Yo wassup, Stephenson disini. So, maaf baru ngepost episode kedua dari GLGPGK ini. And well, thanks for reviews membangun dari kalian, dan maaf aku gka bisa membalasnya sekarang karena ini buatnya sembari persiapan UH agama.

Balasan Reviews

Guest : iya maunya post di Wattpad waktu itu, tapi somehow saya tak bisa membuka Wattpad. Jadinya saya jadikan ff aja.

EchaNM : Monggo lihat episode yang ini :3

Jamurlumutan : itu karena dulu ini original story lalu kuubah jadi cerita ff SS.

Guilty Love, Guilty Pleasure, Guilty Kill

A Naruto Fanfiction

Sakura Haruno X Sasuke Uchiha

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rated : T

Alert : Typo, abal - abal dan sejenisnya

DLDR, RnR

.

.

.

Summary : Pernahkah anda berpikir akan kehancuran oleh yang terkasih? Atau pernahkah kalian berpikir tidak bisa melupakan partner kalian? Jika iya, apa anda ingin membunuh mereka untuk menyelesaikannya? SasuSaku / Romance / T-Rated / Alert : Typo, Abal-Abal, AU, jelek, sejenisnya / DLDR

.

.

.

.

.

Ah ya, Naruto itu milik Kishimoto – san, tapi ceritanya milikku

.

.

.

Happy Reading

Chapter I : Guilty

Jika mendengar tentang Uchiha family, pastilah kita mengingat sang pialang saham terkenal Uchiha Itachi, sang bocah jenius Uchiha Obito, ataupun seorang ahli kimia sekaligus pesulap ternama Uchiha Shisui. Tapi diantara semua itu, nama Sasuke Uchiha adalah nama paling familiar diantara semua, seorang mantan artis, Polisi dan pengusaha sukses dibidang sekolah dan entertainment, yaitu Uchiha entertainment. Yap, siapa yang tidak tahu mantan vokalis school band kenamaan Tokyo Bandits ini. Bersama Naruto Uzumaki sang bassist, Aburame Shino sang keyboardist, dan Shikamaru Nara sang drummer, Tokyo Bandits sukses merajai chart musik di Jepang, dan salah satu lagu mereka bahkan masuk dalam 20 besar billboard dunia, sekaligus menjadi puncak karier mereka. Namun sayang, band ini bubar tanpa alasan yang jelas. Yang pasti, banyak dari fans mereka yang berharap Tokyo Bandits kembali ke dunia hiburan Jepang dan membawa Jepang disegani di dunia musik, sekaligus membuktikan bahwa band bisa mengalahkan dominasi girls group.

Selain Sasuke, para anggota Tokyo Bandits sendiri telah memiliki jalannya sendiri dan terbilang sukses, Shikamaru nara sukses jadi pemain shogi nomor 2 dunia, Aburame Shino sukses mengembangkan bisnis ternak lebah mereka, dan menjadi pemasok madu terbesar di Konoha, sedangkan Naruto adalah penerus dari Uzumaki cooperation, yang dikembangkan oleh Minato Namikaze –ayahnya- sendirian. Uzumaki cooperation sendiri adalah perusahaan yang bekerja dibidang konstruksi, terutama kincir angin mereka yang merupakan hasil kerjasama mereka dengan pemerintah, yang bahkan juga digunakan oleh pemerintah Belanda.

Konoha Department sendiri sedang hening ketika tiba – tiba Sasuke berteriak keras, tepat setelah ia berlari – lari kencang. Dan dari pakaiannya, sepertinya dia baru habis dari bar tempat favorit keluarganya. Dan jika ditebak dari kesadaran dia, pasti dia tidak meminum wine maupun sejenisnya. Kemudian, dia langsung bergerak menuju ke ruangannya dan menemui Juugo, bawahannya.

"Jadi, apa kabar terbaru?"

"Kami telah menemukan Sakura, sepertinya ia berada di rumahnya. Karena rumahnya masih dihuni, dan juga terlihat karena ada pengunjung reguler,"

"Lalu kenapa kita tak menemukannya saat penggebrekan awal?"

"Itu mungkin... Karena anda kurang teliti meneliti setiap ruangnya,"

"DAMN! Ini sudah minggu ketiga sejak laporan, dan anda datang emmbawa info bahwa dia ada dirumahnya yang bahkan sudah kita cek?! Dan menyalahkan ketelitianku?"

"Mohon maaf Uchiha-san, tapi memang satu – satunya petunjuk hanya fakta yang mengarahkan kita bahwa dia berada disana,"

"KALAU BEGITU CARI FAKTA YANG LAIN!"

Sasuke hanya menghela nafas setelah menceramahi karena mendengar 'alasan' memuakkan lainnya dari bawahannya, Juugo, yang menurutnya tidak bisa diandalkan tersebut. Padahal, Juugo sendiri adalah lulusan terbaik Konoha Police Academy angkatan 2 tahun lalu, meskipun tidak mendekati nilai dari lulusan terbaik sepanjang masa, Uchiha Sasuke.

"Apa Uchiha-san melakukan ini karena Sakura Haruno adalah trainee terbaik Uchi-"

"bisakah kau tutup mulut kurang ajarmu itu? Atau kau mau kupecat?! Berapa kali aku bilang bahwa urusan itu tak ada hubungannya dengan perkejaan rahasiaku ini!"

Amarah Sasuke memuncak ketika entertainmentnya dibawa – bawa dalam hal tersebut, padahal Sasuke adalah tipe orang yang tidak membawa – bawa urusan entertainment dalam profesionalitasnya sebagai polis- sebagai detektif, Sasuke benci dibilang sebagai polisi entah kenapa. Bagi dia, polisi itu hanyalah para munafik berpangkat dan berkaos yang terlihat gagah, dan hobi mereka ialah mengacaukan keadaan. Saat asik kembali melihat file tentang korban yang hilang, tiba - tiba seseorang menelepon

"Moshi - Moshi , Sasuke Uchiha disini,"

"Mohon maaf Uchiha - sama, saya rasa saya menemukan Sakura HAruno,"

"Dimana?"

"D-di de- Aaakkhh,"

Sasuke terperanjat mendengar suara teriakan setelah itu,

"What the Hell, jadi Sakura Haruno sudah diketahui keberadaannya"

.

.

.

.

.

Terhitung sudah 2 minggu sejak Sakura dikurung dan disekap di villa rumahnya sendiri, masih tak ia percayai bahwa pac- mantannya memerkosanya tidak pada malam itu, melainkan setiap 3 malam sekali. Badan Sakura yang dulunya fit, sekarang makin lemah. Tak terasa lagi baginya artinya hidup. Artinya mengejar mimpi sebagai artis, artinya lulus universitas.

Saat ini dia sedang menatap cermin yang ada didepannya, memegang setiap sudut lehernya yang penuh bercak merah, bercak yang sama yang ia dapatkan saat ia masih kacau dulu. Sakura hanya tertawa, terkekeh dan menyadari bahwasanya ia akan jatuh kelubang yang sama cepat atau lambat. Dan sejujurnya, Sakura tidak ingin hal tersebut. Tapi..

"Sepertinya, aku memang harus hidup sebagai bitch saja,"

Lalu Sakura kembali tertawa, lalu mengambil pisau yang ada di samping kasur tersebut, yang dipakai oleh sang pria saat bercinta dengan kasar semalam. Lalu melihat kembali cermin.

"atau mengapa tidak kubunuh setiap orang yang menghancurkanku saja? Sehingga aku tak menjadi orang menyedihkan seperti itu,"

Sakura tersenyum, senyum yang paling mengerikan yang pernah Sakura beri. Lalu berjalan keluar hanya memakai gaun putih polos, menuju pintu keluar villanya sendiri. Iapun mengambil cangkul, mencangkul pintunya lalu keluar, berjalan menuju kebebasannya.

.

.

.

.

Sementara itu, Sasuke –yang baru saja balik dari kantornya- sedang asik berada di kantornya yang lain, yaitu Uchiha Entertainment. Tepatnya, dia berada di sebuah ruang kecil yang sepertinya jarang dipakai, namun tetap bersih karena dijaga kebersihannya. Sasuke tersenyum miris, tepat diruangan ini, Tokyo Bandits mengadakan rekaman perdananya. Gedung raksasa ini dulunya berasal dari sebuah studio kecil yang sedang diinjak Sasuke saat ini. Semua jerih payah mereka yang ngeband tanpa izin keluarga mereka, dan sukses mengadakan tur dunianya bahkan sebelum ulang tahun mereka ke 2 tahun.

"Tepat sebelum wanita datang ya, Uzumaki Naruto. Dan kupastikan, bahwa kau akan mendapat balasannya,"

Sasuke pun menunjukkan ekspresinya yang dingin, lalu pergi sembari bersiap menelepon seseorang,

"Shisui, kita perlu bertemu sekarang, aku rasa ada seseorang yang mengetahui tentang Sakura Haruno,"

.

.

.

.

Sementara itu, seorang penduduk Konoha sedang asik berkeliling untuk mencari objek foto yang terkesan horror, dan menuju ke rumah Sakura Haruno yang akhir - akhir ini terkesan cukup angker. Saat dia asik melihat pemandandangan dan mencari sudut yang tepat. Namun bukanlah sudut yang tepat yang ia temukan, melainkan seseorang yang mengejutkan,

"Eh, bukankah itu Sakura Haruno? Bentar, aku tak salah lihat bukan?"

Tepat setelah itu, ia merasa Sakura menyadari gerak - geriknya dan mendekat.

"Shit,"

sang lelaki langsung saja mengambil Handphone dan menelepon seseorang yang ia kenal,

"Moshi - Moshi , Sasuke Uchiha disini,"

"Mohon maaf Uchiha - sama, saya rasa saya menemukan Sakura HAruno,"

"Dimana?"

"D-di de- Aaakkhh,"

setelah itu, yang ia rasakan hanyalah sakit diperutnya yang mengeluarkan darah, dan seringai mengerikan dari yang menusuknya.

"Don't disturb me,"

.

.

.

.

Sementara itu, Naruto sedang menatap ibundanya penuh tanya, melihat perilaku Okaa – sannya yang sedikit curiga padanya akan suatu hal. Ia yang kebingunganpun memutuskan mendekait lagi Okaa – sannya, sekalian curhat kepadanya tentang masalah yang ia hadapi saat ini.

"Okaa – san, mengapa ayah melarangku berpacaran dengan Haruno Sakura?"

"Well, ada beberapa hal yang tak perlu kita bahas sekarang sayangku. Lagian kan banyak bunga yang bertebaran disekitar kita bukan?"

"Tapi, ayah pernah berkata bahwasanya kita harus memilih bunga yang terindah diantara yang indah. Dan Sakuralah bunga terindah itu, bukankah Jepang itu indah dengan sakura, bukan?"

"Tapi ayahmu saja memilih bunga la- maksud Okaa-san, mungkin saja Sakura itu bukan bunga terindahmu. Lagian juga itu Sakura yang berbeda sayang,"

Naruto hanya menghela nafas kali ini, dia tidak akan pernah berhasil berdebat dengan Okaa-sannya. Namun Naruto menyadari, sepertinya suasana hati Okaa-sannya sedikit berubah akhir – akhir ini.

"Ah ya, Naru-chan. Sebelum Okaa – san pergi, apa yang ayah suruh padamu tentang Sakura?"

"Well, aku disuruh memutuskannya. Dan aku baru saja melakukannya siang beberapa hari yang lalu. Lalu malamnya aku dan ayah menemui keluarga Hyuuga, bukan?"

Kali ini Okaa – sannya berubah bingung, karena menurut mata – matanya ia justru melihat Naruto memutuskannya malam hari, dan baru keluar dari villa itu pagi harinya. Naruto sendiri hanya bingung dengan wajah Okaa – sannya yang berubah menjadi bingung.

"Anata, cepatlah siap – siap,"

Suara Minato menginterupsi pembicaraan ibu dan anak ini.

"Baiklah anata,"

"Ah ya, jangan lupa membawa kunci mobil ya, Mebuki - chan,"

Mebuki Namikaze, yang dipanggil, hanya tersenyum dan menuju keluar menemui suaminya, Namikaze Minato.

"Sayang, tunggu aku, aku tidak akan seperti dia yang meninggalkanmu,"

.

.

.

.

To Be Continued

.

Yo minna, akhirnya episode 1 selesai xD. Disini belum ada konflik lohh. Btw, kemungkinan nanti aku bakalan buat One Shoot dari fanfic ini, entah itu akan berbentuk lemon, gore, lime, etc. Btw, ini fanficnya pantas disebut rated - R gak? karena ada beberapa hal yang mesum nanti, tapi gak akan diketik disini.

Sekiann.., Review?