Aku biasanya tidak mengawasi biaya yang kami keluarkan setiap bulan. Tapi suatu hari, karena penasaran, aku memutuskan pergi ke bank untuk mendapatkan salinan transaksi yang terjadi di rekening kami satu tahun terakhir. Dan ternyata, biaya bulanan yang dikeluarkan untuk listrik, penggunaan air, penggunaan gas, penggunaan Wifi jika diakumulasikan jumlahnya sangat besar!
Sosok orang pelit yang selama ini terpendam di dasar hatiku seketika muncul ke permukaan. Aku memutuskan mulai hari ini dan seterusnya akan mengurangi biaya keperluan sehari-hari. Aku bertekad untuk berubah menjadi seorang istri yang rajin dan hemat.
Ketika aku masuk ke supermarket, frase "teliti dan belanja hati-hati" terngiang di kepalaku. Sayuran organik? Jangan, itu terlalu mahal! Apalagi, Ichigo lebih suka makan daging, tapi daging sapi juga mahal. Setelah berputar-putar selama satu jam membeli keperluan lain, akhirnya aku memilih memasak sayuran dengan ham saja untuk makan malam.
Aku biasanya akan menyalakan semua lampu saat aku sampai di rumah. Aku meletakkan tasku dan hendak menyalakan lampu, tapi aku ragu-ragu. Setelah lama berpikir, aku mematikan semua lampu, meraih laptopku, dan mulai mengerjakan pekerjaanku yang belum selesai di ruang tamu dengan keadaan gelap gulita.
Ketika Ichigo membuka pintu, ia sepertinya terkejut. "Kenapa kau tidak menyalakan lampunya?"
"Hemat listrik."
Mendesah panjang, Ichigo memilih mengambil sekaleng cola dari lemari es.
"Jika sudah selesai, jangan buang kalengnya. Kita bisa menjualnya nanti."
"Bisa tolong kau hentikan itu?" Dia memutar matanya ke arahku. "Besok, ayo pergi makan sushi."
Aku adalah orang yang selalu memegang teguh prinsip, tentu saja aku menolak halus godaannya. "Tidak mau, kau tahu Ichigo, pengeluaran bulanan kita sudah melampaui batas."
Wajahnya perlahan berubah menjadi kesal, gawat, suasana hatinya memburuk. Aku bertingkah seolah-olah tidak melihat apa-apa dan pergi ke kamar mandi dengan kecepatan kilat.
Tapi, saat aku baru saja masuk ke bak mandi, aku sadar ternyata Ichigo mengikutiku juga.
"Apa yang kau lakukan?"
Dia mulai melucuti pakaiannya dan tanpa ekspresi berkata, "Kita harus menghemat air, jadi ayo mandi bersama-sama."
Oh, tidak! Orang ini!
