Aku memiliki seorang sekertaris baru di kantor. Seorang wanita muda yang baru saja lulus, dapat diandalkan, dan orang yang bersemangat. Kami berdua berhasil bergaul dengan cukup baik.

Suatu hari, dia bertanya padaku, "Kurosaki-san, kenapa kau memutuskan menikah di usia muda?"

"Yah, karena aku sudah bertemu dengan pasangan yang cocok."

"Tapi, bagaimana anda bisa mengetahuinya?"

Aku berpikir sejenak sebelum menanggapi, "Baiklah, sebelumnya aku ingin tanya. Menurutmu, aku orang yang bagaimana?"

"Dapat diandalkan, berpengalaman, profesional, anda selalu melakukan sesuatu dengan baik, dan kepribadian anda sangat menyenangkan," jawabnya.

"Tapi suamiku tidak berpikiran seperti itu. Di matanya, aku ini kekanak-kanakan, naif, lamban, dan tidak akan pernah bisa tumbuh dewasa."

"Dia benar-benar tidak mengerti dirimu, Kurosaki-san!"

"Itu tidak benar," aku tersenyum," Dia adalah orang yang paling mengerti diriku."

Pada malam harinya, aku menelepon Ichigo sesuai rutinitas yang biasa kami lakukan jika dia tidak di rumah. Setelah mengingat percakapanku dengan sekretarisku tadi siang, aku membicarakan hal itu juga dengan Ichigo, "Kenapa dulu kau buru-buru memutuskan untuk menikahiku?"

"Oh, itu untuk mencegah kau dicuri orang lain. Jadi, sesegara mungkin aku harus menyimpanmu di dalam perutku."

Perumpamaan macam apa itu?!