Okay guys, sambungannya udah jadi nih!

Yang mau baca, silahkan..

/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\

"...Sore demo haruka kanata yureru kiseki no hana ni miserarete

Mamorinuku beki nichijyou wo karashite shimau

Motto mukashi seishun wo seishun to mo shirazu kakenukete kara kizuita you ni

Taisetsu na hito no taisetsusa wo misugoshiteku..."

Mobil berjalan meninggalkan rumah. Sekitar 30 menit, kami sudah sampai di restoran yang bernama "Forever Friends".
"Lho? Ini kan resto yang gue suka dateng bareng Sayu?" kataku dalam hati.
"Kita udah sampai. Ayo turun,"

Suasana malam itu sepi dan romantis. Lumayan banyak juga orang yang datang ke sini. Dominannya membawa pasangannya. Aku malu, malu sekali. Dia kan bukan pacarku! Kenal saja baru tadi pagi, tapi kok dia sudah berani mengajakku kesini sih? Biarkan waktu yang menjawab.

"Duduknya disini aja, enak bisa ngeliat pemandangan," katanya.
"Oh, iya." Aku menurut saja.
"Pelayan!" teriaknya.
"Ya, ada yang bisa saya bantu?" kata si pelayan.
"Saya minta menunya. Kamu mau pesan apa?"
"Aku? Ikutin kamu aja deh. Tapi kalo aku minumnya jus alpukat,"
"Ya udah, gak apa-apa. Kalo gitu saya pesan 2 Chicken Cordon Bleu. Satu jus alpukat dan satu Lemon Tea," katanya mantap.
"Baik, Mas." kata si pelayan, lalu ia segera pergi ke dapur. Kami lalu megobrol seputar makanan yang tadi dipesannya.

"Ya ampun. Kamu gak salah pesen makanan? Yang tadi itu kan mahal banget!" kataku kaget.
"Nggak kok, itu makanan favoritku dari dulu. Kamu belum pernah nyobain ya?" tanyanya.
"B...belum sih. Tapi Sayu pernah makan! Katanya sih enak, tapi aku nggak tau deh enak apa nggak,"
"Kamu percaya sama aku. Makanan tadi tuh enaknya enak banget. Kamu nggak akan nyesel udah nyobain makanan itu,"
"Bener nih. Iya deh, aku percaya sama kamu,"

-ooOoo-

Setelah selesai makan, dia mengajakku dansa? What? Dansa? Aku nggak bisa dansa! Kakiku selalu keseleo setiap kali dansa! Huuh, tapi tak apalah. Toh aku berdansa bersamanya, bukan orang lain.

"Kamu kok pucet? Kenapa?" tanyanya.
"N...ng...nggak kok, aku agak grogi sedikit. Soalnya aku baru pertama kalinya diajak dansa bareng cowok,"kataku jujur.
"Nggak usah malu gitu dong, kan akunya jadi nggak enak,"
"I...iya," aku menunduk. Malu.

Maka aku pun mencoba menghilangkan rasa takut dan grogi tersebut. Lalu, aku bisa! Aku bisa mengatasi rasa grogi dalam diriku! Aku tidak akan malu dan grogi lagi saat diajak ke pesta dansa. Soalnya aku ini orangnya pemalu, sih. Hehe.

-ooOoo-

Di dalam mobil, kami masih saling bercanda dan tertawa bersama. Layaknya orang yang sudah kenal lama, kami terlihat akrab saat itu. Dan ketika aku ingin turun dari mobil...

"Ya ampun, kamu ternyata humoris juga ya! Aku nggak nahan loh! Hahaha..." kataku masih tertawa. "Kalo gitu aku turun dulu ya, kan udah sampai di rumahku,"

"Rukia!" teriaknya. Aku menoleh ke belakang. Rupanya dia juga ikut turun dari mobil.
"Ini untukmu." katanya sambil memberikan kotak kecil.
"Apa isinya?"
"Buka aja, nanti kamu bakal tau kok apa isinya,"
Akhirnya kubuka kotak itu. Ternyata isinya kalung emas putih berliontin. Aku senang sekali menerimanya. Apalagi aku suka dengan bentuk liontinnya yang lucu, lumba-lumba.

"Ya ampun, kamu nggak perlu repot-repot beliin aku kalung seperti ini! Harganya pasti mahal ya? Ah, aku jadi nggak enak karena hari ini aku banyak ngerepotin kamu," kataku malu.
"Aku sengaja beli itu untuk kamu, supaya kamu dan aku bisa saling bersama-sama," katanya. "Aku juga pake kalung itu kok, nih!"
Ya Tuhan! Dia pakai kalung itu juga? Aduh, aku harus bagaimana ya? Aku takut nanti dia minta yang macem-macem lagi..

/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\

Yang udah selesai baca JANGAN LUPA REVIEW!

Heheheh ^^