Hai minna-san! kita ketemu lagi nih di chapter 2 OK. Selamat membaca!
Sebelumnya :
Saat aku berbincang dengannya tadi di café kenapa aku merasa sangat nyaman pada wanita berambut buble gum itu padahal ini pertemuan kita yang pertama jantungku juga bedetak tidak wajar lebih cepat dari yang biasanya.
Atau mungkin aku…. Tidak itu tidak mungkin walaupun mungkin itu tidak boleh terjadi semua wanita itu sama 'seperti memakan permen karet jika manisnya telah hialang maka kau akan langsung di buang dan di lupakan'.
Sial tapi bayangan gadis itu sangat sulit untuk di lupakan, mata emerald, rambut sewarna buble gum, bibir itu, senyuman itu Tch… sudah cukup! Aku bisa gila karenanya.
Sakura kau harus bertanggung jawab karena telah membuat ku seperti ini.
.
.*.*.*.
.
DARK LOVE © HTK-ROSE
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
SUMMARY : Kisah Cinta Yang Seharusnya Tak Terjalin, Karena Hanya Akan Menyakitkan Kedua Hati Tersebut.
GENRE : Romance / Drama
WARNING : Sepertinya Banyak Typo, Vulgar bloman~, Incest, Dll.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ! ^^
~¥ SELAMAT MEMBACA ¥~
A/N : oh iya author lupa ngasih tahu, jadi di sini Kakashi umurnya 19, Sakura umurnya 18 dan Sasori umurnya itu 18 sama kayak Sakura.
.
.
Di Tempat Sakura.
Kakashi yang sedang berada di dalam kamarnya heran mendengar suara deru mobil yang memasuki kawasan rumahnya malam-malam begini ia pun menyingkap gorden kacanya yang berada di lantai dua, betapa terkejutnya ia melihat Sakura dengan seorang laki-laki yang seperti tidak asing baginya mengobrol bersama dan terlihat sangat akrab. Dan akhirnya laki-laki itu pun pergi dengan mengendarai mobilnya.
.*.*.*.
Kakashi POV
'Tch.. sial bagaimana Sakura bisa pulang dengan seorang laki-laki, ah sial pohon itu menghalangiku melihat wajahnya. Tapi warna rambut itu sepertinya tidak asing bagiku sebenarnya siapa dia aku harus mencari tahu identitasnya.
.*.*.*.
Normal POV
Setelah melihat laki-laki yang mengantar Sakura pulang Kakashi langsung keluar untuk menghampiri adik tersayangnya itu, begitu pun dengan Sakura ia langsung masuk ke rumah setelah Sasori pergi.
Saat Sakura membuka pintu rumahnya ia terkejut karena mendapati Sang Kakak berdiri dengan tangan di lipat di dada memandanginya dengan tajam.
"Dari mana saja kau baru pulang jam segini Sakura bahkan kau masih mengenakan seragam sekolah" tanya Kakashi dengan notasi suara yang sangat datar menahan amarah.
Sedangkan Sakura hanya menunduk tidak berani menatap langsung mata Nii-sannnya itu "Gomen Kakashi-nii" sahut Sakura dengan suara yang memelas ia tau Kakashi tidak akan mungkin memarahinya karena Sakura adalah adik yang paling Kakashi sayangi.
'Tch dasar tukang Acting, aku tau kau hanya pura-pura marah kau tidak akan berani memarahiku Kakashi-nii' batin Sakura.
Merasa kasihan pada adik satu-satunya iya pun memaafkan adiknya itu.
Pluk~ Sakura merasakan ada tangan seseorang mengusap surai mudanya itu ia pun mendongakkan kepala dan melihat Nii-san nya menghela napas.
"Baiklah kali ini kau menang, jangan ulangi lagi ya!" ucap Kakashi ia memang selalu tidak tega untuk memarahi adiknya itu.
"Ehm… ha'i Kakashi-nii, ohh~ aku sayang Kakashi-nii" menghamburlah Sakura ke pelukan kakak tersayangya itu. ~hahh author juga mau peluk2 Kakashi!~
Lalu Kakashi melepaskan pelukannya dan bertanya pada Sakura.
"Sakura tadi kau pulang diantar oleh seorang pemuda, siapa pemuda itu?"
"Oh itu… d-dia temanku" jawab Sakura terbata karena melihat aura tidak enak terpancar dari kakanya.
"Ya sudah kalau begitu… tapi kau harus di hukum karena sudah membuatku khawatir, hukuman apa ya yang harus ku berikan padamu" ungkap Kakashi di sertai dengan seringai yang menurut author sangat-sangat sexy-!
Saat melihat Kakashi menyeringai Sakura hendak kabur tapi Dewi fortune sedang tidak berpihak kepadanya. Karena gerakan Sakura yang tidak cepat Kakashi lebih dulu mengangkat tubuh Sakura dan membopongnya di pundak dan langsung membawanya ke kamar Kakashi yang berada di samping kamar Sakura.
"Kyaaaaa~" sontak Sakura kaget ia pun berteriak.
"Hei pelankan suara cempremmu itu, telinga ku bisa tuli mendengar suaramu baka imoutou" sahut Kakashi.
Mendengar Kakashi mengejeknya sakura hanya bisa mngembungkan pipi "Hahhhh Kakashi-nii maafkan aku, cepat turunkan akuuuu Kakashi-nii" rajuk Sakura tapi di abaikan oleh Kakashi.
Saat Kakashi melewati ruang keluarga di sana ada Hatake Sakumo dan Hatake Tsunade, Sakumo hanya bisa menggelangkan kepala melihat Kakashi yang selalu saja menjahili Sakura, Sedangkan Tsunade juga hanya menghela napas.
"Kakashi behentilah menganggu imoutou mu" tegur Tsunade kepada anak tertuanya itu.
"Baik Kaa-san" jawab Kakashi hanya suaranya saja karena orangnya sudah ada di lantai dua.
Di rumah ini mereka sudah terbiasa melihat kejahilan Kakashi pada Sakura bahkan hampir setiap hari Kakashi selalu menggangu adiknya, Sakumo dan Tsunade pun hanya menganggap bahwa itu adalah ungkapan kasih sayang dari kakak untuk adiknya.
.
.
Sekarang Kakashi sudah berada di depan kamarnya ia pun langsung membukanya dan menjatuhkan Sakura ke atas tempat tidur ukuran King size milik Kakashi. Kamar Kakashi di dominasi oleh warna putih dan sangat bersih karena Kakasahi adalah orang yang sangat tidak suka melihat hal-hal yang berantakan, Kakashi pun langsung menindih Sakura dengan duduk di atas perutnya.
"Cih.. dasar panda tubuhmu berat sekali" ejek Kakashi pada imoutounya.
"Enak saja mengataiku panda, aku tidak se-gendut itu Baka Nii-chan sekarang menyingkirlah dari tubuhku dasar pangeran mesum!" teriak Sakura karena kesal di katai panda.
"Hooo~ kau sudah mulai berani membentakku sekarang, benar-benar harus di beri pelajaran rupanya bagaimana kalau ini" balas Kakashi dan langsung mengkelitiki perut Sakura dari atas.
"Aha hahhaahahah aha ma-mah afkan ahah aku ah Nii-chan ahah hen-hentikan kumohon!" mohon Sakura.
Karena kelelahan Kakashi pun menjatuhkan dirinya ke samping Sakura dengan senyum yang terpatri di wajahnya. Kesempatan itu pun tidak disiasia kan oleh Sakura, ia langsung melompat dari tempat tidur.
"Dasar hah Nii-chan yang hah tidak berperasaan, pangeran mesum! wueeeeee" ucap Sakura sebelum meninggalka kamar Nii-channya itu dengan menjulurkan lidahnya dan pergi ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Kakashi.
Kakashi hanya tersenyum melihat imoutounya itu, menurutnya Sakura kalau sedang marah sehabis ia jahili sangat menggemaskan apalagi kalau Sakura sedang mengerucutkan bibirnya, oh rasanya Kakashi ingin mencium dan melumat bibir yang meggoda itu tapi sayang ia harus menahan diri sampai waktunya tiba.
Saat Sakura masuk ke kamamarnya yang didominasi oleh marna pink itu ia lansung membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi dan memakai gaun tidur Sakura langsung menjatuhkan diri di tempat tidur ukuran Quin size miliknya yang nyaman ia tidak terlalu memikirkan perlakuan kakaknya tadi karena bagi Sakura hal itu sudah biasa dilakukan oleh kakaknya jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan tentang itu.
.*.*.*.
Sedangkan Di Tempat Sasori.
Hatake Sakura anak dari Hatake Sakumo dan Hatake Tsunade. Tinggal di jl. Konoha gokure no: 19, bersekolah di konoha street gokure(KSG), Hatake corp adalah perusahaan yang sangat berkembang dan ternama di konoha. Hatake corp di pimpin langsung oleh Hatake Sakumo di bawah pimpinannya Hatake corp berkembang dengan sangat pesat hingga menyamai Namikaze corp, Uchiha corp, Sabaku corp dan Akasuna corp.
Tapi tak lama lagi kepemimpinan di Hatake corp akan di gantikan oleh Hatake Kakashi anak sulung mereka yaitu kakak dari Hatake Sakura. Walaupun Hatake Kakashi baru berumur 19 tahun tapi ia sudah sangat ahli dalam bidang pembisnisan 'pemuda yang serba bisa' mungkin itu julukan yang tepat untuknya.
"Hatake Kakashi, apa benar Kakashi yang itu? Dia... kakaknya Sakura" seru Sasori setelah membaca profil Sakura.
Sekarang Sasori sedang berada di kamarnya yang didominasi oleh warna merah bata. Setelah sampai di rumah Sasori langsung menyuruh orang untuk mancari data tentang Sakura,
setelah mendapatkan nya para suruhan Sasori langsung mengirim data itu ke e-mail majikanya, Sasori juga mendapatkan alamat e-mail Sakura.
Saat ia ingin menidurkan diri di tempat tidurnya yang nyaman ia kembali teringat dengan wajah Sakura ….lagi.
"Tch sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta padanya, kenapa perasaan ini sangat sulit sekali sih untuk dihilangkan Sakura… Hatake Sakura…., ternyata pengaruhmu sangat besar bagiku!" guman Sasori pada dirinya sendiri.
Lalu Sasori mengambil Handphone miliknya yang berada di meja sebelah tempat tidurnya dan mengetik sesuatu lalu ia menekan tanda Send dan meletakannya kembali, sambil menunggu balasan dari orang yang ia kirimi e-mail.
.
.
.*.*.*.
Saat ini Sakura sedang menidurkan dirinya di tempat tidurnya yang sangat nyaman dan empuk itu, hingga suara dering Handphone yang berbunyi mengganggu acara memejamkan matanya ia pun bedecak kesal sambil mengambil Handphonenya.
"Damn it!, siapa siapa sih yang mengirim e-mail malam-malam begini mengganggu acara mau tidurku saja! Dasar!..." dengus Sakura saat melihat Handphonenya dan ada pengirim e-mail yang namanya tidak Sakura kenal.
From : Baby face
To : Cherry blossom
Apa kau sudah tidur?..
"Siapa ini? Menanyaiku sudah tidur atau belum justru kau yang mengganggu tidurku!" seru Sakura kesal saat melihat isi dari e-mail yang di kirimkan oleh seseorang yang tidak ia kenali. Lalu ia mengirimkan balasan kepada orang yang sudah mengganggu acara mau tidurnya itu.
.
Di Bagian Sasori.
Ia langsung mengambil Handphonenya yang bergetar tanda bahwa ada balasan dari orang yang ia kirimkan e-mail. Sasori tersenyum saat melihat isi dari e-mail balasannya~
From : Cherry blossom
To : Baby face
Ini siapa ya?...
Justru kau yang sudah menggangu acara mau tidurku - -!
Sasori langsung membalasnya.
From : Baby face
To : Cherry blossom
Tidak usah marah begitu! Ini aku Sasori .
Kau sedang apa Sakura?
Saat Sakura tau ternyata orang yang mengirimi e-mail itu adalah Sasori! Ia langsung berubah mimic wajah yang tadinya kesal karena ada orang yang mengganggu acara mau tidurnya menjadi bahagia dan berseri-seri bagaikan orang yang mendapatkan hadiah kuis sebesar 100.000.000 $.
'Kami-sama ternyata ini adalah Sasori, apa aku hanya bermimpi ahhh aku bahagia sekali' batin Sakura girang, ia tidak menyangka Sasori Sang Pangeran sekolah mengiriminya e-mail.
From : Cherry blossom
To : Baby face
Gomen! Sasori ku kira kau siapa?
Ada apa malam-malam begini kau mengirimiku e-mail Sasori?
Lalu sakura menekan tombol Send, dan tidak lama kemudian ada balasan dari Sasori.
From : Baby face
To : Cherry blossom
Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengucapkan selamat malam padamu…
Jangan tidur terlalu malam ya Sakura.
lagi-lagi Sakura dibuat Blusing oleh Sasori, bayangkan saja jika orang yang selama ini kau sukai tiba-tiba mengirimu e-mail. Sambil membacanya Sakura jadi tersenyum-senyum sendiri lalu ia mengetik balasannya.
Fom : Cherry blossom
To : Baby face
Ehm… selamat malam juga Sasori.
Setelah mengirimi pesan untuk Sasori, Sakura pun kembali merebahkan dirinya di kasur super empuknya yang nyaman itu.
"Sasori kenapa kau membuatku selalu berdebar-debar karena mu, wajahmu yang damai selalu membuat hatiku tenang, Sasori! Sepertinya aku telah jatuh cinta padamu!" guman Sakura sambil memejamkan matanya hingga ia terbawa kealam sadarnya tanpa Sakura sadari bahwa Kakashi mulai masuk ke dalam kamarnya sambil menyeringai.
Lalu ia membuka Handphone Sakura dan melihat isinya lebih tepatnya melihat isi percakapan Sakura dengan Sasori melalui e-mail. Setelah selesai membacanya ia kembali menaruh Handphone Sakura ke asalnya.
Tangannya yang terkepal ia masukkan kedalam kantung celananya, dan membungkukan badan hingga wajah Sakura yang sedang terlelap hanya beberapa senti dengan wajahnya lalu Kakashi memajukan wajahnya dan …
'Cup' Kakashi menempelkan bibirnya dengan bibir Sakura itu tidak berlangsung lama, setelah itu ia mendekatkan bibirnya kearah daun telinga Sakura dan membisikan sesuatu yang sangat pelan agar Sakura tidak terbangun olehnya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menyentuhmu maupun memilikimu Cherry, karena kau adalah milikku hanya milikku" bisik Kakashi dengan seringai yang tak pernah luntur dari wajahnya ia pun menjauhkan dirinya dari Sakura dan berjalan menuju pintu lalu menutupnya.
"Ternyata Akasuna Sasori ya, tch! Rupanya kau tidak banyak belajar dari masa lalumu, hah.. sepertinya permainan ini akan sangat menyenangkan, Akasuna Sasori aku tidak sabar untuk melihat ekspresimu saat bertemu dengan ku nanti!, mungkinkah kau sudah lupa dengan ku? Sasori"
A/N : aaaa bahagianya, makasih ya buat kalian semua yang udah nyempetin Riview, yang nge-Follow, dan juga yang nge-Faforite fanfiction pertama saya… huhhh saya terharu sekali #plak..lempar sandal sama orang2, saya juga minta maaf untuk chapter ini kalau banyak penulisannya banyak yang salah huh #NangisDiPojokan. Demi Dewa Jashin #DewapamanHidan Saya bikin chapter ini dengan sepenuh hati
Pengumuman: bagi kalian2 yang telah mambaca ff saya, saya minta riviewnya!dalam bentuk apapun akan saya terima dengan ikhlas dan lapang dada, karena semua itu bisa menjadi sebuah motivasi untuk saya agar menulis dengan lebih baik lagi. Oke terimakasih minna-san sampai berjumpa di chapter 3 !
