Dormitory Of Boys
Chapter 2
Rated T+
Warning: Yaoi/BoysLove, Typos, AU, etc.
Pair: Hali x Gempa slight other pair. Harem!Gempa
.
.
.
.
=3=
"Emm.. Ngomong-ngomong, bukankah kau bilang berlima sebelumnya? Lalu dimana tiga lainnya?" Tanya Gempa sambil merapihkan barang bawaannya dikamar barunya itu.
Taufan yang berdiri di ambang pintu kamar sambil memperhatikan gerak-gerik Gempa itu tertawa kecil.
"Mereka sedang pergi tadi pagi. Katanya sih ada keperluan dengan teman lainnya. Sebentar lagi juga datang kok, tenang saja." Ucap Taufan disertai senyum geli melihat aktivitas beres-beres Gempa. Ia pun dengan perlahan melangkahkan kakinya menghmpiri Gempa.
"Kira-kira mereka bertiga seperti apa ya? Semoga saja baik seperti Taufan." Batin Gempa penuh harap. Hahaha... Maafkan aku Gempa, harapanmu tidak akan kukabulkan. Salahkan dirimu yang merupakan uke sejuta umat paling imut dan polos sehingga tanganku gatal ingin menjahilimu. Dan sebaiknya kau ubah kata-katamu bahwa Taufan itu baik karena...
Grep!
Gempa terlonjak kaget saat ada sebuah tangan yang memeluk tekuk belakang lehernya dengan lembut dan itu ternyata Taufan. Taufan tersenyum kecil nan mesum saat melihat reaksi Gempa, ia pun menghirup aroma tekuk leher Gempa dengan penuh penghayatan. Wangi sekali, pikir Taufan.
"Ta-Taufan.. A-apa kau baik-baik saja?" Tanya Gempa terbata-bata dan gugup.
"Hehehe... tentu saja aku baik. Hanya saja, kau wangi sekali untuk ukuran seorang laki-laki. Dan aku menyukainya." Bisik Taufan tepat didepan telinga Gempa.
Blush!
Wajah Gempa merona. dia menundukkan wajahnya. Wajahnya terasa sangat panas.
"A-apakah benar aku terlalu wangi? Ja-jangan-jangan wangiku seperti perempuan ya? Jika benar begitu, aku malu sekali! Aku kan bukan perempuan. Aku ini kan asli laki-laki tulen." Batin Gempa berkecamukan. /Apa?! Jadi hanya karena itu kau merona malu seperti itu?! Sadarkah kau Gempa bahwa Taufan berusaha menggodamu! Please, jangan terlalu polos!
Taufan tertawa melihat perilaku Gempa yang terlihat malu-malu itu. Ia pun segera menarik kembali tangannya dari leher Gempa dan beralih pada bahu Gempa lalu membalikkan badannya sehingga wajah Gempa berhadapan dengan wajah Taufan.
"Hei! Jangan memasang wajah polos dan imutmu ini, Gempa. Kau membuatku tergoda tau." Ucap Taufan dengan ambigu lalu mencubit kedua pipi Gemp dengan gemas.
"Sa-sakit Taufan"
"Hahahaha... Kau lucu sekali!:"
Mereka terus saja bersenang-senang berdua sampai tidak menyadari bahwa ada tiga orang yang memperhatikan mereka sejak tadi dengan wajah datar dan penuh kebingungan.
"Ekhem!"
Taufan dan Gempa yang mendengar suara itu langsung mengalihkan pandangannya pada ambang pintu dan dilihatnya tiga pemuda sebaya menatap mereka.
"Ah! Kalian sudah datang rupanya. Lihatlah! Kita mendapatkan teman baru di sini. Dia baru saja pindah kemari tadi. Kalian tau tidak bahwa dia sangat lucu dan polos. Aku sangat menyukainya! Apalagi wanginya, benar-benar menggoda hahahaha..." Ucap Taufan tanpa rasa beban saat mengucapkan kata-kata ambigu nya itu.
"Na-namaku Gempa. Aku baru saja pindah ke sekolah ini. Semoga kalian bisa menerimaku dengan baik dan mohon bantuannya." Ucap Gempa dengan gugup namun tidak lupa ia tersenyum karena ini menjadi ciri khasnya. Keempat pemuda ini terpaku dan terpesona melihat senyuman Gempa yang begitu manis dan imut. Memang resiko uke sejuta umat.
Srash!
Dengan cepat, seorang pemuda bertopi merah membara juga mata merah api itu berlari dengan cepat ke arah Gempa lalu menangkap kedua tangan Gempa dan menggenggamnya untuk maksud bersalaman.
"Halo Gempa! Namaku Api! Salam kenal ya! Benar ya kata Taufan, kau ini imut sekali! Pipimu juga sangat chubby! Aaaa! Kau memang idamanku, Gempa!" Ucap Api dengan heboh dan semangat dan jangan lupa senyuman lebarnya itu.
"A-ah ya, salam kenal Api hehe.." Ucap Gempa tertawa canggung.
Selanjutnya, pemuda bertopi biru muda pun melangkahkan kakinya menghampiri Gempa dengan wajah dan tatapan yang datar bak teflon. Benar-benar tanpa ekspresi.
"Perkenalkan, namaku Air. Salam kenal Gempa." Ucapnya dengan sangat, sangat datar melebihi datarnya tembok cina ataupun tembok gedung roma. Dia memang tidak punya emosi ya?
"Salam kenal juga, Air." Balas Gempa tetap mempertahankan senyumannya.
Dan yang terakhir, pemuda bertopi hitam dan kilatan merah disertai mata merah kilat terang juga wajahnya yang tampak datar namun tidak sedatar Air. Ia tetap mempertahankan posisinya diambang pintu sambil bersingkap dada angkuh.
"Aku Halilintar. Selamat datang di asrama ini." Ucapnya dengan singkat lalu pergi begitu saja kekamarnya tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Di-dia kenapa? Apa dia tidak suka dengan kedatanganku?" Tanya Gempa dengan penuh kebingungan dan rasa bersalah.
"Hahaha... dia memang seperti itu jadi kau jangan perdulikan dia." Ucap Taufan menepuk pelan punggung Gempa.
"Yap! Dan tentu saja dia suka dengan kedatanganmu. Hanya saja Hali itu usah mengekspresikan dirinya. Biasalah dia kan tsundere hihihi..." Ucap Api terkikik geli.
"Begitukah. Oh ya, apakah hari ini akan diadakan kegiatan sekolah? Sekarang sudah jam 9 lewat." Ucap Gempa melihat jam dipergelangan tangannya.
"Hari ini hari sabtu. Kita semua murid diberi waktu liburan bebas kegiatan sekolah pada hari sabtu dan minggu. Dan kegiatan sekolah akan dimulai lagi hari senin nanti." Jelas Air masih dengan wajah datarnya.
"Jadi begitu."
Melihat hal ini, Gempa merasa bahwa memasuki sekolah asrama ini tidak buruk juga. Ia bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan dengan teman barunya ini. Ya, semoga saja ini bisa bertahan sampai ia lulus nanti.
=Skip Time 'At night'=
Pukul 11.00 pm.
Seluruh murid dalam asrama itu sudah tertidur pulas terkecuali Gempa. Dirinya kini sedang duduk di sofa ruang tamu. Sebenarnya disekolah ini memiliki peraturan untuk para murid agar tertidur tepat pada pukul 9.00 tepat. Beda halnya dengan Gempa. Ia sudah tertidur sejak pukul 9 tadi namun, entah mengapa ia mendapat mimpi buruk yang sangat mengerikan sehingga dirinya terbangun pada pukul 11 malam ini dan lebih parahnya lagi, ia terkena insomnia yang membuatnya terjaga. Benar-benar sial hari ini.
"Ya Tuhan, cobaan apalagi ini? Jiwa dan raga ku sudah lelah. Kenapa harus dapat mimpi buruk dan insomnia seperti ini? Padahal kan tadi aku sudah berdoa sebelum tidur." Gumam Gempa dengan pasrah. Tapi tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang mendekat padanya. Gempa yang merasa hawa tidak enak itu langsung bergidik ketakutan. Langkah itu semakin dekat, dekat dan dekat lalu...
"Gempa?"
"Huaaa! Jangan makan aku tuan hantu! Aku masih ingin sekolah. Tolong jangan sakiti aku!" Ucap Gempa memejamkan erat matanya lalu bergumam tak jelas sambil bergetar ketakutan.
"Hei Gempa ini aku."
"Huh?"
Dengan perlahan, Gempa membuka kedua matanya dan dilihatnya seseorang yang dihadapannya itu yang tak lain adalah Air.
"A-ir?"
"Kenapa kau ada diruang tamu, Gempa? Tidak tidur?" Tanya Air dengan datar sambil menatap Gempa.
"A-ahh ini, aku tidak bisa tidur. Terkena mimpi buruk hehehe..." Ucap Gempa tertawa canggung.
"Oh begitu."
"Lalu kenapa kau ada disini, Air? Tidak tidur?" Tanya Gempa balik.
"Aku hanya mengambil minum didapur." Jelasnya dengan nada yang sungguh datar.
"Begitu ya."
"Tidurlah denganku." Ucap Air dengan tiba-tiba. Spontan Gempa terkejut mendengar perkataan Air.
"Maaf?"
"Tidurlah denganku. Setidaknya kau tidak akan bermimpi buruk." Ucap Air dengan percaya diri./ ciah! Modus.
"A-apa tidak akan merepotkan?"
"Tidak akan. Sudahlah ayo, aku ingin tidur." Dengan segera, Air menarik pergelangan tangan Gempa dan membawanya kekamar. Gempa hanya bisa pasrah dan mengikuti Air dari belakang.
Sesampainya dikamar, Air dengan segera merebahkan dirinya di ranjang king size itu diikuti Gempa yang memposisikan dirinya di sebelah Air. Mereka tidur berhadapan sehingga saling bertatapan wajah.
"Umm... se-selamat malam, Air."
"Yeah. Selamat malam."
Dengan cepat seakan lupa dengan insomnia nya, Gempa terlelap begitu saja. Air yang melihat Gempa terlelap itu tersenyum kecil dan mengusap lembut wajah Gempa.
"Manis." Gumam Air masih menatap wajah Gempa. Akhirnya dengan segala jurus modus yang ia buat, Air diam-diam tertidur sambil memeluk tubuh Gempa yang terbilang mungil itu. Mungkin malam ini Air akan bermimpi sangat indah. Bahkan lebih indah dari sebelumnya.
=TBC=
A/N: Halo semua! Kembali lagi dengan saya disini. Terimakasih pada kalian yang sudah me-fav, follow atau me-reviews cerita ini. Saya senang sekali. Dan maaf saya tidak membalas review kalian itu. Dan maaf karena di chapter ini tidak ada scene HaliGem. Mungkin chapter depan hehehehe... Ok samapi jumpa di chapter selanjutnya guys! :D
-Mind to Review?
