Miniature Garden Girl

Summary: cerita tambahan dari chap 5, sudut pandang dari putri Kakuzu dan debut pertamanya.

Read and Review?

Miniature Garden Girl

Chapter 5.5

Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll

Rate: T

Naruto © Masashi Kishimoto

Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]

Seven Vessel Deadly Sins (Miniature Garden Girl ) ©Akasuna Yuri Chan

Miniature Garden Girl ©Mothy-sama [Akuno-P]

Translate © Suicune34

Don't like, Don't read

.

.

Happy Reading!

.

.

*POV On*

"Aku datang…"

"Di dalam ruangan ini hanya ada kita berdua, mari kita melanjutkan bernyanyi.

Tak mengetahui dunia luar pun tak apa, jika hal itu adalah yang kau inginkan".

.

.

.

.

Aku memanggilmu "Ayah" dan kau menganggapku sebagai "Anak Perempuanmu".

Apa yang membuatmu khawatir adalah aku tidak dapat berjalan, jadi kau pun mengisi ruangan ini dengan banyak barang-barang indah. Kau membawanya kemari, gelas indah berwarna merah itu terlihat bersinar terkena cahaya yang menyelusup dari jendela kamarku.

Di dalam gelas yang berwarna merah terdapat sendok berwarna biru. Kedua cermin yang berwarna kuning terlihat memantulkan sosok bayanganku, seorang gadis bersurai pirang dengan warna mata safhire yang indah.

.

.

.

.

"Di dalam ruangan ini hanya ada kita berdua, mari kita melanjutkan bernyanyi bersama

Tak mengetahui dunia luar pun tak apa, jika hal itu adalah yang kau inginkan".

.

.

.

.

Ruangan tempat tidur yang gelap dan pemandangan dari jendela. Hal itu adalah seluruh dunia bagiku. Kau selalu bersikap baik, tapi…

Kau tak pernah mengajarkan apapun tentang dunia luar padaku. tapi itu tak masalah bagiku.

Benda-benda kecil di dalam ruangan menertawakanku. "Kita semua adalah sama" kata mereka padaku. "Aku berbeda! Aku anak Ayah!" ucapku membantah.

"Benarkah? Mungkin karna terlalu di manja oleh manusia itu sehingga kau melupakan jati dirimu yang sebenarnya, Deidara"

.

.

.

.

Aku bernyanyi. "Lu li la~ Lu li la la~" bagaikan dunia luar tak dapat mendengarnya.

Aku hanya bernyanyi untukmu karna aku ingin melakukannya. Kau selalu tersenyum lembut padaku, sambil mengusap puncak kepalaku. Kau terus memuji keindahan suara yang kumiliki ini.

.

.

.

.

Aku mendengar kata "Perang" keluar dari mulutmu. "Kenapa ruangan ini terbakar, Ayah?"

"Dei-Deidara…"

"Ayah, siapa gadis berambut pendek itu? Ayah kenapa? Bangun, Yah"

.

.

.

.

Apa yang orang-orang dapat lihat dari rumah yang terbakar itu adalah mayat seorang pria yang kesepian dan boneka clockwork yang terbakar…

Aku ingat, aku adalah boneka miniature garden yang sengaja di buat dengan menirukan wujud asli Deidara Marlon yang sebenarnya. Aku hanya boneka…

Deidara Marlon sudah tewas beberapa tahun yang lalu…

Aku hanya mengambil emosinya yang tersimpan di ruangan ini…

Ayah…walau pun, aku bukan putrimu…

Apakah kau masih mau menganggapku putri kecilmu?

Sama seperti pemilikku…

Aishiteru… Otou-san

*beberapa waktu kemudian*

Master of the Court

Read and Review?

Master of the Court

Chapter 5.5

Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll

Rate: T

Naruto © Masashi Kishimoto

Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]

Seven Vessel Deadly Sins (Master of the Court) ©Akasuna Yuri Chan

Master of the Court ©Mothy-sama [Akuno-P]

Translate © Suicune34

Don't like, Don't read

.

.

Happy Reading!

.

.

*POV On*

Jika kau pergi menuju hutan itu dan melewati sebuah kuburan, kau akan sampai di teater film. Dan di sana kau akan di adili, kau mungkin akan di temukan bersama dalam pengadilan terakhir ini.

Dari Gear yang berputar di clocktower, sang boneka itu melanjutkan keinginan ayahnya.

Ya, aku adalah sang "Master of the Court" yang baru dan akan membuka sidang menuju alam baka.

Beritahukanlah padaku Ayah, apakah aku benar dengan membuat pilihan ini? Bagaimana diriku yang tak memiliki hati ini dapat mengerti? Beritahukanlah padaku Ayah, bisakah aku mengirim mereka semua ke neraka? Bagaimana diriku yang tak mengerti perasaan ini dapat mengerti?

.

.

.

.

Aku masih ingat, dulu kau pernah berkata. "Aku ingin putriku menjadi hakim sepertiku, bukan itu saja. Aku juga ingin putriku mewarisi gelarku ini nanti" kau berucap sambil tersenyum sendu.

"Lullaby yang tiada akhirnya ini akan segera berakhir sebentar lagi" kata sang Gardener.

Siapakah yang benar, dirinya ataukah MA? Tampa mengetahui jawabannya. Aku terus melanjutkan mengayunkan palu ini.

Di besarkan sebagai seorang yang tulus, irregular membuatku sedikit takut. "Anakku, pencarianmu baru saja di mulai. Sekarang tidurlah, bersamaan dengan suara Lullaby ini…"

.

.

.

.

"Beritahukanlah padaku Ayah, apakah takdir ini benar? Bagaimana diriku yang tak memiliki hati ini dapat mengerti? Beritahukanlah padaku Ayah, apakah ini jalan yang tepat agar kita bisa menuju Utopia? Bagaimana diriku yang tak mengerti hidup ini dapat mengerti?"

.

.

.

.

Ya, aku adalah sang "Master of the Court" yang baru dan akan segera membuka sidang pintu menuju alam baka.

Beritahukanlah padaku Ayah, apakah aku benar dengan membuat pilihan ini? Bagaimana diriku yang tak memiliki hati ini dapat mengerti? Beritahukanlah padaku Ayah, bisakah aku mengirim mereka semua ke neraka? Bagaimana diriku yang tak mengerti perasaan ini dapat mengerti?

Beritahukanlah padaku Ayah, apakah takdir ini benar? Bagaimana diriku yang tak memiliki hati ini dapat mengerti? Beritahukanlah padaku Ayah, apakah ini jalan yang tepat agar kita bisa menuju Utopia? Bagaimana diriku yang tak mengerti hidup ini dapat mengerti?

"Beritahukanlah padaku Ayah…"

.

.

.

.

"Aku akan menyelamatkanmu, Ayah…"

.

.

.

.

.

.

Haah…padahal udah 2 chap di jadikan satu tapi tetap saja hasilnya masih sedikit :'3 maaf deh kalau kurang memuaskan… kalau ada kekurangan atau apa, beritahukan saja pada saya ya ^^ jangan sungkan", siapa tahu saya bisa membantu :3 atau dibantu(?)