Author : SeHyun
Cast : BaekYeol
Other cast : EXO Members ! etc~
Genre : Romance Yaoi School Life etc~
Rated : T ke M (berubah sesuai alur cerita)
Disclaimer : FF ini murni imajinasi dari sehyun sendiri. Jika FF sehyun memiliki kesamaan cerita silahkan dikomen atau kritik pedes sekalian juga gakpapa. So! No Plagiat yah Chingudeul Saranghae! ^^
WARNING! YAOI! BOY X BOY! Gak suka baca FF YAOI mohon diclose! No Bash! Love Peace!
WE ARE ONE!
.
.
-Enjoy-
.
.
.
Mataku melebar melihat tubuh Sehun yang sudah terbaring lemah dilantai sambil memegangi perutnya. Namja yang tadi duduk berdiri tepat didepan Sehun yang merintih kesakitan. Belum sempat aku berteriak mataku kembali dikejutkan dengan pemandangan seseorang yang menganiyaya Sehun tadi.
Dia...
-BaekYeol Area!-
.
.
.
Dia...
"Park Chanyeol..." lirihku pelan nyaris tidak terdengar saking shocknya. Namja berandal pemimpin para penguasa sekolah itu ternyata.. Ada disini. Dan ini nyatanya markas mereka. Pantas saja banyak yang menghindari gudang sekolah ini.
"Akhh!" Sehun kembali merintih ketika sekali lagi Chanyeol menendang perutnya.
SEHUN!
"Kau itu pintar atau bodoh sih? Jadi beasiswa yang diberikan sekolahku ini padamu itu untuk apa hah?! Sekolah gratis begitu maksudmu?!" geram Chanyeol sambil mengacungkan kertas-kertas yang sudah lecek. Sepertinya itu kertas yang dikerjakan Sehun beberapa hari yang lalu. Kertas apa itu?
"Aku sudah menyuruhmu untuk memperbaiki nilai ulanganku yang jelek! Bukan malah memperburuknya bodoh! Kau ini benar-benar tidak berguna! Sekolah sia-sia mengeluarkan uang banyak hanya untuk membiayai namja culun idiot sepertimu Kacamata!" Park Chanyeol semakin terlihat geram dan melempar kasar kertas itu kepada Sehun yang masih tersungkur lemas dibawahnya.
Apa? Chanyeol menyuruh Sehun memperbaiki nilai ulangannya? Bukannya selama ini Chanyeol sudah punya geek-nya sendiri untuk memperbaiki nilai ulangan? Dan Sehun tidak pernah masuk hitungan Chanyeol selama tiga tahun kami bersekolah. Ada apa dengan si tiang listrik ini?
Bisa kulihat Sehun kesakitan dan teman-teman Chanyeol hanya diam. Kai hanya memandang miris Sehun sambil melipat tangannya didepan dada. Chen asyik bermain PSP tanpa harus menatap simpati Sehun. Sedangkan Kris? Namja yang kusukai beberapa bulan yang lalu pun tidak membantu. Kris hanya diam dalam ekspresi dinginnya. Menatap datar Sehun yang berusaha berdiri didepan Chanyeol. Tapi aku tidak melihat Luhan disana. Kemana dia? Namja itu memang tidak pernah mengikuti teman-temannya yang suka membolos. Tapi Luhan selalu diterima oleh mereka. Intinya dia juga salah karena berteman dengan namja-namja seperti mereka.
Menyedihkan... Mereka sangat jahat sebagai seorang manusia sempurna yang selalu dipuja-puji para guru dan siswi disekolah ini. Dunia sungguh tidak adil..
"Sepertinya kau memang harus diberi pelajaran lebih dari ini kacamata" timpal Chanyeol dengan tatapan tajam. Chanyeol menarik kerah Sehun. Menyuruhnya untuk berdiri kala perutnya masih merasakan sakit.
BUK!
Si penguasa sekolah yang terkenal paling sadis diantara yang lain memukul Sehun tepat dipipinya. Mulut Sehun sedikit sobek sepertinya. Darah berwarna merah pekat itu mengalir disudut bibirnya dan pipinya membiru akibat tonjokan Chanyeol.
Tubuhku sudah tidak bisa lagi menahan luapan amarah ini. Tanpa sadar badanku refleks ingin maju dan menojok si tiang listrik itu sekarang juga. Namun satu tangan menarik kerah seragamku dengan cepat. Tatapan lebih tajam menghujam retina mataku.
"Tuan Byun! Sedang apa kau disini hah?! Bukannya masuk kelas! Pelajaran telah dimulai!" teriak Choi seonsangnim menarikku menjauh dari gudang.
"Choi seonsangnim! Sehun dipukuli! Sehun dipukuli!" aduku panik kepadanya. Tapi dia malah mengerutkan kedua alisnya terlihat bingung.
"Bicara apa kau?"
"Sehun dipukuli para penguasa sekolah itu! Eh... salah, maksudku Park Chanyeol dan kawan-kawannya! Cepatlah tolong dia!" teriakku histeris.
Choi seonsangnim terdiam. Kemudian mendorongku menjauh sambil mengibas-ibaskan tangannya. Memberi isyarat agar aku pergi. "Seon—"
"Pergilah. Cepat masuk kelas!" ucapnya tegas tapi ekspresinya datar.
"Tapi Seonsangnim! Sehun—"
"MASUK KELAS TUAN BYUN!" gertaknya padaku.
Aku terdiam. Wajahnya sangat menakutkan. Belum lagi badannya memang besar dan tegap. Guru kedisplinan itu memang terkesan sangar. Aku langsung menunduk. Melangkahkan kakiku menjauh dari tempatnya berdiri. Tubuhku serasa lemas dan airmataku mulai menggenang disekitar pelupuk.
Kenapa tidak ada yang mau menolong Sehun? Guru selalu saja mengabaikan segala tindak kekerasan Park Chanyeol. Selalu datang belakangan dan memarahi amukan Chanyeol ketika sudah reda. Itupun jika ada Luhan. Apa mereka begitu takut akan Park Chanyeol yang merupakan salah satu cucu dari pemilik sekolah ini? Apa mereka takut dipecat karena berani menghukum Chanyeol? Tapi tiang listrik itu selalu berlaku semena-mena. Dia harus dihukum!
Sehun... Maafkan aku. Aku tidak bisa membantumu. Tanpa sadar airmataku mulai mengalir deras sambil terus berjalan menuju kelas. Aku harap Sehun baik-baik saja...
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Suasana SM SHS saat bel tanda akhir berbunyi menjadi semakin riuh. Para siswa siswi yang mendambakan hal ini segera keluar kelas dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Lain lagi halnya bagi seorang namja mungil yang sedang duduk dengan muka lesu namun gumpalan amarah memuncak diatas kepalanya.
Ditengah pelajaran terakhir tadi Yunho, butlernya Sehun tiba-tiba masuk kedalam kelas sambil meminta izin Tuan mudanya untuk pulang terlebih dulu dari pelajaran yang seharusnya. Yunho berjalan kekursi Sehun yang berada disebelah Baekhyun. Hendak mengambil tas majikannya. Dia tersenyum ramah ketika melihat teman sebangku Sehun lalu membungkuk pada hormat Baekhyun yang langsung membalas salamnya.
"Yunho-ssi... Sehun kenapa? Apa dia baik-baik saja?" bisik Baekhyun dengan raut menyesal.
Yunho mengangguk menyinggungkan senyuman hangat. "Ya. Tenang saja Tuan muda baik-baik saja Tuan Baekhyun. Kalau begitu saya permisi dulu"
"Yunho-ssi" bisik Baekhyun lagi sedikit lebih kencang. Yunho menoleh. Dikelas memang tidak banyak yang memperhatikan mereka. Semua murid lebih fokus untuk mengerjakan ujian mendadak mereka masing-masing.
"Maafkan aku..." lirih Baekhyun dengan tatapan sendu sambil mengigit bibir. Sang butler itu kembali tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Ini bukan salah Tuan Baekhyun. Saya tahu selama ini Tuan Baekhyun berusaha menjaga Tuan Sehun. Terima kasih.. Sampai jumpa lagi Tuan Baekhyun" dan Yunho pergi meninggalkan kelas juga Baekhyun yang masih terdiam.
Kembali kewaktu yang sekarang.
Baekhyun sedang menerawang keluar jendela dengan Kyungsoo yang berdiri dibelakangnya memegang gagang sapu berdiri menemaninya. Hari ini Baekhyun kena masalah lagi oleh Daehyun. Memang itu bukan salah Kyungsoo. Malah sebaliknya, Kyungsoo sudah memberikan cola itu pada Daehyun mengingat tadi Baekhyun bercerita panjang lebar tentang Daehyun yang menyuruhnya seperti biasa.
Namun Baekhyun sedang sial. Cola dinginnya tidak lagi dingin seperti permintaan namja brengsek itu dan Daehyun yang kesal memberi hukuman pada Baekhyun. Menggantikan tugas piket Daehyun dan teman-temannya. Namja itu memang selalu berbuat usil pada Baekhyun. Poor Byun Baek...
"Kupikir Sehun selama ini baik-baik saja. Nyatanya... Dia menyembunyikan kenyataan ini dariku dan tidak mau cerita kalau dia berurusan dengan si tiang listrik itu.. Aku sama sekali tidak berguna! Aku tidak bisa melindungi Sehun yang lemah! Hiks.." isak Baekhyun yang membuat Kyungsoo terdiam turut prihatin.
"Baek.. Jangan menyalahkan dirimu. Sehun juga berbuat begini agar kau mungkin juga tidak kena. Percayalah. Sehun pasti akan sembuh" nasihat Kyungsoo sambil mengelus pundak Baekhyun menenangkannya. Jika ada Sehun. Pasti Sehun yang berada diposisi Kyungsoo saat ini. Namun sayangnya Sehun segera dilarikan kerumah sakit beberapa jam setelah dia dihabisi oleh Park Chanyeol.
Tidak berapa lama sekolah mulai terlihat sedikit sepi. Tapi diluar bawah gedung lumayan ramai dengan beberapa yeoja yang masih sibuk memperhatikan para penguasa sekolah itu dari jauh. Mereka baru saja melangkahkan kakinya keluar gedung sekolah. Persis dibawah kelas Baekhyun.
"Yeol. Kau kenapa diam saja?" tanya Luhan yang memperhatikan raut wajah Chanyeol berubah.
"Tidak apa-apa" jawabnya datar seperti biasa.
"Tunggu!" tiba-tiba tubuh Luhan mendekat dan menempelkan punggung tangannya pada dahi pemuda jangkung itu. Mata Luhan melotot pada Chanyeol yang langsung membuang muka. Luhan mendengus.
"Sudah kukatakan berkali-kali kemarin kenapa kau tidak paham?! Kau sudah jarang makan akhir-akhir ini Park Chanyeol! Berhentilah bersikap egois pada tubuhmu!"' omel Luhan seperti emak-emak namun tetap mempesona~
Chanyeol hanya melempar pandangan acuh. Sedangkan Kai dan Chen yang baru datang bersama Kris tetap setia mendengarkan perdebatan dua saudara ini.
"Ini semua salahmu kkamjong! Kau benar-benar idiot! Seharusnya kau menjaga sepupuku bukan menghancurkan moralnya!"
"Yak Lu! Jangan salahkan aku! Chanyeol tidak menolak saat kuajak keluar. Kecuali waktu sampai mobil dia mendengar kita ganti tempat hang out"
"Tapi tetap saja! Kau ini benar-benar bodoh!" Luhan mulai cemberut dan hal itu membuatnya semakin menggemaskan. Para siswa yang lewat serasa mendapatkan bonus sore bisa melihat Xi Luhan mempout-kan bibir mungilnya.
"Aishh.. Lu. Mianhae" sesal Kai memelas diikuti anggukan kepala Chen. Luhan hanya diam. Toh, jika dia memaafkan teman-temannya mereka akan berbuat hal yang sama berkali-kali. Jadi terserah mereka saja. Luhan juga sudah cukup repot menengahi sikap Chanyeol sebagai saudaranya.
"Lu, ayo cepat. Kau bilang setelah ini mau keperpustakaan kota kan? Aku masih bisa mengantarmu kau mau ikut?" tanya Kris yang tiba-tiba membuka percakapan. Luhan mengangguk lalu mengikuti Kris kearah parkiran. Tubuhnya kembali berbalik menatap Chanyeol.
"Aku tidak apa-apa. Sungguh, Lu. Berhentilah memasang wajah seperti itu! Kau menjengkelkan!" ketus Chanyeol dan Luhan hanya melempar senyuman manis.
"Hati-hati pulangnya Yeol. Jangan keluyuran lagi oke? Hari ini pulanglah kerumah. Aku akan pulang saat makan malam. Annyeong Yeol, Kai, Chen!" ucap Luhan lalu melambai pada teman-temannya sebelum masuk kedalam mobil Kris dan kedua namja itu balas melambai terkecuali Chanyeol.
Diatas sana namja mungil yang melihat Luhan pulang bersama Kris emosinya semakin tersulut. Matanya geram memandang Chanyeol yang sibuk memainkan ponsel dibawah sana. Sedangkan Kai dan Chen sudah berjalan mendahuluinya.
Entah darimana pikiran kalut seorang Byun Baekhyun.. Sampai akhirnya namja berperawakan kecil itu mengangkat ember berisi air yang niatnya tadi untuk mengepel. Tapi sepertinya dia lebih suka menggunakan air yang cukup banyak itu untuk hal lain.
Dan...
BYUUURR!
Satu guyuran tanpa ampun dengan emosi berkalut-kalut yang tadinya menimbun dikepala Baekhyun akhirnya menghilang. Dia merasa telah membalaskan dendam Sehun pada tiang listrik yang sedang basah kuyup dibawah sana. Rasakan!
Eh... Tunggu? Byun Baek? Apa yang kau lakukan?
"KYAA! BAEKHYUN! KAU GILA?! KAU MENYIRAM PARK CHANYEOL?!" jerit Kyungsoo histeris disebelahnya. Baekhyun mengejapkan mata berkali-kali. Sepertinya dia baru sadar setelah melihat tangannya masih terangkat keatas sambil memegang ember yang sudah kosong. Dan matanya spontan langsung menengok kebawah.
Benar...
Park Chanyeol basah kuyup. Semua murid yang masih disana menatapnya dengan sangat cengo. Kai dan Chen juga terdiam dengan mulut menganga lebar. Arah pandang mereka menuju pelaku penyiraman Chanyeol dan nyatanya mereka sangat terkejut! Beberapa dari mereka menunjukkan ekspresi berbeda-beda. Ada yang meringis menatap namja itu, bahagia, senang, gembira, bahkan ketakutan sama seperti seseorang yang baru saja menumpahkan air itu kepadanya.
"KAU!" teriak Chanyeol dari bawah.
"LARI BAEK! CEPAT SELAMATKAN DIRIMU!" pekik Kyungsoo lagi histeris. Dan tidak butuh waktu lama Baekhyun berlari menyelamatkan dirinya tanpa menunggu aba-aba atas tindakan bodohnya. Chanyeol yang melihat gerakan Baekhyun langsung kembali masuk kedalam gedung sekolah. Mengejar si tersangka yang berani-beraninya menyiram Chanyeol yang masiih basah kuyup tanpa sadar diri.. Bahwa nyatanya dia sudah menggali lubang kuburnya sendiri.
.
.
.
.
-BaekYeol-
"KYAAAA SESEORANG TOLONG AKUUU!" jerit Baekhyun seperti orang kesetanan dilorong yang masih terdapat beberapa murid yang menghindar akibat tubuhnya yang berlari tanpa arah.
Mereka semua terheran-heran menatap Baekhyun yang berlari histeris seperti dikejar penagih hutang. Baekhyun memang aneh. Dan dirinya saat ini terlihat jauh lebih aneh lagi. Mungkin dia sudah gila saat ini. Namun semua praduga itu menghilang dari pikiran murid-murid yang masih berkeliaran dilorong. Lebih baik penagih hutang yang mengerjarnya daripada seorang Park Chanyeol yang terlihat kebanjiran yang mengejarnya.
Semua orang menahan nafas melihat Chanyeol yang seluruh tubuhnya basah terkena air melintas dengan wajah sangat geram penuh amarah berlari mengikuti langkah Baekhyun didepanya. Sial sekali anak itu... gumam para pemilik mata dilorong yang mulai sepi karena mereka tidak mau ambil bagian kekesalan pemuda jangkung itu.
15 menit kemudian..
"Hosh...hosh... aku harus bersembunyi dimana?" Baekhyun mulai berhenti berlari akibat kehabisan nafas. Tubuhnya sangat lelah sejak tadi dia berlari mengelilingi hampir satu sekolah yang sangat luas ini. SM SHS memang sekolah elit yang punya banyak ruangan dimana-mana. Tapi belum sempat Baekhyun bersembunyi. Chanyeol selalu dapat menemukannya. Hal itu membuat Baekhyun merinding. Dirinya merasa menjadi pemeran utama difilm thrill yang hendak dimutilasi oleh psikopat jangkung bernama Park Chanyeol. Karena.. Well, pengejaran tanpa akhir ini tidak akan berhenti sampai Chanyeol menghabisi Baekhyun.
"Ah! Disini saja deh hosh...hoshh..." Baekhyun mulai kehilangan akal dan lebih memilih pasrah untuk bersembunyi diperpustakaan sekolah.
Setidaknya Chanyeol masih belum terlihat. Tubuh kecilnya menyelinap diantara rak-rak yang menjulang tinggi. Tidak memakan waktu lama. Chanyeol yang punya firasat tajam langsung masuk kedalam perpus.
Semua murid yang berada didalam perpus sontak seketika teridam kaku. Pandangan Chanyeol sangat dingin. Belum lagi peluhnya bercampur dengan rambutnya yang basah. Meski dia ganas. Namun tetap terlihat seksi! *sehyun kepanasan~
"SEMUANYA KELUARR!" teriak pemilik suara bariton itu. Tanpa menunggu komando lagi para murid yang masih disana segera melangkahkan kakinya keluar ruangan. Baekhyun yang sedang berjongkok dirak pojok perpus semakin merinding. Mulutnya tidak berhenti mengumpat-umpat kecil atas perilaku bodohnya. Balas dendam sih memang terlaksana. Tapi sayangi nyawamu sendiri Byun Baekyun.
KLEK
Dengan suara sangat pelan Chanyeol menutup pintu perpus dibelakang tubuhnya. Kaki jenjangnya melangkah perlahan-lahan dengan gaya angkuh sambil sesekali berjalan dari rak ke rak. Dia sangat yakin bahwa pemuda mungil itu bersembunyi disini.
"Aku tau kau disini pendek!" sahut Chanyeol datar. Suaranya sedikit menggema karena ruangan ini kosong.
"Dan kalau kuhitung sampai tiga kau keluar dari persembunyianmu dan meminta maaf. Aku akan langsung melepaskanmu. Simple saja. Tubuhku terlalu capek main kejar-kejaran tidak jelas denganmu tadi" Chanyeol masih berjalan mengitari ruangan besar ini dengan seringaian khasnya. Wajahnya terlihat menyeramkan. Sementara yang dicari sudah keringat dingin sambil menggumamkan doa-doa.
"Tidak mau keluar yah? Baiklah. Akan kuhitung sampai tiga" ujarnya lagi lalu berhenti melangkah.
"Satu..."
Baekhyun membuka matanya. 'Tuhan... tolong aku' batinnya.
"Dua..." suara bass itu masih terdengar. Baekhyun terlihat gusar sendiri. Dirinya memang telah menimbulkan kesalahan fatal tadi. Tapi Chanyeol bilang dia akan memaafkan jika Baekhyun keluar dan meminta maaf. Apa dia harus melakukannya?
"Dua setengah..." Chanyeol dilihat sedikit berbaik hati menghitung.
"Dua seperempat" Ayolah Byun Baek! Lebih baik kau keluar. Meminta maaf dan masalah selesai! Bertingkahlah seperti namja pemberani! Kau ingin melindungi Sehun dan menghapus title underdog itu kan?
"Tiga!"
.
.
Hening...
"Ohh jadi begitu yah keinginanmu.. Baiklah kalau begitu aku—"
"—Tunggu!" sahutan cempreng itu membuat Park Chanyeol menyeringai penuh kemenangan. Apalagi saat melihat Baekhyun keluar dari balik rak buku dipojok sana sambil menunduk.
"Akhirnya kau keluar juga"
"Aku... Aku minta maaf..." lirih Baekhyun menundukkan kepalanya lalu membungkuk dalam. Chanyeol tetap diam dengan senyum liciknya.
"Begitukah?"
"Ya... Aku tidak sengaja Park Chanyeol... Aku sudah minta maaf kan? Kalau begitu aku pergi dulu. Aku masih banyak urusan. Permisi..." celoteh Baekhyun dengan tampang datar. Padahal dia berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju pintu besar keluar perpus. Matanya berusaha menghindari arah pandang Chanyeol yang terus menatapnya tajam. Gagang pintu itu sudah dipegangnya. Hatinya merasa lega Chanyeol tidak menghabisinya. Namun...
KLEK!
Satu kali
KLEK! KLEK !
Dua kali
KLEK! KLEK! KLEK!
Tiga kali. "Ada apa ini? Kenapa pintunya tidak bisa dibu—"
Chanyeol... tubuh Baekhyun merinding saat mengetahui pemuda itu sudah berdiri dibelakangnya. Pintu ini terkunci.. Dikunci oleh seorang pemimpin penguasa sekolah yang terkenal paling ganas dan suka menghabisi yang menghalanginya tanpa ampun.
Sayonara kehidupan... Baekhyun mulai mencelos tidak jelas.
"HAHAHAHA! BODOH! KAU BENAR-BENAR BODOH!" gelak tawa bass Chanyeol membuat Baekhyun terdiam. Nyawanya serasa hilang entah kemana. Mendengar tawanya saja cukup menyeramkan. Apalagi wajahnya yang sangat senang saat ini?
"Kau pikir aku semudah itu meloloskanmu? Tidak akan huh!"
BRAK!
"Arggghhh..." rintihan keluar dari mulut namja mungil itu. Punggungnya perih sekali saat membentur pintu kayu dibelakangnya.
"Hey. Kau ini punya nyawa berapa sih?" tanya Chanyeol sambil berbisik ditelinga Baekhyun. Baekhyun berusaha menelan ludahnya mengurangi rasa gugup. Dia harus berani! Hanya itu modalnya saat ini untuk menghadapi ketua penguasa sekolah.
Tidak mendapat jawaban Chanyeol yang kesal menggengam tangan kiri dan kanan Baekhyun lalu mendorongnya keras disisi kepalanya. Sekarang tubuh Baekhyun terkunci oleh Chanyeol. Oh tidak.. Doa Baekhyun sudah tidak berguna lagi disaat seperti ini.
"Kutanya kau ini punya nyawa berapa kenapa tidak menjawab hah?!" gertak Chanyeol. Namun Baekhyun tidak bergeming. Matanya tetap menatap kebawah. Meski pergelangan tangannya terasa perih.
"TATAP ORANG JIKA KAU SEDANG BERBICARA PENDEK!" bentakkan Chanyeol sukses membuat Baekhyun mengangkat wajahnya. Tatapan tajam Baekhyun serasa menusuk kedalam sorot mata Chanyeol. Dirinya mulai tersulut emosi mengingat Sehun juga diperlakukan sama seperti dirinya. Dicaci maki lalu dihajar habis-habisan.
"AKU SUDAH BILANG KAN TADI KALAU AKU MINTA MAAF!? AKU TIDAK SENGAJA! DAN BISAKAH KAU LEPAS KAN TANGANMU?! INI SANGAT SAKIT BODOH!"entah keberanian dari mana Baekhyun tiba-tiba balas membentak pemuda dihadapannya.
Chanyeol yang tidak menduga reaksi Baekhyun tersentak. "HAH! Berani sekali kau membentakku. KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU?!"
"YA! AKU TAU SIAPA DIRIMU! KAU PARK CHANYEOL NAMJA BRENGSEK YANG TELAH MEMBUAT OH SEHUN TERLUKA!"
Chanyeol tertawa licik mendengar pernyataan Baekhyun. "Sehun? Si kacamata idiot itu? Dia pantas mendapatkannya! Dia tidak mengikuti perintahku. Maka kuhabisi saja dia hahaha"
Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan nanar. Apakah benar dia manusia? "Kau... DASAR NAMJA BRENGSEK! BAJINGAN! TUKANG MEMBULLY SISWA TIDAK BERSALAH! KAU SAMA SEKALI TIDAK PANTAS MENJADI CUCU PEMILIK SEKOLAH INI CHANYEOL!" pekiknya histeris. Tanpa terasa tubuh Baekhyun semakin gemetar. Terserah dia mau dihabisi seperti apa oleh Chanyeol. Saat ini dia hanya ingin membela diri dan semua korban Chanyeol..
"Darimana kau tahu kalau aku cucu pemilik sekolah?" tiba-tiba perkataan Chanyeol membuat namja mungil ini terdiam.
Benar juga ya? Yang tahu hal itu kan Baeby bukan Baekhyun. Dasar bodoh kau Byun Baek! "A...Aku...tahu saja.. kau kan selalu bersama Luhan jadi..."
"DARIMANA KAU TAHU HAL ITU?!" wajah Chanyeol semakin menampakkan aura membunuh. Cengkraman ditangan Baekhyun semakin mengeras. Baekhyun mengerang kesakitan sambil meronta-ronta. Airmatanya nyaris tumpah jika saja dirinya tidak berusaha menahan semua ini.
"Sakitt..."
"Ini hukuman untukmu karena kau sudah ikut campuri urusanku dan berani-beraninya menyiramku dengan air Byun Baekhyun!" suara bariton itu melebarkan mata Baekhyun yang terpejam. Chanyeol.. tahu namanya?
"Akhh!" seketika lamunannya tersadar. Baekhyun berteriak ketika Chanyeol tiba-tiba menyesap kasar leher mulusnya dengan kencang.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan?! Yak! Park Chan...eughhh..." Chanyeol merasa tuli dengan semua umpatan-umpatan Baekhyun. Bibirnya terus meninggalkan jejak berwarna kemerahan kontras menjadi ungu saat itu juga. Perlakuannya sungguh kasar.
"SAKIT CHANYEOL! HENTIKANNN...!" Baekhyun semakin menjerit-jerit ketika Chanyeol dengan gencar mulai menandai pundak Baekhyun semakin banyak.
"AKHH! CHANYEOL LEPAS!" Chanyeol mulai menjilat, menghisap dengan kuat, dan sesekali mengigit leher mulus itu tanpa mengindahkan semua jeritan keputusasaan Baekhyun.
"Hiks... Kumohon lepaskan aku... hiks" pertahanan pemuda mungil itu akhirnya runtuh juga. Baekhyun mulai terisak.
Selama ini Chanyeol memang suka membully seseorang. Menjatuhkan harga diri orang lain bahkan tidak segan-segan menghajarnya. Tapi saat ini berbeda! Chanyeol tidak pernah terlihat bermain-main dengan tubuh seseorang. Perbuatan brengseknya hanya sebatas melukai. Bukan menyentuh seseorang dengan tangan kotornya.
Baekhyun merasa dilecehkan saat ini. Namun Baekhyun tidak mengerti arti sesungguhnya yang Chanyeol lakukan padanya saat ini. Daripada dibilang memberi 'hukuman' Chanyeol lebih suka menyebutnya sebagai pelampiasan hasrat yang selama ini pemuda jangkung itu pendam. Jadi Baekhyun hanya bisa pasrah. Toh, saat ini tidak ada yang bisa menolongnya..
Namja mungil bermarga Byun ini masih terisak. Tetapi perlahan pergerakan Chanyeol melambat dan cengkramannya mulai melonggar. Baekhyun masih belum menyadari hal itu. Sampai akhirnya nafasnya terkecat saat kepala Chanyeol tumbang dipundaknya.
"Eh? Chan... Chanyeol?" pemuda yang memiliki tubuh jangkung tidak menjawab. Tangan Chanyeol merosot memegangi pundak Baekhyun. Mencengkramnya dengan lemah. Ini sangat aneh kenapa Chanyeol tiba-tiba berhenti menjamah Baekhyun? Apa dia lelah?
"Omo! Chanyeol! Tubuhmu panas sekali!" pekik Baekhyun saat menyadari suhu tubuh Chanyeol yang menunduk memeluknya.
"Ennghhh..." hanya suara lenguhan yang keluar dari bibir Tuan Park. Sepertinya dia terlalu pusing. Apalagi suara Baekhyun yang cukup nyaring membuat otaknya tambah sakit.
Baekhyun merasakan ada kesempatan. Maka dia mendorong pemuda itu sampai dia terjungkal kebelakang. Merogoh celananya. Mencari kunci disaku Chanyeol tapi hasilnya nihil! Dimana kunci itu disembunyikan si tiang listrik ini? Baekhyun kembali mengumpat.
Merasa kesal Baekhyun bangkit lalu berjalan mengitari perpustakaan yang mulai terlihat gelap. Wajar saja! Ternyata ini hampir malam! Dia harus pulang dan menjaga meja bar di klub ibunya. Tapi bagaimana caranya dia keluar?
Tanpa mengabaikan Tuan Park yang masih setengah sadar dengan penyakitnya Baekhyun menemukan jendela yang tidak tertutup. Tubuh mungilnya memang muat untuk masuk kesana. Tapi setelah dipikir-pikir melompat dari lantai dua perpustakaan ide yang cukup buruk. Baekhyun menyayangi nyawa dan mamahnya. Jika Baekhyun mati mamahnya akan sendiri. Maka dari itu dia mengurungkan niatnya dan duduk didepan rak buku.
Bola matanya memandang sosok jangkung yang terkulai lemas dilantai. Leher Baekhyun terasa begitu pegal dan perih. Dia sedikit mengusap lehernya guna menghilangkan rasa sakit. Tapi otak polosnya tidak paham bahwa Chanyeol baru saja memberikan sebuah tanda khusus untuknya.
"Aishh... Dasar brengsek! Leherku jadi sakit! Apa yang dilakukan dia tadi?! Memangnya dia vampir?"
Baekhyun kembali duduk terdiam. Matanya memandang seluruh ruang perustakaan yang mulai menggelap. Sekolah akan ditutup jam 6 tepat. Dan tidak mungkin saat ini akan ada office boy di sekolahnya yang masih berkeliaran untuk sekedar mengecek apakah masih ada murid disana? Jadi mau tidak mau Baekhyun terpaksa harus menginap disini. Tentunya bersama dengan Chanyeol.
Apa? Chanyeol?
"Chanyeol-ah..." ucap Baekhyun yang mulai merangkak mendekati pemuda itu. Pikirannya mulai cemas menatap Chanyeol. Baekhyun bangkit dan berjalan mendekati pintu. Setidaknya dia harus mencoba tindakan yang satu ini.
"Halloooo apa ada orang diluar sana? Tolong kami! Kami terkunciii!" sahutnya histeris setelah melihat kondisi Chanyeol. Namja bertubuh mungil ini mulai menggedor-gedor pintu kayu perpustakaan dengan keras.
"Aduh... Bagaimana ini? Yak! Kenapa kau menyusahkan sekali sih?"umpatnya menatap Chanyeol lagi. Baekhyun tidak menyerah. Dirinya kembali menggedor pintu berteriak minta dikeluarkan. Tapi hasilnya nihil. Berteriak sampai suara habis juga percuma. Dirinya benar-benar terkunci bersama si pembawa masalah disini.
Kepalanya menoleh kembali menatap Chanyeol yang mulai susah nafas. Dada namja itu naik turun tidak beraturan berusaha mengambil pasokan oksigen dikala otaknya merasa sangat pusing. Sebenarnya Baekhyun tidak ingin menyentuh Chanyeol. Terlalu beresiko jika seorang incaran Chanyeol berani menghampirinya langsung. Tapi melihat kondisi namja jangkung ini semakin parah dia tidak ingin ambil pusing.
Tubuh mungilnya mulai merangkak mendekati Chanyeol yang berpeluh banyak. Mulut Chanyeol terbuka dan dia terus mendesahkan rasa pening dikepalanya. Sial. Seorang berandal sekolah ini benar-benar sakit!
"Ya Tuhan.. Badanmu panas sekali" ujar Baekhyun menempelkan punggung tangannya pada tubuh lemas dihadapannya.
Kaki mungilnya mulai melangkah pada kamar kecil dipojok perpustakaan. Diambilnya sapu tangan berwarna biru langit miliknya lalu dibasahi seluruh permukaan sapu tangan itu dengan air keran. Baekhyun memeras sapu tangan yang basah itu sedikit lalu mengibaskannya lagi dan berjalan menuju Chanyeol.
Entah dapat pikiran konyol dari mana. Tanpa sadar diri dan terlalu panik dengan kondisi Chanyeol. Baekhyun memapah kepala Chanyeol untuk berbaring dipangkuannya. Dia melepaskan blazernya dan menyelimuti tubuh Chanyeol. Deru nafas Chanyeol mulai terputus-putus membuat Baekhyun meringis pelan saat menempelkan sapu tangan basah itu pada kening Chanyeol.
"Maaf aku tidak bisa berbuat banyak.. Hanya ini saja.. Aku harap kau baik-baik saja Chanyeol. Maafkan aku tadi telah menyirammu. Aku benar-benar minta maaf.." lirih Baekhyun mulai merasa bersalah.
Namun sejenak Ekspresi Byun Baek tiba-tiba berubah. "Tapi kau tau? Kau pantas mendapatkannya! Kau telah memukul Sehun! Pria sepertimu pantas merasakan sakit seperti mereka semua yang menjadi korbanmu!" bibir namja mungil itu mulai berceloteh meski Chanyeol tidak mendengarnya.
Pemuda ganas itu tidak merespon perkataan Baekhyun. Matanya terpejam rapat sambil terus mendesahkan nafas beratnya. Baekhyun mencibir sedikit. Biasanya Chanyeol selalu sehat dan menghajar orang habis-habisan. Sekarang dirinya malah berbaring tidak berdaya.
Ini menarik juga bagi Baekhyun untuk menghabisinya. Tapi Baekhyun masih waras. Jika Chanyeol sudah sembuh nanti pasti namja ini tidak akan segan-segan menghabisi Baekhyun balik.
"Entah ada yang salah dengan kehidupanmu atau apa sampai kau selalu saja membuat kerusuhan disekolah ini. Aku tahu kau cucu pemilik sekolah! Kau berhak berkuasa dan... Hah... Sudahlah. Apa yang kubicarakan padamu yang sedang tidak sadar saat ini? Jika aku tidak punya rasa simpati pada tiang listrik sepertimu. Aku bisa saja meninggalkanmu mengigil dan mati sekalian disini. Apalagi tadi kau menghisap leherku seperti vampir! Tapi... "
"Ughh..." Chanyeol mulai merintih.
Gawat Baek, Chanyeol mulai sadar akibat celotehanmu. Tapi Baekhyun tidak peduli. Dia lebih mementingkan kondisi Chanyeol sekarang. Hatimu memang sangat lembut Byun Baekhyun~
"Hey.. Apakah sakit?" tanya Baekhyun kembali.
Chanyeol hanya mengangguk lemah. Sejenak dirinya merasa sadar akibat kompresan didahi yang membuat dia merasa tenang dan nyaman.
"Suhu tubuhmu pasti turun. Aduh.. Aku lupa kalau sekarang udara sangat dingin. Itu... Tadi... Aku tidak sengaja menyirammu.. Itu bukan maksudku Chan—"
"—Baek.." panggil Chanyeol dan tubuh Baekhyun menengang.
"Y...Ya?"
"Bisakah kau diam?" ucapnya dingin.
Baekhyun mencibir.
"Sudah sakit saja kau masih bisa memerintah. Dasar!"
"Ughh... Kau... berisik!" desah Chanyeol terputus-putus.
"Yak! Aku kan tadi ingin minta maaf tapi kau malah.."
"Kalau begitu diam! Kepalaku pusing!" gertak Chanyeol sedikit serak. Baekhyun terdiam. Tubuh Chanyeol yang semakin panas membuatnya kembali merasa bersalah.
"Baiklah kalau menurutmu aku begitu menganggu! Kalau begitu aku pergi saja. Aku akan duduk disudut sana jika kau butuh bantuanku tiang listrik" ucap Baekhyun dan mulai bergerak hendak memindahkan kepala Chanyeol.
Tapi dengan gerakan cepat tubuhnya terhenti ketika Chanyeol menggenggam lembut tangannya. Meski Chanyeol masih lemah tapi satu tarikan cukup membuat badan Baekhyun condong kedepan. Dan alhasil wajah mereka bertatapan.
Mata Baekhyun melebar memandang wajah Chanyeol yang begitu dekat dengannya. Mata Chanyeol begitu sayu namun bola matanya menyiratkan ketegasan. Pipinya sempat merona hebat dengan debaran jantung yang tiba-tiba tidak beraturan sesuai ritme.
Ada apa dengannya?
Apa arti dari debaran tidak jelas ini?
Well, wajah Chanyeol yang sudah dua kali dia lihat dari dekat memang mempesona. Apalagi saat sedang berpeluh. Oh dia sebetulnya sangat seksi. Namun Baekhyun terlalu takut untuk berpikiran macam-macam. Diotaknya hanya ada pikiran Chanyeol yang akan menghabisinya.
Baekhyun menelan ludah. Takut Chanyeol mulai mengumpatnya lagi. Memarahinya atau bahkan mengigit layaknya vampir.
"Chan—"
"Tetap disini.. Aku membutuhkanmu pendek" ujar Chanyeol yang sukses membuat mata Baekhyun melebar ketika sebuah bibir menyentuh permukaan bibir tipisnya.
Oh Tuhan...
Chanyeol telah menciumnya...
.
.
.
TBC
a/n: Annyeonghaseyo! Hyaaaa mian chingudeul Sehyun baru bisa update T_T Sehyun juga berterima kasih banget banget banget sama My Saranghae Readers yang udah kasih review di ff ini (terharu). Sehyun minta maaf (lagi) sampai saat ini sehyun gak bisa balas satu-satu pertanyaan kalian T_T sebetulnya sehyun pengen tapi sehyun bener-bener harus BELAJAR (hiks) buat ujian SBMPTN (hiks). Sehyun update ini juga sampe mohon-mohon sama eomma biar diijinin. Kalau appa dari kemarin galak banget sama sehyun gegara sehyun ga dapet snmptn huh -.- (Maaf sehyun curhat)
Part ini panjang tapi dikit yah (?) tapi ngefeels ga? ._. Atau masih kurang? Mian yah sehyun bingung mau nulis gimana hehe. Tapi semoga readers suka aja deh. Maaf (lagi) kalau nanti Sehyun updatenya bakal lamaaa. Sehyun minta doanya yah biar sehyun lulus ujian ini terus bisa update deh hehe .
Thanks for the reviews but i still need your comment for my next chapter hohoho~
Just call me Sehyun!
And nice to meet you tooo saranghae chingudeul ^_^v
