Malam sebelum kami memperoleh sertifikat pernikahan kami, aku bertanya pada Ichigo, "Kapan kau mulai memiliki perasaan padaku?"
Dia menjawab, "Aku tidak ingat."
"Tapi, kenapa aku?"
"Kenapa tidak kau?"
"Aku sangat cerewet dan juga pencemburu. "
"Aku juga."
"Aku takut aku tidak pantas untukmu."
"Aku juga."
"Aku tidak pernah berpacaran sebelum ini, jadi aku tidak tahu apa itu cinta."
"Aku juga tidak tahu apa itu cinta."
Namun Ichigo dengan keyakinan di sorot matanya, menggenggam tanganku lembut, "Tapi aku tahu ini. Ketika aku berpikir tentang menghabiskan sisa hidupku bersamamu, aku merasa masa depanku dipenuh dengan harapan."
.
Dua tahun setelah itu. Pada usiaku yang ke-26. Aku terbangun di pagi hari bersama seseorang di sampingku. Saat itu, aku pikir, seperti inilah aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersamanya.
Aku kira ini pasti yang dinamakan cinta.
The End.
Afterword: Hei! Akhirnya sampai juga di adegan terakhir. Well, meski 'ending'nya gak kerasa kayak ending sih hehe...
Yah, maklum, karena memang sedari awal fic ini memang plotless. But, saya bahagia karena ada yang bersedia baca bahkan sampai meninggalkan review, favs dan follow-nya.
Dan sebenarnya, saya pengen upload fic ini 26 chapter sekaligus, tapi karena ada pekerjaan mendadak jadi saya upload setengahnya dulu. Thanks juga buat para geust, ini sudah di update ya!
Oke deh, itu aja. Sekali lagi, terima kasih banyak untuk reader fanfic ini.
Halco.
