Yoo~ minna-san, apa kabar. Author sok akrab… sudahlah abaikan author yang satu ini. Saya kembaliii monggo.. dibaca chap 2.
Sebelumnya:
'Sepertinya ini cocok untuk ku, baiklah aku akan memakai ini saja' batinnya. Sekarang Sakura sudah siap untuk pergi, setelah membaca pesan balasan dari Ino yang mengatakan bahwa Ino sudah menuggunya di halaman depan rumah Sakura dan saat Sakura melihat dari kaca jendelanya, ternyata benar saja mobil milik Ino sudah terparkir rapi disana.
Lantas Sakura langsung melesat tak lupa ia membawa tas kecil miliknya dan langsung menghampiri Ino.
.
.*.*.*.
.
Hollow In My Heart © 1522Htk
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
SUMMARY : Kisah perjuangan seorang pemuda untuk membuktikan "Cinta sejati itu ada"
GENRE : Romance / Drama
WARNING : Sepertinya Banyak Typo,EYD berantakan, abal & gaje dll .
.
DON'T LIKE DON'T READ! ^^
~¥ SELAMAT MEMBACA ¥~
.
.
Sakura langsung menempati bangku di samping Ino, kemudian mobil yang mereka kendarai melesat membelah jalanan kota yang ramai.
"Oh iya, aku lupa memberitahumu Forehead. Kalau Sai-kun juga akan membawa temannya nanti, kau tidak keberatan kan?" Tanya Ino masih sambil menyetir.
"Yaa." Balasan singkat dari Sakura.
"Terima kasih kau memang sahabat ku."
Susasana mobil kembali hening, tapi suasana ini sudah terasa biasa bagi kedua sahabat ini. Mereka tidak canggung ataupun risih malahan mereka merasa nyaman sekalipun terasa hening.
Tak lama mereka sampai di sebuah Club bernama 'The Chidori's Club' yang berada di tengah-tengah kota Tokyo. Club ini cukup terkenal dikalangan masyarakat menengah ke atas.
Banyak rumor yang bilang bahwa pendiri Club ini adalah anak bungsu dari keluarga Uchiha yang terkenal itu.
Kemudian Ino membawa mobilnya menuju area parkir yang sudah disiapkan, tentunya oleh pemilik Club.
Ino mulai mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya,"Ayo Forehead sebaiknya kita cepat masuk, diluar sini sangat dingin." Ucap Ino, yang telah memarkir kan kendaraan nya dan juga telah menguncinya tentu saja.
Sakura hanya mengangguk, mengiyakan sahabatnya itu. Sekarang mereka sedang jalan beriringan, menuju ke pintu utama Club tersebut.
Setelah sampai di depan pintu, sebelum melangkah masuk mereka memberikan kartu identitas mereka terlebih dahulu, pada seorang Bodyguard yang berjaga di depan pintu.
Karena ini adalah Club yang terkenal jadi tidak sembarang orang dapat masuk ke tempat ini, terutama bagi para pelajar dan anak di bawah umur.
"Sudah lama anda tidak kesini nona Ino," Sapa salah seorang Bodyguard yang sedang memeriksa tanda pengenal milik Ino.
"Yahh, akhir-akhir ini sedang banyak pekerjaan. Bagaimana denganmu Kisame, apa kau sudah mendapatkan kekasih?" Canda Ino pada Kisame.
"Ya sebentar lagi, aku akan mendapatkannya." Kemudian mereka tertawa bersama.
"Baik, silahkan menikmati malam anda nona." Kisame mempersilahkan Ino dan Sakura masuk.
Ya... kebanyakan orang-orang Club memang mengenal Ino karena biasanya setiap akhir pekan, ataupun setiap malam ia akan bermain di Club ini. Tentu saja bersama dengan kekasihnya Shimura Sai, jadi tentu banyak yang mengenalnya.
Pertama yang mereka dapatkan setelah memasuki ruangan ini adalah bising musik yang menyapa mereka, dan juga lautan manusia yang ada di Dance floor menikmati musik yang di mainkan oleh DJ.
"Sakura sebaiknya kau menunggu ku di sana!?" Teriak Ino karena, kalau ia berbicara seperti biasa pastinya tidak akan terdengar karena suara musik ini.
Dan hanya dibalas anggukan oleh Sakura, ia pun mulai berjalan mencari tempat yang sebelumnya ditunjuk oleh Ino.
Sekarang Sakura sedang duduk di sebuah Sofa berwarna merah marun yang tempatnya tidak terlalu di pojokan, kalau Ino sedang memesan minuman untuk mereka.
Sebenarnya Sakura agak risih jika harus ke tempat ini, apa lagi malam ini dia hanya memakai Hotpans berwarna hitam dan Sweater berwana cream, yang dipadukan dengan High heels.
Karena tempat seperti ini adalah tempatnya orang-orang mencari kesenangan, dengan berbagai macam misalnya mereka akan meminum minuman beralkohol tinggi untuk menghilankan beban kehidupan, bahkan ada yang mencari kesenangan dengan One night stand ya you know lah...
.
.
.
"Heii.. " Sapa Ino pada seorang Bartender yang ada di depannya.
"Oh hai Ino, bersama siapa kau disini?" Tanya Bartender yang tadi Ino sapa.
"Aku bersama sahabatku, bagaimana denganmu Dei?"
"Terima kasih aku baik-baik saja" Jawab Deidara, ya Deidara juga salah seorang kenalan Ino di Club ini.
"Jadi apa yang ingin kau pesan?" Deidara menumpukan kedua tangannya di meja Bar sambil menunggu jawaban dari Ino.
"Aku pesan Vodka saja" Ucap Ino sambil mendudukan diri di salah satu bangku yang ada.
.
.
'Kami-sama, sebenarnya dia pergi kemana.'
Sakura mulai merasa risih duduk di Sofa ini sendirian, bukan karena ia tidak memiliki pasangan. Tapi ia merasa sedang di perhatikan dari tadi.
Apalagi orang-orang yang melewatinya pasti akan meliriknya dahulu sebelum benar-benar pergi, belum lagi pemandangan-pemandangan yang mengusik ketenangan jiwa.
Dan tanpa sengaja Sakura melihat dua orang manusia. Yang tengah asik bercumbu di pojok-pojok ruangan, menghiraukan orang lain yang ada di sekitar mereka.
'Tempat ini sangat tidak baik untuk kesehatan mataku' Batin Sakura merasa jijik pada orang-orang yang tidak tau malu itu.
Padahal ia sudah berpakain tertutup seperti ini, masih saja ada orang yang jahil padanya.
Apa harus Sakura memakai daster yang panjangnya dari atas hingga bawah tapikan gak elit, masa kalian ke Club memakai daster.
Ia tidak mau membayangkan jika hanya memakai baju kekurangan bahan seperti yang Ino pakai.
Dan akhirnya Sakura memutuskan untuk menghampiri Ino.
Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya, dan mulai mencari Ino diantara lautan manusia.
Setelah melewati beberapa orang, akhirnya Sakura melihat Ino yang sedang bercanda gurau dengan salah seorang Bartender.
"Hei.. Pig apa saja yang kau lakukan? Aku menggumu dari tadi!" Ucap Sakura setengah kesal pada sahabatnya yang satu ini.
"Ishh, aku kan sudah bilang untuk menunggu Forehead." Kata Ino sambil menatap Sakura yang tengah mendudukan dirinya di kursi sebelah Ino.
"Kau mau aku mati disana?" Geram Sakura pada Ino, yang sedang menatapnya.
"Ish kau terlalu jutek Sakura, aku yakin tidak akan ada yang mau denganmu kalau kau begitu." Kata Ino, Sakura yang dengar celotehan Ino memutar matanya.
"Memangnya kenapa kalau tidak ada yang mau denganku, aku juga suka kehidupanku yang tak terusik ini." Sakura jengah dengan Ino yang s'lalu membicarakan laki-laki padanya.
"Sudah...tidak baik dua sahabat bertengkar, baiklah ini Vodka untuk dua wanita cantik yang ada di hadapanku," Ucap Dei melerai mereka.
Ino yang tadinya memanyunkan bibir menjadi tersenyum. Karena minuman yang ia tunggu akhirnya datang padanya, ia langsung mengambil gelas miliknya dan menyesap Vodka miliknya.
"Huhhh minuman ini semakin lama semakin enak saja rasanya."
Sakura hanya diam tanpa menyentuh minuman miliknya, Ino yang melihat hanya tersenyum ia sebenarnya tau kalau Sakura tidak terlalu suka dengan Vodka. Tapi yang memberikan nya kan bukan ia, melainkan Deidara yang memberikannya.
Lalu Ino berinisiatif memperkenalkan Sakura dengan Deidara.
"Oh iya Deidara perkenalkan ini temanku Sakura." Ucap Ino pada mereka berdua.
Kemudian Deidara terlebih dahulu menjulurkan tangannya untuk bersalaman, Sakura yang agak ragu mau tidak mau mulai menjabat tangan milik Deidara.
Tangan Deidara yang besar menggenggam tangan milik Sakura yang lentik, Deidara tersenyum saat memegang tangan Sakura dan mau tak mau Sakura pun ikut tersenyum, lagi pula ia juga tidak mau di cap sebagai wanita yang tidak sopan.
Ini untuk menjaga Image nya, sejujurnya Sakura juga jarang bersentuhan dengan pria karena ia juga tidak suka berada di dekat laki-laki.
"Dei, Deidara." Deidara tersenyum hangat saat memperkenalkan dirinya.
"Sakura, Haruno Sakura." Sakura melepas jabatan tangan mereka sambil tersenyum juga.
"Jadi, apa yang sedang dilakukan para wanita cantik ini disini?" Tanya Deidara pada Sakura dan Ino.
"Kami sedang menunggu kekasih kami Dei," Jawab Ino yang dihadiahi tatapan mendelik dari Sakura tidak terima dengan kata 'menunggu kekasih' yang baru saja dikatakan oleh Ino.
Ino yang sedang ditatap hanya cengengesan menanggapi Sakura.
"Apa? Benarkan aku sedangg mennunggu . , oh iya aku lupa, kau kan tidak memiliki kekasih Forehead." Gurau Ino pada sahabatnya.
"Ehh, Deidara-san apakah kau punya lakban disini?" Tanya Sakura.
"Ehm sepertinya tidak ada, dan panggil saja aku Dei aku merasa tua jika kau panggil seperti itu," Ucap Deidara yang mengundang tawa Ino.
"Oh, baiklah Dei."
"Bhakk haha kau kan memang sudah tua, jangan merasa bahwa dirimu masih muda Dei." Sanggah Ino yang mendengar pengakuan milik Deidara.
"Hmm.. bisakah aku meminta Cocktail saja Dei?" Tanya Sakura.
"Oh, baiklah tunggu sebentar," Ucap Deidara.
Dan percakapan kembali berlanjut antara dua sahabat ini.
.
.
.
Mobil berwarna Silver itu melaju kearah sebuah gedung yang bertuliskan 'The Chidori's Club'.
"Jadi, kau masih berhubungan dengannya Sai?" Ucap seorang pemuda yang tengah menjalankan mobilnya kearah area parkir Club tersebut.
"Ya tentu saja, dan tak lama lagi kami akan bertunangan." Sai melemparkan seyuman andalannya kearah pemuda itu.
"Jadi, bagaimana denganmu Kakashi, masih belum ada yang tepat huh," Ejek Sai pada Kakashi.
"Tch. Dasar cerewet" Kakashi jengkel pada Sai yang s'lalu saja mengungkit masalah itu, bukannya ia tidak mau. Hanya saja belum ada yang... ah sudahlah.
Sedangkan Sai hanya terkekeh, ia sangat menyukai saat dimana ia tengah mengejek Kakashi. Baginya itu adalah hiburan bisa melihat temanmu jengkel karena ejekanmu.
Ya, mereka adalah Shimura Sai dan juga Hatake Kakashi.
Sekarang mereka sudah ada di depan gedung 'The Chidori's Club'.
Setelah memberikan kartu identitas mereka pada para Bodyguard yang berjaga, dan tak lupa juga mereka memberikan Tip.
Lantas mereka masuk ke dalam, dan saat mereka masuk bissing suara lah yang pertama menyapa mereka.
Sai mengisyaratkan Kakashi untuk mengikutinya, karena kalau mereka tetap disini para wanita tak akan membiarkan mereka lepas.
Setelah melewati beberapa kerumunan orang, Sai melangkahkan kakinya menuju Bar yang berada di dekat area Dance floor.
"Hai Ino-chan, apa kau lama menunggu?" Tanya Sai, pada kekasihnya. Sambil merangkul mesra pinggang Ino.
Sedangkan Sakura s'lalu jengah jika melihat sepasang kekasih ini. Terkadang mereka suka sekali mengumbar kemesraan dimana-mana.
"Tidak, kami juga baru saja sampai." Ucap Ino, yang juga tengah merangkul leher kekasihnya.
"Ingatlah bahwa aku masih disini." Sindir Sakura dan Kakashi secara bersamaan. Dan pandangan mereka pun bertemu, manik Emerald itu bertatapan dengan manik Onyx yang kelam.
"Ya ampun, padahal kalian baru bertemu tapi sudah serasi." Ejek Ino pada keduanya.
Sakura memutar mata/ jengah dengan kata-kata Ino. Sementara Kakashi masih setia memandangi Sakura.
'Menarik' Ucap batin Kakashi, rambut dan mata Sakura terlihat unik dimatanya. Sesuatu dari diri Sakura, telah membuat pemuda berumur 28 tahun ini tertarik. Walau hanya dari tatapan saja.
"Perkenalkan namaku Hatake Kakashi." Tanpa menggu Sai memperkenalkannya. Kakashi menjulurkan tangannya terlebih dahulu untuk bersalam, sambil tersenyum tentunya.
'Lebih indah dibandingkan sebuah foto' Batin Kakashi, sebenarnya Kakashi sudah tau nama Sakura. Tapi ia hanya ingin berkenalan secara resmi.
Dan mau tidak mau, Sakura harus kembali bersalaman dengan laki-laki "Haruno Sakura." sambil tersenyum.
"Aku tau itu" Bisik Kakashi. tangan Sakura yang berada di genggaman nya, terasa sangat lembut.
"Senang berkenalan denganmu." Kakashi memberikan senyuman mautnya untuk Sakura. Karena bisanya para wanita akan langsung bertekuk lutut di hadapannya. Yah walau hanya dengan senyuman.
Tapi tidak dengan Sakura, ia sudah terlalu sering melihat yang seperti ini. Jadi Sakura hanya menganggukan kepalanya.
Sebenarnya pertemuan ini adalah rencana yang disusun oleh Ino dan juga Sai. Mereka berencana menjodohkan Sakura dengan Kakashi.
Tentu Ino tidak akan tega jika Sakura terlalu lama mengunci hatinya. Mereka memilih Kakashi karena dia adalah orang yang baik, yah walaupun bisa dibilang sedikit Bad boy. Tapi Sai tau kalau sebenarnya Kakashi memiliki hati malaikat... #behhhhhh luar malaikat dalem iblisss/ abaikan ucapan author.
Tapi hanya Kakashi saja yang tau tentang perjodohan ini. Entahlah apa yang membuatnya menerima usulan Sai. Karena, pada saat ia melihat foto, yang ditunjukan Sai olehnya... Kakashi langsung tertarik dengan bunga kebanggaan Jepang itu.
Kalau Sakura, tidak tau tentang ini. Karena jika Ino memberitahu Sakura, pasti akan langsung ditolak mentah-mentah.
Saat Deidara kembali untuk memberikan Cocktail milik Sakura, ia cukup terkejut saat melihat Kakashi ada dihadapannya.
Hanya sekedar Info dulu Kakashi pernah menjadi DJ di Club ini, tapi karena ayahnya menyuruh untuk mengurus perusahaan milik keluarga. Yahh mau tak mau ia harus meninggalkan hobinya tersebut.
Dan selama ia bekerja, Kakashi cukup berteman baik dengan Deidara. Kakashi juga sama terkejutnya, ia kira Deidara sudah tidak bekerja disini.
Kakashi dan Deidara saling mengadu kepalan tangan. Kemudian Deidara memberikan minuman yang ia bawa pada Sakura.
"Ini pesananmu Sakura." Ucap Deidara, yang dibalas dengan ucapan terimakasih oleh Sakura.
Sekarang mereka semua sedang duduk di kursinya masing-masing. Ino berhadapan dengan Sai, dan Sakura berhadapan yahh dengan Kakashi.
Sebenarnya... tidak juga, karena posisi Sakura menghadap meja Bar dan sedang meminum minumannya. Bisa dibilang berhadapan, karena Kakashi sedang duduk menghadapnya. Sambil menyenderkan badannya ke meja Bar, Kakashi sangat menikmati pemandangan di hadapannya.
"Dei, berikan aku Wishky." Masih tetap setia memandangi wajah Sakura dari samping.
"Tidak pernah berubah." Ucap Deidara sambil berlalu.
Sakura lebih memilih menghiraukan Kakashi. Sebenarnya ia risih, karena ia tahu. Dari tadi Kakashi terus saja memperhatikannya.
Sai dan Ino pun sibuk dengan kegiatannya masing-masing(?). Bahkan sebenarnya Ino sudah setengah mabuk.
Dan Sakura sepertinya sudah tau akhirnya seperti apa,
'Kami-sama, sepertinya aku akan pulang sendiri lagi' runtuk Sakura dalam hati.
"Kakashi, Sakura sepertinya kami harus pulang duluan. Ino sudah terlalu mabuk disini." Kata Sai, sambil membopong Ino.
"Tch. S'lalu seperti ini." Guman Sakura.
"Hik.. Kashi, hik.. aku titip hik.. Sakura" Ucap Ino yang hampir kehilangan kesadarannya.
"Sudah.. sudah Ino lebih baik kau cepat pulang." Walaupun kesal setengah mati dengan Ino, Sakura tidak akan tega jika Ino sudah seperti itu.
Walaupun sebenarnya ia meruntuk dalam hati, kenapa Ino harus menitipkannya. Memangnya ia ini bayi, iakan bisa pulang sendiri.
Kemudian Sai dan Ino keluar dari Club.
Sementara Sakura mulai berjalan keluar meninggalkan, Kakashi yang kebingunan. Kakashi pun megejar Sakura, setelah membayar minumannya.
"Hei..., Sakura tunggu!" Ucap Kakashi, saat mereka telah di luar gedung.
"Ah yah, ada apa Hatake-san?" Tanya Sakura, sepertinya ia tidak sadar jika meninggalkan Kakashi dibelakangnya.
"Kau mau kemana? Mobilku ada disana." ia menunjuk mobilnya yang ada di area parkir.
"Tak apa, aku akan pulang naik taksi saja." Tolak Sakura.
"Tidak, tidak terlalu berbahaya jika kau pulang duluan," Sanggah Kakashi.
"Ayo, aku akan mengantarmu." Ucap Kakashi, sambil memegang pergelangan tangan Sakura. Dan membawanya menuju mobil miliknya.
"Tap-" Ucapan Sakura terpotong dengan perkataan Kakashi.
"Sudahlah aku tidak akan memaafkan diriku, jika kau pulang sendirian." Ucap Kakashi, sambil menyalakan mobil miliknya.
Yang bisa Sakura simpulkan, Kakashi adalah orang yang keras kepala.
Kemudian Kakashi menjalankan kan mobilnya keluar dari area Club malam tersebut.
"Jadi, dimana rumahmu?" Tanya Kakashi yang sedang menyetir.
"Lurus saja, nanti ku beritahu jalurnya." Balas Sakura.
Selama perjalanan, di isi dengan percakapan mereka. Lebih tepatnya Kakashi yang memulai pembicaraan dan Sakura yang menjawab.
Satu kesimpulan yang dapat diambil oleh Kakashi, Sakura adalah orang yang cukup tertutup dengan laki-laki.
"Terima kasih, Hatake-san." Ucap Sakura, pada Kakashi yang berada di dalam mobil.
Ya, mereka sudah sampai dirumah Sakura. Dan Kakashi membalasnya dengan senyuman. Kemudian mobil milik Kakashi meninggalkan halaman rumah Sakura.
.
.
.
"Kaa-san aku pulang." Ucap Sakura saat memasuki rumah.
'Apa mereka sudah tidur,'kemudian Sakura melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya.
Melepas baju miliknya dan menggantinya dengan piyama tidur. Kemudian ia merebahkan diri di kasur empuk miliknya, mematikan lampu dan terlelap kealam baka/ ehh ke alam mimpi maksudnya.
Menantikan hari esok yang penuh dengan cerita.
AN: HUFTT akhirnya selesai juga, hayati lelah dengan ini semua.
Monggo.. riviewnya ditunggu lohhh :v :3 ^^
Thaks for:
Zielavienaz96, Taskia Hatake46, Hatake 54, YutaUke, Daisy Uchiha, 2014, iranalutfi9,
Maaf kan daku jika salah menulis nama kalian, karena author hanyalah manusia…
Byeee ketemu di chapter 3
