Dini hari Naruto terbangun dari pun berjalan keluar kamar untuk mengambil minuman. Di saat ia melewati kamar Sasuke, ia melihat pintu kamar Sasuke terbuka. Tampaknya Sasuke pulang dalam kondisi mabuk berat. Bahkan sampai sampai ia tak sempat melepa sepatunya maupun mengunci pintu kamar nya.
"Sasuke... apa kau sudah tidur?"
"..."
Hening, tak ada jawaban maupun reaksi dari sang suami.
"Dasar...dia mabuk berat rupanya"
Naruto melepas jaket dan sepatu Sasuke ke dengan saat ia ingin melepas kancing kemeja sang suami. Tiba-tiba tangan Sasuke mencengkeram erat dan menahan tangan Naruto yang sedang melepas kancingnya. Sasuke membuka sedikit kelopak matanya.
"Engh...do...behh?"
Igaunya tak jelas.
"Temeeeee, tak bisakah kau berhenti memanggilku dobe?"
"Akh...apa yang kaulakukan, temeeeee?"
Teriak Naruto terkejut.
Tiba-tiba saja tangan nya ditarik dan disentak oleh Sasuke, sehingga membuat tubuhnya terjatuh tepat menindih tubuh Sasuke. Tapi di detik berikutnya tubuh Naruto lah yang ada di bawah tubuh Sasuke. Yah Sasuke membalik keadan dengsn mendorong tubuh Naruto dan menindihnya.
"A..apa yang kau lakukan. Teme?Lepas!"
Naruto terus memberontak dan mendorong dada bidang suaminya, Tapi yang terjadi malah kedua tangannya terperangkap oleh genggaman Sasuke. Pemuda emo raven itupun mencium surai pirang Naruto.
"Engh...ba-u...muh..wa-ngi...hhh...dob...beh"
Ujarnya lebih seperti bergumam.
'Apa aku tak salah? Bukankah dia tak suka segala hal yang ada pada ku?'
"Aku...mengi-ngin..khan...muh...dob- be"
Disclaimer:
Naruto adalah milik MASASHI KISHIMOTO selamanya.
Genre:
Angest, family
Pairing:
Sasu x naru, gaa x naru, Sasu x Karin, Sasu x lainnya nyusul...
Rated:
M
Warning:
Yaoi, gaje, typo,lemon, segalahal buruk menyimpang bertebaran.
...BADAI-SAKURA...
Kini tangan Sasuke telah menyingkap yukata tidur Naruto. Ia meraba dada yang tak begitu bidang milik naruto. Dan mencari nipple Naruto berada.
"Kulitmu...halus.."
Ucap Sasuke sembari mengusap dan mencubit tonjolan kecil yang ada di dada suaminya.
Naruto melengguh kecil. Tapi ia tak mengeluarkan suaranya.
'Gawat!Aku harus melepaskan diri'
Tangan Naruto coba menggapai gelas yang berada di atas meja di samping ranjang. Dan...
Byurrrr.
Naruto menyiramkan air itu tepat kewajah Sasuke.
"..."
Sasuke terdiam mematung. Tapi sesaat kemudian ia mencengkeram kedua tangan Naruto dan menyatukannya dalam satu ikatan. Kini Naruto benar-benar tak bisa berkutik. Tangannya terikat kuat oleh sabuk Sasuke yang di ikatkan dengan besi mahkota ranjang.
Naruto berusaha terus memberontak, Tapi tak bisa. Saat ia ingin menjerit bibirnya pun di bungkam oleh bibir Sasuke. Onyx kelam yang tadinya menatap sayu Naruto kini, berkilat tajam. Bagai elang yang sedang mengincar sang mangsa.
Sasuke terus melumat dan menyesap bibir Naruto. Lidahnya bergerilia di dalam mulut Naruto.
"Engh..."
Lenguhan kecil dan bunyi kecipak becek pun menghiasi percumbuan mereka yang panas.
Sasuke melepas ciuman panasnya yang merasa tiba-tiba tenggorokanya terasa kering saat melihat Naruto terenggah engah kehabisan nafas dengan wajah yang memerah sempurna. Ia pun menalan ludah paksa saat pemandangan indah itu terhidang di depannya.
'So soxy'
Batin Sasuke mulai melantur.
Ia kempali mengecup bibir Naruto tapi kini dengan lembut dan sebentar. Iapun beralih ke leher tan Naruto nan jenjang.
Naruto menggeliat dan melenguh tak nyaman saat benda basah dan lembut itu mengusap permukaan kulitnya. Sesekali menghisap dan meninggalkan mark kemerahan disana.
Naruto P.O.V
Sasuke apa yang sebenarnya terjadi padamu?
Sial…. dia mengikatku begitu erat, sasuke kumohon sadarlah!
Kuso…..kuso….kuso. mengapa Sasuke jadi seagresif ini.
Aku senang dia mau menyentuhku, tapi aku tak mau jika setelah ini dia lupa dengan apa yang telah dilakukannya.
Kumohon Sasuke sadarlah!
"Sasuke…lepas!"
"Oe temehhhhhhhhh…. Sadarlah!"
…. POV AND…..
Naruto hanya bisa menahan pergerakan tangan Sasuke yang semakin liar menjamah daerah sensistive nya.
Bukan menurut Sasuke bahkan semakin gencar menjamah tubuh indah suaminya.
Tangan nakal sibungsu Uchiha meremas gemas junior Naruto, yang sontak membuatnya mendesah diiringi rasa kaget.
"Sas….uke hhhhhhhhhh… ukhhhhhh. Ku mo..honhhhhhhhhhh… hent ….hentikan"
Rintih Naruto yang sudah tak sanggup menahan gairahnya. Kepalanya benar-benar pening seakan akan kesadarannya akan terenggut oleh keliaran sang suami.
" kau ….sungguh…."
Ucapan Sasuke terpotong saat Natuto mencengkeram tangan pria tampan yangkini tengah menindih tubuh polosnya.
Naruto menggeleng cepat dengan wajah semerah tomat.
"Sas…..suke… ku mo..hon… jangan!"
Pinta Naruto dengan suara mengiba.
Tapi bukan memelas Sasuke bahkan semakin menggila mendengar suara suaminya menurutnya sangat menggoda.
Kini nafsu telah sepenuhnya menguasai diri Sasuke.
"Dobehhhhhhh…..kau membuatku gila….."
"akh,,,,,,,,,,, Sasuke,,,,,,,,,,,,, hentihan!"
Naruto memekik keras saat ia merasa bagian bawahnya dirobek oleh sesuatu yang sangat ia tahu apa itu.
Ia yakin bahawa yang mengalir bersama dengan masuknya junior Sasuke adalah darah dari luka anusnya yang dirobek paksa suaminya.
Terenggutnya kehormatan Naruto begitupula telah merenggut hatinya yang menjadi hancur berkeping keping. Air matanya meleleh dan menjadi semakin derah. Bukan hanya tubuhnya tapi kini juga hatinya.
"Na….ze?"
"Mengapa? Mengapa kaulakukan ini padaku ?"
Lirih Naruto lebih terdengar seperti berbisik.
…
Cahaya surya menelusup masuk mengisik sepasang pemuda yang tengah terlelap dalam mimpinya. Hanya saja sang Pemilik osean blue lah yang merasa paling taknyaman.
Ia membuka shafirnya perlahan, mata biru jernih itu seakan berat untuk terbuka. Ia bangkit dari tidurnya dan mengambil se gelas air yang ada di meja samping ranjang ia tidur . kepalanya masih berputar putar dan pandanganya belum sepenuhnya focus. Ia lirik tubuhnya yang terasa dingin. Mata sebiru langit itu membelalak tak percaya saat didapatinya tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Dengan sedikit ragu wajah kucelnya menoleh pada sesuatu atau lebih tepatnya seseorang yang terbaring disampingnya dengan keadaan yang sama.
Ingatan mengerikan tentang kejadian semalam kembali terbayang dalam benaknya. Ia pun bergegas meninggalkan kamar sang suami dengan tertatih.
Sesampainya didalam kamar Naruto segera mengunci pintu dan menuju kekamar mandi. Dingin air shower ia rasa tak mampu meredakan rasa sakit di hatinya maupun ditubuhnya. Ia menangis sejadi-jadinya dibawah guyuran air dingin yang menghujaninya. Berharap mampu meredam suara nya yang terisak-isak.
Sedangkan dikamar Sasuke, pria itu masih bergulung dengan selimuthangatnya tanpa tau apa yang sudah ia perbuat.
Berhari-hari Naruto mengurung diri di kamarnya.
"TIDAKKKKKKKKKKK….."
"TIDAK…..KUMOHON JANGAN…HIKS HIKS"
"AAKU TAK INGIN MENGINGATNYA LAGI!"
Naruto menjambak surai pirangnya frustasi, ketika kilasan kejadian malam itu kembali menghantuinya.
"mengapa…..hiks..hiks…hiks mengapa aku?"
Isaknya terdengarpilu.
Sesekali terdengar oleh sang suami teriakan ambigu dan isak tak jelas dari kamar Naruto. Akan tetapi enggan bagi sasuke untuk perduli
Hari ini pun Naruto belum keluar dari kamarnya, jika dihitung-hitung sudah satu minggu ini ia tak melihat suaminya. Terkadang Sasuke merasa khawatir dengan keadaan sipirang.
…...
Pagi ini Gaara kembali mengetuk pintu sepupunya.
Ia berharap Naruto mau membuka an pintu, dan mau bercerita adanya tentang apa yang menimpanya.
Sebenarnya Gaara, tak kalah bingung dan frustasi ketika sang tercinta sekaligus sepupunya tiba-tiba mengurung diri dan menangis didalam kamar setelah ia pulang dari bersenang-senang di pagi harinya.
"bodoh…. . sebenarnya apayang terjadi?"
"mengapa aku bisa sebodoh ini….. "
"seharusnyaku tak membiarkan Naruto pulang sendiri malam itu"
Sesal gaara saat mengetahui sepupu yang di cintainya sedang ada masalah.
"Naruto…. "
Panggil Gaara saat sudah ada di depan pintu kamar sang sepupu.
"oe,,,,, … Naruto, apa kau sadah bangun?
Tanyanya lagi ketika iya yakin belum mendapat respon.
….. NARUTO POV…
Ku buka perlahan mataku, yah kurasa tak sebengkak kemarin. Sudah berapa lama aku menangis. Sudahlah akupun tak ingat dan tak ingin mengingatnya.
"oe,,,,, … Naruto, apa kau sadah bangun?
Alisku menyerjit saat ku yakin suara Gaara ada di depan pintu dan memanggilku. Aku yakin ia pasti sangat khawatir beberapa hari ini.
Aku bangkit dari tempat tidur dan menyeret kakiku untuk melangkah kepintu dan membuka kan pintu.
"oe Naruto apa kau bak-baik saja… "
Aku masih belum menjawab, ku ulurkan tangan ku untuk meraih kenop pintu dan membukanya.
"ada apa sih pagi-pagi sudah teriak-teriak….. ?mengganggu saja"
Ucap ku sembari pura pura memanyunkan bibirku.
Ku kucek klopak mataku. Solah aku baru bangun dan seseorang lah yang amil andil dalam mengganggu tidurnyenyakku.
" cih kau ini… setidaknya jawablah panggilanku bodoh…" desis Gaara terlihat kesal. Kulihat ditangannya ada sepiring nasi goreng yang ber bau harum.
"eto…. Apa itu untukku?"
Tanyaku dengan tatapan penuh harap.
Gaara tak menjawab hanya ia berbalik kemudian berjalan dan malah duduk di kursi ruang makan.
Aku mengerucutkan bibirku sebal, Tapi tetap mengikuti langkahnya dan duduk di depannya.
Ia menyodorkan piring yang tadi ia bawa dan segelas jus jeruk yang entah sejak kapan sudah ada dia atas meja makan.
Akupun nyengir lebar dan segera melahapnya, sedangkan Gaara?,,,,,,, ia hanya diam sembari menatap ku.
- NARUTO POV AND-
_GAARA POV_ _
Setelah membuka kamar dan melihatku membawa sepiring nasi goreng iahanya bertopeng ceria seperti biasanya. Mungkin tak tetap jika aku menanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat ia sedang makan , tapi mengapa hatiku terasa sangat sakit saat melihatnya pura –pura baik-baik sajsa seperti saat ini.
Andai aku tak bisa membaca aekspresinya mungkin akan lebih baik untuk ku. Tai aku tahu dengengan sangat jelas bahwa saat ini ia sedang dalam keadaan sangat tidak baik-bai saja, dan menyedihkannya lagi aku tak bisa apa-apa.
"ada apa Gaara?"
Tanya Naruto, disela sela acara makannya.
Aku sedikit terperanjat saat mendengar ucapanya yang membangunkankuy dari launanku.
Aku menatapnya lekat mengunci shafirnya hanya menatap emerlandku.
"apa yang ter jadi Naruto?'
Tanyaku balik dengan nada tajam mengintimindasi.
Klontang…
ia tampak gugup sampai menjatuhkan sendok yang sebelumnya iia pegang begitu mendengar pertanyaanku,
"a-apa maksud mu Gaara?"
Dia kembali menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan.
Kini bukan saja ucapanya yang membuatku curiga, bahkan pandangannya kini bergerak gerak tak focus , membuktikan bahwa kini ia sedang gelisah
"jangan menyembunyikannya dariku bodoh" dengus ku mulai kesal
"kau tahu benar apa yang ku maksud NARUTO"
Kutekan pengucapan namanya dengan berharap ia akan luluh dengan gertakanku.
Kini sikapnya lebih aneh lagi ia menunduk dan tangannya saling meremas menunjukan ada suatu hal berat yang sangat membuatnya menderita tapi ia pendam
"maaf Gaara …. Aku tak bisa katakana padamu" kukuhnya lirih masih tertunduk.
Tiba tiba ia bangkit dan meninggalkan makannya yang belum ia selesaikan
Ku raih tangannya dan menariknya agar duduk kembali
"hhaaaaaaaaaaaaaaaaah" desahku menyerah
Lebih baik aku bungkam dulu dari pada ia tak jadi makan dan terjadi apa- apa nantinya.
"baiklah aku akn diam lanjutkan makanmu !" perintahku
Masih dengan enggan ia kembali duduk dan memakan nasigorengnya.
" jika kau habiskan aku akan mengajak mu makan ramen untuk siang nanti!" bujuk ku malas.
Yah seperti dugaanku , akan seperti apa reaksinya , dan benar ia melonjak girang dan buru-buru menghabiskan apa yang ada di depanya,
Tsk,,,, dasar bocah.
Yah akupun hanya bisa menggeleng maklum.
_GAARA POV AND_-_
Setelah perbincangan aneh mereka diruang makan selesai Gaara dan Naruto segera melakukan aktivitas mereka masing-masing. Gaara dengan kuliahnya dan Narto dengn kantornya.
Setiba dikantor Naruto cukup kwalahan dengan semua tugas yang selama seminggu ini ia tinggalkan.
Saat ini tangannya sibuk menari diata keyboard mengetikan Sesuatu yang mungkin saja adalah dokumen kantor.
Jam terus terus bergulir dan Naruto masih saja focus dengan pekerjaannya.
Sesekali ia mendesah dan menyandarkan punggungnya mengusir lelah.
Namun beberapa saat kemudia ia kembali fokuskan perhatiannya pada layar di depannya. Sampai tibalah sebuah suara mengganggu konsentrasinya.
Derrrrrrrrrrrrrrrt derrrrrrrrrrrrrrrrrrt,,,,,,,,,,,,,,,,,, deeeeeerrrrrrrt.
naruto alihkan perhatiannya dari leptop ke poselnya.
"Gaara!?"
Gumannya begitu melihat nama sang sepupulah yang tertera di sana.
Naruto menyerjitkan alisnya sebelum sebelum menganggkat ponselnya.
"ya….Ga-"
'oe Naruto mau sampai kapan kau mengurung diri di ruanganmu? Aku sudah jamuran menunggumu bodoh''
Cerocos gaara tanpa mau mendengar sang sepupu menyelesaikan salamnya.
"errrrrrrrrrrrr Gaara bukan kah kita janji jam makan siang?" Tanya Naruto ragu-ragu
'kau fikir ini sudah jam berapa hah?' balas Gaara sengit dari sebrang sana.
Naruto melirik arlojinya dan menepuk jidatnya.
Tak ia sadari bahwa jam makan siang sudah terlewat 3 jam. Ia begitu terlarut alam pekerjaannya sampai melupakan janjinya dengan Gaara
"maaf Gaara , aku lupa . dimana kau sekarang?"
Naruto bergegas bangkis dan keluar dari ruangannya.
'tsk aaku di depan kantormu. Cepatlah turun!'
Perintah sang sepupu kesal.
"ba- baik" Naruto tergagap menjawab sang sepupu.
…
Di kantor Sasuke.
Hari ini pekerjaan sasuke begitu membutnya lelah. Banyak dokumen dan arsip perusaan yang mebuatnta ingin melemparkan semua ketas itu ke tong sampah dan membakarnya. Sejenak ia sandarkan punggungnya pada sandaran kursi wajahnya menengadah sembari ia usam dengan kedua telapak tangannya. Ia pejamkan onyx tajamnya berharap bisa melepas sedikit lelehnya. Namun, tiba-tiba…..
"apa itu tadi….?"
Sasuke membelalak saat potongan peristiwa yang taka sing baginya terlistas di ingatannya.
"ukh sial…. Siapa itu?"
Desah Sasuke merasa kesal kala tang bisa mengingatnya dengan jelas.
"shit … siapa yang ku rengkuh itu?"
Gumamnya kembali kala masih belum juga menemukan jawaban.
Sasuke meremas surai ravennya kasar dan berharap bisa mengingat secara utuh kejadian yang ia lupakan saat mabuk malam itu.
"chih….. siapa kau sebenarnya"
…
TBC DULU LAH CAPEK NGETIKNYA
SAMPAI JUMPA SEMUA
MOHON SARAN DAN PENDAPATNYA
