Disclaimer:kuroko no basuke tetep milik tadatoshi fujimaki kok :)kalau cerita ini milik author mei aonaru seorang ^^
warning:typo,ga-je,bahasa yang amuradul,huruf yang tiba-tiba muncul, OOC,dkk! Author baru memulai bikin cerita fantasy jadi.. maaf kan kalau agak aneh dan ga bikin kalian geregetan, karna geregetan itu judul lagu /apa sih -"
Rating:T aja deh biar agak aman dikit lah. anak kecil jangan liat! Tapi bukan berarti disini ada adegan yang aneh-aneh ya cuman author sayang kalian /plak!
kalau ga suka,gapapa author rapopo~ _〆(。。)
enjoy to read!
.
.
Kau bisa melakukan apa pun jika kau masuk ke dalam dunia ini
.
.
Virtual Sekai
.
.
"hoy! ada orang disini!?" teriak aomine
"o-oi! aominecchi, jangan berisik"
"memangnya kenapa?" aomine menoleh ke kise
"nanti ada mons- itu?!" kise menunjuk ke semak-semak
"ha?" aomine melihat ke arah semak-semak, semak-semak itu semakin bergerak dan
"kyaaa!"
"urusee! itu hanya kelinci" aomine menutup telinganya
"eh? um.. ukhm! aku kira monster ssu.."
"aku bukan kelinci!"
"siapa yang ngomong itu?" aomine melihat ke arah atas
"aku! disini oi!" dan melihat ke arah sumber suara
"oh.. heee?! na-nani? kelinci bisa bicara?!"
"huaa! kelinci bi- ump!" aomine menutup mulut kise
"suara mu lebih keras dari ku" dan melepasnya kembali
"sumimasen ssu" mereka pun pergi begitu saja
"oi! kalian!"
"ada yang ngomong ya?" tanya aomine yang di geleng kan kise
"jangan abaikan aku disini!"
"oh iya! aku lupa dengan kelinci ngomong"
"aku bukan kelinci ngomong!"
"kyaa! kelincinya bisa ngomong!"
"ayo tinggalkan dia" sekarang kise yang di tinggal
"o-oi! matte yo futari to mo!"
[skip]
"momoi-san daijobu?"
"um? daijobu.. aku masih kuat berjalan"
"lebih baik kita istirahat dulu disini"
"tidak perlu akashi-kun kita lanjutkan saja"
"muka mu mulai pucat, momoi-san"
"eh?"
"yaudah kalau kau ingin lanjut lagi, kita akan istirahat disini. ikou kuroko-kun" kuroko mengikuti akashi di belakang
"hee? bukan begitu maksud ku!" momoi mengejar mereka berdua
"momoi-san bilang masih kuat berjalan"
"maksud ku.. itu.. tadi itu.." akashi mengeluarkan senapannya. momoi merinding "a-"
"akashi-kun jangan memakai kekerasan!" kuroko mendekat ke arah momoi
"apa maksud mu kuroko-kun? aku hanya penasaran dengan sesuatu yang ada di semak-semak itu" momoi bernapas lega "aku kira apa.." akashi memeriksa semak-semak
"bom!"
"b-bom? terus gimana?"
"lari!" mereka pun berlari menjauh dari sana
BOOM!/
"wuaa!"
"aaa!"
"uh?! ump!"
kabut asap bercampur debu masih mengitari tempat itu.
"uhk! uhk! tetsu-kun dimana kau?" momoi menutup hidungnya dengan telapak tangannya
"aku disini" kuroko berjalan ke arah momoi
"akashi-kun? dimana kau?!" teriak momoi sambil berjalan menjauh dari kuroko
"akashi-kun?!" teriak kuroko
"dimana dia?"
"aku sudah kesana tapi ga ada"
"hee? terus dimana dia?" kuroko menggeleng
Tanah pun bergoyang
"ge-gempa?" momoi berjongkok
"sepertinya" kuroko mengikuti dan menutup kepalanya
"ta-tanahnya! tanahnya retak!" momoi melihat ke arah bawah tempatnya
"Gyaaahhh!" kuroko terjatuh
"Tetsu-kun! huh. AAAaaa!" momoi pun terjatuh, tanah itu pun memakan semua yang ada disana dan tertutup kembali. rumput hijau dan pohon-pohon tumbuh kembali
[skip]
"jadi ini portalnya?"
"iya"
"bohong ssu"
"aku tidak berbohong! aku ini penjaga portal!"
"kelinci biasanya pembohong"
"uhm! aku setuju sama aominecchi ssu"
"yaudah kalau ga mau balik lagi. aku tutup portalnya"
"ja-jangan!" kata mereka berdua bersamaan
"cepet masuk"
crak/
"eh? aku mendengar ada suara sesuatu ssu"
"ha? suara?" kise mengangguk
"portalnya hilang!" aomine dan kise menengok ke belakang melihat si kelinci campuran tikus yang riweh karna portalnya lenyap
"yabai ssu! gimana caranya kita pulang kalau begini" kise memegang kepalanya frustasi
"yaudah kalau tidak ada portalnya lagi.. berarti kita harus menyelesaikan game ini" aomine berjalan menjauh
"matte aominecchi!"
"huh. tanahnya.. GYAaaaa!"
"a-aominecchi! huh. AAAaaa!"
"ka-kalian! UWAAaaa!"
mereka bertiga pun masuk dalam tanah. seteah mereka masuk, tanah itu pun kembali semula.
[skip]
"te-tetsu-kun? a-akashi-kun? di-dimana kalian? disini gelap.. oh iya hpnya" momoi mengambil hpnya
/tek
"dimana ini?" momoi melihat kesekitar dengan cahaya di hpnya "eh? apa itu?"
.
.
.
"itte.. dimana ini ssu? a-aominecchi?! dimana kau!?" teriak kise sambil berdiri "oi! huh. ada cahaya" kise berlari menuju cahaya
bruk/
"itte! kenapa ada batu segala ssu" kise berdiri lagi dan menuju cahaya yang ada di depannya
"a-ano.."
"ha? kau bicara dengan ku?"
'di-dia bisa bicara ssu? kelinci bicara sekarang serigala? dunia macam apa ini ssu?!'
"oi! kalau kau diam terus aku pergi"
"ja-jangan pergi ssu! aku butuh cahaya mu"
"kau siapa?"
"aku.. kise ryouta ssu! pemain basket teiko"
"pemain.. basket? kau bukan dari sini?" kise mangangguk
"jadi.. kau.. kau!?"
"na-nani?"
"kau manusia dari dunia lain! akhirnya aku bisa bertemu dengan manusia dari dunia lain yang masih hidup"
"hidup?"
"banyak yang tertelan dengan tanah dan akhirnya mati. tapi, ada juga yang masih hidup tapi.. hidup lalu mati karna kelaparan atau dimakan makhluk buas"
"makhluk buas?" kise mundur perlahan
"tenang aku tidak suka makan manusia apalagi manusia dari dunia luar"
"huh.. yokata ssu... oh yang tadi berarti bukan batu tapi.."
"mungkin kepala atau anggota tubuh yang lain" kise menelan ludahnya
"oh iya aku penunggu bawah tanah, aku bisa menemani mu jika kau mau"
"te-tentu saja aku mau ssu"
"oh satu hal lagi aku satu-satunya serigala bercahaya yang jadi penunggu bawah tanah. dan kau beruntung bertemu dengan ku mungkin jika kau menemukan yang lainnya kau mungkin sudah jadi santapan mereka"
"s-souka.. yokata.. siapa nama mu?"
"hmm.. nama? dari lahir aku suka dipanggil aneh, apa itu nama?"
"bukan ssu.. itu bukan nama.." kise sweatdrop
"kalau begitu kau yang pertama memberikan nama padaku"
"okari? gimana?" serigala itu pun tertawa yang diikuti kise. akhirnya mereka berjalan mencari jalan keluar
[skip]
"itte.. huh. oi! pergi dari perut ku" aomine mengambil si kelinci tikus -ngakunya- penjaga portal dari perutnya
"jangan pegang telinga ku! sakit!" kelinci tikus itu meronta-ronta
"oh sumimasen. hanya telinga mu yang bisa ku pegang!" aomine menjatuhkannya
"itte! seharusnya kau tidak melepasnya begitu saja"
"kau berisik. oh iya kau punya sesuatu bercahaya?"
"ini"
"saa.. kita mulai permainannya" aomine mengarahkan tanaman bercahaya yang kelinci tikus itu kasih
"a-apa itu?!" teriak histeris mereka berdua
[skip]
"lepas! oi! siapa pun lepaskan tangan ku!"
"hee? lepas kata mu? kau kesakitan?"
"siapa kau?!"
"aku? aku ratu penguasa dunia ini dan calon istri mu"
"nani? aku tidak akan mau menikah dengan mu"
"kau harus. karna ini pe-rin-tah" ikatan di mata akashi dilepas
"nee.. siapa nama mu?" bisik sang ratu
"..."
"kalau kau tidak memberitau ku.. bersiaplah~ fuuhh~" akashi merinding karna tiupan
"kawaii~ cepat beri tau.." akashi di peluk dari belakang
"lepas!" teriak akashi membuat sang ratu menghindar
"hah.. kalau begitu bersiaplah.." sang ratu mengambil sesuatu dari lehernya ternyata sebuah kalung. lalu, dia pun memutar kalung itu di depan akashi seperti menghipnotis
"sekarang perhatikan kalung ini" akashi menutup matanya
"kau harus membuka mata mu..." entah kenapa akashi mulai menurut dan mengikuti arah kalung itu
"nee.. setelah kau sadar.. kau harus mematuhi perintah ku karna aku ini istri mu yang kau cintai" setelah itu akashi tertidur. sang ratu mengalungkan kalungnya lagi ke lehernya
"dunia ini akan sempurna.. bersiaplah kalian semua.." sang ratu meninggalkan akashi yang tertidur di kursi dan tangannya masih terikat,didepannya ada sebuah televisi besar dan ada momoi,aomine,kuroko, dan kise di dalam layarnya.
[T.B.C]
udah berapa lama ya aku ga update.. ah ga penting. btw,cerita kuroko kok ga ada ya? kayak ngilang gitu.. atau jangan-jangan dia pake misdirection ngilang dari fanfic ini karna boring, ga sih.. sebenernya aku lupa
aomine: bilang aja ga tau ceritanya
ya.. itu juga bisa jadi.. hehe. oh iya kalau inget aku ceritain di part selanjutnya! ao-kun onegai..
aomine: jangan lupa review minna-san
hm! review kalian sangat sangat berguna bagi author loh!
