Mereka bilang aku cerewet. Aku juga suka sekali mengoceh tanpa henti jika sedang bersama Ichigo.

Suatu hari, aku bertanya padanya, "Apa kau merasa aku ini sangat cerewet?"

Dia sedang mengemudi, kedua ambernya terpaku pada jalanan di depannya. Ichigo menjawabku tanpa ekspresi. "Ya, cukup cerewet."

Aku sedikit tidak senang mendengar jawabannya. Jadi dia merasa terganggu olehku selama ini?

Tapi, tiba-tiba aku melihat Ichigo tersenyum, dan berkata, "Jika aku harus mendengarkan ocehanmu seumur hidupku, aku tidak keberatan. Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan itu."

Ah, aku merasa sesuatu sudah menancap ke hatiku.