Aku pergi ke Thailand untuk melakukan perjalanan bisnis, kali ini Ichigo ikut bersamaku juga. Aku tahu jika mood Ichigo sedang baik, kecerdasannya akan sedikit menurun. Ichigo yang dingin dan dewasa, akan berubah menjadi Ichigo yang kekanakan. Seperti malam ini, Ichigo baru saja merasakan pijat ala Thailand di hotel saat dia kembali ke kamar kami dan tiba-tiba meraih tanganku tanpa aba-aba.

"Rukia, pergi dan belajar dari tukang pijat di sini, nanti saat kita sudah pulang ke rumah, kau bisa memijatku setiap aku pulang kerja."

Mendengarnya aku hanya tersenyum lebar dan menjawab, "Baiklah! Aku akan berhenti bekerja, dan melamar pekerjaaan di hotel ini besok. Sebagai pelatihan, aku akan memijat 100 orang terlebih dahulu."

Seketika, ekspresi Ichigo berubah marah. "Tidak boleh! Bagaimana bisa kau menawarkan jasa memijat pada orang lain!"

"Tapi, bukannya kau yang ingin aku belajar memijat?"

Kesal mengenai idenya sendiri, Ichigo mendesah penuh sesal. "Lupakan soal ide itu, kau tidak perlu melakukannya."

Lihat, aku benar, kan? Aku pun tersenyum puas dan mematikan lampu, bersiap untuk tidur.