Yoooo! Minna-san ketemu lagi nih hehehe, dah gk usah kebanyakan pidatonya langsung aja reader baca chapter 4 yoooo….

Sebelumnnya :

"ITU SEMUA KULAKUKAN KARENA AKU~!" bentak Kakashi pada adiknya itu,tapi ia mulai ragu apakah ia harus mengatakan itu dan akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan mengatakannya sekarang.

"Kenapa Kakashi-nii?... karena aku apa?!" desak Sakura pada kakashi dan mulai memegang tangan kakanya dengan erat meminta ia melanjutkan ucapan yang sengaja digantung nya itu. Karena demi apapun Sakura sangat penasaran akan alasan Kakashi yang selama ini begitu overpro padanya.

"Karena aku…. Aku….."

.

.*.*.*.

.

DARK LOVE © 1522Htk

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

GENRE : Romance / Drama

WARNING : Sepertinya Banyak Typo,EYD ~, lemon author masih mikir2, Incest, Dll.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ! ^^

~¥ SELAMAT MEMBACA ¥~

.

.

"Karena... "

Krietttt '~

"Ada apa ini? Kaa-san mendengar ada keributan dari bawah... apa kalian baik-baik saja Sakura,Kakashi?" Tanya Tsunade setelah membuka pintu kamar Sakura.

"Ah.. iya, tidak apa-apa kami baik-baik saja Kaa-san." Seru Kakashi pada ibunya.

Sedangkan Sakura yang sudah merasa kesal pada kakanya langsung mengambil jaket dan kunci mobil miliknya, kemudian pergi dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ya Sakura memang mempunyai mobil,namun jarang ia pakai karena jika kemana-mana ia selalu bersama Ino ataupun dengan Kakashi. Sakura mendapatkan mobilnya itu dari ayahnya saat ulang tahunnya yang ke 17.

"Sakura,.. kau mau kemana? Kami-sama anak itu, sebenarnya kalian kenapa Kakashi?" Kata Tsunade karena bingung dengan tingkah laku anaknya.

"Kami tidak apa-apa Kaa-san, hanya ada sedikit masalah saja... " Sambil mendudukan dirinya di pinggir tempat tidur milik Sakura.

"Ada masalah apa?" Rasa penasaran menyelimuti Tsunade sehingga ia menanyakan pada anaknya.

Kakashi harus putar otak untuk mencari alasan yang tepat pada ibunya agar ia tidak curiga, "Ehm.. itu dia marah padaku karena... k-karena aku tidak membelikannya boneka." Maafkan aku Kaa-san.

"Ada-ada saja anak itu..." Seru Tsunade sambil meninggalkan kamar Sakura.

Setelah kepergian ibunya Kakashi mulai merebahkan diri di kasur sambil menghela nafas, "Kenapa ini sangat berat bagiku... Sakura."

.

.

.

Saat ini Sakura tengah berada di sebuah café yang terletak tidak begitu jauh dari rumahnya. Ia sedang menikmati jus kesukaannya sambil menenangkan diri dari emosi yang sempat meliputi dirinya.

"Boleh aku duduk disini?" Ucap pemuda yang berada di depan meja yang Sakura tempati.

Merasa familiar dengan suara tersebut Sakura mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemuda yang berani mengusik ketenangannya.

Betapa terkejutnya, ternyata pemuda itu adalah Akasuna Sasori lantas Sakura langsung bangkit dari duduknya.

"Kami-sama Sasori apa yang sedang kau lakukan disini? Seharusnya kau dirumah istirahat, ah pasti tubuhmu masih terasa sakit bukan..." tanya Sakura bertubi-tubi.

Sedangkan Sasori hanya terkekeh mendengar ucapan Sakura.

"Kau? Kenapa kau malah tertawa, hei aku serius!" Merasa dihiraukan Sakura kembali mendudukan dirinya di bangku dan disusul dengan Sasori yang ikut mendudukan dirinya.

"Sebelumnya aku bertrima kasih karena kau khawatir padaku, aku sangat menyukai itu" kata Sasori setelah meredakan tawanya.

"Masalah tadi siang... aku benar-benar minta maaf"

"Sudahlah lupakan lagi pula aku baik-baik saja Sakura"

Sakura memberikan senyum terbaiknya untuk Sasori.

"Dan apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Sasori.

"Aku hanya, yah kau tau masalah.."

"Dengannya" tebak Sasori, nya yang dimaksud Sasori tidak lain adalah Kakashi.

"Iya"

Sekarang hanya keheningan yang menyelimuti keduanya. Sampai Sasori kembali memulai percakapan.

"Ehm Sakura, apakah besok kau ada acara setelah pulang sekolah?" Sasori memandang penuh harap.

"Entahlah menurutku tidak ada kurasa, memangnya ada apa?"

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"

"Kemana?"

"Lihat saja besok, aku yakin pasti kau akan menyukainya"

Sakura hanya memutar mata melihat tingkah Sasori yang terkesan sembunyi-sembunyi darinya.

Setelah berbincang-bincang Sakura memutuskan untuk pulang karena sebentar lagi akan memasuki jam makan malam, begitu pula dengan Sasori.

Dan akhirnya mereka berpisah di depan cafe karena Sakura membawa mobil jadinya dia menolak ajakan Sasori yang ingin mengantarnya.

.

.

.

Di kediaman Sasori.

Setelah Sasori sampai dirumahnya ia langsung merebahkan diri di kasurnya. Hampir ia terlelap ke alam mimpi kalau saja kakanya tidak mengagetkannya, dengan masuk ke kamar tanpa permisi.

"Sasori kau sudah pulang" tanya Temari pada adiknya.

"Apa yang kau lakukan... masuklah dengan mengetuk pintu terlebih dahulu" ujar Sasori memperingati kakanya.

"Hei.. aku ini mengkhawatirkan mu, setelah mendengar dari penjaga di depan bahwa kau terluka" protes Temari pada Sasori.

"Sudahlah aku baik-baik saja" elak Sasori sambil bangkit dari tidurnya dan bersender pada bantal.

"Baiklah kalau begitu aku ingin pergi untuk perjalanan bisnis selama beberapa hari"

"Pergilah aku tidak membutuhkanmu" ujar Sasori dengan sinis.

"Maafkan aku dan Kankurou, kami akan segera kembali" walaupun begitu Temari tau bahwa sebenarnya Sasori sangat menyayanginya dan juga Kankurou.

Walaupun terkesan tidak peduli tapi dia adalah Sasori dan dia memang seperti itu pada semua orang bahkan pada orantuanya.

Kalau kalian tanya dimana orangtua Sasori, mereka sudah meninggal 4 tahun lalu karena kecelakaan pesawat saat mereka sedang menuju ke negara pasir/ desa Suna untuk urusan bisnis.

Kemudian Temari pergi meninggalkan adiknya, setelah Temari keluar ia langsung kembali merebahkan dirinya di kasur dan terlelap ke alam mimpi.

.

.

Tak lama Sasori terbangun dari tidurnya, karena merasa haus kemudian ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk meminum air.

Setelah dirasa hausnya telah hilang ia kembali ke kamar dan mendudukan diri di bangku dekat meja belajar miliknya.

Tanpa sengaja ia meliahat foto Sakura yang ia ambil diam-diam dan di pajang di bingkai kecil.

Melihat wajah Sakura yang sedang tersenyum selalu bisa membuat harinya kembali menyenangkan, Sasori memutuskan untuk membawa foto tersebut dan memandanginya di balkon kamarnya.

"Sakura lihatlah dirimu, kau adalah mahakarya Kami-sam yang sangat indah" bisik Sasori pada dirinya sendiri.

Malam ini Konoha sangat ramai dengan pejalan kaki yang sedang bersenang-senang, ada yang bersama kekasihnya maupun bersama keluarga.

Sasori mengalihkan pandangannya dari jalan kota ke arah bulan yang sedang becahaya di tengah malam.

Bulan purnama yang selalu terlihat indah dengan cahaya yang mengitarinya menambah kesan indah yang berbeda dari yang lain, Sasori sangat menyukai bulan.

Bagaimana ia selalu menggantikan sang matahari di kala malam, menerangi bumi dengan cahayanya yang selalu dapat membuat para manusia terpesona akan keindahannya.

'Sakura taukah kau, betapa aku sangat mencintaimu' ujar batin Sasori.

Dan akhirnya Sasori kembali masuk kekamar, menaruh bingkai di tempatnya lalu melepaskan kausnya.

Kemudian beranjak ke kasurnya dan kembali melanjutkan tidurnya hingga pagi menjelang.

.

.

.

Kring!~ kring!~kring!~

Bising suara jam di pagi hari yang berusaha membagunkan seseorang yang sedang begulat dengan selimutnya di kasur #meanstream memang tapi mau bagaimana lagi..

Sasori yang tergangu dengan suara tersebut langsung mematikannya. Dan mendudukan diri di pinggir ranjang.

Sejenak ia melihat kearah jam ternyata baru jam 06.30 yahh memang baru karena jam masuk sekolah adalah jam 08.00

Akan sangat membahagiakan jika sekolah kalian di mulai jam segitu.

Dengan berat hati ia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membasuh badannya.

Setelah sejam berada di kamar mandi Sasori kemudian keluar dan memakai baju sekolah nya. Dan pergi menuju ruang makan untuk sarapan.

Sesampainya di ruang makan ia melihat Garaa yang sedang memakan sarapannya. Kalau kalian bertanya Gaara adalah adiknya umur mereka hanya berbeda 1 tahun.

Sasori mengambil sekotak orange juice dari kulkas dan menuangkannya ke gelas miliknya dan duduk di depan Garaa untuk menikmati sarapanya.

"Temari-nii memberitahuku bahwa perjalanan bisnisnya akan ditambah menjadi seminggu, ia menyuruhku untuk memberitahumu" kata Garaa pada Sasori yang sedang megoleskan selai pada rotinya.

Sasori yang mendengar itu tersenyum sinis "Katakan padanya bahwa aku tidak peduli" ujarnya sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari roti yang tengah ia olesi selai.

"Ck. Sasori-nii sebaiknya kau jangan terlalu sinis seperti itu, kau terlihat menyeramkan jika seperti itu kau tau" kata Garaa berusaha mencairkan suasana yang dia anggap mencekam.

Sedangkan Sasori hanya memakan rotinya tanpa mengeluarkan suara dan sarapan kali ini hanya di lewatkan dengan keheningan.

"Sasori-nii berangkat duluan, kau juga segera berangkat agar tidak terlambat" kata Garaa sambil pergi keluar dan menghampiri mobil miknya.

Tak lama Sasori juga menaiki mobil dan menjalankannya menuju sekolah.

Kaka beradik ini akhirnya sampai di sekolah bersamaan, karena mereka memang belajar di satu sekolah.

Saat keduanya keluar dari mobil banyak siswi wanita yang baru datang ataupun sedang lewat histeris melihat keduanya.

Memang siapa yang tidak kenal dengan Akasuna bersaudara ini, Sasori sebagai kapten basket sekolah yang menjadi icaran para wanita, dan juga Garaa yang terkenal sebagai ketua Osis yang menjadi idaman setiap laki-laki/ ehh maksudnya wanita.

Garaa yang melihat para fansnya kemudian memberikan senyuman terbaiknya yang dapat melumpuhkan setia wanita.

Sedangkan Sasori terkesan cuek dan dingin pada fansnya itu, tapi itulah sosok yang disukai oleh para fans Sasori yang penuh dengan kemisteriusan.

.

.

.

Hari ini Sakura kembali diantar oleh kakanya ke sekolah.

Selama perjalan hanyalah ada kesunyian yang menyertai you know lah.. Sakura masih marah pada kakanya.

Setelah makan malam ia langsung menidurkan diri di kamar, karena biasanya Sakura akan mengobrol dulu di ruang tengah sambil menikmati cemilan.

Dan akhirnya mobil sampai di halaman parkir sekolah, saat Sakura ingin keluar dari mobil ada tangan yang menahannya.

"Sakura aku minta maaf atas kejadian kemarin, ku mohon maafkan lah aku"

Sakura hanya diam tanpa berkata apapun, dan itu membuat Kakashi makin frustasi.

'Baiklah' ujar batin Kakashi.

Kakashi memegang kedua pundak Sakura dan menghadapkan pada dirinya, Sakura yang heran mendongak menatap kakanya.

Dan pada saat itu juga Kakashi mencium Sakura tepat di bibirnya, seketika itu juga Sakura melebarkan matanya ia tidak pernah menyangka bahwa Kakashi akan menciumnya.

Kakashi memberikan lumatan kecil di bibir itu, tak lama Kakashi menjauhkan wajahnya dari Sakura.

Sakura yang masih terkejut hanya menatap Kakashi dengan tak percaya dengan apa yang baru saja kakanya lakukan.

Kemudian Sakura menunduk dan tangannya mulai meremas rok sekolah miliknya.

"Ke-kenapa?" Kata Sakura dengan lirih.

"Ke-kenapa... kenapa kau melakukan itu?"

"Karena aku mencintaimu Sakura!? Apa kau tidak pernah sadar akan hal itu?!" ucap Kakashi dengan nada frustasi.

Sakura yang mendengar itu langsung mendongakan kepalanya dan langsung bertatapan dengan mata onyx milik Kakashi.

"Apa?! Apa kau tau apa yang baru saja kau katakan?!" Sakura tidak percaya bahwa kakanya yang sangat ia sayangi memiliki perasaan padanya.

Sebenarnya ia sudah sering mendengar hal itu dari Ino bahwa Kakashi terlalu berlebihan dengannya tapi ia selalu menyangkalnya dengan mengatakan bahwa itu hanya luapan kasih sayang dari kakak untuk adiknya.

Tapi itu semua salah... yahh itu semua salah kenyataannya adalah Kakashi memiliki rasa padanya, pada adik kandungnya sendiri yaitu Sakura.

"Aku tau, yaa aku sangat tau apa yang baru saja aku katakan Sakura"

"Ta-tapi aku adalah adikmu dan k-kau adalah kakaku"

"Sakura aku sangat mencintaimu sebagai seorang wanita"

Ucap Kakashi sambil menggenggam tangan milik Sakura.

"Tidak ini salah, bagaimana dengan Tou-san dan juga Kaa-san?! " Sakura menatap mata milik Kakashi.

"Persetan dengan mereka aku akan memikirkan jalan keluarnya, dan sebaiknya kau masuk kalau tidak kau akan terlambat" ucap Kakashi sambil mengusap kepala Sakura.

Dan tentu saja membuatnya tersenyum walau hanya sedikit, setelah melambaikan tangannya pada mobil milik Kakashi yang meninggalkan halaman sekolah ia mulai memasuki gedung sekolah.

Entahlah perasan Sakura kini sedang kacau karena pernyataan cinta dari kakanya yang sangat tidak terduga itu. Saat ini ia sangat bingung bagaimana ia harus menghadapi Kakashi kedepannya nanti.

.

.

.

Saat ini Sasori sedang mendengarkan penjelasan guru di depan.

Sebenarnya hanya raganya saja yang ada disini karena pikiran sedang melayang kesuatu tempat.

Sasori sedang memikirkan tempat yang akan ia kunjungi bersama dengan Sakura nanti setelah pulang sekolah.

Ia merasa ini adalah permulaan yang bagus untuk mendekatkan dirinya dengan Sakura. Karena bosan ia mulai membuka handphone nya dan mgutak-atik sesuatu, hingga akhirnya ia megirim chat pada seseorang.

Setelah ia memencet tombol send, Sasori kembali mendengarkan penjelasan dari guru yang ada di depan.

.

.

.

Saat ini Sakura sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya beberapa menit lalu, hingga ia merasakan ada yang aneh pada sakunya.

Sakura merogoh sakunya saat merasakan ada sesuatu yang bergetar (?) Tentusaja handphone miliknya.

Dan saat ia melihat layar handphone miliknya ternya ada pesan masuk dari Sasori.

'Aku harap kau tidak lupa dengan perjanjian kita yang kemarin'

Sakura kembali mengingat-ngingat hal itu, sampai ia ingat bahwa ia akan pergi bersama dengan Sasori saat pulang sekolah.

Kemudian Sakura mulai mengetik pesan balasan untuk Sasori.

'Yah.. sejujurnya aku hampir lupa, sedang banyak masalah akhir-akhir ini'

Sakura menghela nafas, mengingat kejadian tadi pagi sungguh membuat nya pusing ia bingung...

Bagaimana hubungan dengan Kakashi setelah ini semua, apalagi mereka adalah saudara kandung. Ia tidak menyangka hal ini akan terjadi padanya, apa yang harus ia lakukan.

'Kami-sama apa yang seharusnya ku lakukan?!' batin Sakura.

Tak lama Sakura mendapatkan pesan balasan dari Sasori.

'Sudahlah jangan terlalu difikirkan, aku akan membawa mu ke tempat yang menyenagkan nanti sepertinya'

'Yahh aku menantikan itu'

Sakura kembali mengerjakan tugasnya, hingga handphone nya kembali bergetar menandakan ada pesan yang masuk.

Ia mengira itu adalah pesan dari Sasori tapi ternya dari kakanya, Kakashi memberitahunya lewat pesan bahwa ia tidak bisa menjemput saat pulang sekolah nanti.

Sakura hanya membacanya sekarang ia sedang malas untuk berbicara dengan Kakashi walaupun hanya lewat pesan.

Setelah meletakkan handphonenya, Sakura menghela nafas lagi dan menelungkup kan wajahnya di tangan.

.

.

.

Setelah beberapa jam ia lewatkan untuk belajar akhirnya istirahat, sekarang Sakura sedang berada di kafetaria bersama Ino.

Tapi Sakura hanya diam, bahkan manannya sama sekali tidak ia sentuh, entahlah ia sedang tidak berselera untuk makan saat ini.

Ino yang dari tadi melihat Sakura merasa ada yang aneh dengan sahabat yang satunya ini.

"Forehead apa kau baik-baik saja?" tanya Ino.

Sakura hanya menganggukan kepalanya tanpa melihat Ino, Ino yang mengerti bahwa sahabatnya ini sedang ada masalah kemudian menjulurkana tangan nya untuk mengusap punggung Sakura.

'sepertinya Sakura sedang ada masalah berat' batin Ino.

.

.

.

Tbc

Whoaaa akhirnya saya update juga, niatnya sih pengen update dari kemarin-kemarin tapi saat saya mau update tiba-tiba… jreng-jreng Kuota Saya Abis sakitnya tuh disini.

Oke minna-san riviewnya di tunggu loh…

Jumpa lagi di chapter 5