Seven Vessel Deadly Sin

Summary: sekuel dari Story of Evil, menceritakan kisah tentang para pemilik dari fragmen tujuh dosa besar yang tersebar di seluruh dunia.

Video dan lagu milik Mothy-sama tetapi bentuk ffnya asli milikku ^3^ *di deathglare Mothy-sama*

Evil Food Eater Conchita: fragmen dosa -Gelas berwarna merah-

The Tailor shop at Enbizaka : fragmen dosa -Gunting merah-

Daughter of Evil : fragmen dosa -Sepasang cermin kembar berwarna kuning-

Gift From Princess Who Brought : fragmen dosa -Boneka Clockwork berbentuk seorang gadis-

Judgement of Corruption : fragmen dosa -Sendok berwarna biru-

Madness of Duke Venomania : fragmen dosa -Pedang berwarna Ungu/Violet-

Muzzle of Nemesis : fragmen dosa -Kunci berwarna hijau-


Read and Review?

Muzzle of Nemesis

Chapter 7

Warning:OOC, Alternate Universe,EYD dan Tanda baca hancur,garing,Gaje,Typo(s)dll

Rate: T

Naruto © Masashi Kishimoto

Kagerou Days ©Jin [Shizen no Teki-P]

Seven Vessel Deadly Sins ©Mothy-sama [Akuno-P]

Translate © Suicune34

Don't like, Don't read

.

.

Happy Reading!

.

.

A/N:

Wew, akhir chapter! Tinggal chapter tambahan dan end untuk sekuel ini!

Debut Konan nih :3 oh ya, apakah aku sudah pernah bilang kalau marga Kakuzu di sini tuh "Marlon" ? tidak? Kalau begitu aku lupa, dan nama anak Kakuzu tuh sebenarnya Michelle Marlon tapi saya ganti menjadi Deidara Marlon :3 keren kan? *nyegir*

dari pada banyak bacot mending langsung saja ya

.

.

~*~ Muzzle of Nemesis ~*~

.

.

Kau pria berdosa, sekarang. Kau harus membayar atas semua yang telah kau perbuat!

CODE NAME: EIGHT

PERE NOEL: FIRST SANTA CLAUS

HACHIBI-SAN: IS VERY AMAZING OCTOPUS

.

.

~*~ Muzzle of Nemesis ~*~

.

.

Ruangan Master of the Court [Penguasa Pengadilan] :

MASTER'S ROOM

Di sinilah aku berdiri sekarang, di ruangan yang sama dengan ruangan yang setahun yang lalu kukunjungi untuk melaporkan atas keberhasilan tugasku. Ruangan ini masih tidak berubah, tak ada yang berubah sama sekali di sini. Di depanku kini, seorang pria tampan paruh baya berkulit coklat dengan rambut coklat panjang. Menatapku sinis sambil terus menggendong sebuah boneka miniatur seorang gadis berambut pirang panjang. Ah…wajah cantik itu…

Ya, boneka itu adalah boneka miniatur kakakku.

Hey ibu, kau tahu bukan bahwa aku sekarang mengarahkan pistolku ke arah seseorang. Dia adalah orang jahat yang telah menipu banyak orang, semua itu hanya demi keuntungannya sendiri. Demi pria itu, aku bahkan telah membunuh orang yang sangat kucintai. Setelah itu, aku pun menembak diriku sendiri namun aku tak dapat mati.

Satu tahun yang lalu: THE LASH REVORVEL

"Waktunya untuk pembalasan dendam telah datang, sekarang. Kau harus membayar atas semua yang telah kau perbuat!"

~*~ Muzzle of Nemesis ~*~

"Halo dan sampai jumpa…"

~*~ Muzzle of Nemesis ~*~

"…Tuan Pere Noel, aku telah membakar rumahmu dalam bara api. Jadi mana yang akan kau pilih…"

"…Apakah kau lebih memilih mati kutembak atau terbakar menjadi abu dalam bara api ini?"

.

.

.

THE REDEMPTION:

Hey ibu, setiap orang jahat harus di beri kesempatan untuk berubah bukan? Jadi itulah, mengapa aku mengatakan kepadanya:

"Serahkan seluruh hartamu, berikan uang itu kepada orang-orang yang telah kau perlakukan secara tidak adil dan aku akan menyelamatkan hidupmu" setelah memasukkan kembali pistolku ke sarungnya, aku membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jariku dengan tangan kanan. Aku meletakkan tangan kananku di dadaku, membuat pose untuk meminta uang seperti yang orang-orang lakukan untuk meminta uang dalam hal tertentu.

"Uang membuat dunia berada dalam genggaman"

dan dia pun membalas dengan berkata:

"Kekayaanku…"

PERE NOEL: FIRST SANTA CLAUS

"…Aku tidak akan memberikannya pada orang sepertimu!" ucapnya dengan sebuah seringaian dan senyuman menghina serta sinis.

SEKRETARIS AGEN USE: Kakuzu Marlon

Orang kejam ini sungguh tak tertolong lagi.

" Aku harus membuatmu membayar atas semua yang telah kau perbuat!" ucapku tajam sambil mengarahkan kembali pistolku padanya. Kulihat senyumnya menghilang, namun tatapannya tetap tidak berubah. Masih terlihat menghina di mataku, dia juga masih terlihat berdiri dengan santainya sambil terus menggendong boneka miniatur Deidara. -nama boneka tersebut sekaligus nama sang kakak-

PERE NOEL: FIRST SANTA CLAUS

JUDGEMENT OF CORRUPTION

PENGADILAN YANG TERKONTAMINASI OLEH KEJAHATAN

.

.

.

"Helo dan sampai jumpa kepadamu sang Master of the Court"

Sang Hakim yang terkontaminasi oleh keserakahannya sendiri, kemarahanku dan orang-orang yang kau perlakukan dengan tidak adil menyelimuti tubuh ini. Jadi sekarang tidurlah dalam bara api yang terus membakar rumahmu ini.

SHE KILLED LOVER: MASTER ORDERED HER: SHE DECIDED TO REVENGE

DIA MEMBUNUH KEKASIHNYA Karna MASTER OF THE COURT Memerintahkannya. Ia pun memutuskan untuk balas dendam.

.

.

.

MEMORY: 13 Tahun yang Lalu

Aku kembali teringat akan ingatanku 13 tahun yang lalu, lebih tepatnya saat umurku masih 6 tahun. Terduduk di pojokan ruangan yang berdindingkan bata merah, rumah yang sangat sederhana tetapi aku merasakan kebahagiaan selama hidup di sana. Sambil memeluk sebuah kotak kaca yang terisi oleh air dan seekor hewan kecil berwarna kemerahan.

Aku menemukannya terdampar saat berada di pantai beberapa waktu yang lalu, aku merawatnya dan memberikannya nama Hachibi yang berasal dari dua kata yaitu Hachi yang artinya delapan dan Bi yang berasal dari Chibi yang artinya mungil. Itu artinya Hachibi adalah delapan mungil, karna jumlah tentakelnya delapan dan tubuhnya mungil.

Hei ibu, kau membesarkanku seorang diri. Aku di lahirkan di sebuah rumah yang terisolir di hutan dan aku bahkan tak tahu bagaimana rupa ayahku. Hey ibu, ayah sudah kehilangan akal sehatnya.

CLOCKWORK'S DOLL: DOLL IN THE MINIATURE GARDEN

Di sungguh mempercayai bahwa sebuah boneka adalah anaknya, namun kenyataan anak yang ia maksud itu telah meninggal tenggelam dalam lautan sejak lama.

.

.

.

5 Tahun yang Lalu

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Deidara Marlon. Kakakku, tenggelam ke dalam lautan saat berkapal dengan kapal yang baru saja kau belikan sebagai hadia untuk hari ulang tahun kami yang ke 14. Dan pada saat itu juga, aku bersama dengannya. Saat kapal yang kami tumpangi hancur karna serangan, saat kami berdua tenggelam dalam lautan karna tidak bisa berenang. Aku bersamanya pada saat itu, kakakku tenggelam lebih cepat dan semakin cepat masuk ke dalam lautan. Aku juga…

…aku berpikir itu adalah ajalku, namun aku salah. Hachibi menolongku pada saat itu, dengan ukurannya yang sangat besar. Aku ingat saat-saat, kotak kaca itu tak lagi mampu menampung mahluk berbentuk gurita itu. Pada akhirnya, aku pun melepaskannya di lautan dan tetap sering mengunjunginya hingga aku mendapat pekerjaan dari 'Santa Claus' sebagai pembunuh bayaran.

Dia hanya mempunyai satu anak perempuan yang tersisa dan putrinya itu adalah aku.

Dan lalu gadis itu pun di penuhi oleh kemarahan

Hey ayah, lihatlah aku…

THE LASH REVORVEL

"Aku di tinggalkan dan terus di tinggalkan…"

Judgement of Corruption

"Lihatlah aku…"

Master of the Hellish Yard

"…Juga!"

.

.

.

MOTHER: MA

Helo dan sampai jumpai…

"Sampai jumpa ayahku"

Seorang hakim jahat dan pemimpin para pembunuh bayaran. Hey ibu, bagaimana bisa kau…

Mencintai pria seperti ini?

.

.

.

"Dengan ini semuanya akan berakhir, mari kita akhiri semuanya" kataku sambil mengarahkan pistol yang kugenggam ke dahinya, senyumnya yang sedari tadi terlihat meremehkan kini menghilang dalam tatapan datar. Matanya masih menatapku lekat seolah-olah melihat seekor hewan pengganggu, tidak terlihat sedikit pun ketakutan di sana. Mengapa? Apa dia tidak takut akan kata 'Dosa'? Cih, pria ini benar-benar membuatku muak saja.

Oh kisah kejahatan yang di penuhi oleh dosa ini…

"Sampai jumpa…"

'DOR!'

.

.

.

Judgement of Corruption

The Tailor shop at Enbizaka

Gift From Princess Who Brought

Daughter of Evil

Evil Food Eater Conchita

Madness of Duke Venomania

.

.

.

CAST:

Hyuuga Konan (Code Name: 8 )

Kakuzu Marlon (Code Name: Santa Claus)

Deidara Marlon (Code Name: The Leadher a Doll)

Hyuuga Hinata (Code Name: Ma)

.

.

.

"Kau pria berdosa, sekarang. Kau harus membayar atas semua yang telah kau perbuat"

.

.

.

.

End chapter, sekuelnya sudah end! Yey *tebar-tebar bunga kembang 7 rupa* tinggal satu chap tambahan lalu beneran END! *lompat-lompat Gaje*

Huahahahahahahaha, kalian pasti bingung ama chap ini kan? Sama, saya juga bingung xD *dilempar sandal jepit*

Untuk chap ini, sengaja dibuat seperti asli di video clipnya lho! Karna itu jika chap ini benar-benar membingungkan, silakan saja Tanya saya :3 nanti, insyahallah akan kujelaskan semuanya kok :)

Oh ya, untuk semua kuis di fic ini. Masih berlaku semua kok, Cuma fic ini dapet update kilat karna itu bisa di selesaikan dengan cepat *nyengir*

Dan, kalau gak salah ada semua judul dari chap lain kan? Nah itu, ceritanya. Peluru untuk pistol yang di pake ama Konan, untuk menghancurkan dosa maka harus menggunakan dosa! Mengerti maksudku? Tidak? Kalau begitu abaikan saja *pundung*