Dormitory Of Boys

Chapter 5

Rated T+

Warning: Yaoi/BoysLove, Typos, AU, etc.

Pair: Hali x Gempa slight other pair. Harem!Gempa

.

.

.

.

=3=

"Haah... Bosannya. Tidak ada yang menyenangkan hari ini." Gempa menghela nafas sembari menatap pemandangan di luar jendela kamarnya. Tidak ada hal yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan kebosanannya. Ya mau bagaimana lagi, ini asrama, jadi ia tidak bebas ke luar sekolah. Biasa nya, jika bosan seperti ini, Gempa akan pergi ke hutan dekat rumah nya dan bermain di sana. Benar-benar membosankan.

"Tapi, di sini ada kolam berenang tidak ya? Hmm... Lebih baik aku keliling sekolah ini. Semoga saja aku menemukan kolam berenang." Ucap Gempa dengan senyum bahagia. Ia pun mengambil celana renangnya dari lemari lalu langsung memakainya. Setelah memakai celana renang itu, Gempa memakai kaos putih dan celana pendek hitam. Setidaknya, ia tidak mungkin keluar dengan memakai baju renang saja kan?

"Yosh! Saat nya bersenang-senang!"

Gempa membuka pintu kamarnya lalu melirik kanan dan kiri. Sepi. Ya semua teman nya memang sedang dalam urusannya masing-masing kecuali untuk Halilintar. Ia masih berada di dalam kamarnya setelah kejadian sebelumnya. Gempa terdiam dan berfikir sejenak.

'Mungkin boleh juga mengajak Halilintar berkeliling. Lagipula, aku tidak tau apa-apa tentang sekolah ini. Jika nanti aku tersesat bagaimana? Ah! Sudahlah, aku ajak dia saja.' Gempa sudah memutuskan untuk mengajak Halilintar berkeliling sekolah bersama nya. Ia berjalan menuju kamar Halilintar dan mengetuk pintu kamar nya dengan sopan. Tripikal Gempa memang.

Tok! Tok! Tok!

Tidak ada sahutan...

"Eh? Apakah di dalam benar-benar ada Halilintar? Hm..Sekali lagi!"

Tok! Tok! Tok!

Masih tidak ada sahutan...

Gempa menundukkan kepala nya pasrah lalu menghela nafas panjang. "Haaah... Mungkin Halilintar sedang tidur. Ya sudahlah, aku pergi sendiri sa-"

Ckrek!
Pintu kamar Halilintar terbuka perlahan-lahan. Dilihatnya Halilintar yang berdiri di hadapan Gempa dengan wajah datar nya. Gempa yang melihat Halilintar, langsung tersenyum senang.

"Ada apa?" Tanya Halilintar dengan suara berat dan datar nya. Sejujurnya ia masih sedikit canggung dengan Gempa karena kejadian sebelumnya. Namun, karena ia melihat senyum Gempa, itu artinya kejadian tadi tidak terlalu dipermasalahkan Gempa.

"Begini ano... Maukah Halilintar menemaniku mengelilingi sekolah ini? Karena aku ini murid baru, jadi aku belum hafal betul dengan letak tempat-tempat di sekolah ini. Boleh temani aku? Dan oh... Jika sudah menemukan kolam renang, Halilintar boleh meninggalkan ku. Lagipula sebenarnya aku ingin berenang karena bosan. Jadi... Tolong temani aku ya?" Gempa menatap Halilintar dengan kilatan sparkle di matanya. Ah... Benar-benar imut.

"B-baiklah, akan ku temani. Dan satu hal lagi, bisakah kau tidak memanggilku Halilintar? Panggil saja Hali. Aku sudah bilang sebelumnya kan." Halilintar bersingkap dada dan mendengus kesal karena Gempa tak mengikuti permintaannya. Padahal sebelumnya Gempa memanggil nya Hali. Kenapa sekarang berubah jadi Halilintar lagi?

"Hehehe... Maaf Hali, aku lupa." Entah ilusi atau bukan, sepertinya barusan ia melihat rona merah di wajah Halilintar. Mungkin pengaruh cuaca, pikir Gempa.

"Ya sudahlah, sekarang ayo pergi." Ucap Halilintar dengan nada yang normal. Gempa pun mengangguk antusias. "Sebelum pengganggu datang." Ucap Halilintar lagi dengan nada yang rendah namun masih bisa terdengar oleh Gempa.

"Huh? Pengganggu?"

0o0o0o0
Entah sudah berapa lama Halilintar dan Gempa mengelilingi sekolah asrama ini, nampaknya mereka sangat menikmati kegiatan nya.

Halilintar yang berjalan di sebelah kiri Gempa, terus menjelaskan kan berbagai ruangan juga klub yang mereka kelilingi dengan nada yang datar. Gempa menanggapi penjelasan Halilintar dengan antusias. Sudah ku bilang kan bahwa mereka menikmati kegiatan ini tanpa sadar?

"Banyak sekali hal baru yang kutemui disini. Aku sangat menyukai nya. Terimakasih karena sudah menemaniku, Hali." Ucap Gempa dengan senyum lebar menandakan bahwa ia sangat bahagia. Halilintar diam-diam tersenyum tipis melihat kesenangan Gempa. Hanya Gempa yang bisa membuatnya seperti ini, kesenangan. Ia bahkan sama sekali tidak ingat kapan ia pernah tersenyum, tapi Gempa selalu membuatnya ingin tersenyum.

'Andaikan kau benar-benar milikku, Gempa.' Batin Halilintar sembari menatap Gempa dalam.

"Ah ya, ngomong-ngomong dimana kolam renang? Kita belum ke sana kan?" Ucap Gempa melihat sekitar nya.

"Kolam renang ada disebelah sini, ikuti aku." Ucap Halilintar lalu berjalan mendahului Gempa.

"Wah t-tunggu aku, Hali..."

0o0o0o0o
"Wah! Besar sekali kolam tenang nya! Hebat!" Gempa terlihat sangat senang sekali. Matanya berbinar-binar melihat kolam. Ah ya, Gempa memang sangat menyukai air.

"Ya, kau benar."

"Tapi kenapa disini tidak ada orang? Apa aku boleh berenang di kolam? Jiang an-jangan tidak boleh ya..." Gumam Gempa dengan pose berfikir.

"Kau boleh menggunakan kolam nya. Karena hari ini libur, jadi seluruh siswa bebas untuk menggunakan kolam. Jika disini tidak ada orang maka artinya, mereka semua sedang sibuk dengan urusannya masing-masing." Ucap Halilintar dengan datar seperti bisa.

"Jadi artinya aku bisa berenang sekarang?!" Seru Gempa dengan mata yang sangat berbinar-binar. Halilintar melongo sejenak.

"Tentu saja kau bisa menggunakan- Hei! Apa yang kau lakukan?! J-jangan lakukan itu bodoh!"

Eh? Apa yang terjadi? Oh... Itu, Gempa saat mendengar kalimat 'tentu saja' dengan cekatan, ia langsung membuka baju nya dan celana nya. Jangan berfikiran yang aneh-aneh ya?

"Kau sudah memakai celana renang sebelumnya?!" Seru Halilintar sedikit terkejut. Kini dilihatnya Gempa yang hanya memakai celana renang dan bertelanjang dada.

"Hehehe... Tentu saja. Kau harus berinisiatif sebelum ingin melakukan sesuatu kan? Jadi, ayo berenang bersama, Hali!" Gempa menggenggam tangan kanan Halilintar lalu menariknya menuju kolam.

"Tapi aku tidak menggunakan celana-"

Byur!

"Renang..."

"Ups.. Maaf Hali." Gempa terkikik geli melihat Halilintar yang kini menatap Gempa sangat datar.

"Kau ini, dasar."

"Hali!" Seru Gempa menatap Halilintar.

"Apa?" Respon Halilintar kebingungan menatap Gempa. Gempa mengulurkan tangan kanannya ke hadapan Halilintar lalu tersenyum manis.

"Ayo kita bertanding." Mulanya Halilintar terbelakak dan tertegun melihat senyuman Gempa. Namun akhirnya ia menyeringai saat mendengar tantangan dari Gempa.

"Tentu saja. Ayo bertanding." Halilintar melepas baju atasnya sehingga ia juga bertelanjang dada seperti Gempa. Ia bersiap di posisinya. Gempa pun segera bersiap.

"Kita akan menggunakan free style. Dan aku akan memandu juga." Ucap Gempa melirik Halilintar yang ada disebelahnya. "Aku tidak akan kalah darimu, Hali." Gempa tersenyum dengan penuh percaya diri.

"He, coba saja kalahkan aku, Gempa." Kali ini seringai Halilintar disertai dengan percaya diri. Sepertinya ini akan menjadi sangat menarik.

"Ok, bersiap... Mulai!" Dan mereka pun memulai pertandingan dengan kesenangan. Mungkin juga ini hari yang sangat menyenangkan bagi Halilintar dan Gempa. Namun ada satu hal yang tidak mereka sadari sejak tadi. Bahwa ada 3 pasang mata yang menatap mereka dengan pandangan yang sinis dan tajam. Atau mungkin tatapan itu lebih tertuju pada Halilintar. Sebenarnya siapa?

=TBC=
Balasan review:
1. Fuyaori: ok ini sudah ku update~ maaf jika lama hehehe... °∆° dan apa kau ini stalker? Kenapa bisa tau aku me-fav cerita? Jangan membuatku takut... ~∆~

2. StarBlasterBBB: terimakasih sudah me review dan menyukai cerita ini. Ini sudah di update. Maaf jika lama. smile emoticon ^∆^

3. Mysterious girl: Aaa Harem Gempa memang yang terbaik. Karena kurang asupan maka aku membuat asupanku sendiri. TT∆TT... Maaf jika ceritanya kurang bagus.

4. Nayu-san: aku juga gakbbosa berhenti senyum saat buat nya hahahahhaha ngebayanginnya aja buat aku meleleh... Btw makasih ya sudah menyukai ceritaku aku tenang °∆°

5. Fang bbb 48: ini kemungkinan sudah aku tambah walau tidak banyak. Terimakasih sudah menyukai ceritaku. grin emoticon *happy*

6. Khairun 269: Hai ini sudah di lanjut kok. Gempa emang polos loh~ kalau polos itu lebih imut dan menggoda/ bukan... Hahahaha

7. Dea Anita: aku juga suka banget kalau udah menyangkut HaliGem! My precious OTP *melting* makasih sudah menyukai ceritaku ya smile emoticon

8. Nazwa-san: haloo... Thanks for liking my story... Dan tenang saja aku gak bakal hiatus kok~ dan ya Harem Gempa memang the best! Hahaha grin emoticon dan kepolosan Gempa memang sangat membuat siapa saja Gemas! *fangirling*/ abaikan

9. Blue Star Sapphires: ini sudah dilanjut kok... Dan maaf bila lama update hehehe thanks ya usah menyukai ceritaku grin emoticon *Cry in peace. *

OK itu dia balasan review nya wink emoticon
Sampai jumpa di chapter depan! grin emoticon

-Mind to review?

°Yukine Machiato