Seven Vessel Deadly Sin

Summary: sekuel dari Story of Evil, menceritakan kisah tentang para pemilik dari fragmen tujuh dosa besar yang tersebar di seluruh dunia.

Video dan lagu milik Mothy-sama tetapi bentuk ffnya asli milikku ^3^ *di deathglare Mothy-sama*

Evil Food Eater Conchita: fragmen dosa -Gelas berwarna merah-

The Tailor shop at Enbizaka : fragmen dosa -Gunting merah-

Daughter of Evil : fragmen dosa -Sepasang cermin kembar berwarna kuning-

Gift From Princess Who Brought : fragmen dosa -Boneka Clockwork berbentuk seorang gadis-

Judgement of Corruption : fragmen dosa -Sendok berwarna biru-

Madness of Duke Venomania : fragmen dosa -Pedang berwarna Ungu/Violet-

Muzzle of Nemesis : fragmen dosa -Kunci berwarna hijau-

Seven Crimes and Punishment: Nyanyian para 'Kolektor' Seven Vessel Deadly Sin


Read and Review?

Madness of Duke Venomania

Chapter 6

Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll

Rate: T/M (Lime?)

Naruto © Masashi Kishimoto

Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]

Seven Vessel Deadly Sins ©Mothy-sama [Akuno-P]

Translate © Suicune34

Don't like, Don't read

.

.

Happy Reading!

.

.

A/N:

Debut Neji *senyum-senyum nista*

Di sini Neji tuh jadi…um…yah gitu deh, maaf ya Gaara. Neji itu Cuma punya kamu kok tetapi aku gak mau bikin Itachi jadi tokoh utama di chap ini, pokoknya nuuuuuuuuuuuuuuuuuuu *buat tanda silang besar*

Sekarang, mari kita berdansa #plak maksudnya

Sekarang, mari kita mulai

.

.

~* Madness of Duke Venomania~*~

.

.

Malam hari di sebuah mansion yang besar dan megah, malam hari yang sepi hanya di iringi oleh suara siulan(?) sang angin. Tampak seorang wanita cantik kini tengah berjalan dengan anggunya di lorong mansion itu, membuka pintu besar yang menjadi satu-satunya jalan masuk dan keluar dari sebuah ruangan di sana.

Ketika pintu itu di buka, terdengarlah suara derit panjang dan siulan angin yang semakin keras terdengar memenuhi ruangan.

"Sekarang, mari kita berdansa" ucap seorang pemuda tampan berambut coklat panjang sambil mengulurkan tangannya pada wanita cantik yang baru datang itu.

~* Madness of Duke Venomania~*~

Hari ini lagi, seorang wanita yang cantik datang padaku. dirimu yang tersenyum dengan manis itu akan menjadi istri baruku, sebuah perjanjian kontrak terlarang dengan iblis. Kekuatan yang di berikan padaku, semua wanita yang melihatku akan jatuh cinta kepadaku.

Wanita cantik itu mendekati dan memelukku, membenamkan wajah cantiknya di dada bidangku. Tangan kananku mengambil sedikit rambut panjangnya, indah dan lembut. Seperti seleraku, sementara tangan kananku masih sibuk mengagumi rambutnya kini tangan kiriku mengelus setiap jengkal rambutnya dengan lembut.

"Dengan kekuatan untuk membuat seluruh wanita jatuh cinta padanya" Ino mulai bernyanyi seperti apa yang kuperintahkan padanya, ia mengambil sedikit rambutku dan mengarahkannya ke wajahnya. Menciumnya lembut seolah-olah tengah bercumbu denganku.

"Pria itu membuat sebuah kediaman dimana ia tinggal sendiri" kini sang gadis manis bermata lavender yang tengah bernanyi, sambil terus tertunduk di samping kakiku. Dia terus menempel padaku, mengelus-eluskan kepalanya bak seekor anak kucing yang minta di manja pada tuannya.

"Dia pun membawa satu demi satu wanita yang ia sukai"

"Dan membangun harem miliknya~"

.

.

.

Di kamarku, di atas tempat tidur king size milikku. Seperti biasa, aku tengah bercinta dengan seorang wanita cantik hari ini. Dia adalah Ino, kesayanganku yang pertama. Sambil menelusuri setiap jengkal lekuk tubuhnya yang indah, tangan nakalku terus merambat naik hingga ke pangkal pahanya-dari betis- dan mengelusnya dengan gerakan menggoda. Wajahku kutundukkan agar dapat menggapai leher putih jenjangnya, menggigit,hisap dan jilat hingga tanda-tanda kemerahan terlihat. Menandakan bahwa dia adalah milikku dan hanya milikku.

Gaira libido yang menyembunyikan hawa nafsu ini, kenikmatan yang tiada batasnya ini. Darah dan keringatan bercampur menjadi satu dan berubah menjadi cairan berwarna ungu.

Hari berikutnya telah bercinta dengan Ino, kini aku tengah bercinta dengan Hanabi. Sepupuku,kesayanganku yang kedua setelah ino. Sambil terus mencoba memasukkan milikku ke dalam tubuhnya yang mungil, ia tampak mengalungkan kedua lengannya di leherku. Menarikku untuk mencumbu bibir mungilnya yang tipis, mengalihkan rasa sakit yang akan tergantikan rasa nikmat yang memabukkan. Setelah membalikkan tubuhnya, lidahku tak henti-hentinya menjilat punggung putih nan mulus itu berulang kali.

"Setelah pakaian itu terlepas, kau tak akan dapat kembali ke kenyataan"

.

.

.

Daftar Wanita yang hilang di area Asmodin:

Daftar orag hilang bagian pertama:

Yamanaka Ino

Umur 20 tahun, penjual bunga

Tenten

Umur 18 tahun, penjual senjata

Sabaku Temari

Umur 23 tahun, penari

Kato Shizune

Umur 28 tahun, pelayan

Kozakura Marry

Umur 22 tahun, pengrajin bunga

Uzumaki Kushina

Umur 19 tahun, bangsawan

Nara Yoshino

Umur 30 tahun, pembantu rumah tangga

Uzumaki Karin

Umur 24 tahun, tukang roti

Senju Tsunade

Umur 31 tahun, prajurit

.

.

.

Lukisan diriku yang lama pun terbakar dalam bara api di perapian, aku meninggalkan wajahku yang lama. Aku ingin melupakan wajah itu, wajah yang semua orang tertawakan dan hina. Aku pun mencium gadis yang menggemaskan itu dan memeluknya, melumat bibirnya dengan ganas dan rakus. Sesungguhnya dia adalah teman semasa kecilku. Dia yang selalu menertawakan dan menghinaku.

"Setiap harinya, berbagai wanita dari berbagai penjuru dunia-" Tenten mulai bernyanyi seperti apa yang kuperintahkan padanya, dia adalah kesayanganku yang ketiga sekaligus wanita yang kucintai. Berlutut di singga sanaku tamba rasa lelah sedikit pun.

"Satu demi satu mereka menghilang tampa jejak" kini yang bernyanyi sekarang adalah Temari, wanita cantik berambut pirang yang selalu memegang kipas. Temari adalah kesayanganku yang terakhir, dia memposisikan dirinya di kiriku. Berdiri dan terus memegang tanganku dengan kedua tangannya yang lembut.

"Beberapa dari mereka adalah istri dan beberapa kehilangan anak perempuannya"

"Dan tak ada yang tahu, apa yang harus di lakukan~"

.

.

.

Di tempat yang sama dengan tempat yang biasa kugunakan untuk bercinta, terbaring lemas di bawahku adalah Temari. Aku dapat mendengar dengan jelas deru napas dan desahannya tak kala saat kami hampir mencapai puncak bersamaan.

Gairah libido yang tersembunyi dalam kegelapan ini, kenikmatan yang tiada batasnya ini. Ilusi dan pengertian terhadap semuanya, aku bukanlah manusia lagi…

Bosan dengan tempat tidur, kini aku tengah berdiri. Menghimpit tubuh Tenten yang jauh lebih mungil dari tubuhku ke dinding kamar, membalikkan tubuhnya yang sudah tak tertutupi sehelai benang pun. Memegang kedua tangannya sambil terus berusaha memasukkan milikku ke dalam tubuhnya, mengeluar-masukkan milikku sambil terus mencumbunya. Melumat bibir ranum itu dengan rakus.

Membuat sebuah dosa, bahkan di depan tuhan. Inilah malam yang sudah lama kudambakan…

.

.

.

Daftar Wanita yang hilang di area Asmodin:

Daftar orag hilang bagian kedua:

Akimichi Karui

Umur 62 tahun, ibu rumah tangga

Haruno Mebuki

Umur 22 tahun, wanita janda

Hyuuga Hanabi

Umur 19 tahun, putri kedua dari kerajaan Hyuuga

Uchiha Mikoto

Umur 21 tahun, bangsawan

Uchiha Sarada

Umur 19 tahun, mata-mata

Akimichi Chochou

Umur (?) ,biarawati

Uzumaki Himawari

Umur (?), (?)

Uzumaki Mito

Umur 26 tahun, ratu dari kerajaan Uzumaki

Yuuhi Kurenai

Umur (?), ibu rumah tangga

.

.

.

Seorang wanita cantik bergaun merah kini tengah berjalan dengan anggunnya menyelusuri lorong panjang sebelum sampai ke ruangan yang di tujuh. Rambut merah panjangnya kini ikut melambai-lambai seiring langkahnya yang gemulai, sebuah senyum manis kini terukir di wajah cantik itu. Memasuki ruangan yang pintunya terbuka sendiri secara ajaib, deritan panjang dari sang pintu soal-olah menirukan suara seseorang tengah memberikan penyambutan selamat datang padanya.

Di dalam ruangan tersebut, kini tengah berdiri dari singga sananya dengan senyum memikat dan tangan terulur. Seorang pria tampan dengan rambut coklat panjang.

Hari ini lagi, seorang wanita yang cantik datang padaku.

"Sekarang, datanglah ke dalam pelukanku. Mari kita berdansa di harem ini"

Setelah kau menghampiriku, aku memelukmu dengan erat dan tak lupa senyuman yang manis. Namun tiba-tiba, terdapat rasa sakit yang tajam dan darah keluar dari dadaku.

Wanita cantik itu menarik rambut merah panjangnya, sambil masih menggenggam sebuah pedang kecil. Sebuah seringaian terukir sempurna di wajah manis itu.

Seorang pria muda yang mencari kakaknya yang hilang, dia pun menemukan tempat di mana sang iblis bersembunyi. Pria muda yang menyamar sebagai wanita itu mendatangi iblis itu dan menusuknya dengan pedang beracun.

.

.

.

Tertusuk oleh pedang yang beracun itu, aku pun tewas di tempat itu. Darah dan keringat bercampur menjadi satu dan berubah menjadi cairan berwarna ungu, seni milikku pun hancur. Para wanita telah kembali sadar dan melarikan diri, yang terakhir meninggalkan kediaman harem milikku adalah…

Yang melihatku hanya untuk sesaat.

.

.

.

Dia adalah teman semasa kecilku, tunggu-

Aku masih belum mengatakan kalau "Aku Mencintaimu!"

.

.

.

.

End for this chapter! Fuh~ kurang panas ya *minum jus lemon*

Ya jelas, ini karna limenya asli dari videonya. Kalau aku yang buat pasti bakal terasa kebakar karna kepanasan *smirk*

Dan lagi juga ada yg di sensor jadi agak sulit menjelaskannya :'v semoga kalian suka, jika ada yang masih merasa kurang lemon. Ini ambil aja jus lemonku *nyodorkan jus lemon* #plak *ditabok Neji*

Oh ya soal nama-nama tersebut, hontou ne gomennasai! Gomen karna namanya pasaran dan terlalu kreatif(?) hahaha xD *dilempar sandal jepit*

Review?