan anak seorang bangsawan yang keluarganya telah hancur, pernikahan ini di laksanakan karena latar belakang dan tujuan keluarga kami. Namun tentunya Aku paham, Aku hanya di gunakan sebagai sebuah alat dalam pernikahan ini.
.
.
.
.
'Gadis ini sangat gemuk bagaikan babi' Aku pun di perkenalkan padanya. Orang-orang mengatakan kalau dia menghabiskan masa kecilnya seorang diri, Ibunya telah meninggal dan Ayahnya punya penyakit jantung.
'Kehidupannya sungguh sangat menyedihkan'
"Suatu hari nanti, aku ingin berkeliling dunia" itulah mimpinya. Ia berkata dengan mata yang berbinar-binar.
Kami berdua pergi bersama, sungguh bukanlah suatu ide yang buruk.
.
.
.
.
Terbuka bagi para tamu, pesta pernikahan kami pun akhirnya dilaksanakan. Pesta yang biasa saja tetapi juga tergolong mewah ini memikat para tamu dengan mudahnya. Dan ditempat inilah Aku mengetahui sisi gelap dari gadis itu…
Dia menyantap semua makanan yang dihidangkan untuk para tamu bagaikan pengemis-seseorang yang tidak pernah makan-. Dia berkata. "Jika Aku menyisakan makanan, maka aku akan di hukum"
Aku hanya dapat menatapnya dengan tidak percaya, keringat meluncur dengan mudahnya dari dahiku.
'Apa gadis seperti ini yang harus kunikahi?'
Dia mendapatkan kekerasan dari ibunya yang telah meninggal, pernikahan kami pun di batalkan…
.
.
.
.
Setelah beberapa waktu berlalu, muncul sebuah rumor tentang dirinya. "Dia telah berubah menjadi pemakan yang sangat rakus yang memakan makanan apa saja"
Dengan merubah wajahku, Aku pun mencoba melamar sebagai juru masaknya.
Dan di sana, sesuatu yang sangat sulit di percaya. Dia telah berubah menjadi wanita yang sangat cantik, karena perjanjian kontrak terlarang yang ia lalukan dengan iblis. 'Wanita itu sudah bukan manusia lagi…'
.
.
.
.
Setiap hari, Aku terus membuat hidangan yang sangat aneh dan tampa sadar Aku mengeluarkan kata-kata itu. "Bisakah Aku mendapatkan liburanku?"
Dia pun terkejut mendengar pertanyaanku, dan ia pun menjawab. "Hmph, benar-benar orang yang tidak berguna"
Aku sendiri mengerti, Aku hanya pencundang yang hanya tahu bagaimana caranya melarikan diri. Jadi itulah kenapa, aku juga akan melarikan diri darinya sekarang…
'Jika saja Aku dapat menerimamu apa adanya di pernikahan itu, maka mungkin Aku dapat menyelamatkanmu.'
Obat tersisa yang kumiliki sekarang adalah sebuah bubuk emas yang terdapat di dalam sebuah botol, Aku menggenggam obat ini dan membulatkan tekadku. Ini adalah obat yang selalu kuminum sejak Aku masih kecil, obat ini dapat menjadi racun jika di berikan dengan dosis yang tidak tepat.
"Mari kita makan bersama" Aku mengundangnnya.
Aku menaruh racun itu di kedua sup yang kami makan, kami berdua pergi bersama. Sungguh bukanlah suatu ide yang buruk., bukan? Sekarang ini akan menjadi santapan terakhir kita! Aku teringat kembali akan kenangan-kenangan yang sudah kulewati bersamamu, dari kita bertemu hingga kenangan saat Aku menjadi juru masak di rumahmu yang megah bagaikan istana ini. Suapan demi suapan terus berjalan memasuki mulutku lalu masuk menuju tenggorokanku. Dapat kurasakan efek dari obat yang telah berubah menjadi racun itu berdampak pada tubuhku yang lemah.
.
.
.
.
…dan sekarang Aku menjadi sebuah santapan yang di hidangkan di atas meja, racun yang kuberikan padanya tak bekerja. Hanya Akulah yang mati, sebelum aku kehilangan kesadaranku. Aku dapat mendengarnya mengatakan sesuatu…
"Kau melarikan diri dariku dan meninggalkanku seorang diri lagi…"
.
.
.
.
Aku menjadi santapanmu, kau menelanku hingga ke dalam tubuhmu dengan air mata yang mengalir dan dengan ini Aku telah menjadi bagian dari darah dan dagingmu. Aku tak kan melarikan diri darimu lagi, bukan? Aku akan bersama denganmu selamanya.
.
.
.
.
.
.
.
Yeah, end for owari! Padahal ini hanya owari tetapi kenapa malah nyama"in chap ya? :3 wes lah, semoga panda-san puas untuk owari ini ^^
Gomen bila owari ini pendek, banyak typo,EYD gak jelas dan tanda bacanya hancur ya :'3 oh ya soal disclimernya :3 ada tulisan Kagerou daze ya? Sebenarnya itu untuk chap 3 nanti sih :3 xD #plak
Nerima kritik,saran dan komentar silakan saja review pasti akan saya balas cepat kok :3 kalo gak percaya silakan aja Tanya para author yang sudah mereview xD
Sankyou
*pengalaman pribadi*
*magrib,malam hari raya idul adha*
Hari ini, aku dan ibuku memutuskan untuk pergi ke rumah temanku dengan tujuan memberikan sebungkus daging qurban. Meskipun kami tahu resiko berjalan malam tapi kami sudah memantapkan hati dan menanamkan kalimat "ini baru magrib mana mungkin 'mereka' akan muncul" di hati kami.
Di tengah" perjalanan melewati hutan sesuatu yg tidak terduga terlihat, sesosok bayangan putih yeng terlihat sedang membalikkan punggungnya. Walaupun sosok itu menyerupai baju yang dimiliki oleh ibuku tetapi suasana tetap saja menyeramkan.
Gelap,dingin dan menyeramkan. Ibuku ketakutan dan menggenggam tanganku erat, pergelangan tanganku terasa sakit dan hatiku berdesir tetapi aku masih saja terus melirik sosok bayangan putih itu dengan ekor mataku. Ketika kami berhasil melewati hutan, aku pun bertanya dengan nada aneh. "Apakah ibu melihatnya?" ibu hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan kami, "Aku takut tapi aku senang. Aku ingin melihatnya lagi nanti" pikirku dalam hati sambil tersenyum. Lalu aku mendengar sebuah bisikan atau mungkin suara tawa? Entahlah yang kutahu adalah aku sangat senang
