WARN!
YAOI! DLDR!
NO BASH for another chara okay?
28 PAGE !
Just close the web if you already overdose! T_T
We Are One
Enjoy
.
.
.
.
.
Pintu ruang utama terbuka. Nampaklah seorang pemuda jangkung masuk kedalam tanpa aura hidup. Luhan mengerutkan alis dari balik sofa ketika melihat wajah sepupunya. Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat seperti mayat hidup?
Tapi Luhan senang akhir-akhir ini Chanyeol mau pulang kerumah utama. Selama ini dia selalu berkeliaran tidak jelas kemana pun sesuka hatinya. Meski Luhan terkadang tahu kalau pria itu suka menginap di rumah Kai atau Jongdae. Tapi tetap saja Luhan khawatir.
Kris yang kebetulan ada di rumah keluarga Park juga menampilkan ekspresi sama. Sejenak mata bulat Tuan Park bertemu dengan mata Kris. Pria blasteran kanada itu hendak bertanya tapi tidak jadi ketika Chanyeol terdiam lesu dan mulai menaiki tangga menuju lantai atas.
"Ada apa dengannya? Kenapa wajahnya seperti itu?" tanya Luhan pada Kris yang menggeleng tidak tahu.
Tiba-tiba ponsel Luhan berbunyi. Hatinya berbunga-bunga ketika melihat nama seseorang yang menelponnya—Oh Sehun.
"Sehun-ah!" sahut Luhan tidak bisa memungkiri bahwa dia begitu senang karena Sehun menghubunginya. Hal ini jarang sekali Sehun lakukan. Apakah mungkin, ini pertanda baik dalam hubungan mereka?
"Mwo?!" Luhan sontak memekik dengan mata bulat. Kris membenarkan letak duduknya. Sepertinya dari tadi memang ada yang tidak beres semenjak Chanyeol masuk kedalam rumah.
"Iya dia sudah pulang kerumah. Tapi apa kau tidak berbohong?" tanya Luhan yang menatap Kris tidak percaya.
Kris mengangkat alisnya. Dia mulai merasa dirinya sedang di perbincangkan oleh Luhan dan Sehun.
"Ada apa?" kali ini Kris yang bertanya.
"Gawat Sehun-ah! Chanyeol buka tipe orang yang mudah menerima suatu kabar seperti itu! Apalagi—ini menyangkut masalah hatinya" cemas Luhan yang membuat Kris semakin terheran-heran.
"Ada masalah apa sih Lu—"
BRUUUMM!
"YAK! BARU KUBILANG KAN!?" pekik Luhan histeris ketika mendengar suara mobil menderu di gas dengan kecepatan penuh.
Luhan segera berlari cepat keluar rumah di ikuti Kris di belakangnya. Dirinya berteriak berkali-kali pada satpam yang berusaha menghalau jalan majikannya. Namun para satpam itu malah kewalahan ketika mobil sport Chanyeol sudah keluar pagar hitam kediaman Park.
"Baru saja dia pulang… Sekarang malah begini…" lirih Luhan menghentakkan kakinya ketanah—frustasi.
"Sebenarnya apa apa Lu? Siapa yang menelponmu tadi?" Kris kembali bertanya. Luhan berbalik cepat. Menampakkan raut kesal pada pria ini sambil memajukkan bibirnya.
"Kau tau Kris? Ternyata selama ini Baekhyun menyukaimu dan Chanyeol sudah tahu! Sehun merasa dia harus memberitahukan ini padanya supaya Chanyeol mengerti kenapa Baekhyun belum menerimanya. Ini semua karenamu! Chukkae Mr. Wu! Tingkahmu akan kuadukan pada Tao-ah" tukas Luhan dan Kris melongo hebat.
"Ya! Kenapa semua ini salahku? Tunggu—Jadi… selama ini Baekhyun menyukaiku?" ulang Kris tidak percaya sambil menutup mulutnya.
Luhan mengerutkan alis melihat perubahan wajah—calon sepupu baru—nya ini. "Kenapa ekspresimu seperti itu? Kau senang?! Kalau begitu aku akan benar-benar menelpon Tao sekarang juga!"
"Tidak, Lu! Hentikan!"
.
.
.
Untuk yang kesekian kalinya Baekhyun menatap punggung tegap itu berlalu. Pria mungil itu mendekap erat buku yang sedang di bawanya. Sedangkan namja jangkung tersebut enggan menoleh kebelakang ketika sudah berjalan cukup jauh darinya. Padahal tadi dia melihat jelas Baekhyun saat berpapasan . Namun seakan Chanyeol peduli, dia tetap berjalan mengabaikan pria mungil itu.
"Chanyeol-ah…" bisik Baekhyun lalu kembali berjalan.
Tidak berapa lama Chanyeol berhenti lalu berbalik dengan ragu. Matanya menangkap sesosok punggung sempit yang berjalan membungkuk menjauhinya. Hatinya terhimpit. Chanyeol merasa terluka entah mengapa.
"Jadi selama ini kau menyukai Kris, Baek?" gumamnya pelan.
Kali ini Baekhyun berjalan menuju perpustakaan. Dia pergi sendiri karena Sehun sedang ada urusan dengan Luhan. Akhir-akhir ini dia iri dengan Luhan yang selalu bersama sahabatnya. Tapi apa boleh buat? Baekhyun merasa Sehun dan Luhan sedang kasmaran. Jadi lebih baik dia membiarkan mereka berdua saja sendirian.
"Akh!" rintih Baekhyun ketika satu buku mengenai kepalanya.
Sebelumnya Baekhyun berjinjit dengan susah payah untuk mengambil rak buku teratas. Melihat tinggi badannya tidak bisa di harapkan. Akhirnya Baekhyun kembali melompat-lompat kecil. Namun beberapa buku ikut bergerak kebawah dan melihat itu Baekhyun memekik kaget.
BRUKKK!
Baekhyun menutup mata. Tapi tubuhnya sama sekali tidak merasa sakit melainkan sesak karena di peluk seseorang dengan sangat erat. Baekhyun mendongak ketika orang itu melepaskan pelukkannya.
"Gwencana?" tanya si pemilik suara berat.
Nafas Baekhyun tercekat ketika menatap seseorang di hadapannya. Dia menggeleng lemah berkali-kali. Jantungnya semakin berpacu cepat entah karena ketakutan akan buku-buku itu atau—Chanyeol? Lagi-lagi Baekhyun di tolong olehnya.
"Tidak apa-apa Chanyeol-ah. Gomawo…" lirihnya dan Chanyeol mengangguk hendak pergi meski tidak rela.
"Tunggu!"
Tubuh Chanyeol menengang. Baekhyun menahan tangannya dan hati Chanyeol terasa semakin sesak. Menahan suatu emosi benar-benar bukan keahlian Park Chanyeol. Ingin rasanya dia berbalik sekarang juga dan memeluk si mungil.
"Kenapa… Kau menghindariku Yeol?" tanya Baekhyun dan Chanyeol berbalik, tersenyum miris.
"Menghindar? Bukankah selama ini kau yang menghindar?"
Baekhyun skak mat. Mulutnya terkatup rapat dan matanya memandang kebawah. Tapi hatinya nyeri mengingat dia juga bersalah pada situasi ini. "Aku punya alasan kenapa aku begini—"
"Begitu juga aku Baek"
Dan pernyataan Chanyeol sukses membuat Baekhyun semakin bungkam. Tapi Baekhyun tidak menyerah.
"Katakan kenapa? Kau marah padaku karena aku belum menjawab pernyataanmu Yeol?"
Chanyeol tidak menjawab. Tiba-tiba kakinya melangkah mendekat pada si mungil yang berjalan mundur hingga membentur rak buku di belakangnya.
"Aku tidak marah. Tanyakan saja pada perasaanmu sendiri sebenarnya kau lebih memilih siapa" papar Chanyeol dan Baekhyun heran.
"Maksudmu?"
"Aku sudah tahu Baek. Kurasa selama ini aku salah menghajar orang. Aku benar-benar bodoh. Tapi tenang saja. Untukmu, aku akan berhenti melakukannya. Lebih baik kau tata ulang dulu perasaanmu baru kembali bertanya padaku"
Ucapan terakhir Chanyeol sebelum dia melangkah keluar perpus memberikan sebuah pertanyaan besar bagi Baekhyun. Sebenarnya apa maksud Chanyeol? Menata ulang kembali perasaan? Baekhyun tidak mengerti.
Padahal setelah mengetahui kebenaran tentang ciuman pertamanya dari Kris. Baekhyun mulai mengetahui kemana arah hatinya. Meski selama ini dia selalu mengelak. Namun orang itu selalu ada untuknya. Orang yang menolongnya tanpa tahu siapa dia yang sebenarnya. Dan nyatanya Baekhyun sudah jatuh pada dunia Chanyeol. Tapi Baekhyun malu mengungkapkannya. Maka dari itu dia menjauh sementara. Namun pria itu malah menolak si mungil sekarang.
Kepala Baekhyun tertunduk. Dia menangisi kebodohannya. Kenapa dia tidak bisa berterus terang dan menghilangkan keegoisannya? Chanyeol mungkin belum siap terbuka padanya saat ini. Tapi perlahan jika Baekhyun mau mengerti akan tiba waktunya dia bercerita.
"Aku tidak paham Yeol… Sebenarnya kau kenapa?"
.
.
Hari berikutnya Ketua Park masih sama. Dia kelihatan tidak bernyawa duduk di kantin. Saat bel istirahat selesai bahkan dia tidak mau beranjak. Sampai akhirnya Luhan harus turun tangan dalam masalahnya.
"Bicaralah" titah Luhan pada Kris.
Kris berdehem pelan sebelum dia membuka percakapan. "Chanyeol-ah"
Chanyeol tidak menjawab. Dia hanya terdiam lesu lalu beranjak pergi. Tidak ingin melihat wajah—calon sepupunya kelak. Sebenarnya Chanyeol tidak ingin berdebat dengan Kris maka lebih baik dia menghindar. Hal yang langka sekali bukan? Padahal Ketua Park bukan orang yang gampang memaafkan atau menahan segala amarahnya. Tapi demi janjinya pada Baekhyun dia melakukannya.
"Chanyeol aku minta maaf. Kau salah paham" tahan Kris saat Chanyeol berjalan di lorong.
Habis sudah kesabaran Ketua Park. Dia menarik kerah Kris dan mendorongnya pada lorong jendela. Seketika siswa siswi yang berkeliaran disana terkejut.
"Chanyeol!" teriak Luhan di belakang mereka.
"Kenapa kau mengambil hatinya Kris? Kenapa?!" bentak Chanyeol, kalap.
"Yeol. Kau dengarkan aku dulu"
"Ya! Ada apa ini ribut-ribut?" sahut Jongdae dan Kai yang datang melerai.
"Apa yang harus kudengarkan?! Kau merebutnya dariku! Tidakkah kau tahu bahwa aku mencintainya?!" gertak Chanyeol marah sambil memukul jendela lorong yang nyaris retak.
"Chanyeol hentikan… Kau salah paham. Baekhyun tidak pernah menyukaiku"
"Lalu apa yang Oh Sehun katakan adalah kebohongan, begitu? Dia menjelaskan semuanya Kris!"
"Ya tentu saja sebelum akhirnya Baekhyun sadar bahwa sebenarnya dia mencintaimu lebih dulu. Sadarlah kau yang menolongnya saat dia jatuh di kolam renang. Sejak saat itu dia terus mengira akulah orangnya. Sampai saatnya dia mengerti bahwa perasaannya padaku hanya sebatas kebohongan. Dia mencintaimu Yeol" jelas Kris dan semua yang ada di sana terdiam.
Chanyeol membuang arah pandangan sambil menghela nafas. Entah dia harus melakukan apa lagi. Tiba-tiba hatinya terasa sangat lepas saat mengetahui kalau ternyata Baekhyun lebih memilihnya dari pada Kris. Tanpa banyak berpikir lagi kakinya segera melangkah pada kelas Baekhyun.
Meanwhile~
"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Baekhyun.
Tanpa ada penjelasan lebih lanjut Baekhyun mendapatkan tamparan manis dari Yura.
Pemuda mungil ini memegangi pipinya. Menatap sengit pada kedua yeoja itu dan teman-temannya di belakang mereka. Minah menangis entah kenapa. Wajahnya di sembunyikan di balik telapak tangannya. Sementara Yura terlihat sangat marah. Ada apa dengan dua yeoja gila ini?
"Ya! Kenapa kau malah memukulku?" sahut Baekhyun tidak terima.
"Kenapa masih bertanya Byun Baekhyun? Kau tidak sadar kau itu penggangu! Aku saja heran kenapa Ketua Park mau denganmu? Apakah kau tidak bercermin? Kau itu hanya siswa pengecut disini! Sudah bagus kau bisa sekolah dengan beasiswa. Dasar anak miskin! Jangan berani mengambil simpati Park Chanyeol!" sahut Yura panjang lebar sesekali mengusap pundak Minah.
"Aku tidak paham. Sebenarnya ada apa dengan kalian?"
"Kau itu jangan pura-pura bodoh! Minah sudah menyukai Chanyeol sejak JHS! Dia selalu berusaha menarik perhatian Ketua dan sekarang kau malah mengacaukan segalanya. Sudah berani menyiramnya tidak tahu diri pula berusaha mendekati Ketua!" cibir Yura dan Baekhyun melongo.
"Itu bukan salahku! Aku bahkan tidak mendekati Chanyeol! Dia sendiri yang mengikutiku terus!" sahut Baekhyun ikut berteriak layak yeoja yang tersulut emosi.
"Lantas kenapa kau malah menanggapinya? Kau juga menyukainya kan? Katakan saja!"
DEG!
Baekhyun terdiam.
Dia bingung harus menjawab apa. Dia tidak ingin berdebat dengan para yeoja ini. Namun entah kenapa bibirnya malah kaku untuk mengucapkan kata di pikirannya. Chanyeol benar-benar telah mengubah kinerja otaknya jadi melambat.
"Aku—"
Minah mengangkat wajahnya. Nyali Baekhyun sekejap menciut. Dia merasa kasihan dengan Minah—teman sekelasnya. Baekhyun mengerti bagaimana rasanya mencintai seseorang begitu dalam seperti dirinya.
Minah berjalan mendekat pada Baekhyun. Baekhyun sontak menoleh kebelakang dan matanya membelalak. Oh, jangan sampai Minah berniat melakukannya. Apa Minah tahu kalau Baekhyun tidak bisa berenang?
Tentu saja Baek. Kau pernah tercebur saat acara jalan-jalan sekolah disekitar danau akibat Daehyun. Dan semua melihat kau yang tidak bisa berenang saat itu.
"Maaf Baekhyun-ah. Aku harus melakukan ini. Aku tidak terima Chanyeol dekat denganmu" ucapan sinis itu membuat Baekhyun merinding. Kakinya sudah di ambang batas. Semuanya terlambat bagi Baekhyun.
"Tidak tunggu dulu!"
Tangan yeoja itu mendorong tubuh Baekhyun sampai akhirnya—
BYUUURR!
Sekali lagi Baekhyun jatuh pada area kolam yang dalamnya setinggi tiga meter. Minah hanya memperhatikan dengan tatapan dingin tanpa mau menolong Baekhyun. Sementara Yura menyuruh teman-teman yang lain untuk berlari meninggalkan Baekhyun.
Sekarang siapa yang akan menolong Baekhyun? Tidak ada Chanyeol yang sedang tidur di papan loncat seperti waktu itu kan? Jadi sahutan minta tolongnya bagaikan angin berhembus. Terabaikan.
Dia hanya sanggup melantunkan kata tolong berkali-kali sambil terus berusaha berenang. Tapi sayang tubuhnya tidak mau mengikuti perintahnya. Kenapa isi kepalanya hanya ada dia. Hanya satu nama yang ada di benaknya saat ini.
"Chanyeol!"
Satu panggilan tidak masuk akal keluar dari bibirnya. Kenapa dia harus memanggil Chanyeol? Kenapa bukan Sehun? Atau Kris? Baekhyun sendiri tidak tahu.
"Chanyeool!" pekiknya lagi.
"Chanyeooool... Ummbbhhh…" dan sekali lagi.
Maka dengan nafas terakhir dia berseru kencang sebelum akhirnya kepala Baekhyun masuk kedalam air.
'Tolong aku Yeol….'
.
.
'Baekhyun?'
Seperti mendapat pendengaran entah dari mana. Kepala Chanyeol menoleh. Dia merasa mendengar suara Baekhyun. Tapi dia tidak ada disini. Lantas kenapa suara itu bergaung di pikirannya?
Sehun yang sedari tadi di sebelahnya menunggu Baekhyun kembali ke kelas mengerutkan alis ketika Minah dan Yura hendak masuk kedalam kelas sampai menabrak pundaknya kasar. Padahal biasanya yeoja ini pemalu tapi kenapa sekarang wajahnya sangat menyeramkan?
"Biarkan saja dia mendapat pelajaran atas perbuatannya Minah. Aku tahu kau selalu memperhatikan Park Chanyeol bahkan sampai bersusah payah membuat kue coklat yang dia tolak waktu itu. Setidaknya si Byun Baekhyun harus mendapatkan ganjarannya karena merebut orang yang kau sukai" papar Yura sambil berbisik.
"Iya.. Dia pantas tenggelam atau bahkan mati saja sekalian!" ketus Minah dengan mata basah.
Sehun yang mendengar percakapan kedua yeoja itu melebarkan mata. Sedangkan Chanyeol tidak sadar dengan apa yang Minah dan Yura bicarakan. Maka Sehun mengguncangkan bahu Chanyeol tanpa ada rasa takut sedikitpun. Baginya Baekhyun yang sedang dalam bahaya lebih mengkhawatirkan.
"Chanyeol-ssi! Kurasa Baekhyun ada di kolam renang" otak cerdas Sehun memang tidak salah menebak.
Chanyeol yang sadar terkejut dan berlari lebih dulu. Bahkan saat semua murid sudah masuk kelas dia tetap mengabaikannya. Meninggalkan Sehun yang sudah di omeli Choi seonsangnim akibat ingin kabur dari pelajarannya. Mau tidak mau sekarang bergantung pada Chanyeol.
'Ya Tuhan semoga Baekhyun baik-baik saja' batin Sehun dalam hati.
.
.
Baekhyun mengatupkan mulutnya. Sebelum benar-benar tenggelam dia masih sadar untuk menahan nafasnya. Lututnya lemas menendang air kolam. Dia berpikir menahan nafas mungkin akan memperpanjang umurnya. Setidaknya saat ini otaknya berputar lebih baik.
'Kenapa selalu aku yang kena? Apa aku memang terlahir sial?' batinnya pilu.
Sebutir air mata mengalir bercampur dengan air kaporit yang berhenti beriak karena tubuh Baekhyun terdiam. Dia membiarkan dirinya tenggelam kedasar. Baekhyun lelah. Jujur dia sangat lelah. Berkali-kali Baekhyun berpikir untuk mati. Bahkan sebelum dia bertemu Chanyeol.
Kehidupannya mungkin tidak seberuntung anak-anak lain yang bahagia dengan keluarga lengkap. Sekolah yang menyenangkan. Teman-teman yang baik tanpa terus menjahilinya. Dan dia menginginkan hal itu. Tapi semua tidak bisa dirubah segampang membalikkan telapak tangan. Title underdog pun masih melekat padanya. Mau sampai kapan Baekhyun seperti ini?
Hatinya juga sakit karena Chanyeol menghindarinya sekarang. Namun apa daya? Ini semua bagaikan hukuman bagi Baekhyun yang terlalu mengulur-ulur perasaan tulus pria jangkung itu. Nyatanya Kris bukanlah penolong sebenarnya. Melainkan si pria ganas. Jika saat itu Chanyeol tidak melompat dan memberikan oksigen pada Baekhyun pasti dulu dia sudah mati. Dan Baekhyun bersyukur hal itu tidak terjadi. Meski dia sudah letih akan hidupnya. Tapi karena cintanya terhadap seseorang. Baekhyun merasa dia berhak untuk tetap melanjutkan takdirnya. Takdirnya setelah bertemu Chanyeol dan pada akhirnya jatuh cinta.
'Chanyeol' batinnya.
Kesadaran Baekhyun semakin melemah. Dia tidak kuat menahan nafas lagi. Maka mulutnya terbuka dengan air yang berlomba-lomba masuk kedalam paru-parunya.
Tubuhnya berat. Sesak dan sakit…
Pria itu tidak akan datang bahkan ketika Baekhyun memanggilnya berkali-kali. Mungkin Chanyeol sudah membencinya saat ini dan Chanyeol lelah akan sikap Baekhyun. Akhirnya sebelum mata itu benar-benar tertutup dan hilang kesadaran. Baekhyun tetap berusaha membuka mulutnya sekali lagi. Memanggil sosok yang sang hati seharusnya tertuju pada pria itu sejak pertama kali dia di selamatkan.
"Chanyeol…" ucapnya dalam air yang menghasilkan gelembung ketika nada serak itu keluar dari bibir mungilnya.
Baekhyun pingsan.
BRUSHH!
"Hahhh… Hahh…. Baekhyun! Ya! Baekhyun-ah! Sadar Baek!" sahut Chanyeol panik sambil merengkuh pemuda di hadapannya—berenang membawanya ke tepi kolam.
Chanyeol menepuk-nepuk punggung Baekhyun. Lalu dia rundukkan kebawah agar Baekhyun bisa memuntahkan air kaporit itu keluar dari mulutnya. Baekhyun tersedak ketika merasakan dia mendapatkan pasokan oksigen kembali. Dirinya terbatuk-batuk kalap dengan Chanyeol yang masih memegangi punggungnya.
"Uhuk! Uhuk!"
"Baek! Kau sadar? Gwencana?!" cemas Chanyeol menangkupkan pipi si kecil yang masih memejamkan matanya. Perasaannya lega ketika Baekhyun sadar.
Kali ini Baekhyun menatap seorang penolongnya meski dengan mata sayu. Ternyata penjelasan Kris kemarin tidak salah. Dua kali. Bayangkan dua kali Chanyeol selalu ada bahkan menolongnya di tempat yang sama. Apa Chanyeol paranormal yang mengetahui segala keberadannya? Baekhyun jadi sulit untuk menghindar lagi dari pemuda ini. Sangat sulit…
"Chanyeol-ah…." Lirih Baekhyun seperti orang mabuk. Mungkin kepalanya pusing karena kehabisan udara tadi.
"Hahh… Syukurlah kau baik-baik saja. Untung aku masih sempat menolongmu sebelum kau benar-benar pingsan kehabisan oksigen" ujar Chanyeol mengusap pelan surai krem Baekhyun yang basah kuyup.
"Chanyeol-ah…." Baekhyun menangis ketika menyebutkan nama pria itu. Alis Chanyeol terangkat—heran pada sikap Baekhyun yang terisak tiba-tiba.
"Hey… tenanglah. Kenapa kau menangis? Apa kau mau duduk di tepi kolam saja?"
Baekhyun menggeleng pelan.
Tangannya meremas kemeja basah pemuda itu. Dirinya dan Chanyeol masih di dalam kolam. Tetesan air mata Baekhyun bercampur dengan air di sekitar mereka yang sedikit beriak akibat perubahan gerak tangan Chanyeol yang memeluk Baekhyun.
"Uljima Baekhyunnie.."
Baekhyun menuduk dalam pada dada bidang Chanyeol.
"Aku minta maaf…" lirihnya pilu.
"Untuk apa? Kau tidak salah Baby"
"Aku—Aku tidak tahu kalau itu kau…." isak Baekhyun lagi.
"Selama ini aku.. aku tidak menyangka kalau itu kamu, Yeol. Bahkan kau sudah dua kali menolongku seperti ini... hiks. Tapi aku malah menyangka orang lain. Dan aku malah membencimu dulu. Lalu ketika sadar akan hal itu aku—menghindarimu... Maafkan aku, Yeol"
Alis Chanyeol berkerut lagi. "Tunggu kau bilang tadi, kau membenciku? Jadi benar kau lebih menyukai Kris?" tanya si jangkung sedikit tersungut.
"Huh? Kris?" Baekhyun mengangkat wajahnya dengan pandangan polos.
"Sehun bilang kau menyukai Kris. Jadi… itu memang benar?"
Baekhyun menggeleng. "Kurasa tidak sekarang"
"Lalu?"
"Apanya?"
"Kenapa kau membenciku?" gemas Chanyeol memperbaiki posisi mereka di dalam kolam.
kepala Baekhyun menunduk malu lalu mengigit bibirnya dengan mata menatap keatas. Katakanlah Baekhyun sangat manis saat ini. Matanya yang sendu. Pipinya yang merona. Kulit wajahnya yang basah berkilat akibat air membuat Chanyeol melemah. Otak pria jangkung itu berhenti berpikir seketika. Uhh, Baekhyun terlihat seperti seekor lost puppies! Dia begitu menggemaskan!
"Karena kau selalu menatapku dengan tajam dulu. Aku pikir aku punya salah padamu. Aku jadi takut padamu. Apalagi setelah pembully-an di hari pertama aku bersekolah. Dan Sehun yang kau pukuli karena nyatanya kau cemburu! Aku—benar-benar takut. Memangnya kenapa sih kau dulu selalu menatapku se-menakutkan itu? Itu salahmu sendiri Yeol!" jelas Baekhyun dengan ekspresi berubah-ubah membuat Chanyeol tergelak.
"Ya! Kenapa kau malah tertawa?"
"Habis kau lucu" wajah Baekhyun merona.
"Ke—kenapa malah lucu?! Su—sudah jawab saja pertanyaanku!"
"Baiklah-baiklah. Kau ingin tahu kenapa aku menatapmu setajam itu?" tanya Chanyeol dengan senyum tampan.
Baekhyun cemberut namun mengangguk pelan.
"Karena ini"
Tanpa aba-aba seperti biasa Chanyeol langsung mencium bibir Baekhyun. Melumat pelan bibir si kecil yang terbuka sedikit. Sungguh pria ini sudah tidak kuat menahannya. Baekhyun memang penggoda Chanyeol sejati. Pria berbadan lebih pendek mendesah ketika Chanyeol terus mendekatkan wajahnya semakin rakus. Seakan ingin memakan seutuhnya bibir Baekhyun yang manis baginya.
Chanyeol merasa bodoh sekarang. Dulu dia menghabisi orang yang salah. Menghabisi Sehun yang dia pikir selama ini adalah kekasih Baekhyun. Lantas kenapa dia tidak bertanya langsung pada pria kecil ini?
Tentu saja tidak.
Gengsinya sebagai seorang pemimpin penguasa sekolah dulu di pertaruhkan. Tapi setiap orang pasti punya batasan. Dan batas Chanyeol adalah sampai hari dimana Baekhyun menyiramnya. Seandainya Baekhyun tidak menyiramnya. Chanyeol pasti tidak akan bisa mendekatinya dengan alasan 'menghabisinya' akibat tindakan berani pria kecil itu.
Mereka mulai larut dalam pagutan panas. Saling terus melumat dalam-dalam meski Chanyeol lebih ahli. Sedangkan di pihak lain mulai kelelahan. Merasa sesak Baekhyun mendorong pelan dada Chanyeol. Sehingga kedua bibir itu terlepas dengan saliva panjang menggantung ketika Baekhyun menjauhkan wajahnya.
"Hahh… hahh.. Itu bukan jawaban Park Babo! Kau mau aku mati? Aku baru saja selamat dari maut kau malah ingin mencabutnya kembali! Sebenarnya kau niat menolongku tidak sih?!" sungut Baekhyun dengan wajah memerah.
Chanyeol tertawa membuang pandangan. Kemudian menatap Baekhyun kembali. Mengelus kepala belakangnya dan mengecup bibir Baekhyun sekilas. Membuat empunya memberengut memukul dada Chanyeol.
"Baek.."
Baekhyun menoleh—dengan malu.
"Aku mungkin tidak sempurna. Seorang Bad Boy sekolah yang tidak bermoral. Sadis dan pantas untuk di benci oleh semua murid SM SHS. Sifat keras kepalaku juga tidak berubah. Namun kurasa malaikat di hadapanku ini telah merubahnya. Aku tidak peduli sekarang hatimu milik siapa. Katakanlah aku egois. Menginginkanmu menjadi milikku. Meski kau menolakku berkali-kali. Tapi aku akan terus merebut hatimu sampai kau berakhir padaku. Aku menyukaimu—bahkan mungkin lebih. Maka dari itu Baek—" Chanyeol menggantungkan kalimatnya memandang Baekhyun lekat.
"Jadilah kekasihku Byun Baekhyun. Aku mencintaimu" dua kalimat tanpa keraguan tersirat jelas. Chanyeol tulus menyatakan perasaannya. Ini memang bukan style Park Chanyeol. Mengucapkan kata-kata manis pada seseorang. Tapi apa mau dikata? Dia sedang di mabuk cinta.
Ucapan Chanyeol sukses menggetarkan hati Baekhyun. Pipinya memerah seperti kepiting rebus. Jantungnya berdebar dan hatinya menghangat. Kenapa dia baru merasakannya sekarang? Meski Chanyeol mungkin seorang berandal kelas kakap yang idiot atau vampire penghisap leher manusia. Baekhyun sudah menyadari bahwa dia nyaman dengan segala perlakuan bodoh pria ini.
Baekhyun terdiam lama. Tertawalah sekarang karena saat ini Chanyeol berdebar-bedar seperti yeoja yang mengharapkan balasan dari pujaan hatinya. Menunggu jawaban Baekhyun dengan gugup. Meski dia sangat takut dengan penolakkan lagi tapi kali ini Chanyeol siap apapun hasilnya nanti.
Pria mungil ini menatapnya biasa. Mengelus lembut leher Chanyeol membuat pria itu bergidik. Tapi saat square lips itu terbuka bukan kata-kata manis yang keluar. Sebaliknya malah kalimat mengumpat dari si kecil dengan wajah datar. Chanyeol terheran-heran. Emosinya kembali tersulut ketika wajah manis itu yang mengatainya 'bodoh' 'idiot tidak berotak' 'tiang listrik keras kepala' 'vampire gila' dan sebagainya. Dia hampir memukul pria itu jika saja Baekhyun tidak menjelek-jelekannya dengan senyuman manis diakhir.
"Park Babo!" sahutnya mengeratkan pelukannya pada leher pria di hadapannya.
"Yak! Baekhyun ini sangat keterlaluan! Aku sudah menolongmu dan menyatakan cinta padamu. Tapi kau malah mengataiku! Apa kau sudah bosan hidup?!" marah Chanyeol.
Namun Baekhyun mendecih.
"Tatap orang yang sedang berbicara denganmu Baekhyun!" gertaknya.
Karena Baekhyun tidak kunjung mengangkat kepalanya. Pria itu memegang dagu Baekhyun dan mengangkatnya. Sontak matanya membulat ketika melihat ekspresi memerah si mungil meski alisnya berkerut kesal.
Baru saja Chanyeol berniat membuka mulut Baekhyun segera mengangkupkan pipi pria itu. Mendekatkan wajahnya pada pipi Chanyeol. Menciumnya dengan penuh kelembutan sampai matanya terpejam.
Ekspresi Tuan Park? Tentu saja terkejut.
Baekhyun menatap wajah Chanyel lekat. Dia bersumpah hal inilah yang paling memalukan dalam hidupnya—mencium seseorang terlebih dulu. Mata Chanyeol masih membulat menyeramkan karena tampak seolah-olah mata itu ingin keluar dari tempatnya.
Kepala si mungil mengangguk pelan. Tanpa suara hal tersebut menjelaskan semua. Hati Chanyeol seakan terbebas dari sangkar yang mengekangnya. Chanyeol tersenyum tampan diikuti Baekhyun. Mereka saling mendekatkan wajah mereka sampai akhirnya kedua belah bibir itu kembali memagut cukup terburu-buru.
Dengan berani, si mungil melumat pelan bibir atas Chanyeol sambil memperat rengkuhannya di leher pria di hadapannya. Chanyeol tahu bahwa jawaban Baekhyun tidak perlu di pertanyakan lagi. Ciuman manis tadi telah menyatakan semua perasaan Baekhyun padanya.
Chanyeol sempat terkekeh kecil karena Baekhyun bisa di bilang minim ketika mencium. Kecupan di bibirnya seperti lumatan anak kecil mengemut lollipop. Mungkin Baekhyun belum paham benar seperti apa gaya ciuman yang menggairahkan birahi Chanyeol. Tapi pemuda ini bersyukur Baekhyun yang pemalu sudah berani bertindak sedikit agresif. Dan tentunya—membalas perasaannya.
Tanpa perlu pelajaran mengenai cara-berciuman-yang-benar. Chanyeol sudah mendominasi pagutan mereka. Bibirnya bergerak rakus melumat bibir atas dan bawah Baekhyun. Tangan kanannya yang bebas mengangkat paha si kecil. Juga menariknya mendekat agar Chanyeol bisa menggendongnya dengan mudah. Sementara yang mulai melemas mendesah merasakan getaran aneh di bawah perutnya.
Pipi Baekhyun memanas. Jantungnya berdebar. Bahkan keningnya terasa pening. Ini bukan tanda-tanda demam. Melainkan rasa gugup dan gairah yang berlipat-lipat ketika tangan Chanyeol mulai bergerak nakal menjelajahi punggungnya. Pria itu melepaskan ciuman mereka sepihak lalu menyerbu leher mulus Baekhyun tanpa aba-aba.
'Kenapa leher ini terus yang jadi sasarannya?' gumam Baekhyun terheran dalam hati.
"AHHH!" Baekhyun memekik ketika Chanyeol menyesap kencang lehernya.
"Yeol… Ahhh…" desahnya mencengkram erat belakang seragam Chanyeol.
"Ahhh…. Engghhh..."
Sebenarnya dia sendiri tidak mengerti kenapa akhirnya sang mulut mengeluarkan suara aneh sama seperti malam itu. Namun ini semua sangat nikmat. Baekhyun baru kali ini merasakan perasaan geli tertahan yang naik sampai ke ubun-ubunnya.
"Y—Ya! Chan—Apa yang kau sentuh?! Yaaa!" panik Baekhyun berteriak gelisah merasakan tangan Chanyeol menyentuh area privasinya.
"Hemhh?" hanya helaan nafas berat penuh gairah yang menjawab.
"Uhhh—Yeol! Jangan sentuh, kumohon…" rintih Baekhyun memelas.
Mata mereka bertemu. Wajahnya memandang Baekhyun yang memerah padam dan sangat berkilat akibat air kolam membasahi kepalanya. Libido Chanyeol jangan di ragukan lagi. Sudah naik hampir menyentuh ambang batas kesabarannya.
Seakan peduli pada jerit keputus asaan Baekhyun. Pria ini tetap melanjutkan. Dia berguman berkali-kali dalam hatinya meminta maaf karena dia sendiri sudah tidak tahan. Apalagi Baekhyun berteriak semakin keras merespon kecupan di lehernya dan remasan di bagian bawah.
Ouh, Chanyeol sungguh hebat membuat Baekhyun terangsang meminta lebih. Tangan Baekhyun kalap. Ikut mengusap-usap punggung Chanyeol dan menyisir pelan surai coklat gelap itu. Matanya terpejam frustasi akibat remasan Chanyeol yang sangat teratur. Perlahan-lahan sampai akhirnya dia merasakan zipper celananya hendak di tarik Chanyeol.
"Hyaaaa! Hentikan Park Babo!" saking gugupnya Baekhyun bertingkah heboh seperti seorang gadis yang nyaris di perkosa. Dia mendorong tubuh Chanyeol dengan sekali hentakan dan alhasil dirinya tercebur lagi ketika pegangannya terlepas dari pria itu.
Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun keatas sampai pria itu duduk di tepi kolam dengan tawa yang tidak lepas dari bibirnya. Air matanya sampai keluar melihat reaksi menggemaskan Byun Baekhyun. Kenapa pemuda mungil ini bisa sebodoh itu memberikan kesan heboh seperti gadis perawan? Apa hal-hal semacam ini belum pernah dia rasakan atau bahkan dia lakukan sebelumnya? Tentu saja Baekhyun itu masih polos Yeol. Dia tidak seperti dirimu!
"Chanyeol kau jahat! Jahat sekali! Aku hampir tenggelam lagi babo! Hiks.." marah si kecil sesegukkan. Ternyata dia sangat ketakutan sampai menangis. Chanyeol mengusap lembut kepala Baekhyun dari dalam kolam.
"Mian, Baekki-ya. Aigoo…. Lagipula kenapa kau malah mendorongku?"
"Ya! Kau mulai melakukan hal yang tidak-tidak! Sudah kubilang jangan menyentuhku!"
"Kau kaget dengan apa yang aku lakukan? Memang tadi aku menyentuh bagian tubuhmu yang mana?" ucap Chanyeol sok polos.
BLUSHHH!
Wajah Baekhyun memerah kembali. Dia memalingkan muka kearah lain. Tidak mau menatap wajah tebal Chanyeol. Menjengkelkan menurutnya. Mentang-mentang sudah resmi. Sekarang Chanyeol bisa menjamah Baekhyun seenaknya? Tentu tidak Yeollie~
"Baekhyun-ah" pria itu menoleh. Suara berat itu sangat penuh gairah. Membuat bulu kuduk Baekhyun merinding seketika.
"Aku—"
"Hatchiii!"
Mata Chanyeol membulat. "Kau… Flu?"
Baekhyun menggosok-gosok hidungnya dengan jari telunjuk. Kepalanya menggeleng lemah meski berlawanan dengan kondisinya saat ini. Chanyeol menghela nafas berat. Sial... Kali ini dia harus menahan hasratnya kembali. Tidak mungkin dia menerkam Baekhyun yang sedang sakit. Itu sangat tidak gentle!
Oh, Tuan Park. Sekarang kau tahu sikap sopan santun? Baguslah kalau begitu.
"Sebaiknya kau segera berganti baju. Kau pasti kedinginan. Ayo kuantar ke ruang kesehatan" tutur Chanyeol dan si kecil menggangguk.
.
.
.
Tiga bulan telah berlalu.
Setelah mencari tahu pelaku penindasan Baekhyun—Minah dan Yura sebelumnya. Chanyeol tentu tidak akan tinggal diam menghukum siapapun yang berani pada pria mungilnya. Meski Baekhyun sudah berkata bahwa dia telah memaafkan Minah tetap saja Ketua Park tidak mudah mengampuni yeoja itu.
Akhirnya keputusan final adalah Minah dan Yura di paksa bersimpuh di depan seluruh murid SM SHS sambil meminta maaf pada Baekhyun. Tidak hanya itu. Chanyeol bahkan menyuruh Minah untuk tidur dengan si playboy high class— Kim Jongdae. Yeoja itu memang tidak menolak namun sakit rasanya di paksa bercinta oleh orang yang kita sukai. Well, begitulah jadinya jika berurusan dengan Bad Boy kita. No mercy for all mistakes.
Chanyeol menyesakkan wajahnya pada sisi surai krem Baekhyun. Menghirup aroma shampoo si mungil dalam-dalam seakan tidak ada hari esok. Sementara Baekhyun tetap fokus dengan buku pelajarannya duduk di lantai pojok perpustakaan.
"Baby, kita sedang berdua disini. Jangan belajar" desah Chanyeol tanpa mau beranjak dari kepala si mungil.
"Hem" hanya gumaman singkat yang keluar dari mulutnya.
Baekhyun memang cuek jika sudah mengenal buku. Maklum dia murid berbeasiswa. Mau tidak mau dia harus belajar dengan giat meski kekasihnya sendiri adalah seorang cucu pemilik sekolah.
Oww, kabar menggembirakan! Hubungan Chanyeol dan Baekhyun sekarang telah resmi!
"Bagaimana kalau kita pergi makan setelah ini?" tanya Chanyeol di sebelah Baekhyun dengan senyum manis.
Pria itu menoleh terlihat berpikir. "Kajja! Kita ajak Sehun dan Luhan juga!" usulnya dan Chanyeol mendesah lalu mengangguk. Sekali lagi. Ajakan kencannya berakhir dengan double date. Kapan Chanyeol mendapat kesempatan bisa berduaan dengan si mungil ini?
Baekhyun melangkahkan kakinya keluar perpustakaan. Sudah lebih dari tiga jam dia disana dan Chanyeol telah pergi meninggalkannya ke toilet. Sebaiknya Baekhyun segera balik kekelas mengambil tasnya. Tidak lupa menjemput Sehun yang sekarang mulai menjadi penghuni dadakan ruang kesehatan.
Pria kecil ini membawa dua tas miliknya dan juga punya Sehun. Begitu sampai di depan UKS dia terdiam dengan wajah terkejut. Punggungnya segera merapat pada pintu UKS yang terbuka sedikit. Matanya terpejam meletakkan kedua tas itu di lantai. Kemudian mendekatkan telinganya pada pintu yang berkaca cukup buram.
Sial. Dia telah mendengar suara-suara aneh dari dalam sana. Baekhyun semakin penasaran apa yang Sehun dan Luhan lakukan.
"Ahhhhh" suara pekikkan terdengar.
Baekhyun meneguk ludahnya kasar. Tidak berapa lama tubuhnya terlonjak kaget ketika satu tangan menutupi matanya. Kepalanya menoleh cepat dan memukul tangan kekar itu. Chanyeol yang baru datang terlihat bingung dengan gerak gerik si mungil yang kembali merapatkan telinga pada pintu UKS. Tidak mendapat penjelasan. Pria jangkung itu penasaran lalu melakukan hal yang sama seperti kekasihnya lakukan.
"Maaf… Apakah sakit Luhan-ssi?" terdengar suara serak Sehun di dalam.
"Tidak. Aku tidak apa-apa kok. Teruskanlah" ucap Luhan yang diketahui juga ada di dalam UKS. Kemudian dia meringis pelan.
"Maafkan aku. Ini pertama kali aku melakukannya. Jadi aku tidak tahu apa benar di sini atau tidak. Apakah harus kuhentikan?"
"Tidak! Jangan. Kumohon jangan berhenti di tengah jalan" sahutan Luhan mengagetkan Baekhyun dan Chanyeol yang masih setia menguping.
"Tapi kau kesakitan Luhan-ssi"
Terdengar suara Luhan yang menghembuskan nafasnya lalu terkekeh pelan. "Tenang saja. Aku akan berusaha menahan rasa sakitnya"
Sehun mengangguk tanpa BaekYeol lihat dari luar. Jantung pasangan kekasih itu berdetak lebih cepat. Sedangkan Chanyeol meneguk ludahnya kasar. Dia sudah keringat dingin setelah tahu arah pembicaraan mereka dengan Baekhyun di bawahnya yang menunduk.
"Baiklah. Aku teruskan yah. Tahanlah sedikit Luhan-ssi"
Tidak berapa lama Luhan memekik kembali. Sehun mendesis bagai ular. "Apakah disini Luhan-ssi?"
DEG!
Jantung Chanyeol serasa mendapat hentakan. Matanya membulat hebat. Dirinya tercengang dengan kegiatan si kacamata dan saudaranya di dalam sana.
'What?! Mereka sedang melakukan seks?!' jeritnya dalam hati. Sementara Baekhyun mengkerutkan alisnya dalam.
"Emmhh… Ya. Kurasa disana" ucap Luhan terputus-putus.
Chanyeol sweatdrop. Badannya berbalik memunggungi tembok dengan cepat sedangkan Baekhyun menoleh heran padanya. Pemuda itu menutup mata dengan nafas tidak beraturan memegangi dadanya.
'Kenapa dengannya? Apa dia asma?' terka Baekhyun dalam hati.
"Kau kenapa?" bisik Baekhyun heran.
Chanyeol menggeleng lemah. Kemudian menolehkan kepala perlahan. Tatapan tajamnya menusuk bola mata Baekhyun. Membuat namja manis ini tersipu. Padahal sebelumnya dia ketakutan dengan tatapan Chanyeol. Dasar Byun Baek...
"Ahhh… Sakit Sehun-ahhh" desah Luhan sedikit keras.
"Aigoo sebetulnya apa yang mereka lakukan?" heran Baekhyun berbalik dan mendekatkan wajahnya didepan pintu.
BRAK!
Tubuh si kecil terkukung oleh tangan kekar di belakangnya. Kepalanya menoleh perlahan. Dia menemukan Chanyeol sedang menatapnya lebih sengit. Alisnya berkerut bingung.
"Ada apasih denganmu Yeol? Kenapa kau berkeringat?" sungut Baekhyun polos.
"Emhh.. Luhan-ssiii.. sepertinya susah masuk. Uhhh.." kali ini suara Sehun yang terdengar tertahan.
Sial! Si kacamata dan saudaranya benar-benar gila!
Apa benar mereka melakukan seks disekolah? Di UKS pula! Bahkan Chanyeol dan Baekhyun selalu gagal jika ingin melakukan hal itu. Terlebih karena otak Baekhyun yang sangat polos dan pria jangkung ini tidak tega merenggut keperjakaan Baekhyun. Padahal dirinya sendiri sudah sangat tidak tahan setiap melihat bibir merah Baekhyun yang berkilat. Sial sekali!
Chanyeol merasa harus memberi selamat pada Sehun setelah ini. Pasalnya Sehun telah berhasil mengagahi Luhan dan itu terbilang hebat untuk geeks seperti dirinya. Seorang Xi Luhan yang manis dan sempurna telah dimiliki si kutu buku—Oh Sehun. Benar-benar beruntung.
"Lebih dalam Sehun!"
"Aigooo.. darah keluar. Bagaimana ini Luhan-ssi?"
"Sudah teruskan saja"
"Tapi—"
"Selesaikan saja. Aku tidak apa-apa"
'Brengsek para bedebah polos di dalam! Mereka mendahuluiku!' geram ketua Park.
"Chanyeol" tiba-tiba si mungil membuka suara.
Chanyeol hanya mengangkat kedua alisnya dengan raut frustasi.
"Apa yang mereka lakukan sebenarnya? Kenapa berisik sekali?" tanya Baekhyun sambil mengigit bibirnya. Sebenarnya Baekhyun tahu. Hanya saja dia ragu dengan presepsinya.
Pria itu mendesah berat. Sebenarnya Chanyeol tidak ingin mengotori pikiran dia. Mau tidak mau dia harus mengatakan pada kekasihnya ini. Coba lihatlah mata sipit itu. Uhh, sangat menggemaskan!
"Mereka melakukan seks Baby" papar Chanyeol sambil menelan ludah dan Baekhyun melongo hebat.
"MWOYAAA?! SEKS?!"
Tanpa banyak bicara lagi Baekhyun menekan gagang pintu UKS dan Chanyeol panik di buatnya. Si kecil ini pasti akan mengganggu kegiatan mereka meskipun Chanyeol juga sudah sangat penasaran ingin melihat seberapa hebat Sehun menguasai tubuh Luhan. Ohh, kau benar-benar mesum Park Chanyeol!
"SEHUN! BERANI SEKALI KAU MELAKUKAN SEKS DENGAN LUHAN DISEKOLAH!" pekik Baekhyun histeris masuk tiba-tiba membuat Sehun dan Luhan terlonjak kaget.
"BAEKHYUN! CHANYEOL!" jerit Luhan dan Sehun serempak.
"KYAAAAHHH!"
.
.
.
TBC
Sehyun juga tau ini kepanjangan BANGET dan sebelumnya maaf update lama /bow.
Sehyun dari kemarin nunggu pengumuman univ. Finally! Sehyun masuk UNJ yehet ! ^^ *peluk BaekYeol
Omo! Apa ini HunHan? /pingsan.
NC-kah? Yahh sehyun memang menjanjikan itu kan? Jadi siap-siap saja haha.
Terus bakal ada chara baru dan chara di luar EXO so please do not bash! Okay? Sehyun pakai mereka di sini bukan buat di jelek-jelekin tapi karena sehyun emang fans mereka juga jadi ga kepikiran yang lain hehe~
And
Thank you so much buat Devrina eonni atas sarannya. Ngebantu banget! Jjang! Tapi sehyun masih bingung harus mulai dari mana flashback chanyeol. Mungkin next chap (?)
Anyways! Kalau readers juga punya saran tulis aja di PM/twitter sehyun/kotak biasa itu tuh/ di pesbuk [facebook] sehyun = Oh Han SeHyun yang foto profil-nya abang Luhan hehe~
Review? :D
