A/N: Ya! Ohayou minna-san :3 Sebelumnya yang ch 2 udah ane update karena ketypoan yg luar biasa -_- ah sudahlah emang ratu typo sampe sekelas apal, tyvonya kadang gila contohnya pas nulis surat jadi sutay awee~ -_- untung typonya gak pada anu ye :"v

Selama hiatus yang kemaren-kemaren itu gegara data laptop ke format semua :3 nah baru sekarang bisa ngumpulin lagi video sama foto yang ilang :"v selama hiatus bikin ff itu gak pernah sekalipun dapat feel. Untung setelah melihat beberapa moment mesum dari Kris ke Lay bisa mengembalikan feeling-ku :v Udah ah! Met baca ye?! Awas R18+nya muncul

Sankyu udah membaca dan mereview guys :*

"Kau mau mandi?" tawar Yixing. Yifan mengangguk, "Ya, kau mau mandi bersama? Aku akan menggosokkan punggungmu," ucap Yifan.

"Boleh!" jawab Yixing. Yifan tersenyum mendengarnya, "Xing, ini kutaruh dimana?" tanya Yifan serya menunjukkan tasnya itu.

"Oh, ya. Ayo, ke lantai 2! Maaf kalau rumahnya berantakan," ajak Yixing. Yifan menggeleng, berantakan dari sisi yang mana? Dilihat dari mana pun rumah ini sangat rapi, batin Yifan. Ia mengekori Yixing hingga mereka berdiri di lantai 2.

"Yang pintu bergambar serigala itu kamarku, kamar Lu-ge yang itu. Terserah kau memilih yang mana," ujar Yixing sembari menunjukkan kamarnya dan kamar gege-nya.

"Bolehkah aku melihat isinya terlebih dahulu?" tanya Yifan, Yixing menggangguk mengartikan jika Yifan boleh melihatnya. Yifan kemudian membuka

"Aku ambil kamar disebelahmu saja, oh, ya Xing. Nanti malam sebelum makan malam kau mau menemaniku ke minimarket?" tawar Yifan, Yixing menatap Yifan dengan bingung.

"Memangnya kau mau membeli apa? Nanti malam aku akan memasak untukmu-"

"Aku lupa membawa sikat gigi, bodoh! Siapapun takkan menolak masakanmu Xing.. dan sekalian aku ingin membeli snack titipan gegemu." Yifan memotong ucapan Yixing yang nadanya mulai menunjukkan jika Yixing ingin protes tersebut.

"Jangan menyebuku bodoh! Cepat masukkan barang-barangmu ke dalam kamarmu! Sebaiknya jika ingin membeli sikat gigi setelah mandi saja, walaupun mengundur jam makan malam. Aku tidak suka keluar saat malam hari.." omel Yixing. Yifan hanya mangut-mangut mendengar omelan Yixing.

"Xing, mungkin kau harus memeriksakan dirimu ke dokter. Aku masih tak percaya kau laki-laki," kata Yifan menggoda. Yixing menekuk wajahnya kesal, kemudian berjalan turun menuju kamar mandi meninggalkan Yifan yang tertawa.

Yifan menaruh ranselnya di sofa yang ada di kamar barunya. Ia mengecek lemari dan semua laci yang ada disana. Lalu Yifan berjalan menuju jendela yang tertutupi korden biru muda yang berada di sebelah timur itu. Ia membuka korden yang menutupi jendela itu, kemudian Yifan merentangkan tangannya.

"Urmm! Mungkin saat mandi nanti aku bisa melihat kebenaran dari diri Yixing.." gumam Yifan. Dia mendongak berpikir kembali apa yang telah terjadi di sekolahnya tadi.

"Tunggu, tapi aku yakin tadi itu benar-benar itu. Walaupun aku tidak sepenuhnya yakin itu tadi adalah benar-benar itu. Mungkin saja itu kain dari celananya. Tapi jika Yixing memang benar-benar wanita mungkin sekarang aku-"

"Yifan! Kenapa lama sekali tidak turun?! Katanya kau mau man-" Yifan dan Yixing sama-sama saling menatap satu sama lain. Mereka terdiam saling menatap hingga Yixing memekik karena ia melihat darah yang mengalir dari diri Yifan.

"Ya Tuhan! Yifan, apa hidungmu terbentur? Apa kau merasa pusing? Bagaimana bisa kau mimisan seperti ini?!" Yifan terkejut mendengar ucapan Yixing, ia baru menyadari jika ia mimisan dan darahnya telah mengalir hingga kelehernya.

"Jangan bergerak! Mendongaklah ke atas! Cepit hidungmu! Aku akan mengambil tisu!" Yixing berlari keluar setelah ia memerintah pada Yifan. Yifan hanya menurut dan mendongak ke atas sembari mencepit kedua sisi hidungnya. Bagaimana ia bisa tidak menyadari jika ia mimisan?

Beberapa detik kemudian Yixing datang dengan membawa sekotak tisu. Ia dengan cepat mengambil beberapa lembar tisu dan berjalan ke arah Yifan. "Kau.. kau! Duduklah! Lepaskan tanganmu dan diam!" Yixing mendorong Yifan ke arah kasur. Yixing dengan telaten menutup lubang hidung Yifan yang mengeluarkan darah itu dan membersihkan darah yang telah mengalir.

"Untunglah.. darahnya tidak banyak yang keluar.." Yixing mengelus dadanya, kemudian ia menatap tajam diri Yifan.

"Na~ Yifan sebenarnya apa yang sudah kau lakukan hingga hidungmu berdarah?" tanya Yixing. Yifan hanya mengendikkan bahunya.

"Entahlah, aku hanya berdiam diri berpikir di sana, dan kau datang dengan mengagetkanku, mungkin itu yang membuatku mimisan," jawab Yifan sembari menunjukkan seringaiannya.

"Hah? Jangan bercanda! Kau terjatuh, ya?" selidik Yixing.

Yifan menggeleng, "Tidak. Aku hanya berpikir jika kau perempuan apa yang akan terjadi?" Yixing tersentak mendengar jawaban Yifan.

"Su-sudah kubilang aku ini laki-laki! Kenapa kau tak percaya?!" Yifan menunjukkan seringaian liciknya kembali, "Buktikan. Aku masih tak percaya padamu. Kita kan baru berkenalan dan bertemu seminggu yang lalu. Jadi kita tak terlalu dekat, dan aku belum begitu mengenal dirimu." Ucap Yifan seraya melepas tisu yang ada di hidungnya.

"Eh, kok dilepas? Darahnya sudah berhenti mengalir.."

"Sudahlah buktikan saja~ jika aku sudah tau kenyataannya aku bisa tenang" ucap Yifan memerintah.

Yixing menghela nafas, ia kemudian melepas sabuk yang ada di celananya, "A-apa yang akan kau lakukan?" tanya Yifan sedikit panik,.

"Aku akan membuktikan jika diriku laki-laki, itukan yang kau inginkan?" ucap Yixing dengan wajah polosnya. Yifan melongo, "Kau akan membuka celanamu?" tanya Yifan lagi. Yixing menggeleng, "Tidak, aku hanya membuka atasanku untuk membuktikan kalau aku tak punya payudara." Yifan terkejut dengan ekspresi Yixing saat menjawab pertanyaannya. Yixing mengusap-usap jika dadanya itu rata.

"Anak ini benar-benar polos.." pikir Yifan, ia menggelengkan kepalanya. Kemudian menatap Yixing yang mulai membuka kancing seragamnya satu persatu, hingga semuanya terbuka dan menampilkan kulit mulusnya.

Yifan mendelik, ia merasakan kepalanya pusing seketika. Yifan meneguk salivanya, dilihatnya dengan intens dada Yixing, itu memang dada laki-laki, tapi montok sekali, batin Yifan. *diliat-liat dada mamae emang montok :3 Yifan ae prnah ketahuan ngeliatin pas di Sukira kalo gak salah*

"Kau mimisan lagi!" Yixing dengan segera mendekatkan Yifan dengan telanjang dada, Yifan menatap dada Yixing yang sangat dekat dirinya itu.

Yifan sekarang dapat merasakan kepalanya berkedut. Aneh, biasanya aku mimisan jika melihat wanita telanjang, bukan berpikir tentang lelaki yang seperti perempuan ataupun melihat lelaki yang sedang bertelanjang dada, batin Yifan.

"Kepalamu pasti pusing, lebih baik kau tiduran saja, tak perlu membeli sikat gigi tadi aku menemukan sikat gigi baru, tak usah menuruti gegeku biar aku saja yang bertanggung jawab nanti. Yang penting sekarang kau istirahat!" kata Yixing. Yifan hanya mengangguk, ia merebahkan dirinya.

"Xing, dadamu putih dan mulus juga, aku suka." celetuk Yifan. Yixing mendelik mendengar ucapan yang terlontar itu

"A-apa yang kau bilang?!" bentak Yixing, lelaki itu langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya. Dan beberapa menit tak ada jawaban dari Yifan, yang terdengar hanya dengkuran pelan keluar dari mulut Yifan.

"Dia tertidur? Dia benar-benar tertidur?" Yixing mengintip Yifan dari sisi lain dari kasurnya. Kemudian ia menghembuskan nafasnya dan memunguti seragamnya yang ia sengaja jatuhkan tadi.

"Dia yang memintaku untuk membuktikan, kenapa ia malah mimisan. Lucu sekali," gumam Yixing seraya meninggalkan Yifan yang telah lelap tertidur.

"Yifan! Ke sini sebentar! Kakak ingin memperkenalkanmu pada seseorang,"

"Dengan siapa?"

"Dengan teman kakak. Aku berniat menjodohkan kalian, kau mau, kan saat besar nanti menikah dengannya?"

".."

Yixing bersenandung kecil saat ia tengah membasuh dirinya dengan air hangat. ia berpikir kembali tentang Yifan tadi, apa ia mimisan karena memandangnya. Ah, mungkin Yifan hanya sakit, pikir Yixing begitu. Ia memandang dirinya sendiri, benarkah dirinya seperti perempuan? Dadanya berdegup kencang ketika ia mengingat ucapan Yifan.

Setelah selesai mandi lelaki berambut hitam tipis itu pergi ke dapur, ia memasang celemek birunya. Dan mulai mengambil bahan-bahan untuk memasak. Tangan-tangan lentiknya dengan mahir mulai mengiris-iris sayur-sayuran hijau itu.

Beberapa menit berlalu, ia melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 18.05 itu. Ia mengusap keringat yang mengalir turun di dahinya. Ia tersenyum senang memandang hasil masakannya. Yixing kemudian berjalan sembari melepas celemeknya.

Ia berjalan ke arah kamar Yifan, dan membuka pintu kamar Yifan dengan perlahan. Ia mengintip sebentar dan berjalan masuk. Ia membuka tas ransel Yifan dan mengeluarkan pakaian ganti yang tak terlalu banyak itu. Ia kemudian memilah pakaian milik Yifan. Ia mengambil satu baju dan celana, tak lupa ia mengambil celana dalam Yifan.

"Dia suka merk xx ya?" gumam Yixing, tangannya membolak-balikkan celana dalam Yifan dengan senang, setelah puas ia melipatnya kembali dan menumpuknya dengan baju dan celana yang telah ia siapkan, dan membawanya ke kamar mandi.

Yixing kembali lagi, "Yifan.. Fan!" Yixing mengguncang pelan tubuh Yifan. Ia memperhatikan diri Yifan, dia mengingat-ingat. Hebat posisinya tak berganti sejak tadi! Yixing menepuk-nepuk pelan pipi Yifan, hingga lelaki berambut kecoklatan itu menggeliat.

"Ahhn.." tangan Yifan terbang memukul kepala Yixing tanpa sengaja. Yixing merintih pelan, ia kemudian menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian ia mendekatkan dirinya ke leher Yifan, "Aroma Yifan.. benar-benar.. " lirih Yixing yang sedang menghirup udara di sekitar leher Yifan itu.

Yixing menggelengkan kepalanya membuang pikiran anehnya, ia kemudian meniup leher Yifan hingga ke telinganya. Yixing meniru cara Luhan saat berusaha membangunkan dirinya sendiri, dan biasanya itu berhasil. Yifan akhirnya membuka matanya sedikit, kemudian ia mengerjapkan matanya, memandang Yixing yang duduk di sebelahnya.

"Akhirnya kau bangun, mandilah! Makan malam sudah siap," ucap Yixing seraya menurunkan dirinya dari kasur tersebut. Yifan melirik sebentar ke Yixing, memperhatikan apa yang sedang digunakan Yixing.

"Bajumu, semuanya sudah kusiapkan termasuk handuk dan sikat gigi barumu ada di kamar mandi. Kau hanya tinggal mandi saja," lanjut Yixing. Yifan mendudukkan dirinya, ia melepas tisu yang menempel dihidungnya. Yifan memijat-mijat keningnya yang masih terasa pusing itu.

"Masih pusing?" tanya Yixing. Yifan menggeleng dan mengambil pakaian yang telah disiapkan Yixing d, "Aku tak apa. Kamar mandinya dimana?" jawab Yifan.

"Biar aku tunjukkan, kau bisa berjalan sendiri? Mau kubantu?" tawar Yixing. Yifan menggeleng lagi, ia berjalan dengan perlahan. Ia berjalan dengan langkah gontai hingga ke depan pintu. Yixing terkikik geli memperhatikan cara jalan Yifan yang menurutnya cukup lucu itu.

"Aku takut kau jatuh saat ditangga," Yixing berjalan menuju Yifan dan menyelipkan tangannya ke pinggang Yifan. Dan ia menaruh tangan kiri Yifan pada bahunya. Yifan melirik Yixing sebentar, kemudian ia tersenyum.

Yixing membantu Yifan dengan perlahan hingga mereka sampai pada anak tangga pertama. "K-kau berat juga.." lirih Yixing, Yifan hanya bisa meringis mendengarnya. Yixing berjalan tak benar, tubuhnya miring hingga membuatnya sesekali bertubrukkan dengan dinding di sisi kirinya.

Yifan tersenyum, walaupun tangannya sedikit nyeri karena beberapa kali menghantam tembok. Ia dapat merasakan nipple Yixing tengah menegang. Yifan beberapa kali membuka dan menutup tangannya di depan dada kiri Yixing dengan sengaja.

"Yi-Yifan apa yang kau lakukan?" tanya Yixing sedikit gugup. "Tanganku sedikit kaku, maaf.." jawab Yifan masih meneruskan gerakan tangannya. Yifan menyeringai dan ia melirik sebentar ke dada Yixing.

"Benar-benar montok seperti dada perempuan," pikir Yifan. Ia terus melakukan gerakan tangannya hingga gerakan itu berubah menjadi usapan-usapan di dada kiri Yixing.

"A-ahh.. Y-yifan hentikan itu..!" pinta Yixing. Yifan hanya diam tak menjawab ia merasa senang saat merasakan jika nipple Yixing benar-benar mengeras hanya karena ia goda seperti itu. Benar-benar lelaki yang sensitif.

Yixing dapat merasakan jika kakinya melemas, karena tangan Yifan mulai agresif. Tangan Yifan mulai masuk ke dalam kaos Yixing,"Yifan.. t-tanganmu.. aku bi-sa jatuhh," Yifan terkikik geli, ia mengeluarkan tangannya. Dan melihat Yixing yang wajahnya memerah itu, "Aku sudah bisa jalan sendiri, sekarang apa kau mau kubantu berjalan?"

Yixing menghela nafas lega, ia menatap Yifan dengan sayu. "Apa yang kau lakukan tadi? Kenapa tubuhku merasakan sensasi yang aneh.." lirihnya. Yifan mengusap kepala Yixing dengan gemas.

Kris p.o.v

"Kau benar-benar polos," ucapku padanya. Aku jadi ingin menodainya, tapi aku takut jika nanti Luhan akan menendangku. Kulihat dia yang sedang menopang tubuhnya sendiri. Mungkin ini pertama kalinya ia di sentuh oleh orang lain selain dirinya.

"Yixing, kau berkeringat, lebih baik kau mandi lagi~" kataku menggodanya lagi. Ia menggeleng, dan kemudian turun perlahan, aku mengikutinya dari belakang. Sungguh dia benar-benar lelaki yang masih suci. Bermain dengan laki-laki seperti ini mungkin menyenangkan.

Akhirnya kami berdua berdiri di ruang makan, Yixing dengan segera mendudukkan dirinya, seharusnya Yixing menunjukkan kamar mandi padaku."Kau tak ingin menunjukkan dimana kamar mandinya?" tanyaku.

Yixing menepukkan bahunya, "Tak perlu aku ingin makan dulu. Tak kusangka sudah semalam ini, berarti aku tertidur selama 2 jam." Kududukkan diriku di depan Yixing, Yixing hanya diam mengangguk.

"Kau tak apa?" tanyaku memastikannya, lagi-lagi Yixing hanya mengangguk.

"Biar aku ambilkan nasi untukmu," Yixing berdiri dan mengambil piring yang ada di hadapannya dan di hadapanku.

"Apa cukup?" tanyanya menunjukkan sepiring nasi itu, aku mengangguk, kemudian Yixing mengambil sepriing nasi untuknya sendiri, Yixing berjalan kembali dan menaruh piringnya dan piringku.

"Silahkan diambil sesukamu," kata Yixing, ia sama sekali tak menatapku secara langsung. Mengapa jadi begini?

"Yixing, aku minta maaf atas kelakuanku tadi," lirihku, kulirik lelaki itu. Ia mendongak menatapku, dia menggeleng mengartikan tidak apa-apa. "A-aku tidak masalah dengan itu, aku hanya merasakan jika jantungku berdebar cukup kencang, dan sensasi aneh itu membuat.."

"Membuat?"

"Membuat anu.."

"Anu apa? Kau membuatku penasaran Xing,"

"Membuat p-p-pe-" Yixing menunduk malu, wajahnya benar-benar merah, hingga ke telinga. Aku suka reaksinya itu. Dia benar-benar seperti dinding bercat putih yang belum pernah ternodai debu. Aku benar-benar ingin menyentuhnya. Gemas sekali aku. *Saya juga gemes, gak papa ae yg gemes*

"Aku tau, aku tau. Itu wajar Xing."

".. tapi apa kau tau pernah melakukan onani atau melihat seseorang melakukan blow job?" perlahan kulontarkan pertanyaan itu. Yixing menatapku dengan ekspresi tak tahu. Tunggu, jangan bilang jika Yixing juga tidak tahu apa itu onani atau pun blow job. Jangan membuatku tertawa.

"K-kau tak tau apa itu onani?" tanyaku lagi, dia menggeleng, benar-benar ini anak membuatku gemas setengah mati. Dari seluruh orang yang pernah kutemui, Yixing lah orang yang benar-benar seperti bayi!

"Nanti akan kutunjukkan apa itu onani dan blowjob, dan jangan tanya ke gegemu apa itu onani. Kita makan malam dulu," saranku, dia mengangguk. Kami makan dalam diam hingga Yixing menyelesaikan makan malamnya lebih cepat dariku. Aku pun juga menyudahi acara makanku. Kutatap lekat-lekat lelaki cantik ini.

Yixing menatapku balik, "Ada apa? Kau sudah selesai, kan? Setelah ini kau mau mandi, kan?" selalu melontarkan pertanyaan yang beruntun. Aku tersenyum padanya, "Ya." Kuhampiri lelaki itu membantunya membereskan meja makan ini.

"Kau mau mandi bersama? Aku ingin mengajarimu apa itu onani," bisikku saat ia tengah mencuci piring. Yixing membalikkan badannya dan menatapku dengan mata hazel yang sangat cerah. Kukira dia akan menjatuhkan piring atau apalah.

"Baiklah jika kau ingin mengajariku!"

Oh, seberapa besar dosa yang telah kudapat karena akan menodai dirinya? Tapi aku benar-benar ingin melihat Yixing lebih dekat. Kurasa aku mulai menyukai sahabat baruku ini. Mungkin aku telah berubah menjadi gay. Toh, orang tuaku tak mempersalahkannya.

"Ayo, Yifan cepat!" ajaknya sembari menarik tanganku. "Iya, iya.." sesemangat itu? Bagaimana reaksinya nanti jika sudah melakukannya.

Tunggu-tunggu. Bodohnya aku, aku harus melakukan blow job pada Yixing? Atau Yixing yang akan menghisapku? Aku sendiri belum pernah sekalipun melakukan blow job pada seseorang, atau seseorang yang melakukannya untukku. Bodohnya diriku. Bagaimana jika reaksi Yixing buruk?! Apa dia akan menjauhiku?

Kutatap dirinya yang mulai melepas seluruh kain yang menempel pada tubuhnya. Dada itu lagi. Dada itu lagi muncul dengan indah di mataku. Terlihat sekarang Yixing tengah menurunkan celananya. Gerakannya terhenti dan dia menatapku.

"Fan, kau juga harus melepas pakaianmu," ucapnya.

"Dan berhenti menatapku dengan ekspresi seperti itu, kau seperti ajusshi-ajusshi jahat yang biasanya kubaca di komik-komik,," Ahjusshi? Berani sekali bocah ini memanggilku ahjusshi. Aku menjitak kepalanya, aku membiarkannya merintih, lalu kubuka bajuku dan melemparnya ke arah wajah Yixing.

"Uhmph! Apa yang kau laku-" Yixing memandangku dengan takjub. Ah, aku tahu aku memiliki tubuh yang indah. Saat kutatap balik, Yixing membuang mukanya dariku, manis sekali.

"Sini biar kubukakan celanamu," ucapku.

"A-aku, aku bisa sendiri!"

Tbc-

Maaf yang masih bocah jan baca/? Di ch selanjutnya belum ada adegan NC sampe anu ke anu/?

Curhat yo, menurut thor moment KrisLay paling berkesan pas Kris ngelakuin flying kiss, dari bibir Lay ke dia :"v

trus ada pas krislay di lift, tangan KrisLay saling bertautan sama lain XD sebelumnya si Kris kek gelisah gitu pas Lay ada di depannya, ekspresi" ngebet pen nyivok mama keknya XD dianya aja sampe gigit jari sambil ngelirikin Lay XD

Sekali lagi makasih yg udah review :*