"Siapa kau? Berani sekali masuk rumah orang tanpa permisi"
Matahari selalu bersinar.
Tapi tak selamanya pancarkan kehangatan.
Terkadang ada yang mencela kehangatan dari sang surya.
Tak menyadari seberapa berharga atas keberadaanya.
Tapi saat sang surya menghilang dibalik awan, baru akan di mengerti, seberapa ia berarti.
Namun semua tak cukup , karna celaan akan kembali terulang saat sang surya kebali bersinar terik.
Bukan mereka membencinya.
Mereka hanya iri akan karisma dan kehangatannya.
Dan akan benar benar terlambat untuk di sesali.
Saat sang surya tak akan lagi pernah bersinar.
Tak lagi pancarkan kehangatan.
Karna keberadaanya telah tertelan oleh sang kegelapan.
...
Untuk selamanya
...
*†††††††††††††††*part of heart*†††††††††††††††*
...BADAI SAKURA ...
Disclaimer:
Naruto adalah milik MASASHI KISHIMOTO selamanya.
Genre:
Angest, family
...BADAI-SAKURA...,...
Itachi. P. O.V.
Siang ini begitu terik, seolah jika aku keluar udara akan mambakar hangus kulit ku. Ingin rasanya aku berdiam didalam kamarku di kediaman Uchiha, tapi itu tak bisa kulakukan sekarang. Ya di siang hari yang begitu panas, Uchiha Sasuke, adik semata wayangku, meminta ku menemuinya dikediam Uzumaki. Sebenarnya aku merasa sungkan. Bukan hanya cuaca panas yang membuat ku enggan melangkahkan kaki keluar dari sarangku dan menemui adikiku, tapi ada hal lain. Hal itu ialah mengenai Uzumaki Naruto atau yang sekarang menjadi Uchiha Naruto. Bukan aku segan bertemu adik iparku itu, aku senang bahkan.
Tapi...
CITTTTTTTT...
"Cih, sialan. Hampir saja aku menabrak orang"
Gara- gara melamun, aku jadi tak konsen mengemudi.
Kufokuskan kembali perhatian ku pada jalanan. Tapi,meski bagai manapun, fikiranku tetap melayang kepadanya. Sebisa mungkin aku melupakan perasaan terlarang ini, tapi tetap saja tak bisa. Cinta ku pada Uzumaki Naruto masih sangatlah besar. Yah, meski kini ia adalah adik iparku.
Perjalanan dari kediaman Uchiha ketempat tujuanku hanya membutuhkan waktu 30 menitbila kutempuh dengan mobil. Yah memang sebentar , hingga tak kusadari aku telah sampai di depan gerbang kediaman Uzumaki.
Kupakirkan ferary hitam ku di halaman depan bangunan bergaya eropa klasik ini.
Mobil siapa itu? Belum pernah kulihat sebelumnya?
"Apa Naruto ada dirumah?"
Tapi ini bukan mobil Naruto?! Apa milik Sasuke?
Tidak, aku yakin Sasuke tak pernah memakai mobil berwarna merah menyala seperti ini.!
Yah, sebagai kakaknya, aku tahu betul apa yang disukai atau di benci oleh Sasuke. Dan warna terang menyala seperti ini adalah salah satu hal yang dibencinya.
Lalu mobil siapa ini?
"Masa bodoh lah. Mungki tamu"
Kutarik dalam- dalam nafas ku lalu ku hembuskan. Setelahnya dengan raguku langkahkan kaki ku memasuki kediaman Uzumaki.
"Yokoso Itachi-sama"
"Hn"
Mension yang megah tapi begitu sepi. Yang ada hanya para pelayan.
"Dimana Sasuke dan Naruto?"
Kutanyai salah satu pelayan yang menyambutku.
Rumah ini tak berubah sejak terahkir aku kemari.
Perasaan ku pun tak berubah saat kuinjakan lagi kakiku kelantai rumah ini. Masih aneh dan tak nyaman.
"Sasuke-sama dan Naruto- sama mereka belum pulang"
"Hn...jika Sasuke kembali, katakan aku menunggunya di atas!"
Ku fikir sebaikanya aku tinggalkan pesan pada pelayan. Agar saat Sasuke kembali nanti ia akan langsung menemuiku.
Kutapapaki satu demi satu anak tangga. Saat tiba dilantai dua aku melihat sosok yang tak ku kenal,
Siapa dia?
Ia mengelus lembut figura foto pernikahan Sasuke dan Naruto.
"Siapa kau? Berani sekali masuk rumah orang tanpa permisi"
...Itachi P. ...
Pairing:
Sasu x Naru, Gaa x Naru, Sasu x Karin, Sasu x lainnya nyusul...
Rated:
M
Warning:
Yaoi, gaje, typo,lemon, segalahal buruk menyimpang bertebaran.
...BADAI-SAKURA...
Di kantor Naruto.
"Shitt.. sialan... mengapa pekerjaan ini tak ada habisnya.."
'Sasuke sedang apa diasekarang?'
"Fokus... aku harus segera menyelesaikan semua ini dan pulang"
Hampir dua bulan Naruto tak bertatap muka secara langsung dengan suaminya. Yah walau rasa sakit masih menyusup di hatinya, tapi tetap tak ia pungkiri, rasa rindunya yang lebih besar.
'Sasuke kapan kau akan mengakuiku dan mau menerimaku'
"Yos, tinggal sedikit, gambatte tebbayo"
...BADAI SAKURA ...
Sasuke melajukan mobilnya dengan kencang. Yang ia fikirkan saat ini hanya ia ingin tiba dirumah secepatnya.
"Shittt mengapa aku lupa. Aku kan meminta aniki datang kerumah. Cih.. kuso kuso kuso..."
Yah lupakan Sasuke yang sedang fokus pada jalan. Kembali kemension Uzumaki.
Pemuda berambut merah bata itu tampak tersentakkaget, mendengar seseorang mengurnya dari belakang. Pemuda bertato kanji AI itu pun berbalik dan menatap tajam penegurnya.
Emerland indahnya beradu pandang dengan obsidian malam yang seolah akan membawanya dalam kegelapan.
'Mata Onyx'
Gaara melirik sekilas foto yang barusan ia letakan.
'Rambut raven'
'Wajah stoic angkuh yang memuakan.'
'Tak salah lagi ia pasti Uchiha Sasuke, suami Naruto'
Gaara melangkah kearah sosok yang ia kira sebagai sepupu iparnya. Iris emerland jernihnya berkilat menajam memandang onyx orang di depannya.
"Tidak kah kau merasa begitu kasar dan tidak sopan, TUAN UCHIHA!?'
Gaara menekan pada kata tuan Uchiha, untuk menunjukan seberapa kesal dirinya pada orang itu.
Itachi sedikit tersentak, tak menyangka akan mendengar ada yang memanggil marganya di rumah ini.
'Siapa dia?! Sepertinya akubelum pernah bertemu dengannya.'
"Aku tak butuh teguran tentang sopan santun dari orang yang dengan tidak sopannya masuk kerumah orang lain tanpa permisi.!"Balas Itachi tak kalah menusuk.
Gaara berbalik dan menjauh dari Itachi. Tapi beberapa langkah ia berjalan, Gaara kembali menghentikan langkahnya.
"Dasar arrogant, memang khas Uchiha."
"Yah walau aku belum mengenal mu, tapi aku yakin kau adalah orang yang memuakan." Ketus sang Sabaku tanpa berbalik.
Itachi tampak menggeram murka. Kedua tanganya terkepal erat.
"Apa maksud ucapanmu itu, bocah?!"Desis sang sulung Uchiha tak terima.
"Aku beritahukan padamu Uchiha Sasuke, aku tak perlu izin darimu untuk ada disini. Karna suamimu, Uzumaki Naruto sendirilah yang mengizinkanku untuk tinggal disini!"
Ucap Gaara berlalu meninggalkan sosok Itachi yang masih diam terpaku.
'Tunggu suamiku, dia bilang? Sejak kapan Naruto menjadi suamiku.'
...
Sasuke pun tiba di kediaman ya. Sesegera mungkin ia memarkirkan mobilnya. Sejenak ia terlihat heran. Sama halnya dengan Itachi ia tampak terkejut atas mobil mersedes mewah berwarna merah menyala yang ada di halaman kediaman Uzumaki. Tak ambil pusing ia segera melesat masuk kedalam rumah. Bahkan salam para pelayan pun tak di gubrisnya. Yang ia tahu saat ini ia harus segera menemui kakaknya. Yah selain ia melihat mobil merah tadi ia juga melihat mobil kakaknya. Sudah pasti Itachi sudah datang dan menggunya.
"Dimana aniki ku?"Tanya Sasuke datar pada salah satu pelayan yang melintas di depanya.
"Ano..Itachi-sama...em"
Pelayan wanita itu tampak tergagap tak bisa menjawab pertanyaan Sasuke. Yah wajar karna ia baru saja ke ruang depan dan belum bertemu siapapun selain Sasuke.
"Cih buang buang waktuku saja."
Sasuke mulai hampir saja menarik kerah pelayan itu sebelum sebuah suara menghentikanya.
"Maaf Sasuke-sama. Itachi -sama sudah menunggu anda di lantai atas."
Ucap seorang pelayan laki-laki yang menerima pesan dari Itachi sebelumnya.
Mendengar ucapan pelayan tersebut segera Sasuke melesat menaiki tangga menuju lantai dua.
"Aniki..."panggil Sasuke pada sosok pria yang bersandar pada sandaran sofa diruang tengah.
Itachi menegakkan duduknya dan membalas panggilan sang adik.
"Kau baru pulang Sasuke, aku lama menunggu mu!"
Sasuke berjalan ke arah sofa di depan Itachi dan duduk sandarkan punggungnya dan menegadah.
'Sungguh hari ini begitu melelahkan'
"Hey Sasuke, bukan kah ada yang ingin kau bicarakan?! Jangan bilang kau memintaku kemari hanya karna kau rindu pada ku?!"
"Cih. Dont say such a thing. Aniki!"
Sasuke menegak kan tubuhnya dan menatap onyx anikinya.
"Yang ingin ku bicarakan ini mengenai Uchihacorp. Sampai kapan aku menjadi pasangan dari manusia dobe itu?"
Itachi menyerjit tak mengerti dengan ucapan Sasuke
"Cih. Ayolah Itachi nii-san. Jangan pasang tampang konyolmu itu. Kau pasti mengerti apa maksudku"
Sasuke mengelurkan sebungkus rokok dan mengambilnya sebatang. Iapun memainkan batang rokok itu sebelum menyulutkannya ke korek api ditangan kanannya.
"Dengar Sasuke, walau perusahaan kita sudah membaik, tapi saham terbesar masih ditangan Uzumakicorp."
"Jadi ..."
"Ku harap kau bersabar dan menjaga sikapmu padanya."
"Tidak cukup kah hanya dengan menikahinya. Apa aku juga harus menidurinya?"Sindir Sasuke yang mulai kesal.
Itachi terdiam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Tak mungkin iamenjawab 'jangan' ketika Naruto adalah suami sah adiknya. Tapi ia juga tak bisa mengatakan 'iya' karna hatinya masih milik Naruto walau itu terlarang.
"Sasuke,...aku..."
Itachi tampak tak bisa melanjutkan kalimatnya. Onyxnya meredup. Tak memancarkan ketajaman seperti biasa.
Di sisi lain, diwaktu yang sama. Gaara yang sedang merebahkan tubuh didalam kamar tamu lantai dua tepat di dekat ruang tengah, tak sengaja mendengar percakapan duo Uchiha itu.
...GAARA P.O.V...
Kuso, jadi ini kah yang sebenarnyaterjadi?!
Naruto mengapa kau memilih orang berengsek, macam Uchiha Sasuke?!
Tak ku kira aku akan mendengar pembicaraan penting ini. Naruto, tidak kah kau sakit hatidengan semua ini?
Setelah mendengar orang yang kuyakini sebagai suami Naruto dengan seseorang yang entah siapa. Membuat ku ingin mengamuk seketika itu juga. Tapi, tak mungkin. Karna aiku bukan siapa-siapa.
Kringggggg kringgggg kringggggg...
Kuambil ponselku yang berdering. Kutatap kontak yang tertera di layar ponselku.
"Naruto?"
Ada apa dia menelfon ku?
Dengan sedikit lesu kujawab panggilannya.
"Ya?!"
'Gaara,apa kau sudah dirumah?'
"Hem"
'Ano...apa...?'
Dia tampak ragu untuk bertanya.
"Apa?"
Tanya ku tak paham.
'Itu... apa Sasuke sudah pulang?'
Cih... itu rupanya. Mengapa dia harus menanyakan suaminya yang berengsek itu.
"Ya"
Jawab ku singkat dan seadanya.
Ku dengar ia menghela nafas disebrang sana.
'Ne ... Gaara. Aku akan pulang sebentar lagi. Kau tidak akan pergikan?'
"Ya... "
Aku akan menungghmu, Naruto. Sampai kapan pun itu.
'Ok, jaa ne'
"Jaa"
Naruto mematikan telfonnya dari seberang sana.
Aku menghela nafas panjang.
Kembaliku rebahkan tubuhkun pada tempat tidut berukuran king size itu. Kutatap langit- langit kamar berreliefkan ukiran ukiran rubah berekor 9 bercat putih gading.
Sungguh indah!
Satu ungkapan itulah yang terbesid di kepalaku. Kutatap dan terus kutatap hingga manik green emerlanku terasa berat, sampai ahkirnya benar benar terpejam. Lelah yang membawaku hanyut dalam dunia mimpi.
...GAARAP.O.V AND...
Naruto tampak sibuk berkemas. Ia ingin segera pulang dan beristirat. Saat ia merapikan beberapadokumentnya yang berserakan di atas mejanya,perhatiannyatampak terfokus dengan satu dokumen.
'Document Uchiha corp, kah?'
Batinya menyakinkan pengelihatannya.
Ia mengambil dokumen itu dan mebacanya.
'Maaf kan aku,...Sasuke, ...'
'Jika aku tak melakukan ini semua, kau mana mungkin menikahiku'
'Aku tahu, kau benci padaku. Itu wajar. Kau dipaksa menikahiku demi perusahaan mu. '
'Tapi...aku...padamu... sangat...'
Naruto termenung sesaat. Tapi kemudian ia kembali fokus pada kegiatanya. Ia rapikan semua dokumen dan bergegas meninggalkan kantor.
Sepanjang perjalan pulang manik osean bluenya fokus pada jalanan. Akan tatapi hatinya melayang pada seseorang yang saat itu entah ada di mana.
Perjalanan pulang tak butuh waktu lama,
Beberapa saat kemudian tibalah ia di depan gerbang kediamannya. Naruto memarkirkan mobilnya di samping mobil gaara.
'Mobil itachi?!'
'Apa dia kemari?'
'Eh.,.. bukan kah ini mobil Sasuke? Apa dia juga sudah pulang'
Bergegas Naruto masuk kedalam rumah, ia membalas lembut semua sapaandari para pelayan.
"Dengar Sasuke, aku tahu kau bukan gay. Tapi kumohon jaga sikapmu pada Naruto. Walau hanya sampai perusahaan kita benar-benar bisa berdiri sendiri tanpa Uzumaki corp .Aku percayakansemua ditanganmu.!"
Naruto berhenti sejenak di tangga, tak diduga ia akan mendengar Itachi mengatakan itu. Tubuhnya merosot ke anak tangga. Terduduk masih mendengar percakapan duo Uchiha itu.
"Cih. Jangan salahkan aku jika aku akan membuatnya menderita aniki"
'Uso... uso dayo. Bahka Itachi, dia...'
'Apa kah didunia ini tak ada yang bisa ku percaya?'
Naruto kembali bangkit dan berusaha sekuat tenaga menyembunyikan air matanya. Ia berjalan melewati ruang tengah. Tampak Itachi sedikit terkejut tapi tidak dengan Sasuke, ia tampak acuh.
' ?!.'
Batin Uchiha bersaudara bersamaan.
"Kau sudah kembli?"
Tanya Itachi dengan nada yang di buat setenang mungkin.
"Ya."
Jawab Naruto datar.
"Apa kau kemari untuk berkunjung, Itachi?"
Tanyanya dengan senyumyang dipaksakan.
"Um"
Jawab Itachi seadanya.
"Tapi maaf. Aku tak bisa menyambut mu dan menemani mungobrol saat ini. Aku sangat kelelahan."
Tambah Naruto sekedar basa-basi.
"...!?"
Itachi terdiam tak menjawab.
"Bersantai lah. Kau sudah lama tak kemari, bukan?Baiklah aku permisi dulu"
Sambungnya masih dengan ekspresi yang dibuat sebiasamungkin.
Ia berpaling sembari menundukan kepalanya. Tak mau menatap Sasuke maupun Itachi. Setelah berkata demikian Naruto pun berlalu kedalam kamarnya.
Duo Uchiha itu masih terdiam, Sasuke memilih tak memperdulikan sikap dingin suami, tapi tidak dengan Itachi. Ia tampak shock dan depresi menerima jawaban dari Naruto yang begitu dinginbaginya.
... PART OF HEART...
Didalan kamar Naruto langsung melemparkan tubuhnya keatas kasur menangis di balik bantal.
'Sebesar itukah kesalahan yang ku perbuat?'
"Hiks...hiks"
'Salah kah jika aku mencintaimu?'
"Hiks.."
'Apa kah tak wajar jika menginginkanmu untuk selalu di sisiku?'
"Hiks"
'Apa aku harus melepasmu?'
"Hiks...hnnm...hiks...hnn"
Tinggalkan Naruto sejenak. Kita kembali ke Uchiha bersaudara.
"Aku harus pergi sekarang"
Ujar Itachi beranjak berdiri dan hendak pergi.
Hatinya benar-benar tak nyaman atas respon Naruto tadi.
"Hn..., oh ya aniki... hati hati"
"Hn"
Itachipun pergi dari kediaman Uzumaki. Masih dengan hati yang kacau ia menyetir mobilnya menjauhi bangunan bergaya eropa klasik itu.
BRAKKKKKK...
Pintu kamar Naruto tebanting keras. Membuat sosok yang tersembunyi dibalik selimut tersentak kaget.
"Aku tahu kau tidak tidur, dobe!"
Sasuke bersandar pada daun pintu kedua tangannya ia lipat depan dada. Dan satu kakinya bertumpu didaun pintu. Sedangkan Naruto, ia tampak tak mau bereaksi apapun atas ucapan suami nya. Ia pilih mengeratkan pegangannya pada bantan dan meringkungkuk didalam selimut.
Sasuke mulai kesal, ia berjalan mendekat ranjang.
"Kau memang memuakan dobe" desisnya sembari menyikap selimut Naruto.
"Akh...itai yo..."
Sasuke menjambak surai pirang Naruto, dan mendongakkannya. Naruto meringis kesakitan dan kedua tangannya berusaha melepas tangan Sasuke.
"Ishhh ... ap...apa mau...muh.. temeh"
Ucap Naruto terbata.
"Cih rupanya kau tak pernah belajar sopan santun saat berbicara dengan suamimu. Ya?"
"Ukh... lepas... "rintih Naruto.
"Dengar Dobe, aku yakin kau pastimendengar pembicaraan ku dengan Itachi tadi. "
Sasuke mencengkeram dagu Naruto dan menolehkannya dengan kasar.
"Jadi...dobe…..ka….."
"Naruto... apa kau sudah pu..."
Gaara tak melanjutkan kalimatnya
BUKHHH...
Sebuah tinjupun melayang dan telak mengenai wajah Sasuke. Membuat sang bungsu uchiha itu menjauh beberapa langkahdari Naruto.
"APA YANG KAU LAKUKAN...BERENGSEK!?"Raung Sasuke tak terima.
"SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA. APA YANG KAU LAKUKAN PADA NARUTO...KEPARAT?!"
Gaara pun membalas tak kalah sengit.
"KAUU...BERANINYA MEMUKUL KU"
"DENGAR...BAIK-BAIK UCAPAN KU INI, BRENGSEK! AKU TAK TAK AKAN MEMBIARKAN SIAPAPUN MENYAKITI NARUTO. TAK TERKECUALI KAU"
Gaara mencengkram kerah Sasuke dan akan melayangkan lagi pukulan ke perutnya.
"HENTIKAN...GAARA.! JANGAN PUKUL SASUKE!"Teriak Naruto membuat Gaara mengurungkan niatnya.
Gaara melepas kerah Sasuke.
"Ohhhh jadi dia yang bernama Sasuke?"
"Masih pantas kah kau membelanya, setelah semua yang dia lakukan padamu. Naruto?"
"Dobe, beraninya kau memasukan orang asing kedalam rumah?"
Sasuke berdecih dan mendesis tak suka pada Gaara.
"HOW DARE YOU"
Geram Gaara tak terima Naruto di panggil Dobe.
Hampir saja Gaara kembali memukul Sasuke bila lengan Gaara tak di tahan erat oleh Naruto.
"Cukup Gaara...!"
Naruto menundukan kepalanya kelopak matanya terasa begitu panas. Tapi ia tak ingin terlihat lemah di depan Sasuke. Gaara yang menyadari Naruto bergetar. Segera ia merengkuh tubuh Naruto, dan memeluknya.
"Cih dasar homo menjijikan."
yah setelah berujar demikian, Sasuke pun melenggang pergi meninggalkan Naruto dan Gaara yang masih asik berpelukan. Setelah ia pergi dari kamar Naruto terus saja mengumpat. Menyumpah serapahi Naruto maupun Gaara. Hatinya kini terasa begitu penuh dan sesak. Seakan untuk bernafas pun begitu sulit.
"Dobe sialan.."
'Beraninya dia bermesraan di depan mataku'
"Cih, siapa orang brutal itu sebenarnya?"
'Mengapa Naruto tampak begitu dekat dengan nya?'
'Apa dia kekasihnya?'
"ARGH... KUSO... KUSO KUSO!"
'Sebenarnya apa yang terjadi pada ku?'
"Sebaiknya aku mendinginkan kepalaku."
"Lama-lama aku bisa gila jika terus menerus harus berada di dekat manusia homo menjijikan itu.
Sasuke berjalan kekamarnya dan mengganti pakaianya dengan setelan kasual. Setelahnya ia bergegas keluar dan melajukan mobilnya ke suatu tempat.
.
.
.
.
.
Kediaman Uchiha.
Itachi yang begitu tiba di kamarnya, langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
'Naruto,...kau sama sekali tak berubah'
"Ukh..."
'Sial, mengapa hanya dengan memikirkan wajah Naruto, aku bisa hard begini.
"Shhh..hm.."
'Naruto'
Itachi mulai meraba dan membelai lembut privasinya.
Gerakan tangannya semakin agresif seiring meliarnya khayalannya tentang Naruto.
"Ah..hn..."
'Naruto... let me fuck you'
"Ah... hmhhh"
'Your ass so tight and warm,Naruto!'
'Naruto,... Naruto... Naruto'
"Ahhhhh..."
'Cih... aku came hanya karna imajinasi. Sungguh koyol.'
Tinggalkan Itachi. Mari kembali pada Naruto dan Gaara.
Gaara masih setia memeluk Naruto dengan lembut. Setelah Naruto cukup tenang dan tak lagi ter isak. Maka Gaara pun melepas pelukannya.
'Mengapa kau harus menangisi orang itu, Naruto'
"Apa kausudah baikan?"Tanya Gaara datartapi tak menyembunyikan rasa khawatir di baliknya.
"Umn. Arigatou Gaara. Aku beryukur kau disampingku."
"Baik sebagai balasan dan ucapan terima kasih mu, maukah kau mengajak ku berkeliling kota ini?"
"As your wish, my majesty!"
Ucap Naruto diseling senyum yang merekah.
...Gaara P.O.V...
Naruto tidak tahukah kau? Kau itu sangat menawan.
Senyumu yang sehangat matahari telah melelehkan hatiku yang membeku.
Cukup hanya melihat senyum mu. Aku sudah sangat bahagia.
Tapi Naruto.
Mengapa kau korbankan hidupmu hanya untuk manusia BERENGSEK seperti Uchiha.
Apa kau tahu Naruto?
Aku sengaja tak datang ke upacara pernikahan mu.
Hatiku sakit terlalu sakit untuk melihatmu dimiliki orang lain.
Kau cinta pertama ku. Dan sampai saat ini aku masih mencintaimu.
Aku tak mampu untuk melupakanmu.
Apa engkau sadar, Naruto?
Aku selalu berdebar saat didekat mu.
Apa kau mendengar detak jantungku yang semakin cepat saat memeluk mu?
Bagai mana bisa aku melepasmu?
Bagai mana mungkin aku bisa merela kan mu, untuk manusia BERENGSEK seperti Uchiha?
Aku bersumpah Naruto.
Jika dia membuat mu menangis lagi.
Aku akan merebut mu.
Dengan cara apapun itu!
Gaara P.O.V end
Sasuke melajukan dengan cepat mobilnya membelah jalanam dikota.
Sesekali perhatiannya terlempar keluar jendela. Lampu lampu jalanan menerangi langit malam yang sekelam obsidiannya.
Suami dari Naruto itu menghentikan mobilnya di depan sebuah nihgtclub di pinggiran kota.
Ia keluar dari mobilnya dan masuk ke nightclub tersebut. Suana bising dan bau alkohol juga asap rokok yang menyeruak pun menyambut kedatangannya. Tapi tampaknya ia sudah terbiasa akan semua itu.
Sasuke berjalan menuju meja barrtender dan duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja barrtender.
"Satu fullmoon"
Pesannya pada sang barrtender.
Laki laki berkemeja putih danberompi hitam itupun mengangguk paham. Setelahnya ia segera menbuat cooktail pesan Sasuke.
Tak beberapa lama segelas cooktail berwarna biru tua dengan hiasan crem vanila yang membuatnya tampak seperti bulan purnama pun terhidang di depan Sasuke.
.
.
.
.
.
.
Naruto dan Gaara berkeliling kota Konoha. Mereka menikmati suasana malam yang tidak begitu ramai tapi menyenangkan. Malam pun semakin larut tapi tampaknya dua pemuda itu enggan untu pulang.
"Naruto,..."
Pangil gara tanpa memalingkan perhatianya pada kemudi dan jalanan.
"Ya"
Yang di panggil pun menjawab seperlunya.
"Apa kau tau di mana ada discotik atausemacamnya?"
Tanya Gaara lagi.
Kali ini Naruto menoleh dan menatap Gaara.
"Ya, ada satu yang aku tahu. Letaknya di pinggiran kota agak jauh dari sini"
JelasNaruto dengan santai.
"Ok. Let's get havefun tonight.!"
Seru Gaara bersemangat.
Naruto yang melihat tinggkah sang sepupu hanya bisa menggeleng maklum.
"Tapi maaf, Gaara! Aku harus pulang dan istirahat sekarang. Aku tak bisa menemanimu. Bisakah kau pergi sendiri?"
"Naze?"
Tanya Gaara dengan sedikit dibuat merengut sok kecewa.
Naruto menghela nafas panjang.
"Aku ada rapat penting besok, Gaara."
Jelas Naruto.
"Soo ka"
Tanya Gaara lagi ingin meyakinkan.
"Um"
Balas Naruto singkat.
AIa merasa sangat lelah hari ini. Ia butuh istirahat untuk besok.
"Wakata, jaa ne Naruto!"
"Jaa, kiosukete Gaara!"
Dan Naruto pun turun dari mobil Gaara. Merekapun berpisah.
'Dasar anak muda'
Batin Naruto geli.
Naruto memilih naik taxi saat pulang. Sebenarnya ia bisa meminta salah satu pelayan Naruto untuk menjemputnya. Tapi ia tak mau karna malam sudah begitu larut ia tak mau mengganggu istirahat para pelayannya
.
.
.
.
.
Kembali ke discotik tempat sasuke berada.
Sasuke yang tengah asih menikmati segelas cooktail itu di hampiri seorang gadis cantik yang mengenakan terusan merah menyala sependek paha.
"Hai tampan, apa kau mau berdansa?"
Sapa gadis itu. Wajanya yang putih berparas rupawan dengan surai pink sewarna sakura membuatnya terlihat elok tapi liar.
"Hn"
"Hehhhh, you're so cold. But I like it. Mari nikmati malam ini"
'Shitt, wanita ini benar benar menggangguku. Tidak kah ia tahu aku sedang ingin sendiri.'
Merasa tak mendapat respon gadis berpakaian minim itu pun menjalankan aksinya lebih agresif.
Ia duduk di samping Sasuke dan tanganya mulai meraba milik sang bungsu Uchiha tersebut.
Bukan mengelak atau marah, Sasuke bahkan hanya membiarkan miliknya terus di raba raba dengan tangan nakal gadis itu.
Sang gadis pun berpindah tempat. Kini ia duduk di pangkuan Sasuke. Ia mengecup dan menjilat bibir pucat Sasuke. Perlakuan agresif dari gadis itu pun ia sambut dengan tak kalah panas.
"Uhk...nnh"
Bibir mereka bersatu dan saling pangut memangut dan juga saling lumat melumat.
"Hosh.. hosh... siapa nama mu"
Tanya sang gadis di sela-sela ciuman panas mereka terhenti.
Yah mereka manusia, bukan? Tentu saja meraka akan membutuhkan asupan olsigen dalam cumbuan panas mereka.
"Sasuke, kau?"
Balas pemuda raven itu.
Kini ia tak lagi mencumbu bibir cerry sang gadis. Ia beralih mencumbu leher sang gadis dan mengulum cuping telinga gadis pink itu.
"Shhhh..ah.. sa...sakurahhh"
Jawab sang gadis kesulitan.
Sakura tak kuasa menahan desahanya saat tangan kuat Sasuke meremas lembut kedua dadanya. Beruntung suasana tempat tersebut begitu bising dan remang remang. Jadi tak seorang pun akan sadar atas apa yang mereka perbuat.
"Turun!"
Bisik Sasuke di teling gadis itu dengan suara barington yang menggoda.
Sakura pun menurut ia turun dari pangkuan Sasuke dan merapikan pakaiannya.
Sasuke berbalik menghadap meja barrtender.
"Aku pesan satu kamardan dua wine!"
Pinta Sasuke pada sang barrtender.
"Baik tuan. Ini kuncinnya. Kamar anda ada di lantai 2 no 49. Wine anda akan segera kami antar ke kamar anda."
Jelas sang barrtender.
Sasuke meengambil kunci itu dan segera menarik tangan Sakura untuk mengajaknya ke lantai atas.
"Kita nikmati malam ini bersama, manis"
...BADAI-SAKURA...
Dini hari Naruto terbangun dari tidurnya. Ia pun berjalan keluar kamar untuk mengambil minuman. Di saat ia melewati kamar Sasuke, ia melihat pintu kamar Sasuke terbuka. Tampaknya Sasuke pulang dalam kondisi mabuk berat. Bahkan sampai sampai ia tak sempat melepas sepatunya maupun mengunci pintu kamar nya.
"Sasuke... apa kau sudah tidur?"
"..."
Hening, tak ada jawaban maupun reaksi dari sang suami.
"Dasar...dia mabuk berat rupanya"
Naruto melepas jaket dan sepatu Sasuke ke dengan hati-hati. Tapi saat ia ingin melepas kancing kemeja sang suami. Tiba-tiba tangan Sasuke mencengkeram erat dan menahan tangan Naruto yang sedang melepas kancingnya. Sasuke membuka sedikit kelopak matanya.
"Engh...do...behh?"
Igaunya tak jelas.
"Temeeeee, tak bisakah kau berhenti memanggilku dobe?"
"Akh...apa yang kau lakukan, temeeeee?"
Teriak Naruto terkejut.
Tiba-tiba saja tangan nya ditarik dan disentak oleh Sasuke, sehingga membuat tubuhnya terjatuh tepat menindih tubuh Sasuke. Tapi di detik berikutnya tubuh Naruto lah yang ada di bawah tubuh Sasuke. Yah Sasuke membalik keadan dengan mendorong tubuh Naruto dan menindihnya.
"A..apa yang kau lakukan. Teme? Lepas!"
Naruto terus memberontak dan mendorong dada bidang suaminya, Tapi yang terjadi malah kedua tangannya terperangkap oleh genggaman Sasuke. Pemuda emo raven itupun mencium surai pirang Naruto.
"Engh...ba-u...muh..wa-ngi...hhh...dob...beh"
Ujarnya lebih seperti bergumam.
'eh…..!?'
'Apa aku tak salah dengar? Bukankah dia tak suka segala hal yang ada pada ku?'
"Aku...mengi-ngin..khan...muh...dob- be"
...tbc...
Fyuh... chap 2 selesai juga...
Maaf
Maaf ya mina-san up date lama.
Arigatou buat semua readers.
.
.
.
Sebenere autor masukin sedikit kisah nyata dari kehidupan atau tepatnya yang pernah autor rasakan sendiri...hehehehehehheheh
Ada yang tau kah yang mana kiranya.
Ya . Yang terasa nyata itulah yang nyata wkkkkkkkkkkk *di lempar sandal readers.
Oh ya mungkin klanjutanya autor hiatus dulu. Soale hpnya lgi rusak hehehehe….gomen gomen…..
Dan spesial thankyou buat yang ngefav dan ngeriview juga seluruh readers cerita autor yang gaje ini .
.
Kaburrrrrrrrrr...
Maaf apdate lama...
Mahon pendapatnya...
Masukan tentang ide cerita mau pun konflik akan sangat membantu cepatnya cerita ini update...
Mohon di riview ya... heheheh
