.

"Jungkook, kau ingin pulang bersama ku hari ini?" Taehyung bersandar pada pintu kelas Jungkook menunggu pemuda bergigi kelinci itu selesai membereskan barang barang nya.

"Tentu Hyung." Jungkook berdiri menghampiri Taehyung. "Apa hyung bisa mengantarkan aku ke toko buku sebentar?"

"Apa yang ingin kau beli?"

"Komik. Dan yah... kamus. Sudahlah ayo hyung.. ini sudah sore." Jungkook menarik tangan Taehyung dengan tidak sabar ke tempat parkir.

Taehyung menyodorkan helm nya pada Jungkook saat mereka tiba di depan motor Taehyung. "Kau pakai ini."

"Lalu hyung pakai apa?"

Taehyung tertawa. "Aku tidak apa apa. Sudahlah pakai saja. Paling tidak jika kita kecelakaan, kau akan selamat."

Jungkook meringis mendengar nya. "Apa hyung berencana akan membuat kita kecelakaan?"

"Tidak. Tenti tidak." Taehyung menaiki motor dan menstarter nya. "Memang kau ingin kita kecelakaan?"

"Lalu kenapa hyung berkata seperti itu?" Jungkook mendengus dan naik di boncengan Taehyung. Tak lupa ia memakai helm yang di sodorkan sang alien tadi.

"Memang aku berkata apa?"

"Hyung bilang bagaimana kalau kita kecelakaan kan?"

"Aku bilang begitu?"

Darah Jungkook sudah mendidih. Ia siap membenturkan helm ini ke wajah tampan Taehyung.

"Aku lupa kalau aku mengatakan itu hehehehe. Tapi aku minta maaf kalau kau berfikir begitu. Jadi sekarang peluk saja pinggangku ini karena aku akan ngebut oke?"

.

,,,

.

Sepanjang sore di toko buku itu, Taehyung hanya mengekori pemuda kelinci di hadapannya yang katanya ingin membeli kamus tapi malah berputar putar di rak komik.

"Kookie, kau sudah membeli 5 komik. Bagaimana kamus mu?" Taehyung mengingatkan. Tapi sepertinya pujaan hatinya ini memang lebih mencintai komik daripada dirinya.

Ah tidak. Jungkook lebih mencintai seokjin. Miris.

"Hyung! Lihatlah! Tokoh komik ini mirip Tae-hyung. Ah tapi rambutnya beda. Komik ini rambutnya blonde." Jungkook menunjukkan sebuah sampul komik pada Taehyung.

"Apa kau akan suka jika aku mengganti warna rambutku menjadi blonde?"

Jungkook mengangguk dan tersenyum lebar. "Ya!"

Taehyung terkekeh. "Baiklah. Aku akan mengganti warna rambutku saat naik ke kelas akhir."

"Hyung pasti sangat tampan."

Dan Taehyung tidak bisa menahan perasaannya yang membumbung hingga ke surga mendengar pujian simple dari Jungkook.

"Menurutmu aku tampan?" Tanyanya pelan.

Jungkook memeluk lengan Taehyung. "Ya. Kenapa tidak? Hyung sangat tampan. Hyung bisa dapatkan semua gadis di dunia ini hyung tau kan?" Jungkook tertawa ringan.

Hati Taehyung rasanya meleleh melihat wajah tertawa Jungkook yang sangat menggemaskan. Bagaimana gigi kelinci dan bibir itu selalu menggoda Taehyung.

"Tapi kau bukan gadis kan?"

Jungkook merengut. "Tentu bukan. Aku juga tampan. Ayo lihat kamus!" Pemuda itu melepas lengan Taehyung dan berjalan ringan menuju rak kamus. Tidak menyadari senyum kesakitan Taehyung karena menyadari fakta menyakitkan yang baru saja Jungkook perjelas.

"Karena itulah aku tidak bisa mendapatkanmu..."

.

,,,

.

Jungkook sedang asyik memilih kamus di hadapannya saat seseorang tidak sengaja menabraknya dari belakang. Membuat tubuhnya menabrak deretan rak kamus di depannya.

"Aduh! Hati hati kalau berjalan!" Jungkook sudah akan mengomeli gadis yang menabraknya itu kalau saja gadis itu tidak menunjuk ketakutan pada rak yang baru saja di tabrak Jungkook.

Rak tinggi itu oleng dan menjatuhkan isinya yang sebagian besar adalah kamus kamus tebal.

Jungkook refleks berjongkok dan melindungi kepalanya dari kamus kamus dan rak tinggi yang jatuh itu. Ia memejamkan matanya rapat rapat.

Tapi...

Jungkook mengerutkan kening bingung dan membuka matanya. Kamus kamus berserakan di sekitarnya. Kenapa ia tidak merasakan sakit?

"Jungkook, menyingkirlah. Ini berat kau tau."

Suara berat itu menyadarkannya. Jungkook segera menyingkir ke zona aman dan berniat untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi.

"Tae-hyung?!"

Mata Jungkook hampir loncat dari tempatnya demi melihat Taehyung yang menyangga rak itu dengan tubuhnya dan menerima hantaman berpuluh puluh kamus bahasa inggris yang sangat tebal demi Jungkook.

Tapi yang di panggil hanya menampilkan senyum kotak nya. "Hehehehe ini berat..."

Beberapa orang disana yang tersadar dari rasa kaget mereka melihat rak setinggi hampir 3 meter itu langsung membantu Taehyung dan menahan rak besar itu hingga pihak toko buku datang dan meminta maaf.

Jungkook ingin sekali memarahi gadis gadis yang berlarian tadi. Namun ia tidak menemukan mereka. Pemuda itu mendengus kesal.

"Sudahlah kookie. Tidak apa apa"

Jungkook menoleh pada Taehyung yang sedang duduk di depan apotek. Mereka memutuskan untuk pergi ke apotek untuk membeli obat penghilang nyeri untuk Taehyung karena sekujur tubuhnya sepertinya lebam tertimpa puluhan kamus.

"Hyung begini karena aku..." suara Jungkook bergetar menahan tangis.

"Tidak kok. Aku baik baik saja Jungkookie.." Taehyung mengusap sayang rambut Jungkook.

"Apakah sakit?" Tanya nya pelan sambil mengusap rahang Taehyung yang terlihat sedikit biru.

Taehyung meringis menahan sakit. Tapi ia tetap menggeleng. "Aku akan melakukan apapun untuk mu. "

Jungkook tanpa sadar memeluk Taehyung dengan erat. "Maafkan aku hyung... aku selalu menyusahkan mu..."

Taehyung terkekeh pelan. Sebenarnya badannya sangat sakit. Hei berpuluh puluh kamus dengan tebal masing masing seribu halaman itu tidak ringan. Apalagi Jungkook memeluk nya dengan erat dan menekan beberapa bagian tubuhnya yang sakit. Tapi rasa sakitnya seperti menguap begitu saja dengan pelukan sayang Jungkook. Itu berati Jungkook mengkhawatirkannya kan?

"Aku tidak apa apa.. ayolah kelinci ku jangan menangis oke?"

Jungkook mengusap air matanya dan memandang kesal Taehyung. "Jangan membahayakan dirimu lagi. Hyung sahabat terbaik ku. Aku tidak mau hyung terluka!"

Taehyung tersenyum. Sekarang sakit di badannya tidak terasa lagi. Hatinya jauh lebih sakit mendengar pernyataan Jungkook. Apa ia tidak bisa sedikit saja memasuki hati Jungkook lebih dari seorang sahabat?

.

,,,

.

TBC

.

DUH MIANHAE SELALU PENDEK T.T /nangis/

maafkaaaan. Aku menistakan Taehyung. Gapapa ya gapapa? Wajah gantengnya jadi lebam ketimpa kamus :'D akhirnya ff ini apdet juga. Udah laptop rusak hp juga mulai rusak. Jadi yeah ah yeah mianhae mianhae saranghae kalo lama apdet :'D

Gimana chapter ini? Jangan kutuk aku karena menistakan Taehyung :')))

Last but not least, review please ^^