Yak.. Inilah chapter yang ke 5 dari serial cerber Chiisana Tenohira. Hope you like it, and happy reading

/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\

Tak lama, ia datang bersama dengan tiga orang. Sepertinya mereka oang bengkel, memakai seragam montir.
"Yang mana mas mobilnya?" tanya si montir.
"Yang ini! Kalian bawa ke bengkel dan perbaiki yang rusak. Nanti saya yang bayar. Ini kartu nama saya, kalian bisa hubungi saya kalau mobilnya sudah selesai diperbaiki,"
"Baik mas! Kami akan melakukan yang terbaik," kata si montir yang kumisan. Ya Tuhan! Apa dia bilang? Mobilku akan dibayarnya? Dunia ini akan kiamat! Belum pernah aku bertemu cowok sebaik dia.

"Kamu mau ke kampus ya? Mau saya antar? Kampus kamu di mana?" tanyanya.
"Kampusku di daerah Depok, tepatnya di UI. Maaf ya, jadi ngerepotin kamu," kataku agak malu-malu.
"Oh, kita satu kampus dong! Bareng saya aja, saya nggak ada kelas pagi ini."
"Boleh," jawabku. Selama di mobil kami terus bercanda dan mengobrol tentang banyak hal. Dia sangat dewasa dan optimis. Kelihatannya umurnya lebih tua dua tahun dariku. Perlahan-lahan aku mulai merasakan ada perubahan dalam hatiku. Orang yang selama ini kukagumi dari jauh, Icchi, telah tergantikan oleh Takumi. Ya, Takumi Fujiwara. Itulah namanya.
"Oke, kita udah sampai. Oya, kalo nggak ada acara, nanti malem mau makan keluar nggak? Boleh minta nomer HP kamu? Nanti aku telpon," katanya.
"Oh, boleh kok! Ini... 085718462154" jawabku sambil memberikan nomer HP.
"Oke, kita masuk sekarang. Aku tunggu nanti malem ya,"

-ooOoo-

"...Kusamura ni yokotawatte nagareru kumo wo nagameru to

Shizuka na kokoro wo torimodosu koto ga dekita

Sukoshi dake kinou yori mo yasashiku nareru kigasuru sono basho de

Hitori de wa ikite yukenu koto kamishimeteta..."

Malam yang dinantikan datang juga. Aku sudah memakai baju yang bagus dan sepatu yang bagus. Ibu yang masuk ke kamarku terheran-heran melihat anaknya.

"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Ibu.
"Mau ketemu temen, Bu. Sekalian makan malam. Boleh ya, Bu, Ruki keluar malam hari ini?" pintaku.
"Wah, anak Ibu sudah punya pacar. Siapa, Ki? Kenalin ke Ibu dan Ayah dong," Ibu menggodaku.
"Ibu bisa aja. Baru kenal kok udah jadi pacar? Kecepetan atuh.." kataku.
"Ya sudah. Jangan pulang malem-malem ya, nak. Ijin sama ayah juga sana. Ibu keluar dulu," pesan Ibu. Lalu Hp-ku berbunyi. Sudah kuduga pasti ini Takumi.

"...Me ni mienu kizuato wo sasutte kureru..." KLIK! Kutekan tombol hijau dan segera berbicara dengannya.

"H...halo? Takumi? Ada apa?" tanyaku.
"Aku udah di jalan, kamu di mana? Aku jemput ya." katanya.
"Oh, i...iya. Aku masih di rumah kok, belum berangkat."
"Oke, jangan kemana-mana ya. Tunggu disitu aja, aku sebentar lagi nyampe kok,"
"Iya, aku nggak kemana-mana. Bye,"

-ooOoo-

Mobil Takumi sudah ada di depan. Aku melihatnya dari jendela. Dia keluar dari mobil, berjalan ke arah pintu masuk rumahku dan...

"TING, TONG" bel berbunyi. Lalu Ibu dan Ayah segera keluar untuk membukakan pintu. Setelah melihat siapa sebenarnya Takumi, Ibu langsung bicara.

"Kamu pasti teman kampusnya Ruki, iya kan?" tanya Ibu.
"Iya, Tante. Rukianya ada nggak?" katanya.
"Ada kok, Om panggilkan sebentar ya. Mari masuk!" kata Ayah mempersilahkan.

Ya ampun, ganteng banget dia! Gue bener-bener pangling ngeliat dia yang sekarang. Nggak seperti waktu di toko buku apalagi di jalan. Akhirnya gue turun juga ke bawah.
"Selamat malam semuanya," kataku sambil turun dari tangga.
"Aduuuuh! Ini dia anak Ibu yang cantik!" Ibu menghampiriku.
"Ini yang mau ngajak kamu makan malam? Ganteng banget, Ki! Ibu kira dia biasa-biasa aja," kata Ibu berbisik.
"Ah, Ibu bisa aja. Aku ke sana dulu ya," aku berjalan menuju sofa tempat takumi sedang duduk bersama Ayah.

"Takumi, aku sudah siap,"
"Wah, kamu cantik banget malam ini. Seperti bidadari," katanya memuji.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya Bu, Yah." aku memberikan salam pada mereka.
"Tante, Om, kita berangkat ya,"
"Iya, hati-hati di jalan. Kamu jagain Rukia ya, dia itu anaknya agak manja!" pesan Ayah.
"Iya Om, akan aku jaga dia."

/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\

Tsuzuku..

Mind to R&R, all?
thanks for reading