Hahahhaha tak ku sangka cerita ini akan laris manis, by the way mina-san tak adakah yang tahu kalo author selipkan sesuatu yang menarik di chap ter sebelumnya?
Ok author ingat kan kembali.
Clue nya adalah " teme, uchiha – dan manis….." jadi sebenarnya, … ah sudah lah, lupakan saja . toh itu akan kalian pahami seiring berjalannya waktu (cerita ini.)
Ok karena ada yang minta update kilat jadi author persembahkan chap ini. Eh….lupa. ada ga ya. Sudah lah aku ga penting toh sudah ada niat update. Mumpung lagi ada mood,
Ok …than thank you very much. For you who always waiting for this fanfic.
And arigatou gozaimasu untuk yang sudah nge follow / favorites author mau pun cerita abal author
And big hug and special kiss untuk kalian yang bersedia review dan memberi saran.
Gomen tak bisa balas satu satu. (sibuk)
…
…
…
BADAI – SAKURA
…
…
…
THIS STORY IS BELONG TO KEIJI-SAMA (BADAI-SAKURA)
BUT
CHARACTER AND NARUTO OWNER
ALWAYS AND ONLY
MASHASI KISHIMOTO-SENSEI
…
…
…
BADAI – SAKURA
…
…
…
Keriuhan di Uzumaki mansion ternyata mengusik tidur nyenyak Uchiha Sasuke. Pria ber badan tegap bermata onyx itu, melenguh dan merenggangkan otot-ototnya saat ia sudah benar benar bangun. Ia menajamkan pendengrannya, untuk menangkap suara suara gaduh dari luar kamarnya.
Karena tak mendapat kan clue apapun, yang ada ia menjadi semakin bingung. Sasuke pun bangkit dan berjalan ke luar pintu. Alisnya menyatu kala ia melihat para pelayan tampak panic berlalu lalalang sembari membawa beberapa benda seperti bascom, air dan ada pula yang berlarian keluar , entah karena apa. Karena heran sasukepun memutuskan menghadang salah satu pelayan. Dan menanyai apa yang sebenarnya terjadi.
"Na - naruto – sama , tak sadar kan diri …" jawab pelayan itu takut takut.
Sasuke tak memberi respon, ia hanya termangu dan ber fakir sejenak. pelayan itupun segera pergi menyelamatkan diri. Mana ada orang yang tak akan ciut ditatap oleh mata setajam bilah pisau. Dan bahkan lebih dingin dari sekedar es di antartika.
Sasuke masih mematung di tempat. Ia mungkin masih belum mencerna apa yang pelayan itu ucapkan barusan. Saat ia tersadar pelayan itu sudah menghilang dari hadapannya
Ada apa lagi dengan manusia dobe itu. Benaknya merasa terusik.
Ia pun ber jalan kekamar Naruto. hatinya sungguh tak nyaman saat ini. Entah ada sebersit perasaan aneh yang sulit di gambarkan. Sasuke hanya berani mengintip dari tepian daun pintu. Karena ia merasa sungkan untuk menginjakan kaki dikamar Naruto.
Manik hitam sasuke mebola seketika. Entah apa yang membuatnya tak bisa mngerjapkan matanya barang sedetik pun. Kini bukan saja matanya yang pedih karena tak berkedip. Tapi karena sesuatu hatinya ikut bagai teremas kuat. Mata kelam pemuda itu lekat menatap sosok suaminya yang di kerubungi para pelayan. Tapi bukan itu yang membuat matanya ikut panas dan meneteskan sesuatu tanpa ia sadari.
Sosok Naruto terbaring dengan wajah pucat dan ekspresi kesakitan. Nafasnya terenggah. Seolah ia tengah di kejar sesuatu yang menakutkan. Tubuhnya ber peluh dingin, bergerak gelisah mencari ketenangan. Entah apa yang membuat pemuda manis itu tampak begitu menderita , tak ada yang tahu. Walau shafir indah itu ter tutup, tapi air mata senatiasa belinang dari celah kelopaknya. Gaara hanya mampu mendekap erat tubuh orang yang ia cintai itu dalam keresahan. Tak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Bahkan dokter keluarga pun angkat tangan.
Di sela-sela kepanikan seluruh penghuni rumah mengah itu. Tiba – tiba suara dobrakan pintu mengejutkan semua yang ada di kamar Naruto. pintu kamar utama yang tak benar- benar tertutup Itu dibanting kasar oleh seseorang yang memiliki wajah dan postur tubuh serupa dengan Naruto. Dia tak lain adalah Uzumaki Menma, saudara kembar Naruto dan wakil CEO Uzumaki .corp.
"Naruto….. tenang lah,!" ujar Menma lembut saat tubuh kakak kembaranya berada di dalam rengkuhannya.
"aku disini Naruto! semua akan baik-baik saja"
Naruto masih menggigil dan gelisah di pelukan sang adik, tapi lambat laun berubah, hanya menjadi isakan-isakan kecil.
"Naruto….kau aman! Kau tidak sendirian! Aku ada disini!" ucap Menma lagi semakin pelan dan ahkirnya hanya menjadi sebuah bisikan halus yang hanya di dengar oleh sang kakak.
"aku menyayangimu Naruto. jadi bertahan lah demi aku"
Menma terus membisikan kalimat yang sama pada telinga Naruto sembari memeluk tubuh itu erat. Dan orang orang di situ terpukau oleh keajaiban yang diciptakan si kembar Uzumaki , sungguh erat hubungan mereka dan begitu mengharukan.
Tubuh Naruto mulai tenang dan ia mulai mendengkur halus. Menma merebahkan tubuh Naruto kemudian berbaring di sampingnya masih sembari memeluk tubuh kakaknya.
Menma yang tegas , Menma yang dingin, Menma yang angkuh. Tenyata di balik itu semua, menetes kan air mata di pelukan kakaknya. Tak ada seorang pun yang tau. Bahkan sang kakak pun tak tau. Jika karang yang kokoh menghadang badaipun pun, bisa rapuh oleh sapuan kecil air.
Gaara yang melihat mereka berdua. Segera menyuruh semua pelayan keluar dari kamar naruto, tak lama setelah semua pergi ia pun meyusul di belakang.
"shit….. aku sungguh tak berguna. Aku hanya bisa mematung saat Naruto terluka dan menderita".
"kuso…. Kuso.. kuso!"
Gaara terus merancu sambil meninju dinding. Hatinya sangat kalut saat melihat kondisi orang yang ia cintai. Gaara terus meratapi ketidak mapuannya untuk melindungi orang yang ia cintai.
"melindungi?! Memang kapan aku pernah melindunginya?! Bahkan kurasa dia yang telah melindungiku dan meyelamatkanku dari rasa sakit akan kesendirian! Lalu mengapa aku masih berani lancang untuk mencintainya.?"
"shit… aho…. Kau memang siallan Gaara. Kau tak berguna"
Pria dari padang pasir itu terus merancu, tanpa disadarinya ada sosok lain yang menatapnya penuh cemooh di belakang. Tak seorang pun menyadari kehadirannya yang bersembunyi di balik pilar, semenjak kedatangan Menma tadi. Ya dia menyaksikan semua. Menyaksikan akan pernyataan cinta secara langsung pada suaminya. dia Uchiha Sasuke, hanya bisa mengepal kan tangan erat, tak terima atas perkataan pria berambut merah bata itu. Entah rasa tak terima atas apa, ia sendiri pun masih bingung.
Sasuke berbalik kemudian melangkah hendak kembali ke kamarnya tapi tanpa ia duga. Menma , pemuda itu telah berdiri bersandar di bingkai pintu kamar Sasuke dan menghadang langkah si raven.
" aku ingin bicara denganmu!" ucap Menma dingin.
Sasuke tak bergeming tapi juga tak mengacuhkan kalimat tajam dari adik iparnya itu. Sasuke menyudutkan iris hitamnya ke arah Menma.
"katakana!" balas Sasuke datar.
"mengapa Naruto kembali drop?!" Tanya Menma to the point.
Ia malas ber basa basi busuk dengan kakak iparnya yang arrogant ini. Bukan ia tak tau pernikahan kakak kembarannya hanya berlandaskan bisnis dan saham perusaan. Tapi Menma berusaha menutup mata hanya demi senyum bahagia kakaknya yang bodoh itu.
"itu bukan urusan ku!"
Menma mengetatkan rahangnya. Tangan tan itu ter kepal erat siap untuk meng hantam sang kakak ipar.
Sasuke tanpa mau tahu, acuh dan belalu begitu saja.
"apa katamu?!huh? BISA KAU Ulangi!" ucap Menma penuh penekanan.
Urat amarah pemuda itu akan putus sedikit lagi.
"itu – bukan – urusan – ku! Dan aku tak mau tahu tentang manusia homo sepertinya!"balas Sasuke tak kalah sengit.
Sretttt bruk
Mungkin kurang lebih begitulah bunyi dari benturan antara punggung Sasuke dengan pintu mahoni di belakangnya. Rasa amarah Menma yang semakin tersulut, membuat pria itu menyambar kerah baju Sasuke tanpa sungkan. Dan menubrukan tubuh yang lebih besar itu pada pintu mahoni.
"brengsek kau uchiha."
Dan satu bogem pun melayang ke pipi kiri Sasuke.
" cih…. Mengapa semua orang memuja manusia menjijikan sepertinya . harusnya dia mati saja!"
Dan bugh….
Satu tendangan tepat menyusul ucapan Sasuke, tetap mengenai perut menma. Menma terbatuk dan melangkah mundur. Tapi ia belum menyerah. Sasuke yang berjalan kearah menma bersiap memukul menma lagi.
"Jika ada satu orang manusia yang menjijkan itu. Berarti adalah kau . UCHIHA BUSUK!"
Menma kembali meninju perut Sasuke. Kali ini di susul tendangan maut yang membuat sibungsu Uchiha itu terpental dan kembali menabrak tembok. Kali ini Sasuke benar-benar meluruh kelantai. Dengan gesit menma kembali menghampiri sang kakak ipar, dan berniat menghabisi nyawa pria brengsek itu. Tapi belum sempat kaki jenjang Menma menendang ulu hati Sasuke, sebuah jeritan menghentikanya.
" BERHENTIIIIIIIIIIII….! SUDAH CUKUP… KUMINTA KALIAN BERHENTI .. ….! Hiks ….…."
Teriakan Naruto yang di ahkiri sebuah isakan membuat Menma dan Sasuke tetegun dan menghentikan aksi mereka.
"sudah cukup Menma…. Hiks… kumohon jangan lanjutkan semua… ini… ukh…"
Naruto berjalan meng hampiri Sasuke. Ia berusaha menolong Sasuke, tapi tangannya di tepis kasar oleh sang suami.
"jangan sentuh aku !" desih Uchiha bungsu itu dingin. Matanya menajam menatap Naruto penuh amarah.
"Sasuke….. apa yang harus aku lakukan agar kau menerimaku?!" Tanya Naruto pelan berusaha meredakan isakannya.
" tak ada"
"ukh….lalu apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu memaaf kan ku.?"
Tanya nya lagi , tapi kini ia tak sanggup menyembunyikan perasaanya yang meluapa luap
"enyah lah dari hadapanku, dari hidupku dari dunia ini untuk selamanya!"
Deg.
Kedua jantung berbeda tempat itu tiba-tiba berdetak bersamaan.
Jantung Sasuke bereaksi atas ucapanya sendiri ,hal itu membuat uchiha bungsu itu terdiam mematung. Berusaha menyelami perasaan asing di benaknya.
Sedangkan sang Uzumaki sulung, Juga merasakan reaksi yang sama. Tapi perasaan yang berbeda. Hatinya bagai di iris dan di hamburkan menjadi serpikan kecil. Ia bangkit dari hadapan Sasuke, Kemudian menghapus air matanya.
"baik lah, jika itu bisa membuat mu memaaf kan ku. Akanku lakukan! Kau bebas sekarang Uchiha Sasuke!Maaf telah membuat mu menderita selama ini. Dan terima kasih untuk waktu mu yang bersedia kau habis kan bersamaku. Selamat tinggal" ucapnya di iringi senyum lima jari yang jelas di paksakan.
Naruto ber balik dan berlari meninggal kan adik dan suami yang masih tertinggal di belakang. Air mata yang tadi sempat terhenti kembali berderai dan bahkan lebih deras. Sosok ramping it uterus berlari melewati ruang tengah.
" na- narut…. To " panggil gaara tak yakin.
"NARUTOOOOOOOO BERHENTI!" kali ini Menma lah yang berteriak jauh di belakang Naruto.
" Gaara, cepat kejar Naruto!" perintah Menma yang langsung di lakukan oleh Gaara.
…
…
…
Badai - sakura
…
…
…
ITACHI 'S SIDE
Hari ini sungguh hari yang melelahkan , tapi aku bisa apa? Jabatanku sebagai President Direksi UCHIHA. CORP. tak membiarkan ku ber istirahat walau hanya sejenak. Selalu saja ada masalah yang harus ku turun tangani sendiri.
Shrett
" apa itu….?!"
Apa aku benar benar kelelahan hingga untuk beranjak dari kursi ini dan keluar saja harus menabrak kabin meja kerjaku dulu.
" foto!?"
Ah…. aku ingat, sungguh sebuah kenangan masa lalu. Aku tak akan lupa. Wajah manis bocah ini. Wajah ketakutanya saat pertama kali bertemu. Semua bagai film lama yang kembali di putar. Boleh kan, sebentar saja aku bernostalgia dengan masa lalu yang indah itu. Andai saja aku tak memilih pergi keluar negri 10 tahun lalu. Apa…. Aku dan dia akan… ukh lupakan . ber andai andai hanya akan membuat hatiku semakin sakit.
Entah ini keajaiban atau kekuatan cinta. Kursi yang kurasa sangat panas dan menyakitkan tadi, kini terasa begitu nyaman. Awalnya tadi aku memang ingin cepat cepat pulang dan ber is tirahat. Tapi, saat ini….. aku….Foto ini …..
" ah mengapa aku jadi begitu sentimental?"
Ingin rasanya aku mengusap sosok nyata yang ada di dalam foto ini. Seorang bocah berusia 5 tahun dengan mata birunya yang bulat dan jernih. Jika saja aku tak sedang sendiri saat ini, mungkin, orang akan berfikir aku adalah pedophile mesum.
Bodoh….. padahal Kini bocah itu sudah berubah…17 tahun waktu yang ku lalui ternyata tak bisa membaku pada pelukannya. Meski begitu aku masih belum bisa melupakan sosoknya yang semakin bertumbuh sampai kini. Ya aku tak mampu melupakan cintaku yang pertamaku.
"AHHH.. mulai hujan , sebaiknya aku cepat pulang atau aku akan terjebak disini semalaman.
Hujan, aku tak begitu menyukai nya. Air yang menitik itu mengingat kan ku pada air matanya.
"dan yang ku benci adalah blue sky yang menangis. Sebaiknya foto ini aku bawa."
Agar aku sedikit merelakan mu.
ITACHI'S SIDE AND
…
…
…
Badai - sakura
…
…
…
Diluar rumah hujan mulai turun, tapi Naruto masih berlari bahkan keluar dari halaman mansionya. Kaki jenjang itu terus membawa sang tubuh tanpa arah dan tujuan.
Lari…..
aku harus lari…
aku hanya harus menjauh kan,…. sasuke?!
Seberapa jauh ….
Seberapa jauhaku harus menyingkir darimu?...
Seberama lama aku harus menghindarmu…..
Jika ini bisa membuatmu tidak membenciku aku rela
Jika dengan pergi kau akan memaafkan ku, maka aku taka pa.
Aku mencintai mu. aku tak menyesal
Aku ihklas ….
Karena mu aku yang mati 17 tahun yang lalu bisa kembali.
Karenamu aku punya tujuan hidup
Karenamu aku akan terima semuanya
"NARUTOOOO?!" Itachi menepikan mobilnya saat melihat sosok Naruto yang berlari tanpa alas kaki. Ia pun turun dari mobil dan Mengejar sosok pirang itu. Itachi meraih lengan kurus Naruto, dan membuat sang pemilik tangan berhenti berlari.
Hati Itachi berdenyut nyeri saat milihat linangan air mata pada pemuda di hadapanya. Sorot mata yang begitu familiar bagi Itachi. Dulu tak membuatnya merasakan sesuatu, tapi kini sorot itu kembali ia lihat dan membuat hatinya remuk redam tak bersisa. Langit birunya kembali hujan. Sama seperti 17 tahun lalu.
Itachi menyentakan tangan yang ia genggam, membuat tubuh pemuda ramping itu jatuh kepelukannya.
"aku akan meminjamkan dada. Jadi jangan tunjukan air matamu lagi" ucap itachi ingin memberikan kenyamanan pada adik iparnya ini.
Naruto tak bergeming, ia hanya diam menerima usapan lembut itachi di punggungnya.
" hujan semakin deras , sebaiknya kitamasuk mobil dulu" tambah pria yang menjelang usia 27 tahun itu.
Sedangkan pemuda yang ia rengkuh masih terdiam dan hanya patuh menurut atas tuntunan sang kakak ipar. Mereka memasuki mobil hitam milik tersebut dan mulai meninggal kan tempat tadi.
" kau mau kemana , narto?" Tanya itachi membuka pembi caraan
"….."
""hufffff… apa kau sudah makan?" tanyanya lagi , tapi masih di sambut diam oleh sang uzumaki.
Lagi lagi itachi hanya bisa menghela nafas berlahan dan pasrah.
" aku akan mengantar kan mu pulang kerumah"
"TIDAAAAAAAAK…. AKU MOHON JANGAN ANATAR AKU KERUMAH….. BAWA AKU KEMANA PUN , TERSERAH! ASAL JANGAN KERUMAH….. AKU MOHON!" bantah naruto secra responsive.
Narutro tampak panic dan keilangan focus nya. Iaseolah tak mengenali itachi tapi tak perduli akan dirinya sendiri. Dan hal itu jauh lebih menyakitkan dari pada melihat sosok bocah yang berlinang air mata di depan kolam.
"tenang lah naruto,ok ok aku tak akan membawamu ke mansion Uzumaki. Kalo begitu ayo kita ke apartement ku.
…
…
…
Badai - sakura
…
…
…
…TBC…
Boleh author meminta sesuatu…..
O) voting final pair….
"sasu – naru"
"ita – naru"
"gaa – naru"
"other – naru"atau boleh juga
"request pair"
Semua author serah kan pada imajinasi readers- tachi jadi bye see u next chap….
