"Pulang nanti jangan lupa mampir di rumah ku okay? Kita akan menyelesaikan bagian itu" Taehyung pun melirik kearah celana Jungkook yang memperlihatkan sebuah gundukkan kecil.

Jungkook pun membuang muka ke segala arah, ia sangat malu karena Taehyung tahu ia sudah sangat terangsang dengan perlakuan Taehyung.

Taehyung pun mempersilahkan Jungkook masuk kedalam sekolah duluan karena mereka sedang di atap sekolah saat ini, Taehyung terus memperhatian Jungkook dari punggungnya ia melihat jungkook terlihat sangat kesal mungkin karena Taehyung menghentikan aktifitasnya padahal dia sudah sangat terangsang, Taehyung pun terkikik geli karena melihat kekasih imutnya yang sangat tersiksa.

.

.

.


Tittle : The Crazy Challenge

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Park Jimin, Kim Seokjin

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING BL (Yaoi) maybe you don't like it please go away.


.

.

.

"Yoo Taetae" sapa seseorang pria dengan tubuh kekar dan bersurai orange. Jimin.

Ia menghampiri Taehyung yang sedang berjalan ke arah kelas nya tepatnya kelas mereka berdua.

"Kau dari mana saja hum?" tanya Jimin.

"Bersenang-senang" Jawab Taehyung singkat.

"Dengan?"

"Kau pikir dengan siapa?"

Taehyung menaikan dan menurunkan kedua alisnya seraya menyeringai, ia menunggu reaksi dari sahabat baiknya itu. Jimin nampak berpikir keras seraya menyentuh dagunya dan mengusapnya dengan pose berpikir yang terlihat kebingungan.

"Kau bodoh sekali sih Jim"

Taehyung menggerutu dan memukul puncak kepala Jimin gemas, dia bingung dengan sahabatnya yang satu ini, jelas-jelas dia memberikan sebuah tantangan gila, tapi dia tidak mengerti ke arah mana pembicaraan Taehyung saat ini, duh! Bodohnya Jimin.

"Hehehe" Jimin terkekeh seraya mengusap puncak kepalanya, ia baru mengerti maksud perkataan Taehyung . Dasar tuan Park- bodoh-Jimin.

"Baru mengerti huh?" Tanya Taehyung seraya mengangkat sedikit dagunya dengan angkuh.

"Taehyung aku kira kau tidak menjalani tantangan dari ku"

"Kau pikir aku akan menyia-nyiakan hadiah 'kecil' yang kau iming-imingkan Jim?"

"Hahaha maafkan hadiah 'kecil' ku itu Taehyung mungkin tidak sebanding dengan usaha mu" Jimin menimpali pertanyaan Taehyung.

"Tidak usah kau pikirkan, lumayan menambah koleksi mainan ku itu"

Taehyung tersenyum dan berjalan meninggalkan Jimin begitu saja.

"Ya! Kim Taehyung bocah angkuh kau berjalan terlalu cepat!" Jimin baru sadar Taehyung berjalan cepat dan meninggalkanya yang sedang berbicara begitu saja.

Jimin pun mulai berjalan cepat mengikuti langkah kaki Taehyung ke kelas mereka berdua.

.

.

From : Bunny kookie

To : Taehyung

Tae-hyung, nggghhh ta-taehyunghh nghh.

Taehyung mengernyitkan dahi, setelah membaca pesan dari Jungkook, lalu menyeringai lagi. Ia tahu Jungkook sedang menggodanya dengan pesan erotis yang ia kirimkan kepadanya. Ia pun segera membalas pesan dari Jungkook

From : Sunshine Taetae

To : Jungkook

Sedang mencoba menggodaku nona Kim?

Di lain kelas Jungkook menerima sebuah pesan singkat, ia tahu betul itu adalah pesan singkat dari Taehyung yang membalas pesan erotis darinya, kalau di pikir-pikir memang siapa lagi yang mengiriminya pesan selain Taehyung dan kedua orang tuanya, hanya mereka yang tahu nomer telephone Jungkook.

Jungkook tersenyum saat membaca pesan singkat dari Taehyung, seharunya Jungkook marah karena dengan tidak sopannya Taehyung memanggilnya nona padahal jelas-jelas Jungkook itu seorang namja.

Namun Jungkook tidak marah, justru ia bersemu karena Taehyung memanggilnya dengan marga Kim, ia tahu setelah lulus Sekolah Menengah Akhir ia akan segera mengganti marga-nya dengan Kim karena Taehyung dalam waktu dekat akan mengajaknya bertunangan dan menikah, untuk apa menunggu lama-lama? Hubungan mereka sudah mengantungi restu dari kedua orang tua mereka berdua dan...

Hubungan mereka sudah terlalu jauh.

Eeerrr.

.dx

From : Bunny Kookie

To : Taehyung

Hehehe, salah kau sendiri yang mengerjaiku di atap saat jam istirahat? Dasar menyebalkan,

aku tunggu di tempat biasa ya? Jangan telat menjemputku hati-hati tuan Kim.

Taehyung pun membuka lock screen di handphone-nya dengan cepat saat ia melihat sebuah notification dan tersenyum-senyum sendiri bagai orang orang gila, ia pun dengan cepat membalas pesan dari kekasih imutnya.

-PLUK...

Sebuah penghapus papan tulis mendarat mulus di dahi taehyung, ia pun mengerjapkan matanya dan mencari siapa pelakunya dengan satu persatu membalas tatapan teman-teman sekelasnya namun ia menatap Jimin curiga.

"KIM TAEHYUNG BISA KAU JELASKAN KENAPA AKU MELEMPAR MU DENGAN PENGHAPUS?"

Suara menggelegar Kim Seokjin- seonsaengnim mengalihkan perhatian Taehyung yang mencari pelaku si pelempar penghapus, saat Taehyung menyadari bahwa pelakunya adalah kakaknya sendiri ralat gurunya sendiri ia pun hanya nyegir kuda dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kim Taehyung bisa kau jelaskan pada ku?"

"Um.. ano.. hyung aku.. ah maksudku Se-seokjin- seonsaengnim, a-aku tadi hanya umm.. me-melihat jadwal di handphone ku" jawab Taehyung gelagapan.

"Aku tidak bertanya kau sedang apa Kim taehyung"

"Maafkan aku seonsaengnim"

Yups, hanya Kim Seokjin aka Kakak kandung Taehyung yang dapat menegur Taehyung seperti itu dan berakhir dengan kata maaf yang keluar dari Kim Taehyung.

Biasanya sih apabila di tegur Kim taehyung cuek saja, dan memilih meninggalkan kelas, toh dia tetap menjadi juara umum di sekolahnya. Si tuan Kim-pintar- Taehyung.

.

.

"Sudah lama menungguku?"tanya Taehyung pada pemuda manis yang sedang duduk seraya menatap pemandangan pada sebuah jendela di sudut cafe seraya menyesap cappuccino.

Merasa pertanyaan dan kehadirannya tak dianggap Taehyung pun dengan sengaja menudukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada pemuda manis itu, dan menjilati cream cappuccino yang tersisa di sudut bibir pemuda itu.

"H-hyung! Kau kapan datang?"Jungkook kelagapan.

"barusan kookie-ah, ayo pulang" taehyung menarik tangan Jungkook pelan seraya menuntunnya ke parkiran mobil yang berada di basement, kalian tahu kenapa tempat ini menjadi tempat favorite Jungkook dan Taehyung? tempat ini sangat aman, dan kemungkinan nya sangat kecil bertemu dengan teman-teman sekolah Taehyung atau pun para penggemar Taehyung yang dominannya adalah para wanita. Kecuali orang-orang sejenis seperti Taehyung, yang akan menghabiskan waktu nya disini, Hell Yeah ini adalah cafe mewah dengan gaya eropa yang dominan.

.

.

Mobil Taehyung melaju cepatdi jalanan raya, ia melirik Jungkook sekali-kali lalu tersenyum, karena Taehyung yakin Jungkook akan segera tertidur di saat perjalanan dari cafe ke rumah Taehyung.

Di saat Jungkook tertidur dengan sengaja Taehyung mengusapkan tangannya pada pipi gembil Jungkook , dan mencubitnya pelan tentu Jungkook tidak akan terbangun karena gangguan kecil seperti itu, ia akan terus terlelap dalam tidurnya.

.

.

Taehyung mengangkat tubuh Jungkook kedalam rumahnya saat ia masuk kedalam rumah, banyak maid yang menyambutnya dengan ceria dan sopan, para maid tidak akan terkejut apabila bila mendapati Taehyung yang menggendong Jungkook dalam pelukannya karena itu adalah pemandangan biasa untuk mereka.

Taehyung meletakkan Jungkook di ranjang King size-nya, dan ikut berbaring di sampingnya, Taehyung memeluk Jungkook possessive seraya menciumi pipi gembil Jungkook dengan gemas dan tanpa sadar membangunkan si pemilik pipi gembl itu.

"Ah hyungie mianhe ne, aku ketiduran"ucap Kookie lembut seraya membalas pelukan possessive Taehyung.

"Tidak apa-apa sayang"

Taehyung membelai mesra surai hitam Jungkook, Taehyung merindukan saat-saat seperti ini dimana ia hanya berduan dengan Jungkook, menghabiskan waktunya hanya berdua dan tak ada pengganggu di antara mereka.

"Hyung"

Tiba-tiba Jungkook melepaskan dekapan possessive Taehyung, ia pun mulai bangun dari ranjang King size milik Taehyung membuat kekasihnya bingung dan ikut terbangun dari tidurnya lalu mendudukan diri pada kasur King size-nya seraya menyandarkan diri pada bahu ranjang, Taehyung bersumpah tadi ia melihat kekasih imutnya. Jungkok. menyeringai padaya lalu kekasih imutnya itu dengan segera mengempaskan bokongnya pada kaki Taehyung, dan menautkan lengannya pada tengkuk Taehyung dengan manja.

"Kau mencoba menggoda ku Kim jungkook?" Tanya Taehyung

"Nope my king, aku hanya meminta mu melanjutkan hukuman mu pada ku se-ka-rang" Jawab Jungkook dengan suaranya yang menggoda seraya memberikan senyuman manis nya pada Taehyung.

"Hhmm jadi kau meminta ku melanjutkan hukuman mu dengan cara menggodaku?"

"menurutmu?"tanya

"Baiklah aku menyerah aku sudah tergoda dengan iblis kecil bertampang innocent ini, jangan coba menghentikan ku, dan kau harus ingat hukuman mu akan dilipat gandakan sayang"

Jungkook menyeringai, ia berhasil menggoda kekasihnya.

Jungkook merambati kedua tangannya pada bahu tegap Taehyung, kemudian mengusapkan telapak tangannya pada dada bidang Taehyung yang masih terbalut kemeja sekolah.

Tangan nakal Jungkook sesegera mungkin mempreteli kancing seragam Taehyung dengan tidak sabaran, Taehyung yang melihat Jungkook terus menggodanya pun tidak tinggal diam dari tadi ia sedang meremas-remas bokong Jungkook dan sesegera mungkin membuka sabuk dan kancing celana Jungkook lalu melepaskannya tanpa menyisakan pakaian dalamnya lalu membuang celana tanpa dosa Jungkook sembarang.

"Ahhh... hyungie"

Jungkook melenguh ketika jari-jemari Taehyung menggoda Jungkook dengan melebarkan belahan bongkongnya dan memasuki jari tengahnya pada lubang anal Jungkook, sangat pelan, namun sangat perih yang dirasa Jungkook.

"Hyungie.. sssaakkiitthh"eluh Jungkook

"Arghh kenapa lubang mu masih sempit padahal hampir setiap hari kita melakukan ini?"

Jungkook meremas pundak Taehyung kasar untuk menyalurkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh kekasihnya itu.

Taehyung menyerah, ia tak sanggup melihat Jungkook yang kesakitan ia pun segera mengeluarkan jari tengahnya pada lubang anal Jungkook dan segera bangun dari tempat tidurnya seraya menggendong Jungkook dalam dekapannya Taehyung berjalan ke arah sebuah lemari kayu besar dan membukannya ia segera meraih sebuah botol berukuran sedang yang bertuliskan Lubricant.

Taehyung menghempaskan tubuh setengah telanjang Jungkook ke atas ranjang.

Jungkook memekik kecil, ia segera menangkup tubuh Jungkook, dan melebarkan kedua pahanya lalu menuangkan Lubricant pada lubang anal Jungkook.

Rasa dingin yang Jungkook rasakan pada lubang analnya membuat Jungkook memejamkan ke dua matanya.

"Arrrrrrhhh Taehyungie sakithhhh..."

Jungkook mengerang ketika Taehyung dengan tiba-tiba memasukkan jari tengahnya pada lubang analnya dalam satu sentakkan. Lalu mengeluarkan dan memasukkannya lagi membuat Jungkook meremas seprei putih yang melapisi ranjang king size itu. Ia merasakan rasa sakit serta nikmat bersamaan di saat Taehyung menemukan titik sensitive Jungkook.

Lidah hangat Taehyung menelusuri garis rahang Jungkook, dan berhenti ketika lidahnya bertemu dengan bibir berwarna pink milik Jungkook menghisapnya kuat-kuat membuat bibir kecil Jungkook sedikit membengkak, Jungkook terengah dan membuka mulutnya Taehyung segera melesakkan lidahnya kedalam mulut jungkook, membelit lidah Jungkook.

Jungkook membuka kancing seragamnya sendiri dan membuka kaus dalamnya ia merasa kepanasan ketika jari tengah taehyung tanpa henti keluar dan masuk pada lubang anal-nya dan lidah Taehyung yang terus menawan lidahnya.

Taehyung dengan terpaksa melepaskan ciuman panas mereka dan membatu Jungkook yang sedang melepaskan seragam dan kaus dalamnya dengan sebelah tangannya .

Setelah terbuka ia kembali menyerang bibirnya dan melesakkan lidahnya kedalam mulut Jungkook hampir membuat Jungkook tersedak.

Setelah puas degan bibir dan lidah Jungkook, Taehyung menulusuri perpotongan leher Jungkook dengan lidahnya turun terus sampai lidah Taehyung berada di atas dada telanjang Jungkook dan menekan-nekan gundukan kecil berwarna pink yang sudah tegang, memilinya terus menerus dengan gemas dan menjilatinya

"Aahhh Ta-Taehyung disituhhhh...nghhh"

"Terusshhhhh...aaaahh aku mau keluar"

Dengan semangat Taehyung terus menusuk-nusuk lubang anal Jungkook dengan jarinya.

Tak lama Kejantanan Jungkook menegang dan sebelah tangan Taehyung segerah meraih kejantanan Jungkook mengocoknya terus menerus tanpa ampun. Kejantan Jungkook berkedut.

Desahan panjang Jungkook mendominasi ruangan, cairan sperma yang keluar dari kejantannya menyembur mengenai tangan Taehyung yang berada di kejantannya.

Tubuh Jungkook lemas seketika. Nafasnya terengah-engah.. peluh keluar dari seluruh tubuhnya.

Permainan jari Taehyung yang berada pada anal Jungkook pun ikut berhenti, Taehyung menikmati sebuah pemandangan indah di bawahnya ini. Jeon Jungkook yang terengah-engah sesekali menjulurkan lidahnya dan berusaha meraup oxygen sebanyak-banyak dengan mulutnya dan hidung nya. Taehyung tersenyum bahagia.

.

.

"Sayang, bantu aku dengan ini" Taehyung menunjuk-nunjuk ke arah gundukan pada celananya, sebenarnya taehyung sudah sangat sesak dari tadi melihat Jungkook mendesah dan menikmati permainan Taehyung.

Jungkook membelalakan matanya ia hampir lupa baru ia saja yang terpuaskan disini, ia pun segera membuka kancing celana Taehyung dan resletingnya menurunkan celana Taehyung dan melepaskan nya, menyisakkan pakaian dalam Taehyung ia pun membuka perlahan-lahan pakaian dalam Taehyung, dan kejantanan milik Taehyung yang lebih besar dari miliknya berhasil menampar wajahnya.

Ia pun menciumi kejantanan Taehyung dan mengocoknya pelan.

"Taehyung-hyung bo-bolehkah aku langsung me-memasukkan nya saja pada diriku?"Tanya Jungkook ragu-ragu.

"Tentu sayang" Jawab Taehyung, ia pun menaiki ranjang dan tiduran dengan posisi telentang.

Kejantan Taehyung berdiri menantang gravitasi, membuat Jungkook tertantang untuk segera memasukkannya pada lubangnya. Jungkook pun segera menduduki perut Taehyung dan mundur menggesek-gesekkan bokong sintalnya pada Kejantanan besar milik Taehyung.

"Ah.. ngghhh enaakkkkhhh...arghh Taetae-hyunghhh"

"Ah.. kookie-ah kau terus menggodakuhhh"

Taehyung mendesah karena ia sudah tidak tahan dengan kelakuan Jungkook yang terus-menerus menggesekkan bokongnya dan melupakan niat awalnya, ia pun mencengkram pinggang Jungkook dan menghentikan pergerakannya di atas tubuh Taehyung dan ia pun dengan segera mengangkat tubuh Jungkook dan mengarahkan kejantanannya pada lubang jungkook.

Kini kejantanan Taehyung sudah berhasil memasuki lubang Jungkook.

"sakiiitthh"rengek Jungkook.

Taehyung menarik tubuh Jungkook dan membuat Jungkook menunduk ia pun segera menciumi bibir bengkaknya untuk mengurangi rasa sakit pada lubang anal Jungkook dan memilin nipple Jungkook dengan jari-jari kurusnya membuat Jungkook mendesah dan melupakan rasa sakit pada lubang analnya.

Taehyung pun bergerak di bawah tubuh Jungkook, menusuk-nusuk lubang Jungkook dengan perlahan namun kelama-lamaan menjadi cepat.

"Ah.. ah... Taehyung terussssss...aaahhhhh"

Taehyung menyeringai.

"Wah kekasih ku yang innocent ini binal juga rupanya, bagaimana ya reaksi murid-murid disekolah tahu seorang Jeon Jungkook si anak cupu sebinal ini kalau di atas ranjang?"goda taehyung pada Jungkook.

"Hah-hah-hah.. aku hanya menunjukkan sifat asli ku hanya kepada satu orang, lagi pulahhh ahhhh... aku tidak peduli" jawab Jungkook terengah ketika kejantanan taehyung menemukan titik kenikmatan milik Jungkook.

"Apa maksudnya sayang? Tidak ada yang boleh melihat tubuh mulus mu ini selain aku" kata Taehyung possessive, ia pun menggerakkan tubuhnya semakin cepat dan menabrakan kejantanannya dengan keras pada prostat Jungkook.

"Aaahh..."Jungkook menjerit rasa ngilu menjalar kepunggung nya ketika Taehyung semakin kasar menggerakkan kejantanannya pada lubang anal miliknya.

"Sepertinya aku akan terus menambah hukuman mu"

"Aaah.. jangan hukum aku Taehyungghhh..."kata Jungkook menimpali namun Taehyung semakin giat menghajar lubang anal-nya.

.

Taehyung tidak peduli dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh Jungkook pada lengannya karena Jungkook terus menerus mencengkram kedua lengannya.

"Ahhhh...ahhhh...ahhh... aku mau keluarrhhh..."kata Jungkook

"Ayoo kita keluarkan bersama!"

Taehyung pun semakin cepat dan menambah tenanga nya, Jungkook mendesah panjang dan mengeluarkan spermanya mengenai perut Taehyung, disusul dengan Taehyung yang menyeburkan spermanya pada lubang anal Jungkook.

Jungkook merasa penuh sekarang dengan cairan orgasme Taehyung, ia pun abruk dan jatuh keatas tubuh Taehyung yang siap menopangnya dan mendekapnya erat.

"aku mencintai mu hyung"kata Jungkook membuat perasaan Taehyung hangat.

"aku lebih mencintai mu Jungkook"timpal Taehyung seraya mengecup dahi Jungkook dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Taehyung dan Jungkook pun tertidur.

.

.

.

To Be Continued


Oh iya makasih ya reviews nya aku kira FF ku gak bakalan dapet perhatian dari kalian :')

ternyata lumayan banyak muehehe

ini dia hadiah update FF nya lebih cepat, oh iya karena selasa aku ada UAS sampai 3 Minggu mungkin aku akan update FF nya telat dan agak lama jangan marah yaa... minta doanya juga^^

semoga aku sukses saat mengerjakan UAS ku nanti..

maaf juga kalau adegan mature-nya kurang Hot hehehe sekian. see you next time :*