Seven Vessel Deadly Sin

Read and Review?

Judgement of Corruption

Chapter 5

Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll

Rate: T

Naruto © Masashi Kishimoto

Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]

Seven Vessel Deadly Sins ©Mothy-sama [Akuno-P]

Translate © Suicune34

Don't like, Don't read

.

.

Happy Reading!

.

.

A/N:

Halo halo! Sudahkah ada yang bosan denganku disini? Kuharap tidak karna kita sudah hampir sampai pada penghujung acara(?) 2 chap lagi dan satu chap tambahan lalu di lanjutkan dengan sekuel lain dan end! #plak

gak deng, kalau saya mau end maka saya harus ngelangkahi dulu mayat om Mothy. Tapi nanti yang ada saya duluan yang di cingcang ama om Mothy karna itu mari kita berkonsultasi dulu dengan mbah Suicune34 *dilempar golok* amvun mbah :'v saya janji gak akan buat lagi *nyembah-nyembah*

Oh ya soal chara Gallerian Marlon! Hayo… coba tebak deh, Gallerian Marlon itu tipe-tipe guru(?) nya Kakuzu Ojii-san dan tuan krab lho! :D huahahahahahahahaha :v *dijait Kakuzu ama di timpuk kraby patty* kenapa kubilang guru mereka? Karna Gallerian Marlon itu sama-sama pelit! Mata duitan! Dll deh! Jadi sudah dipastikan untuk tokoh ini akan diperankan oleh Kakuzu! Kan gak mungkin kita panggil tuan krab dari dasar laut coma untuk peran ini. Udah ah dari pada banyak bacot mending kita mulai aja.

Eh, oh ya! Ngomong-ngomong siapa sih yang cocok jadi anaknya Kakuzu? Apakah Itachi? *di amaterasu* atau kah Kisame? *di samehada* aduh bingung nih! Hm… Gallerian Marlon itu punya 2 putri dan kalau Konan menjadi putri yg keduanya lalu yang menjadi putri pertamanya siapa dong? Dia harus punya rambut panjang dan cantik! *lirik Deidara*

Deidara:Apa liat-liat un?!

Yuri:Oh tidak apa-apa *kipas-kipas pake duit*

Kakuzu:Dei… *mata cling-cling*

Deidara:A-apa un? *lirik horror*

Yuri:Fufufu, ini akan kuberikan untuk kalian jika Okaa-san mau jadi putri jii-san

Deidara:Un? Tapi aku kan laki-laki! Aku juga ga mau jadi anak si rentenir bangkotan itu Dan siapa yang kau panggil ibu, bocah?! *nyiapin C2*

Yuri:Nanti kalian ga ku gaji lho! Jadi putri Kakuzu itu debutnya banyak! Kalau tidak salah ada 3-5 fic atau lebih untuk putri Kakuzu

Deidara:Ogah! Kagak peduli gue, gue itu cowok tulen!

Tobi:Senpai, un nya mana?

Deidara:Un

Sasori:Sudahlah Dei, gajinya banyak lho. Bisa buat bayar kas setahun dan buat beli nendo mu itu

Deidara:Danna un!

Yuri:Yasudahlah kalau Dei-Dei ga mau, Ino pasti mau kan? *lirik*

Ino:Kyaaaaaaaah, tentu saja aku mau. Tapi hanya karna gajinya ya

Yuri:Tenang, dapet bonusnya juga kok

Deidara:Bonus un?

Yuri:Iya, karna peran boneka Clockwork ini sangat di incar. Selain gajinya yang besar, tokoh ini juga sama seperti tokoh utama. Ada banyak bonus dan kemewahan tapi karna Dei-Dei gak mau terpaksa kita ganti…hm…ah Ino maaf, sepertinya kau akan digantikan oleh Neji saja

Ino:Lho? Kenapa? Apa salahku sampai-sampai digantikan oleh Neji?

Yuri:Salahmu adalah karna kau ponytail! Boneka Clockwork itu haruslah twintail

Ino:Huuuaappppaaaa?! NEEEEEEJJJJJJIIIIIII

Neji:Ke-kenapa harus aku? *berusaha cool*

Yuri:Karna di Naruto SD kau selalu terlihat dengan model rambut twintail

Deidara:Hei un, aku…mau deh

Yuri:Eh? Hontou ne? *berbinar-binar*

Deidara:ukh…I-iya un

Yuri:Oke! Sudah di konfirmasi yang menjadi boneka Clockworknya Dei-Dei. Kamera siap? Semua siap? KAMERA! ROLLING! ACTION!

Sekarang, mari kita mulai pengadilan ini #plak maksudnya

Sekarang, mari kita mulai membaca fanfic ini.

.

.

~*~ Judgement of Corruption ~*~

.

.

* POV On*

Suatu hari di USE (Union State of Evillios) terdapat seorang pria yang mengambil keuntungan dari pengadilan pemerintah. Nama pria itu adalah Kakuzu Marlon, dianggap juga sebagai "Kolektor" oleh generasi berikutnya.

"Sekarang, mari kita mulai pengadilan ini"

.

.

~*~ Judgement of Corruption ~*~

.

.

Bagian Pertama: Hakim pengadilan yang ternoda oleh kejahatan pengadilannya.

Hari ini sang angin nakal membelai lembut rambut panjang sang Master of the Court, pria tampan dengan rambut coklat panjang itu kini terlihat bermandikan cahaya bulan. Berguman entah pada siapa, di temani oleh angin nakal yang berbisik sendu. Tangisan dan isak tangis kini bercampur menjadi satu dengan bisikan sang angin.

.

.

.

.

"Administrasi pengadilan di tentukan oleh status sosial dari sang terdakwa

Hukum, keadilan, proses pengadilan, keputusan

Penuduh, tertuduh, bersalah,tak bersalah

Aku adalah sang "Master of the Court"

Aku lebih menginginkan uang dari pada keadilan"

.

.

.

.

Jubah hitam khusus 'the Court' ikut berkibar karna kali ini angin yang datang terlihat marah. Sebuah seringaian muncul di wajah tampan berkulit coklat itu, membuatnya terlihat jauh lebih menyeramkan dari pada biasanya. Kembali terbayang di benaknya, wajah-wajah orang-orang 'Jahat' yang tertawa puas di atas penderitaan orang-orang 'Baik'

Ah…apalah arti dari kata 'Baik' dan 'Jahat' tersebut? Menurutnya, semuanya sama di matanya. Menurutnya jauh lebih berharga sang 'Putri' dan 'Uang' dari pada orang-orang yang terkadang tertawa puas atau pun sedang menangis tersedu-sedu.

"Pendengar, saksi, tuduhan, pembebasan, pemeriksaan ulang

Terlindungi, penuntutan, pemanggilan

Bahkan orang terjahat sekalipun dapat terselamatkan, jika mereka membayar uang

Uang adalah penyelamat terbaik di NERAKA"

.

.

.

.

"Penampilan seseorang, umur, ras dan gender

Semua itu tak ada hubungannya

Sogokan, bukti yang salah, tuntutan yang salah, menyogok, penipuan

Kekuatan, para pejabat, kumpulan orang-orang jahat

Hal yang terpenting adalah kau dapat membayar uang itu saja"

.

.

.

.

"Uang,uang,uang,uang,uang. Uang,uang,uang"

"Hidupmu bergantung padaku

Jika kau ingin selamat

Maka berikan seluruh UANG MU

Jadi dosa adalah satu-satunya hal yang harus kupertimbangkan.

Pengadilan yang di penuhi oleh kejahatan

Jika kau ingin selamat dari tuduhan yang salah

Kalau begitu

Berikan aku UANG lagi"

.

.

.

.

Bagian Kedua: Sang Gadis Boneka dan Vessel Dosa.

"Bahkan untuk putriku yang tak dapat berjalan, aku membutuhkan uang"

Seorang gadis cantik terduduk di sebuah kursi roda, rambut pirang panjangnyatergerai dengan indahnya hari ini, membingkai wajah manis sekaligus cantik itu dalam keindahan abadi. Poni dengan model pony tail yang menutupi mata kirinya tampak menambah kesan manis atau bahkan imut padanya. Matanya yang sebiru langit dan sejernih air kini menatap lekat pemandangan dunia luar.

'Tok, Tok, Tok'

Sebuah ketukan di pintu kini menyadarkannya pada dunia nyata, sosok itu masuk dan kini berlutut, mensejajarkan tingginya dengan gadis cantik bersurai pirang tersebut. Menggenggam tangannya, kini di hadapannya. Seorang pria paruh baya berkulit coklat dan memakai jubah hakim tengah tersenyum. Menatapnya dengan tatapan sendu, memeluknya sambil membelai lembut rambut pirang panjang tersebut.

.

.

.

.

"Kecelakaan, ibu dan seorang anak perempuan

Tak terawat, sihir, munculnya harapan

"MA", seorang tema

Jika aku dapat mengumpulkan ketujuh vessel dosa besar

Maka keinginanku akan dapat terkabul"

"Jika kau ingin seluruh keinginanmu terkabul maka…"

"…"

"…Kumpulkan ketujuh fregmen dosa besar"

.

.

.

.

"Perjanjian kontrak, iblis, mengumpulkan, vessel, penghidupan

Regenerasi, di perlukan, harga"

Hari ini, ruang sidang pun terbuka lagi. Orang-orang jahat tertawa dan orang-orang baik menangis. Jadi dosa adalah satu-satunya hal yang harus kupertimbangkan. Pengadilan yang di penuhi oleh kejahatan. Jika aku ingin membuat keinginanku terwujud maka aku akan terus mengayunkan palu ketidak adilan ini.

.

.

.

.

Bagian Ketiga: Di mulainya Perang Sipil Dan Akhir dari Pengadilannya.

Seorang pembunuh berantai adalah pemimpin kelompok itu sudah jelas ini adalah sebuah kejahatan. Sogokan pun datang padaku, aku mengatakan sang tertuduh tak bersalah. Perang sipil pun di mulai karna pembunuh berantai itu terbunuh, mayat tak berguna akan di singkirkan di tempat kejadian.

.

.

.

.

E.C Tahun 983 bulan 8

Terjadi sebuah peperangan di Leviantha. Tubuh General Hanzo yang terbunuh di temukan di balik kediamannya.

.

.

.

.

Aku bertemu dengan api kemarahan para rakyat, rumahku pun terbakar.

"Putriku tersayang…" tak ada yang kutakutkan selama aku bersamanya. Aku memeluk putriku lagi hari ini, api mulai merambat cepat hingga mulai membakarku. Berharap api tersebut tak sampai melukai putri kecilku tercinta.

Aku mendengarnya bertanya. "Kenapa ruangan ini terbakar, Ayah?"

Aku tersenyum sambil mengelus rambut pirang indahnya. "Tidak apa-apa sayang, semua ini akan berakhir. Karna itu jangan takut, ayah akan selalu berada di sisimu"

"Di kediaman yang terbakar itu

Kau akan dapat menemukan mayat kesepian

Seorang ayah dan anaknya…"

.

.

.

.

Bagian Keempat: Kematian, Master of the Hellish Yard dan Pengadilan Terakhir.

Saat aku terbangun, aku sudah sendiri di tempat itu. Pintu masuk ke alam baka, surga atau neraka yang menentukan sang Master of the Hellish Yard. Bahkan orang terjahat sekalipun dapat terselamatkan jika mereka membayar uang.

Uang adalah Penyelamat Terbaik di NERAKA.

.

.

.

Master of the Hellish Yard membuat lingkaran menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya dengan tangan kanannya dan menempelkan tangan itu di dada, cara yang biasa orang-orang sepertiku lakukan untuk tanda meminta uang.

"Serahkan seluruh hartamu dan berikan uang-"

Aku pun tersenyum kepada sang Master of the Hellish Yard, berjalan mendekatinya, memeluknya lalu mencekram kuat bahunya dan berbisik ke telinganya.

"AKU TAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN KEBERUNTUNGANKU PADAMU!"

.

.

.

.

Dia menghilang. Aku pun berjalan menuju pintu itu dan tubuhku pun jatuh ke dasar neraka. Jadi dosa adalah satu-satunya hal yang harus kupertimbangkan. Pengadilan yang di penuhi oleh kejahatan. Jadi, aku tak akan membiarkan seorang pun menghakimi dosaku. Aku tak akan membiarkan siapapun mengadaliku, jadi suatu hari nanti. Aku akan mengumpulkannya lagi dengan tangan ini. "Kepingan Fragmen Dosa Besar(Deadly Sin)"

Pada saat itu neraka akan berubah menjadi…

…Utopia bagiku dan putriku…

.

.

.

.

~Omake~

Setelah roh pria itu terjatuh ke dasar neraka, tubuhnya bersinar. Menghilang dari neraka, memasuki sebuah portal dimensi. Seorang wanita cantik berpakaian kimono merah tersenyum sinis ke arahnya, ia menutup mulutnya dengan lengan kimono "Sudah bangun?"

"Siapa kau?"

"Aku? Panggil saja aku Ma"

"Ma? Siapa sebenarnya kau dan mau kemana kita?"

"Sama sepertimu, aku penyihir waktu. Pengganti untuk vessel dosa yang kumiliki karna Rengkarnasi dari gunting itu belum terbangun, kita akan pergi menuju teater film"

"Teater film?"

"Ya, dan sekarang namamu adalah Gear. Sepertinya kau kehilangan kekuatanmu tuan"

"Kekuatan? Apa maksudmu?"

"Kekuatan yang kumaksud adalah Master of the Court, kau bukan lagi Master of the Court"

"Tidak mungkin, lalu siapa Master of the Court yang baru?"

"Sang ketua boneka, Deidara Marlon. Putrimu"

"Putriku…"

"Ya, dirimu yang asli tengah mempertanggung jawabkan dosamu. Kau yang sekarang adalah rengkarnasi dari vessel dosamu, sendok berwarna biru yang kau miliki"

"Aku? Rengkarnasi…vessel"

"Ya, ah…kita sudah sampai. Selamat datang di…"

"…"

"…Teater Film Clocktower Lullaby"

.

.

.

.

End this chapter /sok inggris lu

Bagaimana? Bagus? Aneh? Gaje? Yang ini saya tau kok #pundung

Emang gaje banget nih chap, apalagi Omake nya. Pasti banyak yang ga ngerti, karna itu jika ada pertanyaan. Silakan aja di ajukan, nanti akan saya usahain buat ngejawab semuanya kok :3

Kritik? Saran? Perbaikan(?)

Semua di terima kok :3