Di account saya untuk fic berbahasa Inggris, fic ini sudah sampai chapter 14. Jadi kalau kalian mau baca lanjutannya bisa kesana, judulnya sama kok. Menerjemahkan fic ini akan memakan waktu, karena chapternya sudah banyak. Jangan lupa review ya.

Disclaimer: Detective Conan and Magic Kaito are owned by Aoyama Gosho. I don't make money from writing this fanfiction. The story contains spoiler for Detective Conan and Magic Kaito. Also there are quotes from manga, anime, wiki and other sources.

Clair de Lune

Chapter II: Winterreise Part I

Sejak kasus biola Stradivarius, Conan bertemu dengan Kaitou Kid dua kali. Dalam kedua kasus pencurian tersebut, lagi-lagi melibatkan Suzuki Jirokichi yang untuk kesekian kalinya mencoba menangkap Kid. Kadang Conan merasa heran dengan paman Sonoko ini. Apa tidak bosan gagal melulu.

Di pertemuan pertama adalah dalam kasus pencurian permata Blush Mermaid dimana Kid menyamar menjadi Masumi Sera dan berakhir dengan Kid diberi tendangan maut oleh Sera yang marah karena Kid berani-beraninya mencuri pakaiannya. Yah, itu sih karena Kid itu sampai salah mengira kalo Sera itu laki-laki karena penampilan tomboinya.

AL: Tendangannya benar-benar sakit.

Kid mengirimkan pesan di malam hari dan Conan menyeringai ketika ia membacanya.

SH: Itu salahmu sendiri.

A L: Mestinya kan kau melindungiku.

SH: Mana mungkin kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri.

AL: Kau betul, Tantei-kun.

Pertemuan kedua ketika Kid mencoba untuk mencuri permata dari Jirokichi Suzuki dengan menyamar sebagai Sonoko.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Beberapa minggu telah berlalu sejak kasus pencurian Kid yang terakhir. Hari ini adalah hari terakhir sekolah sebelum liburan musim dingin dimulai.

AL: Bagaimana kabarmu hari ini, Sayang?

SH: Aku tadi baik-baik saja sebelum membaca pesanmu.

Conan menekan tanda kirim.

"Sexting di pagi hari?" Haibara bergumam.

"Haibara!" Desisnya.

"Aku tidak pernah menyangka ternyata kau bisa begini." Gadis itu mengolok Conan sambil menyeringai jahil.

Urgh! Conan menyesal menceritakan soal Kid pada Haibara.

AL: Kau tega sekali.

SH: Dan bagaimana denganmu? Kau pasti sedang merencanakan sesuatu.

AL: Coba saja cari tahu.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Conan akan menghabiskan libur musim dingin di sebuah resor ski. Sonoko yang mengajak mereka semua kesana. Bukan cuma Ran dan Kogoro tapi juga Detektif Boys juga ikut. Sehingga ada tambahan Haibara, Profesor Agasa, Ayumi, Mitsuhiko dan Genta.

Resor tersebut terletak di kota Yuzawa, tempat yang terkenal dengan pemandian air panas maupun tempat main ski dan snowboarding. Lokasinya sangat strategis dan dengan menggunakan Kanetsu Expressway, perjalanan kesana hanya memakan waktu sekitar dua jam dengan menggunakan mobil.

Mereka menggunakan dua mobil untuk pergi ke sana. Kogoro mengendarai mobil dengan Ran, Sonoko dan Conan sementara Profesor Agasa di mobil satunya lagi dengan Haibara, Genta, Mitsuhiko dan Ayumi. Mereka tiba di hotel di malam hari.

Setelah meletakkan tas mereka di kamar masing-masing, Detektive Boys ingin menjelajahi daerah di sekitar hotel.

"Mau kemana kalian?" Tanya Conan.

"Kami tadi melihat sesuatu di lereng ski waktu perjalanan di sini." Ayumi menjelaskan.

"Di lereng ski?" tanyanya, mengerutkan kening. Sudah gelap di luar sekarang. Bahaya kalau anak kecil keluar sendirian.

"Ya. Dan sekarang kami ingin memeriksa tempat itu." Kata Mitsuhiko.

"Kau ikut dengan kita kan, Conan-kun?" tanya Ayumi.

"Kalau mau pergi, kalian harus mengajak Profesor Agasa," kata Conan akhirnya.

Anak-anak pergi untuk minta ditemani oleh Profesor Agasa. Tentu saja, Profesor tidak bisa menolak tiga pasang mata dengan tatapan memelas.

"Asik!" Mereka bersorak senang.

"Ayo cepat!" Genta sudah tidak sabar.

Conan menghela napas dan cuma bisa ikut dengan mereka dengan pasrah.

Mereka berjalan menuju lereng ski. Ramai sekali tempat itu, penuh dengan anak-anak SMA Ekoda. Rupanya SMA Ekoda dari Tokyo tengah mengadakan perjalanan musim dingin dan sekarang mereka tengah mengadakan lomba main ski berpasangan dengan kostum.

"Pasangan terakhir adalah Nakamori Aoko dan Kuroba Kaito, kan?" seorang murid SMA Ekoda bertanya pada temannya.

"Ya," jawab temannya.

"Lihat itu!" seseorang menunjuk.

Tiba-tiba lampu putih menyala sepanjang lintasan ski.

"Ini pasti ulah Kuroba!"

Conan cuma bisa menggelengkan kepala ketika melihat sepasang murid yang berpakaian sebagai Kaito Kid dan mempelainya. Serius nih? Fans Kid memang luar biasa. Mau-maunya mereka bertindak sampai sejauh ini.

"Dia mengenakan kostum Kid!" Ayumi berteriak antusias.

Gadis itu, Nakamori, kentara sekali kalau tidak bisa bermain ski. Gaun yang dikenakannya juga menghambat gerakannya. Lagian masa main ski pakai baju pengantin. Yang benar saja. Nakamori nyaris terjatuh sebelum akhirnya ditangkap oleh temannya. Temannya dalam kostum Kid itu jago juga bermain ski. Ketika mereka hampir mencapai garis finish,dia bersalto di udara dan mendarat dengan sempurna.

Semua yang menonton bertepuk tangan dengan meriah.

"Hebat, Kuroba!"

"Keren sekali!"

"Aku tidak tahu kalau kau jago main ski!"

Pasangan tersebut mendapat nilai sempurna dan diumumkan sebagai pemenang kontes.

Siapa yang akan mengira bahwa Conan akan bertemu Kaito Kid di sini? Dan tanpa penyamaran sama sekali. Tidak salah lagi, anak SMA itu pasti Kid. Gerakan akrobatik dan penampilan yang familiar tersebut lebih dari cukup untuk meyakinkan Conan.

"Jadi, itu pacarmu?" Haibara berkomentar dengan suara rendah. Dia telah sampai pada kesimpulan yang sama dengan Conan. "Dan dengan memperlainya. Apa kau tidak khawatir?" tanyanya dengan seringai licik.

Dia menatap Haibara. "Jangan bercanda, Haibara." Kemudian Conan berpaling kepada Profesor Agasa dan anak-anak. "Ayo kita kembali ke hotel. Ini sudah malam sekarang."

Karena lomba ski sudah selesai, maka anak-anak mau mendengar kata-katanya.

Alasan sebenarnya adalah karena Conan tidak ingin Kid menyadari kehadirannya. Mumpung masih ramai, mereka bisa menyelinap pergi tanpa ketahuan. Kuroba Kaito, murid SMA Ekoda. Kena kau sekarang, Kid. Dia menyeringai dalam hati.

XXXXXXXXXXXXXXXX

Setelah sampainya di hotel, Conan sibuk mencari informasi tentang Kuroba dari internet. Pertama, dia mengecek situs resmi SMA Ekoda. Kemudian, dia mencari tahu di media sosial. Hmm…meskipun Kuroba tidak memiliki akun di Facebook, Twitter, Instagram atau aneka situs sosial lainnya, namun teman-teman sekelasnya punya dan itu sangat membantu.

Mereka menggambarkan Kuroba sebagai anak yang suka bermain sulap dan usil. Kuroba juga suka mengerjai teman-teman sekelasnya. Dia juga seorang murid yang pandai dan populer di seolah. Kuroba mengklaim bahwa dirinya adalah fans Kid nomor satu karena mereka berdua adalah pesulap. Kalau saja mereka tahu yang sesungguhnya.

Dia menatap gambar Kuroba Kaito dan Nakamori Aoko, teman masa kecilnya. Kuroba mirip sekali dengan Kudo Shinichi. Mereka bisa dikira anak kembar. Nakamori juga mengingatkannya pada Ran. Sungguh ironis diia ternyata putri dari Inspektur Nakamori, orang yang telah mencoba dan gagal selama ini untuk menangkap Kaitou Kid.

Boleh dibilang Kuroba dan dia itu mirip. Mereka sama-sama memiliki identitas rahasia. Dan ternyata Kuroba adalah putra dari Kuroba Touichi, pesulap terkenal di dunia. Kuroba Touichi meninggal dalam kecelakaan ketika mengadakan pertunjukan sulap. Kenapa namanya terdengar familiar ya. Oh! Conan baru ingat. Kuroba Toichi adalah guru ibunya. Dia yang mengajari ibunya dan juga Vermouth tentang seni menyamar. Dunia ini ternyata sempit.

Dia cepat-cepat menelepon ibunya.

"Hi Shinichi," terdengar suara ceria milik Kudo Yukiko.

"Okaasan. Bisakah kau menceritakan semua yang kau tahu tentang Kuroba Touichi?"

Mereka menghabiskan lima belas menit berikutnya berbicara di telepon.

"Terima kasih, Okaasan." Conan mengakhiri panggilan.

Kuroba Toichi adalah Kaitou Kid yang asli. Kaitou Kid pertama kali muncul sembilan belas tahun yang lalu di Paris, ketika Kuroba Kaito belum lahir. Touchi kebetulan mengadakan pertunjukan sulap di Paris sekitar tanggal tersebut. Kemudian setelah Touichi meninggal, Kaitou Kid menghilang. Kid baru muncul lagi belakangan ini. Touichi pasti memiliki asisten untuk membantunya. Asisten sama yang membantu Kuroba Kaito sekarang selama pencurian. Pertanyaannya adalah mengapa Kuroba akan merasa perlu untuk muncul kembali sebagai Kid.

Kaitou Kid tidak pernah benar-benar mencuri sesuatu. Dia selalu mengembalikan permata yang dicurinya. Selain itu, Kid juga selalu mengirim pengumuman ke polisi sehingga mereka bisa mencoba untuk menangkapnya. Mana ada pencuri sungguhan seperti itu? Kid juga tidak pernah ingin melihat orang lain terluka dan ia tidak pernah ragu-ragu untuk menyelamatkan seseorang. Sikap inilah yang menjadi alasan mengapa ia dan Kid kadang berakhir sebagai sekutu.

Jadi kenapa?

Ada dua kemungkinan. Pertama, Kid melakukannya hanya untuk main-main. Jawaban kedua adalah bahwa Kid mengincar sesuatu di luar sana. Conan yakin yang benar adalah pilihan kedua. Tapi, apa yang diincar oleh Kid sebenarnya? Permata langka atau apa?

Argh! Conan sudah cukup pusing dengan Organisasi Hitam. Dia benar-benar tidak perlu menambahkan masalah lagi. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Keesokan harinya, mereka pergi sarapan sebelum bermain ski dan snowboarding. Conan sengaja mulai makan duluan agar ia selesai lebih cepat dari yang lain. Sungguh kebetulan kalau murid-murid SMA Ekoda juga menginap di tempat yang sama dengan mereka dan mereka pastinya juga akan makan pagi di restoran yang sama dengan Conan.

Nah, itu dia. Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.

Kuroba Kaito muncul di restoran bersama-sama dengan Nakamori. Mereka memilih tempat duduk di samping jendela. Kuroba tampak mengantuk. Nakamori mengatakan sesuatu kepada Kuroba dan kemudian pergi untuk meja buffet untuk mengambil makanan. Kuroba ditinggalkan sendirian. Dia menguap dan menutup matanya, mencoba untuk tidur kembali.

Conan bangkit dari tempat duduknya.

"Mau kemana, Conan-kun?" Tanya Ran heran.

"Aku mau ke toilet, Ran-neechan," jawab Conan.

Haibara memberinya seringai mengetahui tapi ia mengabaikannya. Sudah cukup Haibara mengoloknya semalam.

Dia berjalan diam-diam ke meja Kid dan duduk didepan Kid.

"Siapa yang menyangka kalau kita akan bertemu disini," ujarnya tenang.

Kid membuka matanya, kaget.

Conan menyeringai.

Author's Note:

Hi!

Winterreise (Winter Journey) is a song cycle for voice and piano by Franz Schubert.

Thanks for reading everyone and please review.