Our Dilemma Kiss

Park Jimin

Min Yoongi

Terinspirasi atau remake dari manga 17sai kiss to Dilemma.

.

.

"Jiminie, ayo kita pulang." Yoongi mendatangi meja jimin. Membuat Taehyung dengan sadar dirinya pamit untuk pulang terlebih dulu.

Jimin hanya menatap Taehyung yang sudah meninggalkannya dengan senyum tipis. Ia baru akan menjawab pertanyaan yoongi saat sebuah suara menginterupsinya.

"Yoongi! Apa kau ingin bermain skateboard sore ini?" Hoseok berteriak dari mejanya.

"Ya. Aku akan pergi jika jimin pergi."

Hoseok mendengus. "Aku tidak mengharapkan dari si cupu itu. Ku akui ia jenius bisa loncat kelas. Tapi ini skateboard man!" Hoseok tertawa bersama beberapa teman mereka. Yoongi mendengus kasar.

"Aku tidak akan pergi... skateboard itu menakutkan..." jimin berucap pelan sambil menunduk. "T-tapi jika Yoongi hyung ingin... um.. t-tidak apa apa.. aku akan mengrrjakan tugasku sendiri.. "

Hoseok mencibir. "Baguslah! Ini hari pertama kenaikan kelas kita. Ayo Yoongi!"

Jimin masih menunduk tanpa berniat mengangkat kepalanya. Ia masih setia menyembunyikan wajahnya di balik kacamata tebal dan hoodienya. "T-tidak apa apa.." suara jimin mulai bergetar sekarang.

Yoongi mengangkat bahu cuek. "Jimin tidak pergi. Aku juga tidak. Ayo crying baby! Kita pulang." Yoongi menggenggam tangan jimin dan menarik nya keluar dari kelas itu.

.

,,,

.

Jimin melepas hoodienya dan melempar sembarangan ke sofa. Ibu nya yang melihat gelagat bad mood dari anak semata wayangnya itu hanya mengehela nafas pelan.

"Bagaimana hari pertama mu di tingkat akhir jimin?"

"Tidak buruk. Seperti biasa eomma." Jimin menjawab pelan. Ia lalu teringat sesuatu dan segera bangkit. "Eomma, dimana skateboard ku?"

"Bukan kah kau menaruh nya di halaman belakang?" Teriak ibu nya dari dapur.

Jimin mengangguk dan segera berlari ke halaman belakangnya untuk mencari skateboard yang selama sebulan terakhir ini dia sembunyikan dari Yoongi.

"Kau akan menunjuk kan itu pada Yoongi sekarang?" Ibu Jimin mendadak muncul di sebelah nya.

"Tidak. Aku akan memberikannya pada Taehyung."

Ibunya mengerutkan kening bingung. "Wae? Kau berlatih keras sebulan ini sejak Yoongi bilang ia ingin kagum pada pemain skateboard. Ibu pikir kau akan menunjukkannya pada si putih itu."

Jimin menggeleng. "Percuma. Skateboard ini hanya akan mengalihkan perhatian nya dari aku. Lebih baik tidak usah."

Dan ibu jimin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib anaknya.

.

,,,

.

"Aah! Aku benci matematika!" Yoongi membanting bukunya ke lantai dan merengut.

Jimin hanya menatap Yoongi dan tertawa dalam hati. "Apa susah hyung?"

Yoongi dan jimin sedang berada di atas kasur jimin sekarang. Tidak. Mereka tidak melakukan hal yang aneh aneh kok. Mereka sedang belajar. Atau setidaknya itulah yang mereka rencanakan hingga Yoongi membanting buku matematika nya.

"Aku benci ini." Yoongi mendengus.

Tapi baru saja pemuda manis itu akan mengumpat lebih jauh, tiba tiba lampu kamar itu padam. Dan ruangan itu gelap seketika.

"Baguslah! Mati lampu jadi aku tidak belajar yess!" Yoongi melah tertawa senang.

Oh tapi tidak dengan pemuda berkacama di sebelahnya.

"Hyung... a-aku..."

Yoongi menepuk keningnya. Ia lupa. Crying baby di sebelahnya ini takut gelap.

"A-aku.. takut..." sekarang dengar kan? Suara jimin bergetar menahan tangis.

Yoongi mengulurkan tangannya. "Kemarilah."

Jimin beringsut mendekat pada yoongi dan menarik pemuda manis itu dalam pelukan nya. "Maaf merepotkanmu..."

Yoongi terkekeh. "Aku tau kebiasaanmu suka memeluk ku saat gelap karena kau ketakutan. Tidak apa apa jiminie~" ia mengusap punggung lebar jimin. Dan ia merasakan nya, punggung crying baby ini tegap. Punggung yang sangat menyenangkan jika kau peluk. Dadanya pun lebar dan bidang.

Jimin menenggelamkan wajahnya pada leher Yoongi dan menghirup aromanya dalam dalam. "Aku takut.."

Yoongi tersenyum dalam dekapan jimin dan mengusap pipi chubby jimin. "Aku disini..."

Jimin tersenyum dalam gelap dan membawa Yoongi untuk berbaring. "Tidurlah bersamaku... aku terlalu takut untuk kemana mana..."

"Baiklah. Aku tidur disini. Sekarang tidurlah park."

Jimin mengangguk. Ia baru akan mengatakan sesuatu saat ia menyadari Yoongi sudah terlelap dalam alam mimpinya.

Ia tertawa pelan dan melepas kacamata nya. "Aku sangat mencintaimu..." jimin berbisik dan mengecup bibir Yoongi. Setelahnya ia memeluk pemuda seputih susu itu makin erat dan menyusulnya ke alam mimpi

.

,,,

.

"Hyung... bangunlah..." Jimin menggoyangkan lengan Yoongi membuat si manis itu membuka mata cantiknya.

"Umh... apa sudah pagi? "

"Tentu... hyung mandilah. Kita sekolah kan?" Jimin tersenyum dan membantu Yoongi duduk.

Yoongi memandang sekitarnya. Ah benar. Ia tertidur di kamar jimin semalam. Bukan hal yang aneh memang. Ia sudah sering tidur disini. Namun herannya, jimin selalu bangun lebih dulu.

Hari ini pun sama. Jimin sudah menggunakan hoodie di balik kaus putihnya dan kacamata tebal yang selalu ia pakai kemana mana. Kadang kadang Yoongi heran. Kenapa jimin tidak melepas hoodie serta kacamatanya itu jika di rumah.

"Aku pulang kalau begitu. Akan ku jemput 15 menit lagi. Oke?" Yoongi mengacak rambut jimin dan berlalu dari kamar itu.

Sepeninggalan Yoongi, Jimin mengangkat handphone nya yang ia silent sejak tadi karena pagi pagi seperti ini, sahabat nya pasti menelfon nya untuk menanyakan pr.

"Demi Tuhan Kim. Kau sangat menyebalkan. Catat saja semua pr mu!" Jimin langsung membentak begitu suara Taehyung terdengar di handphonenya.

"Aku menebak ada Yoongi hyung disana tadi. Karena itu kau mengabaikan teman mu yang tampan ini. Tapi tidak. Aku tidak menanyakan pr. Aku ingin mengatakan di kelas kita ada anak baru! Dia model! Tinggi! Tampan! Seorang rapper kudengar. " Taehyung terdengar berapi api.

Jimin memutar bola matanya malas. Ia bukan penggosip seperti alien ini. "Lalu?"

Taehyung terdengar mengerang kesal. "Kau tidak takut Yoongi mu akan terpikat oleh dia? Mereka sama sama rapper. Mungkin mereka saling kenal."

Jimin tertegun. "Kau benar..."

"Sudah! Aku akan bersiap siap saja." Taehyung mematikan sambungan mereka. Meninggalkan Jimin yang berfikir keras.

Model tinggi tampan rapper?

Semoga bukan yang ada di pikiran Jimin...

.

.

TBC

.

Makasih yang udah review kemarin^^ meski ngga banyak ngga apa aku seneng ada yg review wkwkwk. Soal jimin cupu... iya mungkin kaya dope gitu. Tapi di tambahin hoodie hitam yang dia pake kemana mana. Kan cupu wkwkwk. Ini Jimin seme kok. Aku agak susah bikin jimin uke. Jadi meski cupu, Jimin seme. Seme cupu (?) Yoongi uke kuat (?)

Okeeh segitu duluuuu. Last but not least, review please ^^