Halo-halo minna-san! Bagaimana kabar kalian semua kalian semua #apaan sih? Author sok akrab
Ok baiklah, sebelumnya saya minta maaf sudah membuat kalian semua menunggu, tapi gk tau deh ada yang lagi nungguin fict ini atau gk… #dakumahapatuh
Lanjut~ chapter 3….. :3
Sebelumnya :
"Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menyentuhmu maupun memilikimu Cherry, karena kau adalah milikku hanya milikku" bisik Kakashi dengan seringai yang tak pernah luntur dari wajahnya ia pun menjauhkan dirinya dari Sakura dan berjalan menuju pintu lalu menutupnya.
"Ternyata Akasuna Sasori ya, tch! Rupanya kau tidak banyak belajar dari masa lalumu, hah.. sepertinya permainan ini akan sangat menyenangkan, Akasuna Sasori aku tidak sabar untuk melihat ekspresimu saat bertemu dengan mu nanti!, mungkinkah kau sudah lupa dengan ku? Sasori"
.
.*.*.*.
.
DARK LOVE © 1522Htk
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
GENRE : Romance / Drama
WARNING : Sepertinya Banyak Typo,EYD ~, lemon author masih mikir2, Incest, Dll.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ! ^^
~¥ SELAMAT MEMBACA ¥~
.
.
Pagi hari di kediaman keluarga Hatake
Mereka sekeluarga sedang berada diruang makan untuk sarapan bersama ya inilah peraturan yang di buat oleh Hatake Sakumo untuk menjaga keharmonisan keluarga katanya…
Saat ini sudah ada Hatake Sakumo sebagai kepala keluarga, lalu Hatake Tsunade dan anak pertama mereka Hatake Kakashi yang ketampanannya berada di level Dewa!~ sedangkan anak bungsu mereka yaitu Hatake Sakura masih bergulat di alam mimpinya dengan tenang.
"Tsunade kenapa Sakura belum turun juga, bukankah kau tadi sudah membangunkannya?" ucap Sakumo pada istrinya.
"Hahhh Kami-sama aku sudah membangunkannya selama lima kali tapi dia selalu bilang 5 menit lagi, dasar anak itu susah sekali untuk membangunkannya" seru Tsunade pada suaminya, yah memang benar sudah 5 kali Tsunade membangunkannya tapi selalu di jawab '5 menit lagi Kaa-san' oleh putrinya itu, bahkan Tsunade yakin jika ada ufo yang menabrak rumahnya pun Sakura tetap tidak akan bangun.
"Biar aku saja yang membangunkan putri tidur itu Kaa-san" ucap Kakashi saat Tsunade akan beranjak dari duduknya.
"Baikalah Kakashi, Kaa-san sudah tidak tau lagi harus membangunkannya dengan cara apa supaya iya bangun dari tidurnya itu" balas Tsunade pada Kakashi.
Lalu Kakashi menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Sakura yang berada di sebelah kamarnya, setelah sampai Kakashi pun langsung memasuki kamar Sakura dan yang Kakashi dapati adalah Sakura yang menutupi tubuhnya dengan selimut tebal bahkan ia tak menghiraukan cahaya yang masuk melalui tirai jendelanya.
Lantas Kakashi pun mendekati Sakura yang berada di tempat tidurnya, lalu Kakashi menarik selimut yang Sakura pakai hingga setengah tubuhnya terlihat.
Merasa terganggu dengan ulah seseorang Sakura membuka sebelah matanya untuk melihat siapa yang menggangu tidurnya "haaaah Kakashi-nii pergilah 5 menit lagi aku janji" ucap Sakura sambil menarik selimut untuk menyelimuti dirinya lagi.
"Tch,… dasar baka imouto kau harus bangun kalau tidak kau akan terlambat dasar putri tidur" kata Kakashi sambil menarik tubuh Sakura untuk bangun dan menjauh dari tempat tidur.
"Ahh pergilah Kakashi-nii"
Seketika itu ide muncul di kepala Kakashi, lalu dengan gerakan cepat Kakashi mengangkat tubuh Sakura dari tempat tidur dan menurunkan Sakura di depan pintu kamar mandi.
Merasakan tubuhnya melayang sontak sakura membuka matanya "aaaaa Kakashi-nii apa yang kau lakukan!"
"Sudah cepatlah sana mandi kalau tidak kau akan terlambat ke sekolah baka imouto!" setelah mengucapkannya Kakashi pergi ke ruang makan dan menghiraukan ocehan Sakura yg kesal karenanya.
"Huu Kami-sama kenapa kau memberikan seorang aniiki seperti itu kepadaku?... huft nasib-nasib" setelah menyelesaikan ocehannya Sakura pun masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya setelah selesai Sakura langsung memakai seragamnya dan membawa tasnya lalu ia turun ke ruang makan.
Sesampainya Sakura di ruang makan ia langsung mendudukan dirinya di salah satu bangku pada ruang makan.
"Pagi Kaa-san, Oto-san maaf Sakura baru bangun…" sapa Sakura pada kedua orangtuanya.
"Sudah cepat habiskan sarapan mu Sakura kalau tidak kau akan terlambat" sahut Tsunade pada putrinya.
"Baik Kaa-san" jawab Sakura sambil berojigi pada Tsunade.
.
.
Setelah menghabiskan sarapannya kemudian Sakura langsung berangkat bersama Kakashi ya sekalian karena memang kantor tempat Kakashi bekerja tidak terlalu jauh dari sekolahnya. Saat ini Sakura sedang asik mendengarkan lagu dari Mp3 kesayangannya dan Kakashi pun sedang focus mengendarai mobilnya.
Tak lama Sakura sampai di sekolanya
"Nii-chan Sakura masuk dulu ya jaaa…." Ucap Sakura saat akan menutup pintu mobil tapi di tahan oleh Kakashi. Sakura yang tidak peka hanya bisa mengerutkan kening tanda bertanya pada Nii-channya tersayang.
Kakashi hanya bisa menghela nafas imoutou-nya yang satu ini memang tidak peka, sebagai tanda Kakashi mengarahkan jari telunjuknya kearah pipinya.
Kakashi minta di cipiki (cium pipi kiri) :3
Mau tidak mau Sakura harus menunduk dan memasukan kepalanya ke dalam mobil untuk mencium Kakashi, Kakashi mah seneng-seneng aja.
.
.
Hatake corp
Saat ini Kakashi sedang duduk di bangku kebesarannya sebagai CEO di perusahaannya sendiri, ia sedang berkutat dengan dokumen-dokumen yang harus ia tanda-tangani demi kesuksesan perusahaannya.
'Tok..tok..tok'
"Masuk" ucap Kakashi saat ada yang mengetuk pintunya.
Lalu seseorang masuk dengan malasnya ia berjalan kearah bosnya itu untuk menyampaikan sesuatu yang penting.
"Saya kesini ingin memberitahu bahwa ada gossip yang menyatakan bahwa perusahaan dari Shimura corp ingin mengambil alih sebesar 20% dari 60% saham yang kita punya tuan" ucap Shikamaru to the point pada Kakashi karena ia sedang malas untuk sekedar basa basi.
"Hmm seperti biasa kau tidak suka bertele-tele Shikamaru, jadi mereka sudah mau memulai aksinya dalam menjatuhkan Hatake corp. Tapi selama aku masih disini tidak akan ada yang bisa mengambil alih maupun menjatuhkan Hatake corp dari tanganku" ucap Kakashi setelah mendengar informasi dari tangan kanannya.
"Anda bisa mempercayakan semuanya pada saya tuan, saya tidak akan membuat anda kecewa" balas Shikamaru seakan ia dapat membaca pikiran bosnya itu.
"Baiklah aku pegang janjimu" kata Kakashi.
"Kalau begitu saya permisi tuan" seraya berjalan kearah pintu meninggalkan ruangan bosnya itu.
"Orang-orang seperti kalian tidak akan pernah bisa menghancurkan diriku, tch… dasar amatir" kemudian ia melanjutkan pekerjaannya yang sedikit tertunda tadi.
.
.
.
Sekarang di kelas 12-C sedang ada KBM (kegiatan belajar mengajar), tapi suasana di kelas ini bukan seperti kegiatan belajar melainkan seperti area pemakaman pada malam hari (?) oh ayolah apa kalian tidak tegang jika kalian sedang di ajar oleh sensei terkiler di sekolah dan sialnya pelajaran yang ia ajarkan adalah metematika. Tamat sudah riwayat hidup loe (¿)…
Kringggggg~…
"Huaaaaa akhirnya pelajaran terakhir hari ini selesai juga, Kami-sama forehead apa kau tadi lihat… ,ingin menunjuk murid saja seperti ingin memakannya haahh… aku sampai keringat dingin di buatnya…" ucap Ino pada Sakura yang tengah melaksanakan piket hariannya di kelas.
"Kau saja yang terlalu baperan(bawa perasaan) Ino, lagi pula soal seperti itu saja masa kau tidak bisa?"
"Sebenarnya sih aku bisa tapi aku terlalu malas untuk kedepan… untung tadi yang Ibiki-sensei tunjuk adalah si Kiba Pftttt Ahaha apa kau tau, ekspresinya sangat lucu saat di panggil tadi ahaha..ahaha"
Sakura yang mendengarkannya pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah sahabatnya yang satu ini.
.
.
Hari ini Sasori berniat mengajak Sakura ke suatu tempat, berhubung pelajaran terakhinya adalah olahraga jadi sehabis mengganti bajunya Sasori langsung ke kelas Sakura.
Ternyata Sakura masih ada di kelasnya, Sasori yang melihat pun tersenyum dalam diam lalu ia melipat tangannya di dada dan menyenderkan punggungnya pada tempok sebelah pintu kelas Sakura.
Sakura yang sudah selesai dengan tugasnya pun langsung mengambil tasnya dan kembali menyimpan semua peralatan yang tadi habis dia pakai untuk bersih-bersih.
"Ishh kau ini lamban sekali forehead ayo cepatlah sedikit… aku ingin melihat bunga-bungaku"
"Dasar maniak bunga"
"Eh… tunggu sebentar forehead bukankah yang di depan itu Sasori, sedang apa dia di sini?" ucap Ino saat melihat kepala Sasori dari jendela dekat pintu.
"Entahlah pig aku juga tidak tahu" seru Sakura.
Langsung saja Sakura mendatangi Sasori yang sedang menutup matanya. Sasori yang merasa ada yang menghampirinya pun langsung membuka matanya.
"Kau sudah selesai Sakura?" ucap Sasori.
"ah.. iya, em kau sedang menunggu seseorang Sasori?"
"iya aku sedang menuggumu… jadi,.. ehmm.. mau pulang bersama?"
Sakura yang mendengar itu sontak merasakan panas di wajahnya… di ajak pulang bersama oleh pangeran sekolah sekaligus sebagai orang yang kau cintai, rasanya bagaikan terbang di atas awan(?).
"Tapi.. " Sakura yang diajak pulang bareng merasa tidak enak pada sahabatnya, sedangkan Ino malah cenge-ngesan melihat Sakura yang sedang meliriknya.
"Baiklah-baiklah forehead aku tidak akan menggagu kalian, selamat bersenang-senang remaja yang sedang dilanda asmara…" Ino yang sudah tau jalan ceritanyapun meninggalkan mereka berdua.
'Pig.. teganya kau berkata seperti itu..! pig! Kau membuatku malu SHANNAROOO!' jerit iner Sakura"ayo sasori, maafkan temanku yang satu itu ya…aha haha dia memang seperti itu" sambil berjalan keluar meninggalkan gedung sekolah.
"Tidak apa-apa, apa yang dikatakannya memang benar kok"ungkap Sasori terang-terangan.
~BLUSHHHHH! Seketika wajah Sakura kembali memerah karena mendengar ucapan dari Sasori, Sakura yang malu hanya bisa memalingkan wajahnya kearah lain enggan untuk melihat kearah Sasori. Entah kenapa akhir-akhir ini jika ia jadi sering blushing jika berdekatadan dengan Sasori.
Sasori yang melihat tingkah Sakura hanya bisa menahan tawanya agar tidak meledak,menurutnya Sakura sangat imut jika sedang malu, lantas Sasori langsung saja memegang tangan Sakura lebih tepatnya menautkan jari-jemari mereka dan menggandeng tangan Sakura menuju ke tempat parkir.
.
.
Saat ini Sakura dan Sasori sedang berada di halaman parkir sekolah, Sasori sudah berada diatas motornya tapi Sakura tiba-tiba teringat akan sesuatu ya! Dia harus menelfon Kakashi dulu karena biasanya ia akan dijemput saat pulang sekolah tiba.
"Ehm.. Sasori sebentar ya, aku ingin menelfon Nii-chanku dulu" ucap sakura yang dibalas dengan aggukan oleh sasori tentunya.
Kemudian Sakura mengabil handphonenya yang berada di saku dan mulai mengetik nomor yang ia tuju…tak lama kemudian ada orang yang mengangkat telfonnya.
"Moshi-moshi" sapa Sakura pada Kakashi.
"…"
"Sebenarnya Nii-chan hari ini kau tak usah menjemputku, aku akan pulang bersama temanku"
"….."
"Iya temanku"
"…"
"Dia yang mengantarku pulang waktu itu Nii-chan, iya dia laki-laki"
"…."
"Iya aku tau.. ayolah Nii-chan aku ini sudah besar aku bisa pulang sendiri, lagi pula dia itu temanku dia pasti akan menjagaku,… kau terlalu berlebihan Kakashi-nii" Sakura mulai merasa jengkel pada kakanya karena menurutnya Kakashi itu terlalu overpro terhadapnya.
"…."
"Terserah apa katamu Kakashi-nii, aku akan pulang bersamanya dengan atau tanpa persetujuanmu"
Tuttttt!~~~~ (¿)
Setelah itu sambungan terputus sepihak, lebih tepatnya Sakura yang memutus sambungan telfonnya terlebih dahulu.
"Apa semua baik-baik saja Sakura?" merasa khawatir pada Sakura yang sempat berdebat dengan seseorang yang ia telfon.
"Tidak apa-apa Sasori, kita jadi pulang bersama kan?"
"Tentu saja, cepatlah naik udara semakin panas disini… berpeganganlah aku tidak mau kau terjatuh saat kita di jalanan nanti karena itu pasti akan sangat memalukan" ucap Sasori sambil menyamankan tangan Sakura di perutnya untuk berpegangan.
Sakura yang mendengar ledekan Sasori hanya bisa ber-blushing ria di belakang sambil menyamankan posisinya yang memeluk Sasori dari belakang.
.
.
Lain di tempat Kakashi
Saat ini Kakashi sedang mengendarai mobilnya menuju sekolah Sakura untuk menjemputnya. Saat sedang asik-asiknya menyetir telfonnya bergetar hebat menandakan ada orang yang menelfonnya, kemudian dia menepikan mobilnya lalu ia membaca siapa yang menelfonnya ternyata imoutonya yang menelfon segera Kakashi mengangkatnya dan mendengar suara Sakura dari sebrang sana.
"Iya… ada apa Sakura? Aku sedang diperjalanan tunggulah sebentar lagi aku akan sampai"
"…."
"Apa? Temanmu…"
"…."
"Temanmu yang mana sakura.. apa dia laki-laki?"
"…."
"Sakura… kau tau kan kalau aku tidak pernah suka kau pulang bersama seorang laki-laki" geram Kakashi pada adiknya.
"…."
"Sakura…. Aku sangat tidak suka jika kau melanggar dan menghiraukan perintahku !" ancam Kakashi.
"….."
Tuttttt!~~~
'Apa!? Sejak kapan dia mulai berani padaku, tch… kau memang gadis keras kepala Sakura tapi aku lebih keras kepala dibandingkan denganmu…. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh kepelukan setan merah itu Sakura!?' ancam batin Kakashi.
Merasa kesal pada adiknya, kemudian ia melesatkan mobilnya membelah jalanan kota yang ramai "tidak sia-sia aku membelimu, kita lihat seberapa cepat melaju di jalanan ini" ucap Kakashi disertai dengan seringai yang menghiasi wajahnya yang tampan bak dewa tersebut.
Cittttt~!~~~~~~~(?)(¿)
"kami-sama ada apa sasori kenapa tiba-tiba kau mengerem mendadak ini sangat berbahaya!" ucap Sakura terkejut karena Saori yang tiba-tiba menghentikan motornya ehhhh maksud author Sasori yang tiba-tiba menghentikan motornya.
"Entahlah Sakura, ada orang gila yang memberhentikan mobilnya didepan kita secara mendadak" Sasori dan Sakura mulai turun dari motor, Sasori yang mulai merasa penasaran dengan pengendara mobil itupun mulai menghampiri mobil tersebut.
"Orang gila?.." Tanya sakura heran
"Kau tunggulah aku disini, aku harus memberi pelajaran padanya" ucap Sasori sambil berlalu meninggalkan Sakura.
'Kami-sama bukankah itu mobil Nii-chan, apa yang dia lakukan!?'
Saat Sasori berjalan orang yang berada didalam mobil itupun juga keluar menampakkan dirinya. Alangkah terkejutnya saat ia melihat orang yang sedang berhadapan dengannya. Kakashi hanya menyeringai senang melihat ekspresi dari Sasori terkejut melihatnya.
"Lama tak berjumpa Sasori" ucap Kakashi menghilangkan keheningan yang sempat terjadi tadi.
Kini tangan Sasori terkepal kuat, amarahnya kini melambung tinggi karena kehadiran sosok yang paling dia benci sekaligus rivalnya dulu. Karena melamun Sasori tidak sadar bahwa Kakashi sudah berada di dekat Sakura dan mencekal pergelangan tangan Sakura.
"Ayo kita pulang Sakura" kata Kakashi sambil menggandeng tangan Sakura. Tapi Sakura menolak dengan menghentakan tangannya hingga pegangan Kakashi pada tangannya terlepas.
"Apa yang kau lakukan Kakashi-nii?... sudah ku bilangkan aku akan pulang bersama temanku" desis Sakura.
"Tidak! Kau akan tetap pulang bersamaku" kemudian Kakashi kembali mencekal pergelangan tangan sakura dan membawanya kemobil.
"Kakashi-nii apa yang kau lakukan aku tidak mau pulang bersamamu, lepaskan! Lepaskan tanganku Kakashi-nii!" geram Sakura pada kakanya yang sangat keras kepala itu.
Seolah tersadar dari lamunannya karena mendengar suara Sakura, Sasori pun melihat kearah tangan kakashi yang membawa paksa Sakura ke mobilnya. Dengan cepat Sasori menghampiri mereka dan melepaskan cekalan Kakashi pada tangan Sakura dengan paksa.
"Kau berhentilah memaksanya! Dia tidak ingin ikut denganmu"
Sakura yang terkejut akan tingkah Sasori hanya bisa menolehkan wajahnya ke arah Sasori, entah kenapa saat melihat wajah Sasori, ia seperti merasakan sebuah dendam masa lalu yang menyalimuti pemuda itu saat pemuda itu melihat kakanya ia tak pernah melihat Sasori yang semarah itu pada seseorang, begitupun dengan kakanya, Sakura merasakan keanehan pada kedua pemuda ini.
"Memangnya kenapa kalau aku memaksanya! Kau akan melakukan apa?!" ucap Kakashi sengaja memanasi pemuda di hadapannya.
Sedangkan Sasori hanya menatap geram pada pemuda di hadapannya ini kepalan tangannya makin mengeras begitupula dengan rahangnya yang terkatup rapat dan matanya yang memancarkan kemarahan yang mendalam pada Kakashi.
"Memangnya kau siapa hahh?! Kau bukanlah siapa-siapa! Dasar lemah!"
Buagghhhhhh!
Seketika itu Kakashi tersungkur jatuh ketanah karena mendapat pukulan yang tak terduga di pipinya dari pemuda Akasuna itu, kemudian Kakashi menyeringai sambil mengelap sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan tersebut.
Sedangkan Sakura menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.
"Cih!... hanya segitu kemampuanmu Akasuna Sasori" ucap Kakashi sambil bangkit dari duduknya dan langsung membalas pukulan yang Sasori layangkan padanya.
~buaghh!.. buaghhhhh!
Pukulan bertubi-tubi di dapatkan oleh Sasori ia tak sempat membalas perlakuan Kakashi Karena pria itu menyerangnya dengan sangat gesit.
"KAKASHI-NII?!... apa yang kau lakukan hentikan, kubilang hentikan?! Kakashi-nii!" jerit Sakura seraya memegang tangan Kakashi yang hendak memukul kembali wajah Sasori.
Kemudian Kakashi mengangkat tubuhnya dari tubuh Sasori, Sakura yang melihat wajah babak belur Sasori dengan segera Ia membantu Sasori bangun dan membopong tubuh pemuda itu ketempat motornya berada.
"Sasori aku benar-benar minta maaf atas ini semua, sekali lagi aku minta maaf Sasori" lirih Sakura seraya meniggalkannya di motor dan mengahampiri Kakashi dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kita akan membicarakan ini semua Kakashi-nii" lalu Sakura masuk kedalam mobil.
Cuih!~~~~ Kakashi meludah tepat di samping kaki pemuda Akasuna itu lalu dia melengos pergi masuk kedalam mobilnya dan membawa mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara Sasori hanya bisa memandang mobil yang semakin menghilang dari pandangannya itu dengan lirih 'aku mencintaimu Sakura' Kemudian Sasori pergi menggunakan motornya.
Selama perjalan didalam mobil hanya ada keheningan yang menyelimuti, Sakura lebih memilih diam dan hanya menatap pemandangan dibalik jendela mobil ia masih terlalu syok dengan apa yang baru saja dilihatnya tadi, kalau Kakashi sedang menyetir dengan fokus dengan sekali-kali ia melirik kearah Sakura.
Sesampainya dirumah Sakura langsung masuk kedalam kamarnya, dengan Kakashi yang mengikutinya di belakang. Setelah ia menaruh tasnya Sakura langsung berhadapan dengan Kakashi
"Kami-sama… Kakashi-nii sebenarnya kau ini kenapa?! Apa kau sadar tidakanmu yang memukuli temanku itu sangat kekanakan Kakashi-nii!?"
"Sakura kau sudah tau sejak lama bukan, bahwa aku paling tidak suka perintahku diacuhkan dan kau baru saja mengacuhkan perintahku apa kau tau itu?!" mata hitamnya memandang Sakura dengan tajam.
"Tapi kau sangat keterlaluan Kakashi-nii! Dia adalah temanku, bahkan kau memukulnya hingga babak belur seperti itu… MEMANGNYA KAU SIAPA?! KAU HANYA KAKA-KU! Dan kau tidak berhak mencampuri URUSAN PRIBADIKU?!" ucap Sakura yang sudah sangat marah pada kakanya.
Sekarang Kakashi telah benar-benar dibuat marah oleh adiknya, sebenarnya Kakashi sudah memperkirakan bahwa suatu saat Sakura akan memberontak padanya tapi dia tidak menyangkan akan secepat ini.
"Sejak kapan kau berani berbicara seperti itu padaku HATAKE SAKURA?!"
Sakura yang melihat amarah di mata Sang kaka sempat membuat nyalinya menciut hingga membuatnya harus memallingkan wajah agar keberaniannya muncul lagi.
'Tidak aku sudah lelah seperti ini terus, aku ingin merasakan kebebasan, aku tidak boleh takut' kembali Sakura menatap wajah kakanya.
"Aku sudah lelah Kakashi-nii, aku sudah lelah menjadi adik yang penurut pada kakanya, kau.. kau slalu membatasi hubunganku dengan teman-temanku! Aku sudah lelah dengan kau yang selalu mencampuri urusan pribadiku… aku membutuhkan privasi untuk diriku sendiri Kakashi-nii, kenapa… KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU! Kena-"
"ITU SEMUA KULAKUKAN KARENA AKU~!" bentak Kakashi pada adiknya itu,tapi ia mulai ragu apakah ia harus mengatakan itu dan akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan mengatakannya sekarang.
"Kenapa Kakashi-nii?... karena aku apa?!" desak Sakura pada kakashi dan mulai memegang tangan kakanya dengan erat meminta ia melanjutkan ucapan yang sengaja digantung nya itu. Karena demi apapun Sakura sangat penasaran akan alasan Kakashi yang selama ini begitu overpro padanya.
"Karena aku…. Aku….."
.
.
.
.
.
~Tbc~
Akhirnya chapter 3 selesai…. Alhamdulillah ya~sesuatu….
Saya author baru disini dan ini juga fict kakasaku pertama saya jadi maaf kalo banyak penulisan yang gaje…. Mau Tanya! Chapter ini kepanjangan gk sih buat kalian para reader sekalian… ? karena saya nanya sama temen saya katanya kalo romance itu bagusnya itu yang panjang jadi saya bikinnya panjang deh …
Author ngucapin banyak makasih buat kalian yang udah nyempetin untuk nge-riview, nge-favorite dan juga buat yang udah nge-follow fict ini.
Thanks to:
Riyuzaki namikaze, NunnaLavenderGirls14, , Che-sii, Cherryma, Ade854, Hatake 54, santi revinty, agastyanitya, Y(Guest), Dewazz, Guest, gin-chan.
Terima kashi semuanyaaaaaaaa ketemu di chapter 4 da..dah….
