Seven Vessel Deadly Sin
Read and Review?
Daughter of Evil
Chapter 3
Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll
Rate: T/M (For Bloody)
Naruto © Masashi Kishimoto
Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]
Seven Vessel Deadly Sins ©Mothy-sama [Akuno-P]
Translate © Suicune34
Don't like, Don't read
.
.
Happy Reading!
.
.
A/N:
Hohoho, hai lagi minna-san. Apakah ada yang kangen padaku? xD #plok
Hehehe, untuk chapter ini kita ubah-ubah dulu oke? :3 maaf jika berbeda dari yang pernah kalian baca sebelumnya, sebenarnya sih…saya niatnya pengen ngedit semua ff yang udah publis Cuma…
Ah biarlah itu menjadi contoh betapa saya sangat terlihat pemula waktu itu :'3 #dicatok ayam lewat(?) /alah, alesan aja lu
Gimana nih pendapat minna-san soal beberapa chap sebelumnya dan ff yang udah publis? :3 ada yang masih hancur? Pasti! Ada yang sedikit lebih membaik? Oh, terima kasih akan pujianny X3 #disambit sandal jepit
Di sini Shintaro ama Momo tuh kembar!
Yaudah deh, dari pada saya ngebacot terus lebih baik silakan aja deh baca!
Sekarang, tunduklah padaku! #plak maksudnya. Sekarang, silakan baca ^3^
.
.
~*~ Daughter of Evil ~*~
.
.
"Oho ho ho, sekarang. Tunduklah padaku!" ucap seorang gadis berambut hitam sambil tertawa angkuh di hadapan seorang pemuda berambut hitam di kuncir. Pemuda itu tampak memegangin tangan kanan sang gadis dan menciumnya penuh rasa hormat.
~*~ Daughter of Evil ~*~
pada zaman dahulu, dahulu kala. Terdapat kerajaan jahat yang tak seorang pun berani melawannya, dan orang yang berada di atasnya adalah…
…Seorang putri yang berusia 18 tahun. Ia memiliki banyak kekayaan di dunia, berdiri di sebelahnya. Pelayan setianya yang wajahnya mirip sekali dengannya. Nama kucing kesayangannya Shuuya Kano -(author: pfffftttt, entah kenapa saya selalu ngakak pas ngebaca atau pun ngetik adegan(?) ini xD #ngakak guling-guling #ditendang karna menganggu)- semua kekayaan yang ada di dunia adalah miliknya.
Jika kami sedang kehabisan harta dan uang maka kami akan merampasnya dari para rakyat.
"Si-siapa kau…?" Tanya seorang gadis cantik bergaun putih bersurai hijau yang wajahnya di penuhi oleh luka-luka lebam dan memar.
Pemuda berjubah yang memakai tudung itu hanya tersenyum menyeringai. Arah todongan pedangnya masih tak berubah. -masih mengarah pada gadis bergaun putih tersebut-
"Apa kau benar-benar ingin tahu siapa aku?" Tanya sosok itu balik, kini di tangannya tengah menggenggam kelopak-kelopak bunga mawar merah yang sudah hancur.
"Bagi mereka yang merasa ingin menjatuhkanku…"
Sosok itu mencampakkan kelopak bunga mawar yang ia genggam di wajah gadis bergaun putih tersebut. "Servant of Evil"
"…Hukum mati mereka!"
Gadis itu terus meratapi nasib yang sudah ia alami ini, melihat bunga mawar merah yang menjadi lambang kerajaannya dulu -sebelum berubah menjadi reruntuhan akibat perang- menangis menahan isakan pilu yang menyakitkan batin.
.
.
.
Seorang gadis berambut hitam tampak tengah memungut sekuntum bunga mawar yang kini sudah kehilangan mahkotanya-atau lebih tepatnya beberapa kelopaknya- hingga ia akhirnya tersadarkan oleh sebuah suara yang kini memanggilnya lembut.
"Momo…"
Gadis yang di panggil Momo tersebut menoleh ke arah sumber suara, tersenyum lembut bak seorang malaikat.
"…Tugas yang kau berikan padaku, sudah selesai kulaksanakan…" ucap sosok pemuda-tersebut sambil mengalirkan air mata yang tak terlihat- yang tadi memanggil nama gadis itu.
"Sekarang, tunduklah padaku!"
Sang bunga jahat, bermekaran dengan indahnya. Dengan warna darah yang menyelimutinya, namun bagi bibit-bibit yang merasa ingin tinggal. Mereka hanya akan berakhir mati di tanganku…
.
.
.
"Wah, inikah kerajaan pangeran Kokonose" ucap seorang gadis berambut hitam kagum. Pasalnya ini pertama kalinya ia di izinkan keluar oleh penasehat sekaligus pelayannya.
"Ene-chan, kau mau membeli apa lagi setelah ini?" Tanya seorang pemuda bersurai putih, gadis itu melihatnya…
Ia melihat pemuda tampan bersurai putih itu, ia menyukai pemuda itu tetapi seketika pandangannya teralih pada seorang gadis cantik bersurai biru. Seketika hatinya terasa sakit, seperti ada yang menusuk-nusuk hatinya dengan berbagai macam senjata tajam. Tampa sadar kini dia tengah menangis tampa suara di sana, di temani oleh sang pelayan yang kini hanya bisa mengelus-elus punggungnya dengan tatapan sedih seolah-olah ia merasakan rasa sakit yang sama dengan gadis bersurai hitam yang wajahnya sangat mirip dengannya itu.
"Um…bagaimana kalau kita membeli ice cream saja? Sudah lama kita tidak memakannya kan?" Tanya sekaligus jawaban sang gadis bersurai biru dengan senyuman indahnya.
~*~ Daughter of Evil ~*~
Sang putri jatuh cinta pada seorang pemuda, seorang pemuda yang memiliki rambut putih yang tinggal di sebrang lautan. Namun ternyata sang pemuda menyukai gadis lain, ia menyukai gadis yang memiliki rambut biru yang matanya indah bagaikan mutiara.
Sang putri mengetahui hal ini dan sangat marah, ia pun memanggil seorang pembunuh bayaran di istananya. Dan memberi perintah padanya.
"Bunuh semua gadis yang memiliki rambut biru"
"Baik, akan saya laksanakan sebaik-baiknya tuan putri"
Tak beberapa lama selang sang pembunuh bayaran itu pergi, kini di hadapan sang putri tengah berdiri sang pelayan setia. Memasang pose hormat seraya berkata. "Momo, untuk Ene-nama gadis bersurai biru yang di sukai oleh orang yang di sukai Momo- biar aku saja yang urus. Aku akan membunuhnya untukmu"
"Lakukan sesuka hatimu Shintaro-nii" ucap gadis itu datar.
Ratusan rumah pun di bakar, ratusan nyawa pun lenyap.
"Maaf telah membuatmu lama menunggu, Ene-san" ucap sosok pemuda berjubah hitam berlumuran darah yang kini tengah mendekati seorang gadis cantik bersurai biru di ikat twintail.
Suara tangisan dan isak tangis dari para rakyat.
"…"
tak dapat mencapai telinga sang putri.
"Maafkan aku…aku melakukan ini semua demi adik kecilku yang menggemaskan…"
"Tidak masalah…aku hanya sedikit kecewa karna tidak bisa bertemu dengan marry-chan lagi…"
"Maaf…"
"…Dia pasti akan kembali kesepian…"
Gadis bersurai biru tersebut menangis dan kini masuk, tenggelam dalam kegelapan di sumur tua itu. Pemuda yang telah "Membunuh" nya pun ikut menangis, setelah menutup sumur tua itu. Ia akhirnya pergi dari sana, pulang ke istana dan menyiapkan camilan untuk sang putri atau lebih tepatnya adik tercinta.
"Oh, it's snack time"
Sang bunga jahat, bermekaran dengan indahnya. Dengan warna darah yang menyelimutinya, walau pun ia adalah bunga yang sangat indah. Duri-duri yang ada padanya membuatnya tak dapat di sentuh siapapun.
"Momo, aku sudah membunuhnya seperti yang kau inginkan. Sekarang gadis itu sudah tidak ada lagi di dunia ini" ucap pemuda itu sambil berlutut dengan satu kaki dan tangan kanan di letakkan di dada.
Gadis itu hanya tersenyum tipis, ia mengulurkan kakinya pada sang pelayan. Pelayan itu mendekati singgasana sang putri, meraih kaki yang di sodorkan sang pemilik lalu mencium ujung sepatunya dengan hormat.
.
.
.
Di sebuah danau tampak seorang pemuda bersurai putih terlihat tengah meredam tangisnya, kepalanya ternunduk dan bahunya bergetar. Setelah di rasa cukup tenang, ia akhirnya terlihat sedikit menatap kekosongan danau di situ. Menatapnya dengan tatapan penuh amarah dan dendam, dendam akan kematian kekasihnya dan marah karna pembantaian yang di lakukan kerajaan Kisaragi terhadapat warga desa.
Untuk mengalahkan sang putri yang jahat bukanlah hal yang mudah, namun para rakyat tak dapat lagi menahan kemarahan mereka. Yang memimpin kerumunan rakyat marah itu adalah…
…seorang kesatria wanita bersurai hijau yang mengenakan baju armor merah.
Kemarahan yang terpendam selama bertahun-tahun, sekarang menyelubungi mereka tampa rasa takut. Namun para perajurit sang putri telah kelelahan karna perang, akhirnya mereka pun di kalahkan…
~*~ Daughter of Evil ~*~
Istana sang putri pun akhirnya terkepung, semua pelayan dan perajurit sang putri sudah melarikan diri. Sang putri yang tak berdaya itu pun…
…akhirnya tertangkap!
"Beraninya kau, wanita kurang ajar!"
Sang bunga jahat, bermekaran dengan indahnya. Dengan warna darah yang menyelimutinya, surga kenyamanan yang di buat untuknya. Perlahan-lahan pun menjadi hancur…
.
.
.
pada zaman dahulu, dahulu kala. Terdapat kerajaan jahat yang tak seorang pun berani melawannya, dan orang yang berada di atasnya adalah…
…Seorang putri yang berusia 18 tahun. Ia akan di hukum pukul 3 tepat, itu adalah waktu saat lonceng gereja di bunyikan. Orang yang dahulunya adalah seorang putri, apa yang kira-kira sekarang sedang ia pikirkan di balik sel penjara…
kesatria wanita bersurai hijau itu terus memperhtikan jam yang terletak di menara. 5 menit lagi sebelum hukuman di laksanakan. Ia menangkap siluet asing di -antara kerumunan orang- matanya, sosok berjubah hitam.
'Dia kan… Servant of Evil'
~*~ Daughter of Evil ~*~
Waktunya pun akhirnya tiba, lonceng gereja akan segera di bunyikan. Tampa memperdulikan tatapan marah dari para rakyat, ia pun berkata…
"Oh, it's snack time"
Sang bunga jahat, kuncup dengan indahnya. Dengan warna darah yang menyelimutinya, sekarang para rakyat membicarakannya tampa rasa takut.
"Daughter of Evil itu pantas menerimanya"
.
.
.
~Omake~
Semua orang kini sudah berkumpul di tempat eksekusi, semua orang. Termaksud sang "Servant of Evil" yang kini mengenakan jubah hitam. Semua penghinaan terlontarkan dari mulut mereka tampa rasa takut. Sang putri akhirnya keluar, di bimbing oleh algojo-algojo bertubuh besar dengan topeng yang menutupi seluruh kepala mereka. Sang putri terlihat sedikit terkejut, matanya membulat sempurna begitu menangkap sosok siluet yang sangat familiar di matanya.
"Shintaro…nii"
'Walau pun seluruh dunia menjadi musuhmu, aku akan tetap melindungimu'
Sang putri terlihat tersenyum, bukan. Bukan senyum angkuhnya yang seperti biasa tetapi senyum lembut yang tulus.
'jadi tolong bertahan hiduplah dan tetaplah tersenyum. Ini adalah akhir dariku…'
"Oh, it's snack time"
'…Tetapi tak masalah bagiku'
'Zraaasssshhhh'
Tali terlepas dari tangan salah satu algojo,membuat sebuah pisau yang sangat tajam itu akhirnya terjatuh dan tepat mengenai leher sang putri. Membuat kepala yang awalnya menyatu dengan tubuh itu terpenggal dan terlepas. Darah segar mengalir, satu-persatu orang yang melihat acara "Penghakiman" itu mulai pulang. Tawa lepas terdengar dari mereka. Menyisahkan seorang diri sosok berjubah yang kini tengah berlutut dengan tubuh bergetar.
"Kau adik dari putri itu?" ucap seseorang sambil memegang pundaknya.
"Ya" sosok berjubah itu menoleh dan mendapati seorang wanita bersurai hijau dan seorang pemuda bersurai putih tengah tersenyum ke arahnya. Di genggaman wanita itu terlihat sebuah kalung leontin berwarna kuning.
"Dia memberikan ini padaku, dia memintaku untuk memberikan ini kepadamu sebagai permintaan terakhirnya. Aku tau bahwah kau terpaksa melaksanakan semua perintah putri jahat itu" wanita itu tersenyum lembut lalu memberikan leontin itu, sosok itu menerima leontin tersebut lalu membukanya. Di dalam leontin tersebut tampak sebuah foto di salah satu sisinya dan sebuah kertas yang terlipat-lipat kecil.
Sosok itu tertegun melihat tulisan yang tertulis di kertas tersebut, ini adalah tulisan tangan kakaknya.
Sebuah pesan singkat yang berisi:
Walaupun aku sudah tiada, tetapi aku tetap akan menjagamu.
Jangan menangis, maaf karna aku telah pergi meninggalkanmu sendirian.
Jika kita dapat di lahirkan kembali, pada saat itu aku ingin bermain bersama denganmu lagi.
Jadi tolong bertahan hiduplah dan tetaplah tersenyum.
Salam cinta,
Kakakmu.
Shintaro
.
.
.
End untuk chapter ini. Bagaimana? Panjang? Aneh? Abal? Saya tau kok , ini salah saya bukan salah Mothy-sama #pundung
Saran? Kritik? Boleh kok, bagi author yang jauh lebih senior di fandom ini. Adakah yang mau mengoreksi setiap kesalahan dan memberiku saran agar dapat menjadi author hebat yang sama seperti kalian?
