Here is the chapter…

"Ternyata.. dalam satu hari aku sudah menemukan dua calon buronanku," katanya dalam hati.

Disclaimer:

Bleach © Tite Kubo

WHY DID I FALL IN LOVE WITH YOU

Chapter 2

Bad Boy

Hitsugaya sedang mengetik laporan keuangan bulan ini di ruangannya. Pikirannya melayang. Masih mengingat wanita bermata hazel itu. Dia bahkan masih mengingat wajah gadis itu tiap incinya. Apakah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya tentang gadis itu?

"Haah, jangan sampai aku jatuh cinta pada gadis innocent itu. Tujuanku kemari bukan untuk jatuh cinta. Tapi menghancurkan keluarga yang telah menghancurkan keluargaku." katanya pada dirinya sendiri. Dia mulai mengetik lagi hingga suara yang familiar terdengar di telinganya

"Ichi-nii, konnichi wa," kata suara yang berasal dari luar itu. Wajah cerianya tak pernah hilang. Lalu, pemilik perusahaan berambut orange itu mendekati wanita imud itu

"Momo, bukannya hari ini kamu ada les piano? Kok malah kemari? " Tanya Ichigo pada adik semata wayangnya itu. Yang bersangkutan hanya tersenyum kecil

"Rangiku-senpai hari ini sedang sakit. Jadi lesnya ditunda beberapa hari," jelasnya di iringi anggukan Ichigo. Pembicaraan mereka terputus saat pegawai marketing itu memberikan laporan yang baru saja dia ketik

"Ah, terima kasih Toushiro, kenalkan. Dia adikku satu-satunya. Momo," kata Ichigo memperkenalkan Momo.

"Ah, KAU?" sapa Momo kaget begitu juga dengan Toushiro. Kemudian Momo menjelaskan semua yang telah terjadi.

"Oh, jadi kalian sudah ketemu diluan ya?" ucap Ichigo di iringi anggukan dari mereka berdua.

"Huh, kenapa dia ada disini?" kata Momo sambil menggembungkan pipinya selama Hitsugaya hanya tersenyum sexy.

"Dia ini manager marketing di perusahan kita, Momo." Kata Ichgo. Hitsugaya hanya tersenyum kemenangan.

"Huh," kata Momo akhirnya menyerah.

"Hmm, Ichigo-sama. Aku mau makan siang dengan Momo-chan apa boleh?" Tanya Hitsugaya berhasil membuat Momo kaget.

"Haha, tentu." Kata Ichigo. Tak lama kemudian mereka berdua berada di café dekat kantor Hitsugaya.

"Apa maumu, Hitsugaya-kun?" Tanya Momo penuh selidik. Hitsugaya hanya tertawa.

"Hei, jangan begitu. Bukankah aku sudah menolongmu saat kau kemalingan? Kenapa kau jadi sinis padaku?" kata Hitsugaya santai.

"Aku tak percaya pada laki-laki sepenuhnya, tau. Aku berterimakasih karena kau sudah menolongku. Bukan berarti aku akan memberikan apa saja yang kau mau kan?" kata Momo.

"Tenanglah, nona Momo. Aku hanya minta kita makan siang bersama saja, kok." Kata Hitsugaya menyeruput milkshake nya.

"Terserah kau sajalah," kata Momo menyerah.

Momo berjalan menuju rumahnya sendirian. Tampak sunyi di sekitar rumahnya karena cuaca yang dingin. Teringat baru dua hari yang lalu baru dimulainya musim dingin.

Tibalah dia di depan rumahnya. Tak ada orang di rumahnya karena rumah itu hanya berpenghunikan dua orang. Ichigo dan dia. Ichigo terkadang pergi ke luar negri beberapa minggu untuk melanjutkan bisnis. Orangtua mereka telah meninggal.

Ckrek, ckrek.

Momo berusaha memutar kuncinya yang macet. Namun beberapa detik kemudian seseorang menarik tangannya dan menggiringnya ke samping rumahnya yang gelap.

"HUUA-mpfh," orang itu menutup mulut momo. Nafas orang itu hangat di leher Momo.

"Ini aku, Momo." Kata orang itu berbicara. Hitsugaya Toushiro. Momo melepaskan tangan Toushiro paksa.

"Mau apa kau, hah?" kata Momo kaget. Namun Hitsugaya hanya menyandarkan Momo di dinding samping rumahnya.

"Hei.., aku rasa baru dua jam kita berpisah tadi," kata Hitsugaya menatap wajah Momo yang blushing.

"A-apa maumu?" kata Momo mencoba melihat ke arah lain. Hitsugaya hanya tersenyum licik kemudian dia memegang dagu kecil Momo agar dia mengarah ke dia.

"Aku merindukanmu," kata Hitsugaya tersenyum. Momo kaget lalu semburat merah di pipinya seperti apel merahnya.

"Huh, tapi aku tidak," kata Momo

"Kau yakin?" kata Hitsugaya mengendus-endus di bahu Momo. Merasakan aroma peach dari farfumnya.

"Hey, apa yang kau lakukan! Lepaskan aku." Kata Momo meronta. Tapi yang bersangkutan hanya mengelus pipi Momo. Akibatnya, wanita bermata hazel itu terdiam.

"Kau cantik sekali ya, Momo." Kata Hitsugaya yang kini melingkarkan tangAnnya di pinggang Momo lalu mendekatkan badannya ke arah badan Momo.

"Ke-kenapa.. aku tidak bisa bergerak? Apa aku juga menyukai dia?" kata Momo dalam hati. Dia hanya diam hingga saat Hitsugaya mendaratkan bibirnya ke arah leher Hinamori.

"Mmmhhh," kata Momo mendesah. Namun tak lama kemudian dia melepasnya.

"Kenapa?" Tanya Hitsugaya sedikit kecewa.

"Aku bukan mainanmu," kata Momo lalu masuk ke rumahnya. Hitsugaya masih mematung di samping rumahnya.

"Belum sekarang, Momo. Nanti setelah kau ku buat mabuk kepayang terhadapku." Kata Hitsugaya dalam hati.

Next Day

Hinamori berjalan menuju ruang makannya. Dan ternyata ada orang yang berhasil membuat dia kaget.

"KAU?" kata Momo lagi. merasa kalau dunia dia sekarang di penuhi dengan orang berambut putih itu.

"Kaget melihatku?" kata Hitsugaya yang duduk di sofanya. Momo hanya menatap Ichigo seolah minta penjelasan.

"Ara, Momo-chan. Kakak mau pergi ke Eropa selama dua minggu. Mungkin sebulan. Jadi kakak mau yang menjagamu itu Hitsugaya." Kata Ichigo berhasil membuat Momo kaget.

"Tapi, Onii-chan. Aku bisa menjaga diri," kata Momo sambil death glare ke arah Hitsugaya yang tersenyum.

"Kakak tidak bisa meninggalkanmu tanpa ada yang jaga," kata Ichigo sambil meletakkan tangnnya ke bahu Momo. Momo hanya menunduk.

"Mengertilah, Momo. Hitsugaya akan menjagamu." Kata Ichigo di iringi anggukan Momo.

"Saa, kakak berangkat dulu ya," kata Ichigo mengecup kening Momo. Lalu berangkat dengan mobil Lamborghini nya.

"Hati-hati, Onii-chan." Kata Momo melambai. Tak lama kemudian Hitsugaya mendekati Momo lalu merangkulnya.

"Kita hanya berdua sekarang," kata Hitsugaya denga evil grin -nya. Momo hanya masuk ke dalam rumah lalu duduk di sofa.

"Momo," panggil Hitsugaya yang ada di belakangnya.

"Hmm," balas Momo singkat. Dia tak peduli sekalipun Hitsugaya memanggilnya beribu-ribu kali.

"Momo, kau dengar aku tidak?" kata Hitsugaya jengkel. Kemudian Momo merasakan hembusan nafas di belakang lehernya. Hitsugaya yang meletakkan dagunya ke leher Momo.

"Hmfph.." Momo mencoba cuek. Namun dia berusaha keras untuk tidak terbuai dalam godaan Hitsugaya.

"Momo… you're so beautiful," kata Hitsugya mengelus pipinya ke pipi Momo.

"Hentikan rayuan bodohmu, Hitsugaya-kun," kata Momo pelan namun ada rasa marah dalam kata-katanya.

"He? Baiklah. Aku akan langsung ke best part," kata Hitsugaya. Sejenak Momo mengerutkan keningnya lalu berbalik arah menghadap Hitsugaya.

"Best part ap-"

CUUUP

Hitsugaya mendaratkan bibirnya ke bibir Momo. Mata Momo terbelalak. Kaget. Momo mau melepas ciumannya tapi Hitsugaya menciumnya lembut. Momo jadi kaku di tempat.

Kaget…, tapi kenapa dia membalas ciuman Hitsugaya?

Hitsugaya menggigit bibir bawah Momo. Desahan Momo mengisi ruangan itu. Hitsugaya mulai mengangkat paha Momo ke pinggangnya. Momo, menyadari keseriusan Hitsugaya langsung melepaskan diri.

"Hey, kenapa?" Tanya Hitsugaya kecewa.

"Aku bukan mainanmu, sekarang pergi!" kata Momo sambil mendorong Hitsugaya ke sofa.

"Kenapa? Aku merasa kau menikmatinya," kata Toushiro. Momo blushing namun langsung melihat ke arah lain.

"Huh! Kau memang manusia yang sangat menyebalkan!" kata Momo sambil menyiapkan sarapan paginya. Dia berdiri di depan meja makan menyiapkan teh sampai Toushiro memeluknya dari belakang.

"Kau bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik," kata Toushiro. Momo langsung meronta dan melepaskan diri dari pelukan Toushiro.

"Aku akan menghubungi Onii-chan," kata Momo. Toushiro hanya tersenyum angkuh.

"Katakan saja, palingan sekarang dia sudah di perjalanan," kata Toushiro. Momo langsung mengubah ekspressi wajahnya, dan langsung pergi menuju kamarnya.

"Tch… gadis itu… aku pikir dia sudah masuk ke dalam jebakanku," katanya sambil membuat sarapan paginya. Tak lama kemudian, dia merasakan hand phone nya bergetar.

"Moshi-moshi,"

"Kau lama sekali," kata lelaki di sebrang sana.

"Tenanglah, aku sdang dalam tahap pendekatan nih…" kata Hitsugaya.

"bagus, jangan sampai kau mengkhianati kepercayaan kami," katanya.

"Pasti…" kata Hitsugaya. Tak lama kemudian, sambungan terputus.

"Aku akan secepatnya menghancurkan perusahaan kalian ini…" gumamnya pelan.

*****TBC****

Reipyu plissss ^^