Sebagai bagian dari tim, aku mendapat kabar ada perubahan mendadak dalam jadwal kami, perjalanan bisnis yang awalnya dimaksudkan hanya berlangsung selama dua minggu telah berubah menjadi satu bulan.
Ketika Ichigo mengetahui tentang perubahan baru itu, dia sangat tidak senang, dan meluncurkan serangkaian keluhan melalui telepon. Pada saat itu, aku sedang sangat sibuk dengan pekerjaanku, emosiku tak terkendali dan kami pun mulai bertengkar, aku sampai menuduhnya tidak pengertian terhadap perasaanku.
"Kau juga tidak pernah memikirkan perasaanku!" Ichigo mengatakannya dengan emosi sebelum meneruskan perkataannya dengan lebih tenang, "Aku merindukanmu."
Aku hampir menangis di tempat kala itu.
