Aku sangat suka makan buah-buahan, terutama buah ceri. Seperti aku yang ketagihan buah ceri baru-baru ini.

Pulang kerja, aku mampir ke supermarket dan membeli 1 kilogram ceri, aku berencana memakannya saat menonton drama televisi. Saat aku kembali ke rumah, aku langsung membersihkan ceri-ceri itu dan menempatkannya ke dalam sebuah mangkuk.

Namun ketika aku membawa mangkuk ceri itu ke ruang tengah, ponselku tiba-tiba berdering. Terpaksa, aku menitipkan mangkuk ceriku pada Ichigo dan pergi ke kamar untuk menjawab panggilan. Tapi, saat aku kembali ke ruang tengah, mangkuk itu sudah kosong.

Aku langsung terbakar emosi, "Siapa bilang kau boleh memakan semua ceriku!"

"Bukankah kau memberikannya padaku?"

"Itu milikku! Kau hanya boleh mengambil tiga ceri saja!"

Segera saja aku menelepon Tatsuki lagi dan memarahinya juga. "Selamat tinggal. Persahabatan sepuluh tahun kita telah berakhir sekarang."

Tatsuki lalu berkomentar sinis, "Aku tidak pernah tahu kalau hubungan kita seharga 1 kilogram ceri."

Keesokan harinya, setelah Ichigo pulang bekerja, ia membawa tas besar berisi ceri. Aku merasa sangat gembira, dan berpikir dalam hati bahwa Ichigo benar-benar mengerti diriku.

Setelah makan malam, aku melihat dia membawa semangkuk besar ceri, duduk sendiri di sofa, di depan televisi, dan ... mulai memakan seluruh mangkuk cerinya sendirian.

Aku mencoba menahan nafsuku, tapi tidak berhasil. Akhirnya, aku menyerah dan mengulurkan tanganku di depannya. "Aku mau juga."

Ichigo bertingkah seolah-olah dia baru menyadari keberadaanku di sana, dengan ekspresi terkejut terbentuk di wajahnya, tangannya kemudian perlahan mengambil tiga buah ceri dari mangkuk besar dan menyerahkannya kepadaku.

Aku bingung. Ichigo menjelaskan dengan santainya, "Hubungan kita hanya senilai tiga buah ceri."

Aku sejenak tertegun sebelum aku mengerti apa maksudnya. Ichigo, apa rekan kerjamu tahu bagaimana kekanak-kanakannya dirimu sekarang?!