Hi minna~
Misa datang lagi~
Hhh.., maaf kalo yang chap 3 ini Misa ngapdet-nya lama… (_ _ )
Coz lagi sibuk lebaran kemana-mana.. -halah, sok sibuk!-
Oya, tengkiyu buat yang udah nge-ripiu fic Misa…. ^^
Tanpa ripiu-nya Misa pasti nggak bakalan mau lanjutin fic ini… Ripiu-nya banyak… Misa jadi semangat buat lanjutinnya…
Seperti biasa, balasan ripiu-nya ntar di koment bawah abis fic yah…
Ah, iya! Sebelumnya, Misa mau memperingatkan dulu. Sepertinya di chap 3 ini agak sedikit mengarah ke SasuNaru (walau dari awal mungkin banyak yang memang beranggapan ini SasuNaru)… Tapi, chap 3 ini akan sangat membantu Misa untuk 'membentuk' fic ini. Bisa memperkuat 'feeling'-nya. Dan juga, karena di ripiu ada yang bilang Naruto-nya pasif. Jadi, Misa buat chap 3 seperti ini. Dan Misa menganjurkan para reader untuk membaca chap 3 ini. Karena (menurut Misa), 'feeling' untuk chap ini lebih bagus dibanding chap sebelumnya... Tapi Misa nggak tahu deh bagaimana pendapat senpai-senpai sekalian...
Ok, RnR fic Misa (lagi) yah… ^^
Disclamer: Naruto © Masashi Kishimoto
Feeling © Misaki UchiRuno
Genre: Romance/Angst
Pairing: SasuSaku
WARNING: AU, OOC, Gaje-ness (?)
Don't like, don't read! (Kalo nggak suka, nggak usah baca!)
.
.:Feeling:.
.
.
Chap 3: Naruto – Orang itu
Hari ini, lagi-lagi aku diajak pergi oleh Sasuke-teme itu. Bukannya tidak suka ya. Tapi… 'tidak enak'? Hmm… kira-kira seperti itulah.
Oya, perkenalkan. Aku Naruto Uzumaki, 16 tahun. Sekarang menempati kelas XI-A di Konoha High School. Sebuah SMA yang terkenal di kotaku karena… prestasinya? Ya, setidaknya itu yang aku dengar dari orang-orang. Aku adalah seorang remaja laki-laki yang dikagumi banyak wanita di sekolahku. Itulah sosokku di setiap mimpi-mimpiku di malam hari. -halah-
Nasib memang tidak berpihak padaku. Tuhan sepertinya tidak suka padaku. Dan… sepertinya orang-orang tidak peduli padaku. Dari kecil, aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah dan ibu (kandung)ku. Ayah dan ibuku meninggal karena kecelakaan saat aku masih berumur 13 hari. Malang, bukan? Ya, begitulah yang terjadi padaku. Sejak saat itu, aku dirawat oleh sahabat ayahku, Iruka Umino. Dia sudah kuanggap sebagai ayahku sendiri. Aku tidak tau pasti apa penyebabnya, tapi entah kenapa aku merasa semua orang tidak pernah peduli padaku. Kecuali paman, ah bukan… Iruka oto-san. Hanya dia yang mempedulikanku. Sampai… aku bertemu dengan orang itu….
.:n.n_n.n_n.n:.
FLASHBACK
Tujuh tahun yang lalu….
"Hei, dobe! Apa yang kau lakukan? Kau menangis? Heh, dobe!" ucap seseorang padaku. 'Dobe' katanya?
"A… aku bukan dobe, teme!" balasku padanya. Aku terbata-bata? Ya, tapi itu bukan karena aku deg-deg-an seperti apa yang biasanya para gadis rasakan. Sebenarnya aku malas mengakuinya, tapi benar yang dia katakan. Aku sedang menangis. Dan mungkin ini memang seperti apa yang biasa dilakukan para gadis.
"Terserah kau lah, dobe. Tapi, kau memang sedang menangis, 'kan?" ucapnya lagi dengan masih memanggilku 'dobe'. Apa-apaan dia itu? Dia benar-benar teme!
"Ti.. tidak! Aku tidak menangis, teme!" bantahku pada 'seseorang' itu. Dia, cowok dengan mata onyx dan rambut unik -pantat ayam-. Dan sepertinya dia sudah sangat terlatih dalam hal 'ekspresi wajah'. Bukan dalam arti dia sangat pandai dalam mengubah-ubah ekspresi wajahnya. Tapi, terlatih untuk selalu berwajah dingin tanpa menggambarkan ekspresi apapun di wajahnya. Itu sangat menjengkelkan menurutku.
"Kau bohong! Kau menangis! Dan aku tau pasti apa penyebab kau menangis."
Apa katanya? Tau penyebab aku menangis? Heh, dia tau apa? Dia cuma cowok teme yang baru kutemui hari ini, sebentar ini. Mana mungkin dia bisa mengetahuinya.
"Apa yang kau tau?" tanyaku yang sudah tidak 'menangis' lagi. Aku penasaran juga dengan 'ke-tahu-an'nya itu. Tapi aku yakin dia cuma seorang cowok yang sok tau saja.
"Kau menangis karena kau tidak diperhatikan oleh orang lain. Kau menangis karena kau merasa tidak dipedulikan oleh orang-orang. Kau menangis karena kau ingin ada orang yang memperhatikanmu," jawabnya masih dengan wajah dingin tanpa ekspresi itu. Tapi, aku bisa melihat jelas rasa 'percaya dan yakin' akan jawaban yang dia ucapkan dibalik mata onyx-nya yang langsung menatap tajam ke arahku.
Hhh...
Aku tenyata benar-benar baka! Dugaanku terhadapnya… benar-benar salah! Jawabannya itu... jawabannya itu sangatlah tepat! Dia benar-benar mengetahuinya. Itulah yang menyebabkan aku menangis. Yang menyebabkan seorang 'cowok keren' sepertiku menangis. Tunggu dulu, 'cowok keren'? Sejak kapan ya aku mengganggap diriku ini keren? Padahal tidak ada satu orang pun yang mempedulikanku. Dari mana asal kata 'keren' itu?
"Bagaimana? Jawabanku tepat, bukan? Jadi, sebagai hadiah karena jawabanku sudah tepat, kau harus menggapku 'orang yang mempedulikanmu'. Dan kau tidak boleh menangis lagi," ucapnya.
Ah, benarkah ini? Aku tidak percaya. Ada orang yang 'mempedulikanku'? Ya, selain Iruka oto-san tentunya.
Ah, aku… benar-benar senang….
END OF FLASHBACK
.:n.n_n.n_n.n:.
Ya, 'orang itu'. Sasuke 'teme' Uchiha. Orang yang sampai saat ini selalu ada disampingku. Ya, sebagai 'orang yang mempedulikanku'. Sebagai 'sahabatku'. Sudah lebih dari tujuh tahun. Hmm… tujuh tahun ya? Tujuh tahun itu baru sebentar saja. Belum bisa merasa benar-benar 'mengetahui' seseorang dengan waktu itu. Tapi aku rasa, aku adalah orang yang paling mengetahui tentang Sasuke saat ini. Setidaknya, itu yang aku pikirkan.
Selama tujuh tahun itu, sudah banyak sekali hal yang terjadi. Dan benar adanya. Sasuke adalah 'salah seorang' dari 'dua orang' yang mempedulikanku. Dan tentunya, orang yang (sangat) mempedulikanku selain Sasuke adalah Iruka oto-san. Sampai saat ini, dialah 'ayah' terbaik yang aku miliki.
Ah, mau ralat sedikit. Akhir-akhir ini aku mulai menyadari satu hal. Ada orang lain yang juga 'memperhatikanku'. Tapi belum bisa dibilang 'mempedulikanku'. Karena aku belum merasa ada terjadinya kontak diantara kami dan itu membuatku belum memasukkannya dalam kategori 'mempedulikan'. Baru 'memperhatikan'. Walau begitu, aku sudah sangat berterima kasih pada orang itu. Andai aku tau siapa orang itu.
Ah, kembali ke topik utama. Sasuke 'teme' Uchiha. Orang yang selalu mengetahui apa yang ada dipikiranku. Tapi aku tidak pernah bisa menebak apa yang ada dipikirannya. Dan aku sangat mengetahui hal itu. Jadi, aku tidak begitu merasa ingin tau dengan apa yang dia pikirkan. Dia memang selalu bertindak tanpa aku ketahui. Termasuk dalam 'masalah' yang satu ini.
Sejak satu bulan yang lalu. Awal 'masalah' ini. Entah kenapa sejak saat itu aku sangat-sangat ingin tau apa yang sedang ia pikirkan. Apa yang ada di pikirannya ya? Aku jadi sangat ingin mengetahuinya.
Sejak satu bulan yang lalu. Awal dari 'masalah' ini. Dia jadi 'berubah', kurasa. Dan mungkin itu juga yang menjadikan aku 'berubah'. Sejak saat itu. Dia jadi… lebih 'protektif'? Dia jadi sangat memperhatikanku. Ya, awalnya hal itu memang membuatku (tambah) senang. Tapi lama-kelamaan membuat aku jadi 'tidak enak'. Benar-benar tidak enak. Kalian tau kenapa?
Sebelumnya aku mengatakan bahwa aku merasa aku adalah orang yang paling mengetahui tentang Sasuke, bukan? Jadi tidak mungkin aku tidak mengetahu mengenai yang satu ini. Sesuatu yang sudah menjadi 'rahasia umum', sebenarnya. Ya, sejak dua tahun yang lalu, Sasuke sudah mempunyai seseorang yang juga 'dipedulikan'nya. Ah, bukan. Yang di'sayangi'nya. Dia adalah Sakura Haruno. Gadis yang mempunyai mata emerald dan berambut pink sebahu. Tapi aku merasa, dia tidak menyukaiku. Ya, mungkin dia menganggap aku ini menyebalkan karena dekat dengan Sasuke. Dan jika aku menjadi dia, mungkin aku juga akan merasakan hal yang sama dengannya. Memang, rasa 'cemburu' itu tidak pernah menyenangkan. Sekalipun dia adalah 'sahabat laki-laki' kekasih kita sendiri. Terkadang rasa itu tetap saja muncul. Tapi percayalah, kami adalah 'sahabat' yang sebenarnya. Dan kalian pasti mengerti maksud kata-kata itu bukan?
Tapi... tidak untuk Sakura. Kurasa dia masih mempertanyakan maksud dari kata 'sahabat' itu. Ah, atau lebih mudahnya, dia merasa 'curiga'. Padaku dan pada makna kata 'sahabat' itu sendiri. Itulah yang membuat aku merasa 'tidak enak'. Tidakkah dengan sifat Sasuke yang 'berubah' ini, dia akan semakin 'mencurigai'ku? Pernah suatu hari aku mengutarakan feeling-ku ini pada Sasuke dan akhirnya dia berniat untuk 'berubah' dalam artian yang baik. Tapi terhalang lagi. Ya, hari ini. Dimana seharusnya Sasuke 'berubah', menunjukkan 'perubahan' itu pada Sakura. Dan itu gagal. Pada akhirnya Sasuke jadi menemaniku ke tempat 'ini'. Tempat rutin yang selalu aku kunjungi dengannya satu bulan belakangan ini. Ya, disinilah kami sekarang. Menghancurkan satu-satunya harapan untuk menunjukkan 'perubahan' itu pada Sakura. Ya, tempat ini. Tempat yang paling tidak ingin kudatangi….
~~TBC~~
…..
Chap 3 selesai~
Gimana? Gimana? 'Feeling'-nya dapet nggak?
Misa merasa (cukup) puas dengan chap 3 ini… Perasaan Naruto tergambarkan, bukan? Jalan ceritanya sudah terlihat kah? Waah.., Misa udah nggak sabar pengen tau gimana pendapat reader(s) mengenai chap 3 ini… Apa sependapat dengan Misa? Atau… tidak? Bahkan mungkin tidak menyukai chap 3 ini?
Oya, Misa ingatkan lagi buat reader(s) sekalian… Kalo Misa TIDAK menerima flame! Kecuali, ya.. seperti yang sudah Misa katakan di chap 2 kemaren ni…
Ah, ada yang lupa! Apa chap 3 ini pendek? Baru nyadar… Ternyata Misa nggak bisa bikin fic (atau untuk saat ini 'chap') yang panjang…. Soalnya…. Hmm… soalnya Misa masih author baru, Misa baru nubi di FFn. Jadi, ya… belum bisa bikinnya, mungkin?
Trus kalo masalah typo(s)... Misa pasrah aja deh gimana jadinya...
.
Ok, balasan ripiu chap 2~
Megumi Kisai = Waah.., makasih udah ripiu lagi… Jadi gimana, senpai? Sudah terungkap kah mengenai apa yang terjadi pada Sasuke? Hohoho…. ^^v
Winterblossom Concrit Team = Makasih sekali atas kritik dan sarannya… Masalah author note itu, Misa akan memperbaikinya. Kalo masalah tanda (?) itu, mungkin memang gaya tulisan Misa… Hehe… Yosh! Misa selalu bersemangat!
Youichi akaba = Ini nih.. Chap 3 ini persembahan untukmu… Disini Naruto berperan sebagai orang pertamanya… Gimana pendapatmu? Bagus kah?
Kazuma big tomat = gimana? Apa pertanyaan senpai terjawab di chap 3 ini? Tapi Misa rasa, masih ada mistery di chap 3 ini… ^^v
Fyo sakurasuke chan = Lam kenal juga, fyo… Hehe.. Udah Misa apdet nih… Tenang aja… SasuSaku kok.. -kalo Misa nggak berubah pikiran- #digampar
Yunacha' Zaitte = Selamat datang kembali di fic 'Feeling' chap 3~ Ripiu lagi yah…. Ah, nggak telat kok. Tepat waktu… n.n
Nakamura Kumiko-chan = Eh? Kumiko-senpai nggak dapat THR? Misa yang kasih deh.. Misa kasih apdet-an 'Feeling' -halah- Jangan sedih yaw, senpai… Yang penting bukan THR-nya, tapi kembali 'fitri' *sok nasehatin* Siip...! Ntar pasti Misa bakalan ninggalin ripiu tuk fic senpai.. Tenang aja… ^^
Aurellia Uchiha = Waah.., Misa dipanggil 'senpai'… Senangnya~ Aduh.., gimana ya.. Misa nggak janji deh.. #digampar (lagi) Ah, becanda kok… *elus2 pipi yang udah 2 kali kena gampar* Misa bakalan buat ending SasuSaku -kalo nggak berubah pikiran tentunya-
Shinji aishiteru = Hmm… maksudnya Shinji baru pertaman baca yang bukan yaoi? Misa agak mudeng ni…
Siip..! Balasan ripiu, ok.
Oya, ripiu bagi Misa sangat berpengaruh lho... Jadi, kalo ripiunya cuma dikit, Misa nggak bakalan lanjutin fic ni...
Ok, akhir kata...
R.E.V.I.E.W
.
\^o^/
.
.:Misaki UchiRuno:.
...
