Ah-Choo!
Cast : Jeon Jungkook
Kim Taehyung
Min Yoongi
Park Jimin
Kim Seokjin
Ryu Sujeong
Cklek
Jimin membuka pintu atap sekolah dengan harapan akan menemukan Yoongi disana. Taehyung sudah ia perintahkan menunggu di tangga bawah agar tidak ada yang bisa merusak acaranya dengan Yoongi.
"Jimin Hyung?"
Jimin mengerutkan kening. "Jungkook? Sedang apa kau disini? Kenapa kau mendahuluiku? Sial. Cepat pergi dan jangan ganggu aku dengan Yoongi-ku"
Jungkook menggeleng tegas. "Tidak. Aku akan meminta bantuannya. Kau saja yang pergi"
Jimin mendengus kesal. Ketika mereka sedang asyik berdebat, pintu terbuka dengan keras.
Brakk!
Pintu terbuka dan menampilkan sosok mungil dengan kulit seputih susu, rambut pink yang sangat fluffy dan kemeja berantakan serta lengan baju yang di gulun hingga atas siku. Di belakang nya ada Taehyung yang nyengir meminta maaf pada Jimin.
"Keluar. Aku ingin sendiri."
Makhluk seputih susu itu, Yoongi, berujar sinis. Nampak sekali ia sedang bad mood.
Namun jimin malah memasang senyum sumingrahnya dan merapikan bajunya lalu mendekati yoongi dengan bunga di genggamannya. Mengabaikan tatapan bertanya jungkook.
Jungkook mengernyit melihat ke angkuhan di wajah manis dan putih itu. Dia pasti seangkatan dengannya. Mungkin umurnya di bawah jungkook. Tapi kenapa wajahnya angkuh sekali?
"Hei kau, pergilah. Kami sedang menunggu orang penting disini." Jungkook mengibaskan tangannya ke wajah yoongi yang disangkanya teman seangkatannya. Salahkan saja wajah imut dan tubuh mungil yoongi.
Sujeong menyenggol lengan jungkook. Namun pemuda itu mengabaikannya. Ia masih menatap yoongi yang ia kira seangkatannya itu dengan jengkel.
"Pergilah sudah kubilang huh." Jungkook kembali mengusinya
Jimin refleks membekap mulut Jungkook. "H-hyung jangan dengarkan dia..."
"Jadi dia pacarmu jim? Haha. Kalian memang cocok. Sudah kuduga kau hanya bocah suka bermain." Yoongi berkata dingin dan berbalik pergi dengan wajah datar.
Meninggalkan jimin dengan wajah super kecewa, Jungkook yang mengernyit bingung, taehyung yang blank dengan ucapan Yoongi soal jungkook-pacar-jimin dan wajah menunduk sujeong.
"Sayangku!" Jimin yang pertama bereaksi. Ia melepaskan bekapannya pada Jungkook dan berlari secepat kilat mengejar Yoongi.
Jungkook memandang bingung pada sujeong. Taehyung yang sudah sadar segera menjitak Jungkook. "Itu tadi Min Yoongi hyung."
Sujeong menambahkan "Kelas 3. Senior kita. Adik seokjin oppa."
Jungkook melongo. "Seimut dan semanis itu? Kakak kelas kita?"
Sujeong memutar bola matanya malas. "Kau bodoh jeon."
Taehyung menepuk kepala jungkook pelan. "Hilang sudah kesempatanmu jeon."
Jungkook mengerjap mencerna semuanya. Kemudian ia menepuk keningnya sendiri. "Aku bodoh!"
Sujeong dan Taehyung menjitak lagi kepalanya.
,,,
Yoongi mendudukan diri di sofa studionya dengan jin yang meminum kopi di sebelahnya.
"Ada apa yoong?" Jin menatap heran wajah sepupunya yang tertekuk lucu itu.
Yoongi hanya mengehembuskan nafasnya kesal "si bodoh itu punya pacar."
Jin tertawa keras keras dan berhenti seketika saat yoongi semakin mempoutkan bibir mungilnya.
"Sudah kuduga kau menyukainya!"
Yoongi mendelik. "Aku tidak menyukainya!"
Jin menepuk kepala yoongi. Demi tuhan, jika orang lain melakukannya, yoongi akan mematahkan tangannya. Tapi ini seokjin. Yoongi memang menjadi manja di sebelahnya.
"Lalu kenapa kau marah saat dia mempunyai pacar?" Tanya jin.
Yoongi merengut lucu "aku tidak marah. Si bodoh itu punya pacar. Ia berpura pura menyukaiku."
Jin tertawa lagi "Hahaha lalu kenapa?"
"Kau sendiri bagaimana dengan Jungkook?" Yoongi malah mengalihkan pembicaraan.
Jin mengerutkan kening bingung "kenapa kau membahasnya?"
"Apa kau menyukainya? Sial! Dia mengusirku tadi! Tidak sopan! Dia sudah punya pacar! Park bodoh itu pacarnya. Aku membencinya. Tidak. Aku membenci mereka!" Yoongi semakin berapi-api.
Jin mengernyit "Jungkook pacar jimin? Oh wow... kupikir dia menyukai temannya si senyum kotak itu ."
"See? Aku benci mereka!"
Cklek
"Sayang?"
Jin dan yoongi menoleh pada pintu dan menemukan jimin dengan senyum cerahnya di pintu. Jin tersenyum.
"Masuklah. Yoongi merindukan mu"
Jimin tersenyum cerah dan segera hilang saat Yoongi melempar bantal sofa ke wajah jimin. "Jin hyung aneh. Pergi kau park. Jauhkan si kelinci itu pula dari hidup Jin hyung!"
Jimin mengabaikan teriakan murka Yoongi. kalau Yoongi murka berati dia menyukai jimin kan? Hehehehe.
"Jadi kau cemburu hyung?"
Wajah Yoongi memanas. Ia akan menyemprot jimin dengan kata kata indahnya lagi jika saja jin tidak terlebih dulu menyela.
"Jadi kau berpacaran dengan Jungkook?" Jin menyela
Jimin menggeleng kuat "aku hanya mencintai Yoongi hyung!"
Yoongi mendengus. Baru saja ia akan mengumpat, pintu studio nya terbuka lagi.
"Hyung! Ku mohon maafkan aku!" Jungkook (yang di ikuti sujeong dan Taehyung tentunya) segera berlari ke Yoongi yang sedang duduk di sofa. Jungkook duduk di lantai seperti seorang bocah yang memohon maaf dari neneknya dengan menampilkan aegyo andalannya.
Yoongi memandang datar pada aegyo Jungkook.
Jin menggelengkan kepalanya. Ada apa ini? Setengah jam lalu studio ini sangat tenang.
"Jeon..." jin membungkuk berniat menarik tangan Jungkook agar menghentikan aegyo nya yang seperti kucing minta di pungut itu.
Jungkook berbalik memandang jin dan tertegun. Astaga... pangerannya memang tampan... setampan... setampan...
"Ah-choo!"
Sekali lagi jin hanya bisa memandang Jungkook pasrah karena wajahnya kotor terkena bersin Jungkook.
"ini yang kedua hari ini..." ucapnya sambil terkekeh. Ia mengambil tisu di meja dan mengelap wajahnya.
Jimin dan sujeong sudah menggigit bibirnya menahan tawa. Taehyung setia dengan tatapan blank nya.
"Apa kau selalu bersin di depan orang?" Tanya Yoongi.
Jungkook mengangguk "jika aku gugup sunbae. Hehehehe"
Yoongi memutar bola matanya malas. "Kembalilah ke pacarmu." Ia menunjuk jimin dengan dagunya.
Jimin dengan cepat menggelengkan kepalanya. Tapi taehyung yang pertama bereaksi "Jungkook bukan pacar jimin. Dia... dia..." taehyung ingin bilang Jungkook menyukai seokjin. Tapi ia susah sekali mengatakan itu. Sudut hatinya terasa ngilu mengingat fakta itu.
"Kau menyukainya?" Yoongi malah tanpa ragu menuding taehyung.
Taehyung gelagapan "e-eh itu... a-aku.. aku.."
"Tae tae - hyung itu sahabatku" Jungkook memotong ucapan Taehyung.
Jimin menepuk bahu Taehyung yang tersenyum miris. Iya menampilkan senyun "Aku tidak apa apa" pada jimin yang memandang prihatin padanya.
Jin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "pulanglah kalian semua. Ini sudah terlalu sore kan?"
Sujeong mengangguk dan segera berlari keluar sesegera mungkin. Jungkook memandang Yoongi.
"Aku ingin bersama Yoongi hyung"
Jimin menjitak kepala Jungkook. "Bodoh! Yoongi hyung maunya denganku. Pulanglah dengan Taehyung"
Yoongi mendelik "aku tidak mau pulang denganmu. Menjauh sana!"
Jimin menampilkan wajah memelasnya dan berusaha mengekor Yoongi yang terus terusan mengusirnya dan berusaha menjauh.
"Aku harus ke toko buku! Pergilah!" Yoongi masih mengusir jimin.
"Yoong, aku ingin langsung pulang. Aku belum mengerjakan tugas sebelum turun dari jabatan ketua club fotografi kau tau." Jin memandang Yoongi khawatir.
Yoongi sedikit cemberut pada jin. Dan jimin harus sekuat tenaga menahan rasa cemburu karena Yoongi bertingkah imut bukan untuk dirinya sekaligus keinginan mencubit pipi putih Yoongi.
"Lalu aku akan kesana dengan siapa?" Yoongi merajuk dan mendengus.
Jin mencubit gemas pipi Yoongi. dan sekali lagi jimin harus menahan cemburunya.
"Kau dengan jimin saja. Dia bawa motor. Daripada kau diculik?" Jin menawarkan
Jimin menelan kecemburuannya dan mengangguk cepat cepat. Yoongi mendengus lagi tapi mengiyakan saja. Ia segera menarik jimin pergi dari situ.
Jin memandang Taehyung dan Jungkook. "Apa kalian pulang bersama?"
Jungkook menggeleng kuat kuat "rumahku dan tae-hyung tidak searah. Rumahku searah dengan rumahmu hyung"
"begitu? Kalau begitu ayo pulang bersama" jin mengacak rambut Jungkook yang membuat Jungkook tersenyum senang dan merona.
Taehyung menahan remasan kuat pada hati dan jantungnya. "Aku akan pulang... hati hati kook."
Jungkook mengangguk dan memperlihakan kilat kebahagiaannya pada Taehyung. "Hati hati juga hyung!"
Taehyung mau tak mau ikut tersenyum melihat kebahagiaan Jungkook. Ia keluar dari ruangan itu. Menyembunyikan remasan di hatinya yang semakin kuat.
"Dia senang. Itu harusnya cukup kan..."
TBC
HEI :'D MAAF YA LAMA UPDATE NYA T.T SOALNYA DOC NYA ILANG JADI NULIS LAGI T.T Untung ga lumutan ya epep nya ya 8') maafkan aku reader-nim /kubur diri sama yoongi/ jadi gimana? Masih banyak kekurangan nih tolong di review ya~ buat yg udah review / follow / fav, you know i love you so much :**** love love love!
Last but not least, review again please
