Ketika aku masih SMA, aku punya kebiasaan buruk. Aku suka menggigiti kuku tanganku. Ibuku sering memarahiku jika aku ketahuan olehnya. Karenanya kuku milikku jadi sangat jelek.

Ibuku sering menggoda, "Ketika pacarmu melamarmu suatu saat nanti, apa kau tidak malu menunjukkan tangan jelekmu itu? Apa kau masih berharap dia mau memakaikanmu cincin berlian darinya?"

Karena peringatan itu, aku selalu khawatir apa kami akan putus di hari dia melamarku? Tetapi kenyataannya itu tidak benar-benar terjadi.

Pada pagi hari diakhir pekan, kami berdua bermalas-malasan di tempat tidur ketika Ichigo tiba-tiba bertanya, "Apa kau punya rencana hari ini?"

"Tidak ada."

"Aku juga tidak punya rencana."

Menggunakan nada yang sangat tenang dan normal, Ichigo bertanya lagi, "Kalau begitu, ayo buat surat pernikahan kita."

Aku segera menanggapinya tanpa berpikir, "Baiklah."

Saat Ichigo bangun dan pergi ke kamar mandi, akhirnya aku berhasil memproses apa yang baru saja Ichigo katakan.

Huh? Tadi itu ... dia melamarku?! Lalu, bagaimana dengan cincin berliannya?! Ibu, kau menipuku!

Kadang, kenyataan bisa jadi lebih buruk dari apa yang kau pikirkan.