Chapter 4

Hi minna-san

Mian kagak bisa update kilat -_- sibuk acara di kota banyak :v jadi sekolah ikutan anu/? Ya gak usah banyak bacot wes :"v

"Sini biar kubukakan celanamu," ucapku.

"A-aku, aku bisa sendiri!" Lay menepis tanganku. Dengan wajah yang memerah dia membuka perlahan celana panjangnya itu.

"Kris.. bisakah kau tidak menatapku? Kau membuatku takut," Ah mataku terlalu fokus dengan dirinya. Aku mengatakan jika lebih baik aku membelakanginya, dan dia setuju. Aku membalikkan badanku dan diam tanpa berusaha mengintip hingga,

"Aku sudah selesai!" ucapnya. Aku dengan segera kubalikkan badanku. Ya tuhan! Putih dan bersih sekali! Aku tau Yixing memang mempunyai kulit yang putih bersih. Maksudku yang ini bersih karena sama sekali tak ada rambut yang tumbuh disana!

"Kris? Wajahmu memerah.. kau tak apa?" Oh, jangan terlalu dekat itu membuat kepalaku berkedut. Anak ini, membuatku begini. Ada yang salah dengan diriku.. ini semua karena anak ini!

"Xing. Kau memang laki-laki yang suka menjaga kebersihan, ya?" kataku. Yixing menatapku dengan lekat, di pipinya muncul semburat merah. "Terima kasih," Oh. Aku tidak bermaksud untuk memujinya.

Dia berjalan menggeser pintu kamar mandinya. Baiklah, berarti sekarang giliranku untuk membuka celanaku, kan? Kenapa jantungku berdebar? Saat mandi bersama teman yang lain ataupun dengan kakak perempuanku, aku tak pernah merasa seperti ini. Sungguh!

"Kris kau sudah selesai?" tanya Yixing dari dalam. Bisa kudengar suara air yang mengucur deras dari sana. Dan aku bisa melihat siluet Yixing yang tengah membasahi seluruh tubuhnya. Ok, akan kuturunkan celana ini, dan kemudian aku berjalan masuk, mengajari Yixing, dan masalah selesai.

Ok, semua beres tinggal melangkah masuk saja. "Kris! K-" Yixing keluar dengan rambut basahnya. Oh, gawat aku belum siap! Yixing menatapku dengan ekspresi yang tak bisa kujelaskan dengan ke empat bahasa yang kubisa. Mulutnya masih menganga, "Xing?"

"Kris. punyamu.." Ada apa? Apa seburuk itu? "..Besar sekali.."

Laki-laki ini.. kugeret Yixing masuk ke dalam. Kuacuhkan rontaan yang berasal dari mulutnya, aku bisa gila menghadapi laki-laki ini.

"Sekarang kau diam, berendamlah. Aku ingin membasuh diriku sebentar," ucapku, tetap berusaha mengintrol diriku. Yixing mengangguk, dan hanya duduk di lantai, dia tidak mendengarkan kata-kataku? Sudahlah. Aku langsung menuju shower dan menyiram diriku dengan air hangat yang sejak tadi mengalir.

Aku melirik Yixing yang terduduk di bawah, dia menatapku dengan tajam. Hoi, hoi! Apa yang ia pikirkan?! Gawat aku bisa tegang jika begini. "Kris.." "Hm?"

"Blow job dan onani itu seperti apa?" tanyanya dengan mata yang menurutku lucu. Aku berjongkok dan menatapnya, "Aku ingin kau yang melakukan blow job untukku. Kau mau kan?" Apa yang kukatakan?!

Yixing menganggukkan kepalamu. "Bagaimana caranya?" tanyanya. Ini sudah waktunya.. aku bisa menghentikannya jika aku mau/? Tapi kurasa itu tak mungkin, melihat bagaimana keinginan tahuan Yixing yang cukup besar.

"Caranya mudah, kau tinggal menghisap sesuatu yang aku banggakan," bisikku di telinganya. Wajah Yixing memerah seketika. Aku ingin tertawa, "Di-dihisap?" ulangnya. Aku mengangguk, "Mau dilanjutkan atau berhenti saja?" tanyaku.

Dia menggeleng, sudah kuduga. "Se-setelah dihisap?" tanyanya. Aku menghela nafas, "Lakukan saja. Nanti aku bimbing," jawabku. Yixing mengangguk lemah, aku mendudukkan diriku di pinggir bathtub. Wajah Yixing benar-benar memerah, ia beberapa kali menatapku dengan lucu.

Aku bisa merasakan hembusan nafasnya di bawah sana. Kurasa wajahku juga memanas, baru pertama kali ini ada seseorang yang akan melakukan blow job padaku. pengalaman pertama dengan seorang lelaki itu anti mainstream, mungkin bisa kubanggakan suatu saat nanti (lol)

Aku menatap Yixing, kurasa dia masih bimbang. Melihat Yixing yang hanya memandang diam milikku, membuatku ingin mendorong kepalanya. Kuusap rambut basahnya dengan perlahan. "Kalau mau berhenti katakanlah," ucapku. Dia menggeleng, bisa kulihat dia mendekatkan wajahnya perlahan, dan memasukkan milikku.

Uhm! Baru pertama kali kurasakan sensasi seperti ini. Mulut Yixing sangat hangat.. dan Yixing baru memasukkan ujungnya saja.. sekarang Yixing mengecup ujung milikku dengan bibir tebalnya itu. siapa yang mengajarinya menggoda seperti itu?

Kuusap kembali rambut coklat itu, Yixing mengangkat kepalanya menatapku. Aku tersenyum padanya, dan kudorong kepala itu dengan kasar hingga aku dapat merasakan jika hampir seluruh milikku masuk ke mulutnya itu.

"Ahh!" lenguhku. Mata Yixing berair, mungkin aku terlalu kasar saat mendorong kepalanya tadi, "Maaf.." lirihku. Yixing mengangguk pelan. Aku merasakan lidah Yixing bergerak-gerak di sana. Sungguh mulut lelaki ini benar-benar nikmat. Di dalamnya basah dan sangat lembut.

"Sekarang kau coba untuk memaju-mundurkan kepalamu, Xing.." perintahku. Yixing mengangguk, dan melakukan apa yang kuperintahkan. Ia perlahan memaju-mundurkan kepalanya, Nggh.. aku baru tau mulut seorang pria bisa seenak ini.

Alis Yixing bertaut, aku ingin tertawa imut sekali pria ini. Yixing tiba-tiba berhenti dan mengeluarkan milkku dengan perlahan, "Uhm.."

"Kenapa kau berhenti, hum?" Aku mengusap kepalanya dengan lembut, ia mengeluarkan lidahnya. "Hlish.. hau hau hilihhu heheluhalkan hehikit hepelma (Kris, kau tau milikmu mengeluarkan sedikit sperma).." ucapnya. Aku tak tahan melihatnya seperti itu. Kujambak rambutnya hingga ia sejajar dengan diriku, kuhisap lidahnya yang masih ia keluarkan.

Ku esap saliva yang sedikit terdapat cairan precum milikku. Ku dorong lidahnya dengan lidahku, kuajak dia berperang. Dan dia menanggapinya, melilitkan lidahnya dengan diriku. Hoo, dia cukup pintar juga. Bisa kurasakan tangan Yixing menjalari tengkukku, berjalan menjambaki rambutku dengan lembut.

Aku melepas ciuman kami sebentar, dan langsung kulumat bibir tebal miliknya. Bergantian kugigit bibir atas dan bibir bawahnya, "Hnn.." kepalaku dipenuhi oleh wajah Yixing yang menikmati, suara kecapan dan lenguhan milik kami. Aku merasa pusing, aku ingin meneruskannya, ini membuatku gila.

Tanganku yang sejak tadi berada di kepalanya perlahan menelusuri tubuh bagian belakang miliknya, turun ke punggung, turun lagi ke pinggang, ah.. hingga aku bisa merasakan sesuatu yang empuk disana. Kuremas bokong miliknya dengan gemas. Ia menarik bibirnya, "Uhnn Kris tanganhmu.." Yixing berusaha menyingkirkan tanganku dari bokong miliknya.

"Diam dan nikmatilahh.." bisikku. "T-tapi a-aku.." Kuserang kembali bibirnya, membungkam protes yang akan dilontarkan olehnya. Tangankku bergantian meraih bokongnya, mengusapnya, dan memijitnya. Tanganku beralih menuju ke belahan bokongnya, kuelus setiap inchi belahan miliknya dan Gotcha! Kutekan-tekan lubang rektum miliknya.

"Ngaah! Krisshh.." desisnya. Aku tersenyum saat ia merasa kenikmatan saat kusentuh. "Yixing... Yixing.." Aku memanggil namanya beberapa kali, dengan tangan yang masih bermain-main di sekitar rektumnya. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang itu. Masih ujungnya saja yang masuk dia seperti merasakan sensai yang aneh.

"K-Kris apa yang k-kau lakukan? Aneh sekali rasanya dan itu sedikit sakit!" rengeknya. Tangan kananku menuju ke bawah menyusul tangan kiriku, membuka belahan bokongnya, membantu tangan kiriku. "Dengar.. setelah sakit pasti akan ada kenikmatan yang muncul. Kau tinggal menikmati saja Yixing.."

Yixing menatapku, "A-apa kau tak jijik?" tanyanya. Aku menggeleng, "Aku tidak jijik. Jika aku jijik untuk apa aku melakukannya?" kudekatkan dirinya ke diriku hingga miliknya dengan milikku menempel.

"Hmm," Yixing menggigit-gigit kuku jarinya, ia terlihat menyukai saat miliknya yang sudah tegang sejak kucium itu menempel pada milikku. Aku menyeringai, kugesek-gesekkan milikku dengan miliknya, kudengar desahan-desahan tertahankan keluar dari mulutnya.

Jari telunjukku yang sejak tadi mempermainkannya mulai kudorong masuk. "S-sakith.. hentikanh!" rintihnya. Aku tak mengindahkan rintihan miliknya terus kudorong masuk jariku. Sempit sekali, rektumnya seperti menghisap jariku dengan kuat. Di dalamnya berkedut dan lembut sekali, kepalaku sudah membayangkan jika milikkulah yang berada disana.

"Aku harus melakukannya agar kau terbiasa.." kataku, kutatap matanya yang sayu. Dia mengangguk dan melingkarkan lengannya ke leherku dengan erat. "Ahh.. " Sial miliknya bertabrakan dengan diriku. Yixing menyembunyikan wajahnya ke tengkukku, aku bisa merasakan hembusan nafas tidak teratur miliknya disana.

Kukeluar-masukkan jari telunjukku yang berada di dalam tubuh Yixing. Yixing mengerang, kumasukkan dengan pelan jari keduaku, walaupun telah kulakukan dengan pelan tetap saja Yixing terkejut. Aku mengacuhkan teriakan Yixing, aku benar-benar ingin segera bisa memasukinya. Ini semua membuatku gila.

Aku tau aku harus melakukan 'pemanasan' pada lubang itu. jika tidak Yixing akan menerima sakit yang lebih saat aku memasukinya nanti.

"Yixing.. aku sudah tidak tahan, bolehkah aku memasukimu, hm?" tanyaku. Yixing menatap mataku dengan dalam,aku mengerti apa arti tatapannya itu.

"Aku tidak akan menyakitimu Zhang Yixing.."

Tbc-

LOL TBC! Author lagi masa mau UN soalnya wkwk XD Tolong dimengerti ya?! Makasih yg sudah mau baca, big thanks yg sudah ngasih tau kekurangan Author! Love ya~

Gampar saya wkwk~