White Love

Story by, OnyxLevender

.

.

Disclamer Masashi kishimoto

(U Sasuke & H Hinata) dan (U Itachi & Konan)

Genre: Drama and Romance

Warning! Typo, Occ, Au,EYD dan kemungkinan masih banyak lagi,

Rated: T

.

.

SELAMAT MEMBACA Minna.

^^Maaf jika mengecewakan^^

.

.

Bab 2

.

.

Seminggu setelah meninggalnya Fugaku, perusahaan Uchiha Corp tidak lagi memiliki seorang pemimpin dan ini menyebab-kan para kolega bisnis perusahaan Uchiha Corp satu persatu mulai berpaling ke perusahaan lain.

Sementara itu di dalam sebuah ruangan yang sangat mewah terlihat 2 orang laki-laki sedang duduk berhadapan yang hanya terpisah oleh sebuah meja.

"Otou-san biarkan lah aku yang menggantikan Nii-san untuk memimpin perusahaan Uchiha Corp." Ucap salah satu dari laki-laki tersebut pada laki-laki di hadapannya yang tak lain adalah ayahnya sendiri Madara Uchiha.

"Tou-san tidak akan mengizinkan mu untuk memimpin perusahaan yang sudah di bangun oleh nii-san mu dengan susah payah Obito, lantaran sifat mu yang suka menghambur-hamburkan uang dan gila wanita" Ujar Madara.

"Tapi jika bukan aku terus siapa lagi yang akan memimpin perusahaan tou-san?... Tou-san lihat sendirikan hanya dalam waktu 1 minggu saja perusahaan tidak di pemimpim, para kolega bisnis perusahaan kita sudah mulai berpaling ke perusahaan lain. Jika terus dibiarkan maka perusahaan kita tidak akan memiliki kolega bisnis lagi tou-san." Jeda sejenak sebelum Obito melanjutkan kata-katanya.

"Sekarang hanya aku lah anak tou-san satu-satunya jadi biarkan aku yang memimpin perusahaan, karena tidak ada lagi yang bisa memimpim perusahaan selain aku." ucap Obito lagi dengan menyombongkan diri.

"Apa kau lupa Obito masih ada Itachi dan juga Sasuke yang bisa memimpin perusahaan yang sudah ayah mereka bangun hingga sekarang menjadi perusahaan yang berpengaruh besar di Jepang" Ucap Madara menjawab pertanyaan anak bungsunya.

"Tapi tou-san mereka masih terlalu kecil untuk memimpim perusahaan" ucap Obito tidak mau kalah dari ayahnya.

"Maka dari itulah sekarang tou-san sendiri yang akan mengambil alih perusahaan Uchiha Corp hingga mereka sudah siap untuk menjadi pemimpin perusahaan kelak."

"Tapi tou-san~"

"Tidak ada penolakan Obito,, Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi kau bisa keluar dari ruangku Obito." Ucap Madara memotong perkataan Obito.

Obito akhirnya meminggalkan ruangan ayahnya dengan membanting pintu sangat keras.

'Rupanya kau tidak bisa diminta dengan cara baik-baik tou-san. Terpaksa aku akan mengunakan cara kasar untuk membuat semua hartamu jatuh ketanganku.' Ucap Obito dalam hati.

Obito segera mengambil handphone yang berada di saku celananya. Ditekannya nomor handphone orang kepercayaannya setelah menemukan nomor yang dia cari, Obito langsung menghubungin orang tersebut.

Tidak memerlukan waktu lama orang di sebrang sana langsung mengangkat telepon dari Obito, "Temui aku di tempat biasa sekarang." ucap Obito tanpa basa-basi.

Setelah mendapatkan kesanggupan dari orang di sebrang sana Obito langsung menutup telepon dan pergi menuju tempat yang sudah dijanjikan.

.

.

"Bunuh Madara Uchiha.. Terserah mau bagaimana kalian membunuhnya tapi jangan sampai meninggalkan jejak" ucap Obito pada orang-orang kepercayaan-nya yang tak lain adalah kelompok Akatsuki kelompok pembunuh bayaran paling terkenal di antara para pembunuh bayaran lainnya.

Kelompok pembunuh bayarayan yang hanya di gunakan jasanya oleh orang-orang berkantong tebal. Tapi itu terbalas karena hasil kerja mereka yang sangat bersih tanpa meminbulkan kecurigaan pihak kepolisian, di tambah lagi mereka selalu menyelesaikan tugas-tugasnya seperti apa yang inginkan oleh yang memakai jasa mereka.

"Itu bukan masalah Obito-sama. Tapi~~..Kau tau sendiri kan maksud ku Obito-sama." Ucap salah satu dari anggota Akatsuki pada Obito.

"Masalah bayaran kalian jangan khawatir ini 1 juta yen sisanya kalian bisa ambil setelah pekerjaan kalian selesai." Ucap Obito.

"Senang bekerjasama dengan anda Obito-sama, Anda hanya tinggal menunggu kabar gembiranya besok pagi Obito-sama." Ucap Yahiko selaku ketua dari kelompok Akatsuki.

"Ku harap kalian tidak mengecewakan ku." Setelah mengatakan itu Obito segera pergi dari tempat itu.

.

.

Kejadian seminggu yang lalu kembali terulang di hari ini di mana kediaman Uchiha kembali dipenuhi oleh Kerabat-kerabat keluarga Uchiha dan para pegawai perusahaan Uchiha Corp yang kembali berduka.

Lantaran sang pemilik dari perusahaan Uchiha Corp atau lebih tepatnya Direktur utama dari perusahaan Uchiha Corp yaitu Madara Uchiha dinyatakan meninggal dunia pada malam tadi.

Kejadiannya terjadi Saat Madara pulang dari perusahaan Uchiha Corp yang sekarang telah kembali diambil alih olehnya.

Meninggalnya Madara Uchiha sama seperti kejadian yang dialami oleh Fugaku yaitu kecelakaan. Yang membedakannya hanyalah jika Fugaku meninggal lantaran kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya terjerumus ke jurang dan terbakar hangus. Sedangkan kejadian yang menimpa Madara adalah mobilnya menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan mobil yang di tumpanginnya jatuh kedalam laut.

Setelah di selidiki oleh pihak kepolisian, mereka mengatakan bahwa yang mengakibatkan Madara sampai menabrak pembatas jalan sehingga mobilnya sampai masuk ke laut itu diakibatkan karena rem dari mobil yang ditumpangi oleh Madara blong dan itu juga berlaku untuk kejadian yang meminpa Fugaku.

Pihak kepolisian tau betul bahwa Fugaku dan Madara yang terkenal karena Kedisiplinannya dalam bekerja bukanlah orang yang ceroboh untuk mengendarai mobil dengan keadaan rem blong. Ketercuali ada pihak lain yang sengaja memutuskan rem mobil Fugaku dan Madara. Maka dari itu pihak kepolisian berjanji akan menyelidiki kasus ini.

.

.

Sebulan setelah kematian Madara kini semua aset yang dimiliki Madara Uchiha telah dikuasai oleh Obito. Sampai Danzo selaku pengacara kepecayaan ayahnya mendatanginnya untuk membahas tentang harta warisan yang dimiliki Madara.

"Ada apa kau datang kemari Danzo" Ucap Obito ketika melihat Danzo mendatangi kediamannya "Apakah kau ingin membicarakan tentang hak warisan yang tou-san tinggalkan" Tambah Obito lagi.

"Baguslah jika kau sudah tau maksud kedatangan ku kemari Obito" Ucap Danzo.

"Bicaralah siapa yang menjadi pewaris dari semua harta warisan yang otou-san miliki. Aku yakin pasti itu aku kan Danzo" Ucap Obito percaya diri sambil meminum kopi yang sudah disiapkan istri'nya tadi.

"Kau salah Obito,,, tou-san mu bahkan tidak mewariskan sepeserpun hartanya padamu" ucap Danzo yang sukses membuat Obito menyemburkan kopi yang baru saja diminumnya.

"Apaaa~" Ucap Obito kaget "Terus siapa yang menjadi pewaris dari harta-harta yang tou-san miliki" Ucap Obito masih shock setelah dia mengetahui bahwa ayahnya tidak meninggalkan apapun untuknya.

"Dalam surat ini tertulis bahwa Madara-sama mewariskan semua hartanya kepada Anak-anak dari Fugaku dan Mikoto yaitu berarti Itachi Uchiha dan Sasuke Uchiha" Ucap Danzo sambil menunjukan map yang didalamnya tertulis hak waris dari Marada Uchiha.

Belum hilang keterkejutan Obito lantaran ayahnya tidak mewariskan apapun padanya. Kini Obito kembali dibuat terkejut bahkan sampai membelalakkan matanya mendengar penuturan Danzo bahwa semua hak waris ayahnya diwariskan ke anak-anak dari nii-sannya.

Danzo yang melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Obito kembali berkata "Kau tenang saja Obito dalam surat ini anak mu Sai juga mendapatkan hak waris dari tou-san mu." Ucap Danzo.

Mendengar bahwa anaknya juga memdapatkan hak waris dari ayahnya membuat Obito sedikit lega,,, setidaknya dia tidak akan jatuh miskin "Apa yang diwariskan oleh tou-san kepada anak ku Danzo" Tanya Obito antusias.

"Madara-sama mewariskan hartanya sebesar 10 persen terhadap anak mu dan 90 persennya terhadap anak-anak dari Fugaku" ucap Danzo.

"Ciiihh...Anak ku hanya dapat warisan dari tou-san sebesar 10 persen itu bahkan tidak sampai seperdelapan dari harta yang tou-san miliki, sedangkan anak-anak dari nii-san mendapatkan harta warisan sebesar 90 persen ini tidak adil."

"Tapi itu lah yang tertulis di dalam surat ini Obito dan ini sudah keputusan mutlak dari Madara-sama"

"Dalam 10 persen tersebut apa saja yang tou-san wariskan untuk anakku Sai"

"10 persen jika kita simpulkan dalam bentuk barang Madara-sama mewariskan 100 hectare perkebunan teh, 1 buah rumah yang sangat mewah yaitu rumah yang sekarang kalian tempati dan uang sebesar 10 juta yen kepada anak mu Sai Uchiha" jelas Danzo sambil membacakan surat hak waris yang ada di tangannya.

Obito berfikir keras bagaimana caranya agar dia dapat menguasai seluruh harta yang dimiliki oleh ayahnya. Bayangkan saja jika 10 persen harta ayahnya sudah sebesar itu terus bagaimana dengan 90 persennya. "Bagaimana cara-nya agar aku dapat menguasai seluruh harta yang tou-san miliki Danzo.? Aku berjanji jika aku berhasil menguasai seluruh harta yang di miliki tou-san kau akan mendapatkan uang yang sangat besar dan aku akan membantu perusahaanmu yang sekarang sedang diambang kebangkrutan" Ucap Obito mengajukan penawaran pada Danzo.

Danzo memikirkan apa yang diucapkan oleh Obito barusan. Sebenarya dia bisa saja langsung menolak apa yang ditawarkan oleh Obito padanya,, jika saja sekarang perusahaannya tidak mendapatkan musibah yang sangat besar dan dia sangat membutuhkan uang dengan jumlah yang sangat besar dalam waktu dekat ini dan kini Obito menawarkan akan memberikannya uang dengan jumlah yang besar dan akan membantu perusahaan-nya dengan syarat dia harus membantu Obito untuk menguasai seluruh aset yang di tinggalkan oleh Madara.

Setelah memikirkannya dengan cukup matang akhirnya Danzo berkata "Baik aku akan memberitahu mu bagaimana cara untuk menguasai semua aset yang ditinggalkan oleh Madara-sama."

"Jadi bagaimana caranya Danzo?" Tanya Obito.

"Semua harta peninggalan Madara-sama akan jatuh ke tanganmu jika pewarisnya meninggal dunia. Itu berarti kau harus membunuh Itachi dan Sasuke supaya hak waris jatuh ketangan mu" ucap Danzo.

"Itu bukan hal yang sulit aku akan menyuruh orang-orang kepercayaan ku untuk membunuh mereka sekarang juga."

"Tidak semudah itu Obito, jika kau membunuh mereka sekarang itu akan memimbulkan kecurigaan dari pihak kepolisian,,, lantara pihak kepolosian yang sekarang sedang menyelidiki pasal kematian Madara dan Fugaku,, Jadi jika kau salah mengambil tindakan maka kau sendirilah yang akan celaka Obito"

"Terus apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus membiarkan semua harta warisan tou-san jatuh ketangan anak-anak dari Fugaku Nii-san."

"Tenanglah Obito aku punya ide yang bagus untuk dapat membunuh mereka tanpa harus menumbulkan kecurigaan dari pihak kepolisian."

"Apa ide mu cepat katakan?" ucap Obito gak sabaran ingin membunuh putra-putra dari kakaknya.

"Beruntunglah kau Obito karena mereka tidak mengetahui tentang surat warisan ini. Jadi aku bisa membuat surat warisan palsu yang bertujuan untuk mengelabui mereka " Ucap Danzo.

"Dalam surat itu aku akan membuat seluruh hak waris jatuh ketangan mu, Setelah itu kau usir lah mereka dari kediaman mereka, dengan perginya mereka dari kediamannya, mungkin keberadaan mereka akan mulai dilupakan oleh banyak orang dan di situlah kau bisa membunuh mereka." Ucap Danzo lagi.

"Baiklah aku menyetujui ide mu Danzo. Jadi kuandalkan kau untuk mengurus semuanya."

.

.

"Kaa-san aku pergi main bola sama Aniki dulu ya" Ucap Sasuke pada ibunya yang ada didapur yang sedang menyuci piring bekas mereka sarapan tadi

"Jangan main jauh-jauh" Ucap Mikoto tanpa melihat anak bungsunya karena dia sedang fokus menyuci piring-piring kotor bekas mereka sarapan tadi

"Kami hanya main di halaman rumah saja kok kaa-san"

"Yasudah,,, sana pergi main bola sama Nii-san mu"

Setelah mendapatkan izin dari ibunya untuk bermain bola dengan kakaknya Sasuke langsung pergi kehalaman untuk menyusul Itachi yang sudah berada di halaman.

Baru beberapa menit Sasuke dan Itachi bermain bola kini mereka harus menghentikan permainannya ketika melihat mobil ferrari berwarna biru berhenti dihadapan mereka. Mereka lihat seorang pria yang sangat mereka kenal baru saja keluar dari mobil tersebut dan berjalan menghampirin mereka

Sasuke yang mengenali pria tersebut langsung berlari kearah pria tersebut sambil berujar "Ojii-san" Ucap Sasuke langsung menghambur memeluk pria tersebut yang tak lain adalah Obito Uchiha paman dari Sasuke dan Itachi.

Obito yang mendapatkan pelukan mendadak dari sasuke langsung menggendong Sasuke "Kau sudah tambah berat ya Sasuke" Ucap Obito.

Itachi yang melihat adiknya yang sudah berada dalam gendongan pamannya segara melangkahkan kakinya menuju tempat adik dan pamannya. "Tumben sekali oji-san datang kemari?" Ucap Itachi "Ada keperluan apa oji-san kemari?" Tanya Itachi lagi.

"Oji-san ada perlu dengan kaa-san kalian, Kaa-san kalian ada kan di rumah?" Tanya Obito.

"Kaa-san sedang menyuci piring di dapur" Jawab Sasuke yang masih berada dalam gendongan Obito.

Mendengar jawaban Sasuke, Obito langsung menurunkan Sasuke dari gendongannya "Kalau begitu oji-san akan menemuhi kaa-san kalian sebentar. Ada urusan penting yang harus oji-san sampaikan pada kaa-san kalian, Kalian lanjutkanlah mainnya lagi.!" Ucap Obito.

Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Sasuke dan Itachi, Obito langsung berjalan masuk kerumah peninggalan kakaknya untuk menemuhi Mikoto.

"Aniki ayo kita lanjutkan main bolanya" Ucap Sasuke pada kakaknya.

"Sasu-chan main sendiri dulu ya Aniki haus.! Aniki mau ambil minum dulu di rumah!. Sasu-chan mau aniki bawain minuman apa?" Ucap Itachi.

"Jus tomat" Jawab Sasuke semangat.

"Kalau begitu Aniki masuk kerumah dulu ya. Nanti Aniki bawak'in jus tomat spesial untuk Sasu-chan."

Sasuke hanya menganggukan kepalanya mendengar perkataan kakaknya.

.

.

Sesampainya didapur Itachi mendengar ibu dan pamannya yang sedang berbicara, Itachi yang penasaran apa yang dibicarakan oleh ibu dan pamannya akhirnya memutuskan untuk menguping pembicaraan ibu dan pamannya dari balik lemari.

Posisinya kini cukup bagus untuk bersembunyi dan dapat dengan jelas mendengar apa yang dibicaraan ibu dan pamannya.

"Ada perlu apa kau kemari Obito-kun.?" Tanya Mikoto penasaran setelah melihat Obito yang datang kerumahnya. pasalnya adik dari suaminya itu sangat jarang datang kerumahnya kalau tidak ada urusan penting.

"Aku ingin kau dan anak-anak mu meninggalkan rumah ini" Ucap Obito To The Point.

"Apa maksud perkataan mu Obito?" Tanya Mikoto.

"Ku rasa kau tidak tuli kakak ipar,! Aku ingin kau dan anak-anak mu meninggalkan rumah ini" Ucap Obito dengan penekanan disetiap kata yang dia ucapkan.

"Apa hak mu mengusir kami dari rumah kami ini obito?, Ini rumah suami ku jadi kau tidak punya hak untuk mengusir kami dari sini." Ucap mikoto emosi.

"Apa hak ku kau bilang,,,, Ini kau baca sendiri" Obito menyerahkan surat yang dari tadi dibawanya pada Mikoto

Mikoto sangat kaget membaca surat yang diberikan oleh Obito padanya, dalam surat tersebut tertulis bahwa seluruh harta warisan dari ayah mertuanya jatuh ketangan Obito dan yang lebih membuat Mikoto kerkejut adalah suaminya tidak memdapatkan sepeserpun dari harta warisan ayah mertuanya.

"Sekarang kau tau kan apa hak ku mengusir kalian dari rumah ini.!" Ucap Obito ketika melihat kakak iparnya yang terkejut setelah membaca surat warisan yang dibawaknya. Ya tentu saja dia membawa surat warisan yang palsu yang sudah dibuat oleh Danzo pengacara kepercayaan ayahnya yang mana dalam surat warisan itu seluruh harta yang dimiliki ayahnya jatuh ketangan dia.

Obito sendiri mengakui kehebatan Danzo dalam membuat surat warisan palsu tersebut, pasalnya surat warisan palsu tersebut sangat mirip dengan yang aslinya.

"Tapi ini rumah suami ku Obito, dia yang membelinya jadi aku tidak akan meninggalkan rumah ini" Ucap Mikoto setelah selesai membaca surat warisan palsu yang diberikan Obito.

"Kau bodoh atau apanya kakak ipar? Emang benar rumah ini suami mu yang membelinya tapi apa kau tau bahwa uang yang dipakai suami mu untuk membeli rumah ini adalah uang dari perusahaan Tou-san dan itu berarti rumah ini pun termaksud dari harta tou-san yang diwariskannya pada ku" Ucap Obito "Jadi aku ingin kalian meninggalkan rumah ini secepatnya" Tambah Obito.

"Apa tidak cukup harta yang sudah tou-san berikan pada mu Obito? sampai kau ingin menguris kami dari sini"

"Tentu saja cukup kakak ipar bahkan lebih dari cukup harta yang tou-san berikan untuk ku"

"Terus mengapa kau ingin mengusir kami dari sini Obito, setidaknya biarkan lah kami tinggal di sini Obito, Aku yakin kau tidak akan jatuh miskin dengan harta yang sudah tou-san berikan padamu hanya karena memberikan kami tinggal dirumah ini"

"Tentu saja aku tidak akan jatuh miskin hanya karena rumah ini kuberi kan pada mu"

"Lantas mengapa kau ingin menguris kami?"

"Karena rumah ini akan aku tempati bersama keluargaku"

"Tapi bukankah kau sudah tinggal dirumah peninggalan otou-san yang bahkan dua kali lipat besarnya dari rumah ini. Terus mengapa kau harus tinggal di sini jika kau sudah tinggal dirumah yang sangat besar Obito?"

"Emang benar sekarang aku tinggal dirumah peninggallan otou-san yang sangat besar tapi istri dan anak ku menginginkan rumah ini untuk kami tempatin jadi ku harap kau dan anak-anak mu segera meninggalkan rumah ini"

"Ku mohon Obito biarkanlah kami tinggal disini, Rumah ini banyak menyimpan kenangan dari nii-san mu obito. Lagian jika kami pergi dari rumah ini kami harus tinggal dimana?" Ucap Mikoto sambil bersujud dihadapan Obito berharap belas kasihan dari sang adik ipar. Biarlah kali ini dia merendahkan harga dirinya dihadapan Obito,, toh semua yang dia lakukan ini juga untuk anak-anaknya.

Sementara dilain sisi itachi yang melihat ibunya bersujud di depan pamannya untuk mengharapkan belas kasihan dari pamannya supaya mereka diijinkan untuk tinggal di rumah ini mengepal kedua tangannya, Emosi ya mungkin itulah yang kini dirasakan oleh itachi ketika melihat ibunya merendahkan diri dihadapan pamanya sendiri.

"Terserah kau mau tinggal di mana Itu bukan urusan ku kakak ipar yang aku inginkan kau dan anak-anak mu segera pergi meninggalkan rumah ini" Ucap Obito "Ku kasih kau jangka waktu hingga besok jika kau belum juga meninggalkan rumah ini jangan salahkan aku jika aku akan menggunakan kekerasan untuk mengusir mu dan anak-anak mu dari sini" Tambah Obito.

Itachi yang semangkin emosi setelah mendengar kata-kata dari pamannya akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian-nya melangkahkan kakinya menuju tempat ibunya berada.

"Tapi obito~~"

"Tidak ada gunanya kaa-san memohon pada dia" Ucap Itachi memotong perkataan ibunya sambil menunjuk kearah Obito, bahkan Itachi tidak memanggil Obito dengan sebutan paman.

Itachi berjalan menghampirin ibunya untuk membantu ibunya kembali berdiri "Dan kau, kau tidak perlu menggunakan kekerasan untuk mengusir kami dari sini dan satu lagi kau tidak perlu menunggu sampai besok supaya kami meninggalkan rumah ini karena kami akan pergi dari rumah ini sekarang juga" Ucap Itachi sambil menatap pamannya dengan tajam.

Sementara yang ditatap hanya menunjukkan seringainya pada Itachi "Bagus kalau begitu kalian bisa meninggalkan rumah ini sekarang juga dan ingat kalian jangan ada membawa satupun barang yang berada dirumah ini ketercuali pakaian kalian" Ucap Obito sambil menyeringai pada Itachi.

"Kau tidak perlu takut harta-harta mu ini kamu ambil" Ujar Itachi.

"Baguslah jika begitu... Kalau begitu aku pergi dulu dari sini dan kuharap ketika aku kembali ke sini kalian sudah meninggalkan rumah ini"

Setelah mengatakan itu Obito pergi keluar dari rumah peninggalan kakaknya yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.

.

.

Tak lama setelah Obito meninggalkan rumah mereka Sasuke masuk kedalam rumahnya, Berjalan menuju dapur untuk menemuhi ibu dan kakaknya yang berada didapur tapi setibanya didapur Sasuke dibuat terkejut ketika melihat ibunya menangis sambil memeluk kakaknya "Kanapa kaa-san menangis?" Tanya Sasuke ketika dia sudah berada didekat ibunya.

"Cepat kemasi semua barang-barang mu Sasuke" Ucap Mikoto tidak menjawab pertanyaan putra bingsunya.

"Emang kita mau kemana kaa-san" Tanya Sasuke dengan lugunya.

"Jangan banyak tanya Sasuke cepat kemasi barang-barang mu. Kita akan pergi meninggalkan rumah ini, Kau juga Itachi sana kemasi barang-barang kalian" Ucap Mikoto

"Baiklah kaa-san" Ucap Sasuke dan Itachi bersamaan.

.

.

TBC

.

.

A/N: Hancur banget ya fict ini. Tapi mau bagaimana lagi beginilah isi yang ada di otak saya, Saya mempublich fict ini pun hanya bermodal nekat entah ada apa tidak yang mau membaca fict hancur ini . Untuk masalah tulisan entah itu EYD, TYPO Atau kesalah lainnya saya mohon maaf karna memang cuma segini lah kemampuan saya dalam menulis fict. Jadi saya mohon Kritik dan Sarannya ya supaya di kedepannya bisa lebih baik lagi.

Kritik Saran bahkan Flame akan author terima dengan lapang dada. Silakan di review setelah membaca fic author yang abal-abal ini.

Salam hangat dari saya untuk para Senpai dan Reader

OnyxLevender

.

Mind to RnR