Taehyung tidak peduli dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh Jungkook pada lengannya karena Jungkook terus menerus mencengkram kedua lengannya.

"Ahhhh...ahhhh...ahhh... aku mau keluarrhhh..."kata Jungkook

"Ayoo kita keluarkan bersama!"

Taehyung pun semakin cepat dan menambah tenaga nya, Jungkook mendesah panjang dan mengeluarkan spermanya mengenai perut Taehyung, disusul dengan Taehyung yang menyeburkan spermanya pada lubang anal Jungkook.

Jungkook merasa penuh sekarang dengan cairan orgasme Taehyung, ia pun abruk dan jatuh keatas tubuh Taehyung yang siap menopangnya dan mendekapnya erat.

"aku mencintai mu hyung"kata Jungkook membuat perasaan Taehyung hangat.

"aku lebih mencintai mu Jungkook"timpal Taehyung seraya mengecup dahi Jungkook dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Taehyung dan Jungkook pun tertidur.

.

.

.


Tittle : The Crazy Challenge

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook, Park Jimin

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING BL (Yaoi) maybe you don't like it please go away.


.

.

.

Jungkook masih nyaman bergelung dengan halusnya selimut dan menikmati rona matahari pagi yang masuk dari celah-celah jendela pada sebuah kamar besar yang ia tempati saat ini, namun tiba-tiba ia terhenyak ketika ada sebuah pergerakan kecil dibawahnya dan berhasil membuatnya mendesah dengan tiba-tiba.

"Ahh hyungiieehh jangan bergerak seperti itu mmhh"

"Kenapa hum?"

Suara berat Taehyung membuat Jungkook bergidik.

"Tolong keluarkan ituuhh"

"Itu apa sayang?"

"Hyungiiiee itu ih!" rengek Jungkook ia sangat sebal karena Taehyung menggodanya terus menerus.

"Bisa kau jelaskan dengan rinci sayang?"tanya Taehyung seductive.

Sorot manik kelam Taehyung menatap Jungkook dengan serius lalu sudut bibirnya menekuk keatas menampilkan sorot bahagia.

Ia sangat bahagia karena wajah kekasihnya memerah, entahlah memerah karena marah atau karena kelakuan Taehyung saat ini, intinya ia sangat suka wajah Jungkook yang memerah seperti tomat.

"Hyuuunnnggg aaahhh jangan bergerak aanngghh"

Desah Jungkook tiba-tiba, Jungkook menyerah karena perlakuan Taehyung.

Sepertinya pagi Jungkook akan hancur karena tingkah usil Taehyung.

Mari kita doakan Jungkook semoga ia masih bisa berjalan dengan benar untuk hari ini.

.

.

Bunyi ponsel Taehyung berdering mengusik ketenangan Jungkook dan Taehyung yang sedang asik menoton film seraya makan pop corn bersama tak lupa Jungkook yang duduk di atas pangkuan Taehyung, ia rela melakukannya karena Taehyung mengancam nya dengan melaukan sex in the public apabila ia tidak menuruti permintaan nya saat ini.

Hell yeah, Jungkook masih punya malu untuk melakukan hal bodoh seperti itu.

.

"Hyung angkat teleponnya"pinta Jungkook.

Taehyung pun segera bangun dari duduk nya seraya mengaitkan kaki Jungkook kepinggangnya agar ia dengan mudah mengangkat tubuh Jungkook saat ia ingin mengambil ponsel yang ia letakan di atas nakas yang lumayan jauh dari sofa diruang theater pribadi milik Taehyung.

"Yeoboseyo?"

"Taehyung kenapa kau tidak masuk sekolah huh?"

Suara cempreng dari ujung telepon membuat Taehyung menjauhkan teleponnya dari telinganya.

"Maaf ya Jiminie aku..."

Taehyung diam ia nampak memikirkan sesuatu.

"Oh iya Jim siapkan hadiah mu ya, bye~"

Taehyung pun dengan tiba-tiba mematikan ponselnya dan meletakannya lagi di atas nakas ia pun segera berjalan kearah sofa menghempaskan dirinya dengan sembarang membuat Jungkook memekik pelan seraya memicingkan matanya.

.

Di lain tempat.

"Heeehh? Yeoboseyo?"

"Taehyung?! Ah shit brengsek kau!"

Jimin kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh Taehyung dan dengan kurang ajar nya ia mematikan sambungan teleponnya sembarang, ia juga meminta Jimin menyiapkan hadiahnya, kurang ajar apa coba si Kim Taehyung ini.

.

.

Jungkook sedang asyik berguling-gulingan di atas ranjang empuk Taehyung seraya melilitkan tubuhnya dengan selimut, ia sangat senang melakukan hal yang kekanakkan seperti ini karena menurutnya ini sangat mengasyikkan.

Jungkook tertawa senang, ia terus menerus mencari kelembutan dan hawa sejuk yang menempel pada selimut Taehyung, tanpa sadar ia membuat sprei yang menempel pada ranjang sudah tak karuan bentuknya.

Ia terus berguling-guling kesana kemari tanpa henti dan menarik satu bantal yang biasa di pakai oleh taehyung untuk ia peluk.

"Jung-.."

"Yah... apa yang kau lakukan anak nakal!"Taehyung menjerit kesal.

"Ma-maafkan aku hyung a-aku..."

Jungkok terbata-bata.

Taehyung pun menghampiri Jungkook dengan mendelikkan matanya dan melipat kedua tangannya dengan sedikit mendengakkan kepalanya, raut wajah Taehyung tampak kesal dan sangat jengkel dengan kelakuan Jungkook.

yang benar saja anak itu?.

Ia membuat ranjang kesayangan taehyung yang sudah rapi terlihat sangat berantakan.

Ya walaupun Taehyung tak membereskan sprei ranjang nya sendiri tapi ia tetap merasa jengkel dengan kelakuan jungkook yang kelewat kekanakkan.

Terpujilah kelakuan bodoh mu Kim jungkook ralat Jeon Jungkook, yang telah membuat Kim Taehyung kesal.

.

"Jungkook sepertinya kau sangat suka ku hukum ya?"tanya Taehyung.

Jungkook bergidik ngeri karena pertanyaan Taehyung yang terlihat seperti sebuah ancaman untuknya.

"Aku tidak suka di hukum hyung, apa kau tidak punya hati selalu menghukumku terus menerus?" tanya Jungkook seraya mengerucutkan bibir cherry nya.

"Ya Tuhan, Kim Jungkook berhentilah menggoda ku" keluh Taehyung.

"Aniyo, aku tidak sedang menggoda hyung" Jungkook semakin mengerucutkan bibirnya dan mengembungkan kedua pipi gembilnya.

Taehyung mengusap wajahnya kasar, ia terlihat frustasi dengan sikap Jungkook, sebenarnya ia sangat gemas dan ingin sekali memakan Jungkook saat ini, tapi kalau di pikir-pikir tadi pagi ia sudah melakukannya dengan Jungkook dan ia juga takut Jungkook kelelahan karena itu.

Taehyung tak mau Jungkook kesayangan nya jatuh sakit karena kelelahan.

"Arraseo, aku mengerti aku tak akan menghukum mu tapi.."

Taehyung menggantungkan kalimat pada ucapannya, membuat Jungkook bingung dan tampak penasaran sekaligus takut karena bisa saja taehyung memberikan sebuah hukuman baru tapi ini tidak masuk dalam kategori 'hukuman' seperti itu.

"Tapi..?" tanya Jungkook takut-takut.

Taehyung memberikan sebuah senyuman manisnya.

Jungkook malah tampak bingung dengan sikap Taehyung.

"Apakah kau bersedia hubungan kita go public?" tanya Taehyung.

Jungkook terdiam, ia nampak memikirkan sesuatu, dan Taehyung menatapnya khawatir.

"Hyung aku.."

Wajah Jungkook nampak ragu dengan perkataannya.

"Aku janji akan melindungi mu, tapi apabila kau tak mau kita go public aku tak apa"

Taehyung menggenggam kedua tangan Jungkook, ia menautkan kedua jarinya.

"Entahlah hyung aku sedikit takut, kau tahu kan aku? Umm... apa kau tak malu apabila kita go public?"

"Untuk apa aku malu? Kau adalah bunny terimut yang pernah ada Jungkook"

"Ya! Aku manusia!" keluh Jungkook.

"hahaha, di mata ku kau adalah kelinci imut yang siap disantap oleh singa lapar seperti ku"

Taehyung terkekeh karena ucapan asalnya.

"Ya aku serius" Jungkook mendelik.

Sungguh, Jungkook kadang bingung dengan kekasih nya ini, kekasihnya itu sangat aneh, tak terduga, kadang kekasihnya itu terlihat dungu karena tingkah absurd-nya kadang terlihat pintar dengan ide-ide briliant yang keluar dari otaknya dan membuat semua orang tercegang.

.

"Jadi tuan Kim apa keputusan mu?"tanya Taehyung.

"A-apa kau ingin kita go public agar kau bi-bisa, umm mendapatkan hadiah mobil porsche milik Jimin?" Jungkook malah bertanya balik pada Taehyung, ia memberiakan pertanyaannya dengan hati-hati.

"Yatuhan aku tidak seburuk itu, maksud ku lain Jungkook"

Taehyung menegaskan pertanyaannya, ia takut Jungkook salah paham dengan maksudnya.

"Hahaha aku bercanda hyung" Jungkook tertawa ia berusaha mencairkan suasana yang terlihat sedikit menegang di antara mereka.

Jungkook semakin mengeratkan jari-jemarinya pada jari-jari panjang taehyung.

"Jadi?" tanya Taehyung hati-hati.

"Aku tidak mau go public" Jungkook menggeleng pelan.

"Maksud ku bukannya tak mau tapi aku tidak siap, aku hanya takut, bukan, bukan aku takut dan tidak menyanyangi mu tapi, aku.. sedikit ah bukan aku be-belum.. siap dengan semua konsekuensinya, aku juga tidak mau merepotkan mu, apa kau bisa mengerti?"

Tanya Jungkook pancaran mata Jungkook terlihat sangat khawatir. ia sedikit ingin menangis.

Taehyung mendekap tubuh Jungkook, ia mengusapkan telapak tangannya pada rambut bagian belakang Jungkook.

"Maafkan aku, apa aku menyakiti mu?

"Hyung maaf kan aku, aku sedikit egois" Jungkook menangis.

"Tidak-tidak aku yang seharusnya minta maaf, awalnya aku menginginkan kita menyembunyikan hubungan kita tapi aku sekarang dengan seenaknya menginginkan kita berdua go public tanpa memikirkan perasaan mu dan ketakutan mu"

Taehyung menyesal dengan ide go public nya tadi, mungkin sekarang Jungkook ketakutan dan khawatir karena memikirkan ini.

Ah iya Taehyung jadi teringat tantangan gila Jimin, ia akan membatalkan tantangan bodohnya, ia sudah memikirkan matang-matang untuk selalu menyembunyikan hubungan rahasianya dengan Jungkook dan terus melindungi Jungkook dari segala macam ancaman yang mungkin akan menimpanya lagi.

Karena taehyung tidak membutuhkan hadiah kecil Jimin, ia hanya membutuhkan Jungkook untuk hidupnya, selamanya hingga akhir.

.

.

"Good morning Taehyung" sapa Jimin pada Taehyung.

"Morning Jim, oh iya aku ingin mengatakan sesuatu"

"Ah aku tahu kau pasti akan meminta hadiah mu kan? Ini" tanya Jimin seraya melemparkan kunci mobilnya pada Taehyung dan segera Taehyung tangkap.

"Aku tidak membutuhkan ini Jim" ucap Taehyung seraya berjalan ke arah meja Jimin.

"Ke-kenapa kau yang minta di teleponkan?" tanya Jimin, ia nampak kebingungan dengan sikap Kim taehyung.

"Ayo hentikan tantangan gila ini, aku tidak mau menyakiti orang lain"

"Huh? Kepala mu terbentur kemarin? Apa kau mulai gila?"

"Anggap saja begitu"

"Okay, kau membatalkan tantangan mu dan aku anggap kau kalah Kim taehyung, aku akan memberikan tantangan ini pada orang lain"ucap Jimin enteng.

Tiba-tiba raut wajah Taehyung berubah emosi, rahangnya mengeras, tapi ia berusaha keras menyembunyikan itu semua.

"Jangan ganggu Jungkook, maksud ku cari saja korban lain untuk tantangan mu karena Jungkook membosankan"

Taehyung mengucapkannya asal.

"Ah jadi itu, baiklah aku akan mengganti target ku, aku paham" ucap Jimin

"Aku tau kau begini karena kau jatuh cinta padanya iyakan?" goda Jimin seraya menyenggol lengan Taehyung dengan sikutnya.

"Bisa dibilang begitu"

"waah daebak, uri Taehyungie sudah besar rupanya"

Jimin tersenyum karena ia merasa berhasil menggoda sahabatnya itu.

"Diamlah Jimin" tegur Taehyung.

"Ambil ini"

Jimin menyerahkan kunci mobilnya pada Taehyung, tapi Taehyung tampak bingung dengan maksud Jimin.

"Oh, aku tidak akan mengirimkan video atau foto saat aku dan Jungkook berhubungan seks"

"Hey aku tidak menginginkan itu cabul, aku hanya memberikan mobil ku secara cuma-cuma"

"Kenapa?"tanya Taehyung bingung.

"Aku bosan dengan mobil ku, dan aku akan mendukung mu mendapatkan hati Jungkook" Jawab Jimin.

"Okay thanks aku tidak akan mengembalikan kuncinya walaupun kau berubah pikiran" goda Taehyung.

"Aku tidak menyesal" ucap Jimin.

"Terimakasih bedebah brengsek Park Jimin aku menyanyangi mu sahabat ku"

Taehyung mengatakan itu dengan tulus.

"Kau mencintaiku sambil mengumpat? dasar brengsek aku juga menyanyangi mu sahabat ku yang cabul" Jimin menimpali perkataan Taehyung lalu mereka tertawa bersama.

.

.

Seorang pemuda kelinci berdiri pada sebuah balcony yang berhadapan langsung dengan halaman depan pada rumah besarnya, ia sedikit melamun.

Pandangannya terus terfokus pada pada langit sore, yang berwarna Jingga sangat indah dimatanya ia pun tersenyum, karena ia membayangkan kenangan indahnya dengan sang kekasih lalu ia ingin tersenyum sekali lagi sebelum sebuah klakson mobil menghancurkan bayangan indahnya.

Pemuda kelinci itu memperhatikan sebuah mobil Porsche hitam masuk kedalam pekarangan rumahnya.

"Jimin?" ia membulatkan kedua matanya karena ia sangat bingung untuk apa Jimin kerumahnya.

Ia pun segera masuk kedalam rumahnya sebelum ia masuk suara yang ia kenal mengintrupsinya.

"Jungkook sayang!" Teriak pria itu

Ia pun segera menghampiri pagar balcony nya lagi untuk memastikan suara yang ia kenal.

Pria kelinci yang di ketahui bernama Jungkook itu hampir terkena serangan jantung mendadak, karena ia melihat seorang pemuda tampan yang memakai suit hitam dengan dasi berwarna emas dan kemeja putih yang sangat pas di tubuhnya dan sedang setengah berjongkok seraya memegang sebuah kotak beludru warna emas yang serasi dengan dasinya.

Pria itu pun berteriak.

"Jeon Jungkook maukah kau bertunangan dengan ku?"

Jungkook menutup mulutnya yang ternganga lebar karena melihat pria yang ia kenal dan sekaligus menyandang status kekasihnya itu mengajaknya bertunangan.

Ia pun segera berlari kedalam dan berniat menghampiri pria itu.

Ibu dari pemuda kelinci itu pun melihat anak semata wayangnya yang tergesa-gesa keluar rumah dan menuju pekarangan besar dirumahnya itu pun menjadi bingung lalu mengikuti langkah tergesa-gesa anaknya, ia semakin bingung karena para maid tampak ramai di depan teras rumahnya seraya berdecak kagum.

"Omo, omo" Nyonya Jeon kaget bukan main ketika ia melihat anak semata wayangnya berdiri disana dengan seorang pria yang masih setengah berjongkok seraya mengulurkan satu tangannya yang mengenggam sebuah kotak beludru.

"Jeon Jungkook, maukah kau bertunangan dengan ku?"tanya pria itu lantang.

Jungkook yang mengetahui ibunya menyaksikan adegan ini segera menoleh kearah ibunya untuk meminta persetujuan. Ibunya pun mengangguk.

Jungkook tersenyum bahagia.

"Aku mau Kim Taehyung" Jawab Jungkook senang.

Taehyung pun berdiri dari sana dan memasangkan cincin emas di jari manis tangan kanan Jungkook.

Ia pun pun memeluk kekasihnya dengan senang.

"Yeoboseyo appa" nyonya Jeon menelepon suaminya.

"Ya?"sahut pria tua namum tidak terlihat tua di ujung telepon.

"Jungkook bertunangan dengan kekasihnya Kim Taehyung" ucap nyonya Jeon senang.

"Apa? Aku sangat senang" pria itu sangat bahagia mendapat kabar dari istri tercintanya, ia hampir meneteskan air mata nya karena terlalu bahagia.

"Cepat pulang ne, jangan lupa kabari tuan Kim dan nyonya Kim disana anak mereka mengajak anak kita bertunangan"

"Okay, sampai jumpa istri ku"

"sampai jumpa ne, saranghae"

"nado"

Sambungan telepon itu terputus, nyonya Jeon pun melihat ke arah anak mata sewayangnya yang masih memeluk namjachingu-nya ia sangat bahagia melihat itu.

"Saranghae Jeon Jungkook" ucap Taehyung yang memeluk Jungkook sangat erat.

"Nado saranghae hyung"sahut Jungkook.

Mereka pun melepaskan pelukan mereka dan tersenyum bahagia lalu melihat kearah nyonya Jeon yang ikut tersenyum bahagia.

.

.

.

The End


Weh apa ini :'v

maaf kaan aku ceritanya kalau gak nyambung dan rada gaje gitu, dengan berat hati aku menyatakan cerita ini selesai hahahaha

aku mau ngadain vote nih apakah kaliah bersedia, aku membuat sequel untuk fanfict ini?

kalau enggak aku mau buat story baru dengan pair yang sama :3

kalau banyak yang mendukung dan minta sequel aku bakalan buat sequelnya.

terimakasih juga dengan review kalian dan maaf banget aku gak bisa bales semua review nya satu-satu karena aku lagi sibuk jadi panitia festival plus UAS yang belum selesai.

Sekali lagi terima kasih banyak reviewnya :))