Duo Sniper Love Story!

.

.

Ch. 2

.

Ansatsu Kyoushitsu / Assassination Classroom bukan milik saya dan saya tidak mendapat keuntungan apapun dari fic ini :3

.

Warning! : AU! (Maybe), OOC (As always), Typo(s), Bahasa Amburadul, alur berantakan, dan sedikit bumbu Yaoi :v /

Pairing : Chiba Ryunosuke x Hayami Rinka

Rate : T nyerempet M dikit di chapter 2 :v /

.

.

Sebelumnya saya amat sangat bersalah karena telat apdet ini fic T_T

gomenne reader-tachi

so, please read this chapter with happy face~ /maksa

.

.

Happy Reading!

Chap 2

"Karma...?"

Hayami POV.

'kenapa dia ada disini ? bukannya biasanya bersama Nagisa ?'

"Ah Rinka, tangkap!" aku menangkap jus yang ia lemparkan dan memperhatikan jus itu dengan tatapan heran. Iya heran, kenapa mendadak ia memberiku ini ? saat aku mengangkat kepalaku, si pemilik surai merah sudah berada didepan mataku "aku tau kau sedang bertengkar... minumlah itu selagi kita mengobrol"

"uhn..." aku mulai menenggak jus yang ia berikan dan sekali lagi memandangi langit dari jendela kelas "nee... Karma, sepertinya info darimu itu benar..." ucapku lesu lalu menatap wajahnya "info tentang Chiba yang sedang berusaha keras mendekati seorang perempuan ? memang benar kok... jangan – jangan kau cemburu" Karma yang menyeringai membuat semburat merah muncul dipipiku "T- Tentu saja tidak!" Okay, ia tertawa puas.

"ngomong – ngomong Karma, bagaimana hubunganmu dengan Nagisa ? bukan berarti aku peduli lho!" "kau ingin tau semuanya ?" ucapnya sambil menatap mataku dalam – dalam dan itu cukup membuatku merinding.

.

.

"sial! Hayami! Kau ada dimana sih!" Chiba yang daritadi mencari Hayami sudah tampak kelelahan. Bagaimana tidak ? ia sudah mengelilingi seluruh tempat di Gedung Utama demi mencari sosok yang sangat berharga baginya itu. Bahkan pemilik surai bluenette yang sudah terengah – engah dibelakangnya sampai tak dipedulikan.

"Chiba-kun! Tunggu! Ayo coba cari di kelas kita yang ada di puncak gunung!" kata – kata sang bluenette yang telontar itu membuat sang empunya nama segera berlari menuju tempat yang disebut tadi.

.

.

"T- tunggu Karma! Apa yang kau lakukan!" Aku benar – benar ketakutan "are... Rinka... ada apa denganmu ? kau kan yang tadi penasaran tentang bagaimana hubunganku dengan Nagisa bukan ?" Seringaian itu, mendadak membuatku takut

"BRAKKKKK!" Aku terdorong ke lantai "He- hentikan! Apa yang kau lakukan ini!" Tubuhku mendadak lemah dan sulit digerakkan "Jangan berontak Rinka, jus tadi sudah kusuntikkan obat agar kau menjadi kehilangan tenagamu... kau hanya harus memperhatikan saja" Seringaian itu membuatku ingin menangis

POV End.

Tangan milik Karma sudah selesai melempar jas milik Chiba yang tadi dikenakan oleh Hayami. Lekuk tubuh Hayami dengan dada berukuran D-cup yang tertutup pakaian maid sexy itu terlihat sangat menggoda bagi kaum lelaki. Apalagi dengan tubuhnya yang tergeletak lemah dilantai seperti itu, tidakkah itu sangat menggoda ? (maafkan bahasa Author huhu ;w;)

Karma yang daritadi hanya diam dan memperhatikan tubuh Hayami segera menyenderkan badan milik Hayami ke tembok kayu kelasnya itu. "Karma... tolong hentikan... kita teman... bukan?" ucapan Hayami tak diperdulikan.

Sekali lagi Karma menyeringai dan setelah itu ia segera memotong jarak antara wajah miliknya dan wajah Hayami yang terlihat sangat ketakutan. Karma menautkan bibirnya secara kasar dengan Hayami. Untuk kali ini hanya itu saja.

"Are..Rinka... ada apa denganmu ? apa kau tidak senang ?" itulah yang diucapkan Karma tidak lupa juga dengan seringaiannya seusai dengan kegiatannya barusan. Melihat ekspresi Hayami yang mulai meneteskan air mata,ia segera menautkan bibir sekali lagi dan tentunya ciuman kali ini cukup dalam.

Saat lidah Karma mulai memaksa masuk, Hayami tidak ingin membuka mulutnya dan mulai memberontak dengan cara mendorong tubuh Karma. Tapi apalah daya, tenaganya tak cukup karena obat yang Karma suntikkan di jus yang telah ia minum tadi.

Karma yang mulai jerah akan tingkah Hayami memilih menggigit bibir bagian bawah milik Hayami dan berhasil membuatnya membuka mulut. Kesempatan itu ia gunakan untuk menyelipkan lidahnya dan semakin memperdalam ciuman panasnya itu. Lelehan saliva mulai terlihat dari sudut mulut Hayami

"mph! Chi.. ba.." desahan yang keluar dari mulut Hayami membuat Karma melepaskan tautannya. Pasalnya pasokan oksigen yang ada di paru – paru telah menipis. "hhah... hhahh... Khhar... mahh... thho..long... henh... tikanh..." seringaian terukir lagi di wajah sang pemilik surai merah "heh ? ada apa Rinka ? oh iya... barusan kau menyebut nama Chiba bukan ? kenapa kau memanggilnya ? padahal yang sedang memanjakanmu saat ini adalah aku, Karma Akabane..."

Setelah pasokan oksigen dirasa cukup, Karma kembali menautkan kedua bibir dan semakin dalam juga tautan itu dari sebelumnya. Tak hanya itu, tangannya yang tadi awalnya diam mulai menyelinap dibalik rok milik Hayami. Hayami akhirnya pasrah karena tetesan air matanya benar – benar tidak berpengaruh. Tanpa sadar, ia mulai mengikuti alur permainan Karma.

.

.

"ugh! Sebentar lagi sampai! Tolonglah Hayami! Tetaplah disana jika kau benar – benar ada disana!" penyesalan, itulah yang Chiba rasakan sekarang. Kenapa ia tadi tidak langsung mengejar Hayami saja ? "Sial! Nagisa! Kau bisa lebih cepat tidak!" ucapnya seraya melihat kawannya yang sudah kelelahan itu

"aku akan berlari lebih cepat Chiba-kun!" Nagisa sang bluenette ikut khawatir akan keadaan Hayami. Pasalnya ia takut apabila monster merah itu menyerang Hayami hingga sampai tahap 'itu'. (author dilempar)

.

.

.

"ukh... Khhar.. ma... hentikanhh..."

"hee ? kenapa ? lagipula pahlawanmu belum datang.." Karma menunjukkan seringaiannya kembali lalu melanjutkan memberi 'tanda' dileher pucat Hayami. Hayami yang mulai terbawa permainan Karma hanya bisa blushing saat Karma melakukan sesuatu padanya

Setelah leher Hayami penuh akan 'tanda' dari Karma, ia melanjutkan permainannya dengan menurunkan resleting kostum Hayami. Saat ia hendak menyentuh punggung Hayami yang telah terekspos jelas itu...

"SREEEEEKKKK!"

...kehadiran sosok yang daritadi ditunggu Hayami membuat ia mengurungkan niatannya...

"sial... sang sniper handal akhirnya tiba..."

"KARMA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA HAYAMI!" teriakan Chiba membuat Hayami tersenyum senang karena akhirnya sosok yang ditunggu – tunggu datang juga. "huh ? aku ? hanya bermain sebentar kok~~ salah siapa meninggalkan perempuan sendirian" ledek Karma sambil menatap Chiba sinis. Chiba tidak peduli lagi soal Karma. Ia langsung menggendong Hayami ala bridal style lalu membawanya pergi dari tempat itu.

"K- Karma-kun! Kau berlebihan!" Nagisa yang daritadi memperhatikan dengan wajah yang benar – benar merah sempurna akhirnya angkat bicara "Nagisa... kau cemburu, eh ? ingin mencoba juga ?" goda Karma pada bluenette kesayangannya itu "B- Bakarma!"

.

.

.

"Hayami, aku akan menurunkanmu disini, bersihkan dirimu dikolam renang buatan Koro-sensei itu... ini... aku tadi mengambil seragam olahraga milikmu dikelas... Jika sudah, pergilah ketempat kita biasa latihan, akan kutunggu kau disa-" ucapan Chiba terhenti saat Hayami memegang ujung vest miliknya. "tolong... jangan tinggalkan aku..." mendengar kalimat itu dari mulut Hayami, tangan Chiba reflek memeluk tubuh sang sniper tsundere itu.

"Sial! Apa yang dilakukan Karma padamu tadi!" Chiba melepas pelukannya. Hayami hanya diam, tapi jari telunjuk tangan kirinya bergerak lamban menunjuk ke "mulut... leher... dan... rok ?" Hayami mengangguk "oh benar.. aku bisa melihat bercak merah dilehermu... maafkan aku... Rinka..." Hayami yang mendengar nama depannya dipanggil langsung melebarkan matanya.

"maafkan aku... karena aku... kau jadi begini... aku akan membantumu membersihkan bercak merah itu agar ibumu tidak curiga..." Hayami yang mendengar perkataan Chiba seperti itu langsung meneteskan airmata sambil tersenyum "uhn..."

.

.

.

Pukul 19.00. Kediaman Hayami

"Mama... obat penghilang bekas gigit serangga ada dimana ? leherku terkena banyak gigitan saat merapikan pohon hias disekolah..." Bohong. Kebohongan terpaksa diucapkan Hayami. "ada dikotak P3K dikamar Papa dan Mama, kau bisa mengambilnya nanti setelah makan malam selesai" Hening. Itulah yang dirasakan diruang makan keluarga Hayami. "Terimakasih atas makanannya"

"Tunggu Rinka, Mama ingin menyampaikan sesuatu" Hayami diam menunggu lanjutannya "Kau akan Mama kenalkan ke anak dari teman Mama yang sangat mengagumkan..." eh ? "Namanya Reinosuke, dia setahun lebih muda darimu... tapi pengalamannya sangat luas, kau mau bertemu dengannya bukan ?" Fake smile "aku sangat ingin bertemu dengannya..."

"anak pintar... dua minggu lagi ia akan kesini dengan keluarganya" Hayami tersenyum. Fake smile. Setelah percakapan dengan ibunya selesai, ia segera menuju kekamar mandi didalam kamarnya.

"ahh... aku benci saat dimana Mama mengenalkanku dengan seseorang..."

Keesokannya...

"Yo, Rinka!" Surai merah muncul dari balik pintu "are ? tumben kelas sepi, kemana yang lain ?" sang empunya nama sempat menatap sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya "Isogai dan Kataoka sedang rapat sebelum festival hari ke-2 dimulai... yang lainnya masih belum datang... kau sendiri kenapa datang sepagi ini ? Karma"

"tentu untuk menemuimu~~" Hayami tersentak "tenanglah, aku kesini ingin mengatakan sesuatu" Hayami hanya bertanya – tanya dalam hati "aku minta maaf soal kejadian kemarin... sebenarnya itu rencana untuk memancing Chiba~" Hayami melebarkan matanya "HAAH ?!"

"apa – apaan itu! kau sudah melakukan hal aneh – aneh padaku dan itu merupakan rencana konyolmu ?!" Karma mendekati Hayami "yap~! Rencanaku dengan kekasih tercintaku~ kau tau ? kekasihku benar – benar kesal karena kalian berdua tidak bisa saling peka! Berterima kasihlah karena kau kemarin akhirnya bisa melihat sisi manis Chiba~" sang surai merah tertawa puas

"aku tidak akan berteri- tunggu... Nagisa juga ikut menyusun rencana ?!" disaat Karma ingin membalas ucapan hayami, sosok bluenette muncul dari balik pintu yang telah terbuka "etto... maafkan aku Hayami-san, aku juga ikut merencanakannya..." ucap Nagisa dengan tampang sangat bersalah.

Karma dan Nagisa pun akhirnya mulai menjelaskan semuanya. Hayami yang awalnya shock dan penuh emosi akhirnya paham atas kekhawatiran dua sahabatnya itu. Tak lama kemudian teman kelasnya yang lain mulai berdatangan dan bersiap – siap untuk festival hari kedua.

"aku jadi takut untuk bertemu dan menjelaskan semuanya kepada Chiba..."

Setelah Festival hari kedua selesai

"puaaahhh... aku sangat lelah hari ini..." ucap Hayami sambil merenggangkan tubuhnya. Hari ini pengunjung cukup banyak dan juga festival berjalan sangat lancar. Semua murid kelas 3-E mulai bersiap untuk pulang, banyak yang berencana untuk mampir dan makan bersama.

"aku jadi ingin mampir sebentar ke supermarket..." ucap seseorang yang daritadi duduk dibelakang Hayami. "umm... mau mampir bersamaku ? sekalian untuk berterimakasih... aku juga ingin membeli sesuatu" ucap Hayami kepada Chiba yang akhirnya dibalas senyuman lembut.

Hayami POV.

"Bodohnya aku... kenapa aku menawarkan diri sih ?"

Sekarang aku dan Chiba sedang berjalan bersama menuju ke supermarket terdekat. Awalnya aku ingin memulai pembicaraan, tetapi setelah mengingat kejadian kemarin sepertinya aku ingin membatalkan niatku. Saat ini kami masih berjalan bersama dalam keheningan.

"ano–" saat aku ingin membuka pembicaraan, Chiba ternyata mulai berbicara denganku dengan menyebut nama depanku "Rinka... bagaimana kondisimu..?" ucapnya, tatapannya masih mengarah kedepan dan belum menatapku sama sekali

"sudah tidak apa – apa, bercak yang ada juga sudah memudar... terimakasih Chiba.." ucapku sambil tersenyum samar "Ryuu..." aku bingung "huh ? ada apa Chiba ?" ia lalu menatapku "kau boleh memanggilku Ryuunosuke..." ucapnya lalu menundukkan kepalanya

Apa maksudnya ? memalukan! Ta.. tapi, aku juga ingin memanggilnya begitu "ba- baiklah, Ryuu... ta- tapi bukan berarti aku ingin memanggilmu begitu!" akupun membuang muka dan dia... "hahahahaha..." tertawa lepas

Sesampainya di Supermarket

"Rinka... apa kau harus pulang secepatnya ?" kalimat yang diucapkan Chiba-ralat- Ryuu membuatku terkejut "tidak juga... Mama akan pulang tengah malam dan Papa masih diluar kota... jadi aku tidak terburu – buru..." ucapku, ia hanya mengangguk pelan "a- aku ingin pergi membeli makanan dulu untuk dimakan disini" ucapku lalu berlari

End POV.

.

.

.TBC...

.

WAKTUNYA SAYA HIBERNASI BERSAMA TUGAS LAGIII /dihajarreader

so yeah.. please wait again until new chapter has been updated :'3 /RIPEng /slap

.

finally, mind to RnR reader-tachi ? :"3 /bow/