Annyeong!

Sehyun kasih WARN dichapter ini...

NO BASH for others Chara ya!

This is just Fanfiction. Sehyun hanya minjem Characternya selanjutnya semuanya milik orang tua masing-masing juga Tuhan YME!

YAOI! DLDR!

We Are One in Our Real EXO L Heart!

Enjoy!

.

.

.

.

.

-BaekYeol Area-


Baekhyun membuka matanya. Seberkas cahaya matahari mulai masuk melalui celah mata sipitnya. Tubuh Baekhyun terasa remuk. Pinggangnya terasa pegal-pegal dan tangan kekar yang melingkar di bagian perutnya menambah beban Baekhyun pagi ini. Namun beban itu terlalu membahagiakan hingga membuatnya tersenyum.

Semalam bagaikan sebuah mimpi untuknya. Chanyeol melamarnya meski tanpa acara peresmian semewah keluarganya. Tiba-tiba saja kekasih beringasnya ini telah menetapkan hati untuk meminta Baekhyun menjadi pendamping hidup Chanyeol nanti. Cincin yang mengalung dijari manis Baekhyun adalah simbol dan bukti utama lamaran kemarin malam.

Baekhyun masih tidak mempercayainya. Apalagi setelah Chanyeol melamarnya mereka melakukan seks yang entah mengapa melengkapi semua hal yang Tuan Park harapkan malam itu. Chanyeol memang sengaja melakukannya. Bahkan dia sempat berlatih beberapa kali didepan kaca dan berlaku bodoh hanya demi Baekhyun. Termasuk menahan laju degupan jantungnya agar tidak gugup. Oh, serta mentalnya jika Baekhyun berencana menolaknya.

Saat Chanyeol telah memantapkan hatinya malam itu. Tidak disangka diluar dugaan dirinya. Luhan bertungan dengan namja lain dipesta pertunangan Ayahnya. Sebetulnya Chanyeol hampir—ah tidak. Dia sudah sangat putus asa ketika mengetahui Luhan dilamar oleh Kim Minseok. Karena sudah dapat dipastikan Baekhyun akan meminta penjelasan pada Chanyeol yang sebenarnya juga tidak mengetahui apa-apa dibalik semua rencana Luhan.

Dan Oh Sehun… Pria berkacamata menyedihkan itu juga terkena imbas dari aksi Seulgi yang terbilang kejam.

Baekhyun memaku pengelihatannya pada langit-langit kamar Chanyeol. Senyumnya menghilang. Dadanya terasa sesak memikirkan nasib Sehun dan Luhan. Seharusnya kedua namja itu sudah berbahagia saat ini karena Sehun akan menyatakan perasaannya pada Luhan.

Namun… Mengapa Luhan justru bertunangan dengan pria lain? Baekhyun terus bertanya-tanya sampai kepalanya semakin pusing. Dia ingin Sehun bahagia seperti dirinya sekarang bukan rasa kebalikan yang Baekhyun alami. Tapi… Dimana keberadaan Sehun yang terpuruk saat ini.

Oh, astaga! Apa Sehun kembali pulang dengan selamat?

Baekhyun berusaha menggerakkan badannya menyamping hendak mengambil ponselnya. Tetapi pergerakan Baekhyun terhenti oleh lengan berotot yang menghalau kepalanya.

Ketua Park sudah bangun.

"Chan—"

"Aku tau yang ingin kau lakukan. Jangan!" titah pria bersuara baritone sedikit serak efek dari bangun tidurnya.

"Tapi Yeol… Aku tidak tahukeberadaan Sehun!" sungut Baekhyun dan Chanyeol tetap mengabaikan. Matanya terpejam seolah dia memang masih bermain dialam mimpi.

"Yeol.. lepaskan aku!"

"Diam Baek. Kau sungguh berisik" ucap Chanyeol sambil tersenyum.

"Aniii! Lepaskan aku Yeol! Sehun bisa saja saat ini berkeliaran di kota atau pergi ke klub malam sepertimu ah! Atau yang lebih membahayakan… Sehun pergi kejembatan sungai untuk bunuh diri! Andwae—!"

CHU!

Baekhyun melebarkan matanya. Chanyeol merendam suara jeritan Baekhyun dengan mulutnya. Baekhyun berontak. Dia mencoba mendorong dada bidang Chanyeol kuat-kuat. Namun usahanya tidak membuahkan hasil. Chanyeol menahan kedua tangan Baekhyun disisi kepalanya.

Dia mulai melumat dalam-dalam bibir Baekhyun saat pria itu semakin menolak pergerakannya. Bibir Chanyeol bergerak tidak beraturan membuat Baekhyun melemah dan membiarkan dirinya terlena dengan ciuman kekasihnya.

Nafas Baekhyun menjadi sangat tidak teratur terutama saat Chanyeol semakin lama semakin mengubah posisi menindih tubuh Baekhyun. Pria tinggi itu memeluk tubuh mungil dibawahnya. Merapatkan diri bagaikan kertas yang sudah diberi lem perekat sambil terus menyesap bibir manis Baekhyun. Lidah Chanyeol menerobos masuk dan membiarkan Baekyun mendesah teransang beberapa kali sampai wajahnya memerah padam.

"Mhhh.." Baekhyun melenguh dan memukul dada Chanyeol tiga kali. Memberi suatu kode agar Chanyeol mengerti bahwa dia sudah kehabisan nafas. Namun sekan peduli Chanyeol terus saja melumat, menjilat, menghisap bibir si mungil.

"Hahh… Ahh" desah Chanyeol dengan suara amat berat dominan sexy ketika melepaskan ciuman mereka perlahan.

Benang saliva menggantung diantara keduanya. Bola mata Chanyeol dan Baekhyun terpaku menatap satu sama lain. Tentunya memperlihatkan rona dipipi Baekhyun yang sangat tampak. Membuat Chanyeol tersenyum menggoda dan mendekatkan wajahnya kembali.

"Chanyeol aku harus mencari Sehun" cegah Baekhyun saat kekasihnya hendak menciumnya lagis.

Chanyeol tidak peduli. Pemuda itu malah memainkan bibir Baekhyun dengan cara menjilatnya sensual. Mengigitnya dan menarik bibir mungil itu seolah bibir Baekhyun adalah permen karet yang manis. Baekhyun mengeluh sakit namun tetap mengeluarkan ekspresi berdusta. Dia menikmatinya.

"Sudah kubilang jangan" bisik Chanyeol pelan.

"Apa maksudmu jangan?! Sehun itu temanku! Bisa saja terjadi sesuatu dengannya!" sungut Baekhyun kali ini dan Chanyeol menghentikan kegiatannya.

Chanyeol menatap malas Baekhyun. Tubuh mungil itu masih direngkuhnya dari samping. Sementara tangan Baekhyun menahan dadanya. Tidak berapa lama terdengar suara ketukan dan tanpa mendapat jawaban dari pemilik kamar. Pintu sudah terbuka.

"Tuan Muda. Anda memanggil saya?" ucap Leeteuk sopan sambil membungkuk.

"Ya. Laporkan padaku apa yang kau dapat!" titah Chanyeol angkuh.

Leeteuk menganggukkan kepala tanpa memandang majikannya.

"Tuan Muda Luhan dan Tuan Oh mereka berada disalah satu hotel mewah daerah Cheondamdong. Sekitar pukul sepuluh malam mereka meninggalkan kediaman Park dan menghilang dari acara pesta berdua. Sekarang masih diperkirakan mereka belum meninggalkan hotel sejak kemarin malam"

Jelas Leeteuk lalu mengangkat kepala memandang majikannya diranjang. Sedang memeluk tubuh naked Baekhyun yang membeku disamping dada Chanyeol.

"Lihat Baby. Sudah kukatakan kau tidak perlu khawatir. Luhan dan si kacamata baik-baik saja. Kau hanya perlu tidur dengan nyenyak disini" papar Chanyeol lalu mengecupi samping kepala Baekhyun.

Byun Baekhyun merasa ingin membenamkan wajahnya dibalik tong sampah manapun saat ini. Chanyeol benar-benar manusia idiot dan tidak tahu malu! Kenapa dia bisa sesantai itu memanggil butler-nya kemari dalam keadaan dirinya dan Baekhyun masih telanjang bulat diranjang? Oh, tidakkah hal ini ketelaluan?!

Baekhyun tidak bisa menjawab. Pipinya terlalu panas menahan malunya. Maka dia membenamkan wajah sambil mengigit bibir pada dada bidang Chanyeol. Pria jangkung itu tertawa melihat reaksi menggemaskan Baekhyun dan langsung menghujaninya kecupan-kecupan manis.

Leeteuk tersenyum. Chanyeol tertawa dengan begitu bahagia adalah pemandangan terbaik baginya. Sudah hampir delapan tahun Leeteuk tidak pernah melihat senyum itu lagi. Akhirnya pagi ini dia mendapatkannya. Pria berusia tiga puluh tiga tahun itu tersenyum memandang kemesraan pasangan bodoh itu.

Leeteuk berdehem sedikit menghilangkan canggung. "Apa masih ada hal yang ingin Tuan ketahui?"

"Ah, ya. Bagaimana dengan CEO Muda itu? Siapa namanya—em, Kim Minseok?"

"Tuan Kim Minseok tidak mencegah kepergian Tuan Luhan. Sepertinya beliau sangat sibuk ketika mendapat kabar untuk segera menghadiri rapat pemegang saham lima belas menit setelah acara pertunangan berakhir. Namun Tuan Minseok diketahui juga meminta anak buahnya mencari keberadaan Tuan Luhan." jelas Leeteuk kembali.

Chanyeol mengangguk paham. "Bagus. Terima kasih Leeteuk. Sudah. Kau boleh pergi. Aku masih ingin tidur" ucap Chanyeol lalu matanya beralih pada Baekhyun yang melotot padanya.

"Baiklah Tuan. Selamat bersenang-senang" balas Leeteuk lalu membungkuk cepat dan berjalan menuju pintu kamar Chanyeol sambil tersenyum menggoda.

Leeteuk tidak bohong. Setelah dia mengatakan itu Chanyeol segera menindih tubuh Baekhyun dan mencium bibir Baekhyun bernafsu. Dan tanpa aba-aba Chanyeol hanya mengatakan satu kalimat yang membuat Baekhyun terkejut mengeluarkan semburat merah dominan amarah.

"Baek, aku akan masuk, bersiaplah!"

"Chan— jangan kau berani mencoba—Ah!"

.

.

Luhan menatap kosong jendela putih yang bergerak diterpa angin. Mata rusa itu tidak berhenti memandang keluar dengan pikiran kosong. Bibirnya terkatup rapat. Cahaya dari matanya sedikit redup. Tidak ada seluas senyum yang terpajang disana. Wajahnya juga agak pucat akibat terlalu banyak menangis. Luhan terlihat berbeda dari biasanya.

Hembusan nafas hangat ditelinga kanan Luhan membuatnya bergidik dan menolehkan kepala. Tangan kurus yang melingkar diperutnya. Kulit yang bergesekan dengan si pria albino.

Luhan merasa nyaman.

Akhirnya sebuah senyuman mengembang dibibir Luhan ketika namja itu membalikkan badan mungilnya berhadapan dengan Oh Sehun. Mata pria kurus itu masih terpejam. Deru nafasnya terdengar sangat teratur membuat Luhan semakin tersenyum lembut merasakan hangatnya badan Sehun.

Luhan membawa tangannya untuk mengusap pipi Sehun. Pandangannya berubah menjadi sendu namun senyuman manis itu tidak pernah luntur. Memperhatikan wajah Sehun dengan tatapan cinta. Luhan mengusap pipi Sehun lembut. Kedua tangannya mencoba menghafal seluruh rangka pahatan manusia didepannya. Wajah Sehun saat sedang tertidur benar-benar tentram. Luhan amat menyukainya.

Tangan Luhan masih mengelus lembut pipi Sehun. Pria tu terlihat menikmati sentuhan Luhan dan tetap memejamkan matanya. Tiba-tiba saja Luhan melihat sebuah cincin melingkar dijari manisnya. Cincin berwarna emas itu membuat hatinya sukses mendapat hentakan keras. Bagaikan disadarkan dari alam mimpi. Luhan seketika kesulitan bernafas.

Dia teringat akan pertunangannya dengan Kim Minseok. Senyuman itu lantas menghilang dari bibir Luhan. Pria cantik itu terdiam cukup lama. Memorinya terus mengulang-ulang adegan dimana dia memantapkan diri untuk menyerahkan seluruh masa depan maupun kisah cintanya pada Minseok.

Sebenarnya Minseok pria baik. Bahkan dia sudah sangat mapan dan bertanggung jawab. Hanya saja Kim Youngmin—ayah Minseok terlalu licik memanfaatkan situasi terjepit itu. Alasan dibalik pertunangan Luhan dengan anaknya adalah siasat untuk dapat memiliki aset SM SHS. Karena itu Youngmin mengincar Luhan. Sehingga mau tidak mau saat ada masalah Baekhyun melanda Luhan harus mengorbankan sesuatu yang teramat dia sayangi.

Hal ini demi melihat Chanyeol bahagia. Sudah cukup dia selalu memandang Chanyeol yang berwajah muram. Jika Baekhyun tidak berada didekat Chanyeol siapa yang akan mengembalikkan senyuman sepupunya?

Luhan menundukkan kepalanya.

Dia menangis.

Luhan menarik tangannya dari wajah Sehun dan membalikkan badannya. Pergerakan Luhan sejak dia mengusap pipinya sudah diketahui oleh Sehun. Hanya saja pria albino itu ingin merasakan sentuhan hangat Luhan lebih lama. Sayang sentuhan itu saat ini sudah lenyap.

Sehun memeluk tubuh Luhan yang bergetar dari belakang. Luhan terisak. Dia mengangkat wajah saat tubuh Sehun beringsut keatas dan memeluknya lebih erat. Sehun mengecup kening Luhan lembut berusaha menenangkan pria tercintanya.

"Sehun-ah"

"Lu… Jangan menangis" pinta Sehun lalu mengecupi kepala Luhan sambil memejamkan mata.

Luhan menganggukkan kepala. Tangannya beralih pada leher Sehun dan menyembunyikan wajahnya disana. Sehun mengelus punggung ringkih Luhan. Hatinya sakit mendengar isakkan kecil si rusa. Sehun benci melihat Luhan menangis.

"Aku mencintaimu, Lu. Aku tidak akan meninggalkanmu… Maka dari itu berhentilah menangis. Aku mohon" ucap Sehun lembut ditelinga Luhan.

Sehun benar. Luhan berhenti menangis. Pria itu melepaskan pelukkannya pada Sehun dan langsung mencium bibir Sehun. Sehun memejamkan matanya. Alisnya berkerut dalam dan balas melumat dalam-dalam bibir manis Luhan. Mereka saling memagut satu sama lain. Sampai akhirnya Luhan duduk dipangkuan Sehun dan menarik wajah Sehun untuk berciuman semakin dalam.

Luhan tidak peduli. Dia menginginkan Sehun. Hatinya sesak dan dia ingin Sehun merasakannya juga. Pria bermarga Oh ini tidak sungkan untuk ikut merasakannya. Sehun mengeratkan rengkuhannya pada pinggang mulus Luhan dan merapatkan tubuh mereka tanpa celah. Ciuman mereka berhenti. Luhan menarik nafas dalam-dalam. Sehun dan Luhan bertatapan amat lekat.

Sehun tersenyum—atau lebih tepatnya menghembuskan satu nafas tawa. Sedangkan Luhan terdiam bingung. Sehun menyentuh pipi Luhan yang memerah padam. Dia mengecupnya sekilas membuat Luhan semakin merona.

Sehun ingat kemarin malam merupakan hal yang sangat canggung. Seks pertama mereka tanpa ikatan hubungan. Namun hanya melontarkan kalimat cinta saat Sehun terus menggerakkan miliknya didalam Luhan. Mengingat hal itu pipi Luhan memanas.

"Aku tidak menyangka kau seagresif ini Lu" canda Sehun berusaha membuat Luhan jengkel.

Luhan mempoutkan bibirnya. Dia tidak bohong kalau kepalanya terasa pusing dan mendidih nikmat akibat ciuman Sehun tadi. Luhan menginginkan lebih. Dia tidak berniat menjauh seinci pun dari Sehun saat ini.

Sehun tersenyum lagi lalu membawa kepala Luhan jatuh kedada polosnya. Luhan membenamkan wajah disana. Jantungnya berdegup kencang mendengar detakan jantung Sehun.

"Aku juga mencintaimu Oh Sehun" bisiknya kecil sambil tersenyum penuh kebahagiaan saat merasakan junior Sehun hendak memasuki hole-nya.

.

.

"Nona Seulgi. Kami sudah mendapatkan informasi yang anda butuhkan" ucap salah satu pelayan berjas hitam—anak buah Seulgi.

Yeoja cantik itu duduk manis pada sebuah kursi didekat jendela kaca besar yang mengarahkan matanya pada pemandangan kota Seoul dipagi hari. Suasana sedang berembun dan begitu sejuk. Meski semakin lama semakin menipis akibat memasuki bulan November. Namun Seulgi menyukai musim dingin. Baginya musim ini adalah pendukung dari segala rencananya.

"Bacakan!" titahnya cukup menuntut.

Butler itu mengangguk paham. Dia menjelaskan secara detail informasi yang baru saja dia dapatkan hanya dalam waktu semalaman. Tidak heran pelayan Seulgi dimana-mana begitu ahli dalam mematai targetnya secara cepat bak detektif handal.

Seulgi mengangkat sudut bibirnya mendengar kata 'klub malam' yang dijelaskan oleh butler-nya. Ternyata memang benar Baekhyun bekerja ditempat itu. Tidak salah juga Seulgi mempunyai otak cerdas yang selalu dapat dia andalkan.

Seulgi mengambil ponselnya. Dia men-dial nomer seseorang yang membantunya sejak beberapa minggu lalu. Dirinya benar-benar tidak sabar untuk segera melaksanakan apa yang ada dipikirannya. Semua rencana dadakan dapat dia jabarkan sedemikian cepatnya.

"Halo"

"Langsung saja aku tidak punya banyak waktu saat ini" ucap Seulgi cepat.

"Apa lagi kali ini?"

Seulgi tersenyum licik. "Beritahu aku alamat kediaman lama Byun Baekhyun"

.

.

Siang menjelang sore Baekhyun pulang menuju rumah. Ada dua alasan mengapa dia tidak diantar oleh Chanyeol. Pertama, monster seks itu kelelahan. Kedua Baekhyun telah membuat ibunya cemas semalaman. Dia tahu bahwa ibunya tidak bisa ditinggal sendiri terlalu lama. Meskipun terkadang Lay datang berkunjung sekedar membawa makanan untuk ibunya namun Baekhyun tetaplah anak kandung ibu Baekhyun satu-satunya.

Awalnya Leeteuk ingin mengantar Baekhyun. Tetapi pria mungil ini menolak halus dan berkata ingin pulang kerumah sambil berjalan kaki saja. Meskipun holenya sudah dibobol beronde-ronde kemarin malam sampai pagi oleh Chanyeol. Dia tetap tidak menghiraukannya. Lagipula Baekhyun adalah pembohong besar jika dia berkata tidak menikmati setiap sentuhan Chanyeol.

Sampai didepan pagar ponsel Baekhyun berbunyi. Melihat nomer asing yang tertera pada layar Baekhyun mengangkat panggilan tersebut terlebih dahulu.

"Yeoboseo?"

"Anakku! Apa kabar?"

DEG!

Jantung Baekhyun serasa berhenti berdetak. Dia tahu siapa suara menjijikan yang memenuhi ronga telinganya. Nafasnya tidak beraturan dan amarahnya memuncak. Sial! Pria tua ini mengapa bisa mendapatkan nomer teleponnya?

"Brengsek! Dari mana kau mendapat nomor ponselku?! Aku bukan anakmu lagi! Camkan itu seumur hidupmu!" gertak Baekhyun seketika.

Namun pria tua itu tertawa renyah. Ingin rasanya Baekhyun memukulnya sekarang juga. Kemana perginya si keparat yang telah seenak jidat bermain dibelakang ibunya dan mentelantarkan mereka?

"Jangan menghubungiku lagi pria tua!"

"Hey. Sabarlah Baekhyun. Begini-begini aku ini masih ayah kandungmu"

"Cih. Kau tidak lebih dari sebuah parasit!" ketus Baekhyun dan mengalihkan pandangannya.

"Nak. Ayah hanya ingin mengatakan sesuatu"

Baekhyun terdiam.

"Kau ingin mengatakan bahwa sekarang kau telah menghamili salah satu pelacurmu itu?" ucapan Baekhyun teramat dingin membuat Tuan Byun mengembangkan senyumnya. Anaknya sudah berubah drastis ternyata. Baekhyun menjadi lebih kasar dari sebelumnya jika berhadapan dengan ayahnya.

"Tidak, bukan itu. Ayah hanya ingin mengatakan terima kasih" papar Tuan Byun diselingi tawa.

Baekhyun mengerutkan alisnya.

"Untuk apa?"

.

.

Pria manis ini melangkahkan kakinya cepat kesuatu tempat yang dituju. Jantungnya bergedup lima kali lebih cepat dari biasanya. Dia bahkan tidak peduli saat hampir tertabrak mobil tadi. Baekhyun terus berlari seperti orang kesetanan. Dipikirannya hanya ada satu.

Ibunya.

BRAK!

"Eomma!" sahut Baekhyun yang telah mendobrak pintu klub malam milik ibunya dengan cukup keras.

Mata Baekhyun membulat. Tempat ini sudah nyaris tidak berbentuk. Beberapa sofa terhempas tidak karuan dan meja-meja yang biasanya tertata rapih dilempar kemana-mana. Panggung kecil didepan meja juga sudah pun ruang bartender tempat biasa Baekhyun bekerja. Pecahan botol itu berserakan membuat Baekhyun meringis kecil.

"Ada apa ini?" lirihnya.

"Oh kau sudah datang rupanya" suara seorang namja mengalihkan pandangan Baekhyun.

Mata Baekhyun semakin melebar melihat ibunya diseret oleh beberapa namja berbadan tegap. Tangan ibunya sedikit mengeluarkan darah. Mungkin akibat pecahan botol-botol alcohol itu.

"Eomma!"

"Baby!"

Baekhyun langsung berhambur memeluk ibunya yang menangis. Tangannya berusaha merengkuh pundak sempit ibunya yang bergetar. Dirinya sulit bernafas dan rasa takut menyelubungi hatinya. Baekhyun menatap tajam pada salah satu namja yang dia kenal betul sejak dulu. Mengapa dia tiba-tiba bisa ada disini dan menghancurkan sumber nafkah keluarga kecil Baekhyun?

"Daehyun! Apa yang kau lakukan?!" teriak Baekhyun pada Daehyun yang balas meresponnya dengan tawa.

Sebekas jahitan dipelipisnya terlihat. Itu pasti alasan mengapa dia tidak pernah mau menginjakkan kakinya lagi di SM SHS. Karena waktu itu Chanyeol yang telah menghajarnya habis-habisan. Dan dirinya cukup dipermalukan oleh kejadian tersebut.

"TIdak ada. Hanya menjalankan tugas seseorang dan juga…" Daehyun menghentikkan kalimatnya. Sudut bibirnya terangkat saat melihat mata Baekhyun yang berair.

"Mengambil alih klub malam murahan ini" papar Daekhyun dan Baekhyun terkejut.

"Apa maksudmu?!"

"Kau tidak tahu Byun Baekhyun? Ayahmu berhutang pada perusahaan ayahku dalam urusan berjudi setahun yang lalu. Bunga yang dia timbulkan sudah membengkak dan dia tidak sanggup membayarnya karena perusahannya ikut terancam. Jadi saat aku menelponya. Ternyata dia bilang kau dan ibumu masih mempunyai salah satu aset yang cukup untuk melunasi hutang-hutang ayahmu. Jadi, mau tidak mau Tuan Byun menjual klub ini pada ayahku" jelas Daehyun sambil bersedekap.

Bagaikan disambar petir. Baekhyun terdiam membisu. Baekhyun tidak percaya. Hatinya sungguh sakit. Pria tua brengsek itu mengapa sangat jahat menjual satu-satunya hak milik Baekhyun dan ibunya yang telah diberikan oleh salah satu sepupunya? Oh, ini sungguh tidak adil. Baekhyun sangat marah saat ini.

"Tidak! Kalian tidak boleh menyentuh apapun yang ada disini apalagi memilikinya! Keluar kalian sekarang juga brengsek!" maki Baekhyun sambil berdiri dan hendak memukul Daehyun.

Daehyun menangkis pukulan Baekhyun. Tangannya dicekal kuat oleh Daehyun dan ibu Baekhyun berteriak meminta Baekhyun untuk dilepaskan. Daehyun menatap lekat mata sipit Baekhyun yang tergenang oleh airmata. Dia mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan berbisik.

"Semua yang ada disini sekarang milik perusahaan ayahku. Terutama kau Byun Baekhyun"

Bola mata Baekhyun kembali melebar. Sendinya membeku. Dia tidak salah dengarkan? Apa maksud Daehyun?

"Benar. Ayahmu juga menjual dirimu pada keluargaku sebagai ganti hutang-hutangnya"

Baekhyun langsung duduk tersungkur. Pria mungil ini sangat shock. Tubuhnya benar-benar lemas dan dihempaskan langsung kelantai yang masih terdapat serpihan pecahan kaca botol. Tangannya berdarah karena menahan laju tubuhnya untuk jatuh semakin kebawah. Dia merasa tidak hidup. Merasa mati dan tidak berguna saat ini. Pikirannya kosong. Nafasnya tercekat kuat. Hatinya terasa nyeri hingga meloloskan satu airmata yang sedari tadi dia tahan.

Mengapa ayahnya begitu tega menjual dirinya pada orang lain?

Apa dia benar-benar manusia?

Daehyun tersenyum. Melihat Baekhyun yang sangat menyedihkan membuat dirinya merasakan aksi balas dendamnya telah terlaksana. Dulu dirinya sempat mengalami beberapa patah tulang. karena Chanyeol memukulnya. Sumber hal itu juga tidak lain adalah Baekhyun.

"Tenang saja. Kau akan kuberikan pada kakakku yang selama ini selalu memperhatikanmu. Hitung-hitung kau bekerja untuknya dan mendapatkan uang juga bukankah begitu?"

Baekhyun tidak menjawab. Dugaannya benar. Dia akan dijadikan pelacur oleh Daehyun. Memikirkan hal itu Baekhyun semakin menahan laju tangisnya.

'Chanyeol' batinnya dalam hati.

"Ayo berdiri! Kita tidak punya banyak waktu untuk melihatmu meratapi kehidupanmu yang menyedihkan Baekhyun. Kau mungkin memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini haha" cibiran Daehyun membuat Baekhyun marah.

Baekhyun berdiri dan memukul wajah Daehyun tepat pada pipinya hingga Daehyun oleng. Pukulan tangan Baekhyun memang tidak sekeras Chanyeol. Namun berhasil memberikan efek memar pada pipi Daehyun.

"Brengsek! Cepat bawa dia!" perintah Daehyun dan ibu Baekhyun berteriak.

Baekhyun meronta saat ditarik paksa. Kakinya bergerak kesana kemari berusaha menendang namja berbadan tegap yang memegangnya. Tangannya memukul tidak kenal arah. Pria mungil ini berusaha melarikan diri tapi ketika Daehyun mengancam akan menjadikan ibu Baekhyun sebagai ganti dirinya Baekhyun berhenti meronta. Baekhyun berhenti memberontak lalu pada akhirnya tengkuk Baekhyun dipukul amat keras membuat pria manis itu langsung terjatuh kelantai tidak sadarkan diri.

Meanwhile

Chanyeol terbangun ketika jam menunjukkan pukul stengah enam sore. Tidur selama tujuh jam setelah melakukan seks benar-benar memulihkan tenaganya. Pria bermarga Park itu tersenyum dan menoleh kesamping.

Tidak ada Baekhyun disana.

Chanyeol terheran dan melihat kesekeliling kamarnya.

"Baek"

Panggilnya namun tidak ada sahutan balik dari arah kamar mandi. Dia berpikir pasti Baekhyun pulang. Kekasihnya itu benar-benar anak yang sayang orang tuanya. Chanyeol tau dirinya sudah keterlaluan membiarkan Baekhyun bermalam disini tanpa memberi kabar pada ibunya.

Tangan Chanyeol beralih ke nakas dan segera mengecek ponselnya.

Ketua Park merenggut lalu mendudukan tubuh toplessnya. Dia mengusak rambut tidak beraturan dan perasaannya kesal.

Tidak ada pesan masuk dari Baekhyun.

"Sial! Kemana si pendek itu pergi?! Kenapa dia tidak memberi kabar?!" Chanyeol mengumpat sendiri bak orang stress.

Tidak berapa lama sebuah pesan masuk muncul diponselnya. Nomor asing sama sekali tidak menarik perhatiannya. Namun dia tetap membuka notifikasi tersebut. Membacanya perlahan hingga alisnya berkerut dalam.

'Baekhyun bukan pria baik. Dia hanya akan mengecewakanmu Park Chanyeol'

"Cih. Seulgi" tebaknya final.

Bersamaan dengan itu suara dering telpon berbunyi. Chanyeol mengerutkan alisnya lagi. Nomor asing lagi. Tapi kali ni berbeda. Chanyeol mencoba menghiraukan telpon iseng Seulgi. Pikirnya yeoja itu memang sudah gila karena masih terus mengejar dirinya. Chanyeol merebahkan tubuhnya kembali sambil menutup mata.

Dering ponsel kembali terdengar.

Pria jangkung itu menggeram kesal. Dia menyambar ponselnya kasar dan menggeser icon warna hijau.

"Apa?!"

"Chanyeol-ah…" suara pilu seorang wanita menyadarkan dirinya.

"Siapa ini?" tanya Chanyeol lebih lembut.

"Baekhyun…" lirih wanita itu.

"Eomma?" terka Chanyeol dan ibu Baekhyun mengangguk tanpa bisa terlihat oleh Chanyeol.

"Tolong Baekhyun, Chanyeol-ah" isak Ibu Baekhyun.

Chanyeol terkejut. Mata tajamnya melebar. Mengapa ibu Baekhyun menangis? pasti ada sesuatu yang tidak beres disini.

"Ada apa dengan Baekhyun, eomma?" cemas Chanyeol, suaranya sedikit menuntut.

"Baekhyun dibawa pergi secara paksa oleh sekumpulan namja. Selamatkan Baekhyun, Chanyeol-ah!"

.

.

Chanyeol tiba di klub malam ibu Baekhyun. Tempat itu begitu mengenaskan dan membuat amarah Tuan Park semakin memuncak setelah melihatnya. Ibu Baekhyun masih saja menangis sementara Lay terus mengusap pundaknya. Berusaha menengangkan wanita paruh baya itu.

Chanyeol tidak berhenti menatap lantai sambil memikirkan kondisi Baekhyun. Chanyeol hanya mengetahui satu nama dibalik semua tindakan brengsek ini.

Kang Seulgi.

Otak Chanyeol mendidih mendengar isi kepalanya menggumamkan nama tersebut. Dia sangat marah. Chanyeol bahkan tidak habis pikir jika Seulgi—memang dalang yang melakukan hal ini. Hanya beralasan untuk berusaha menyingkirkan Baekhyun.

Keparat! Itu benar-benar keterlaluan.

Beberapa orang suruhan Chanyeol mulai datang cukup terburu-buru bersama para penguasa sekolah. Kai dan Kris terlihat terengah-engah sedangkan Chen melihat ke sekeliling.

"Tempat ini... Bukankah kita pernah bermain kesini?" terka Chen dan Kai mengangguk.

"Aku tidak menyangka tempat ini milik Byun Baekhyun" timpal Kai.

"Chanyeol apa kau sudah menemukan dimana Baekhyun berada?" Kris bertanya sambil menepuk pundak Chanyeol.

Kris tau. Adik barunya itu sedang sangat marah. Chanyeol yang diam dan bersikap tenang adalah Chanyeol yang paling menakutkan. Lihatlah kepalan tangan yang membuat buku-buku jarinya memutih. Ekspresinya memang tidak terelihat kesal. Tapi jika ada yang menyulut gas tersebut sebuah api akan timbul membakar semuanya.

"Chanyeol. Sebaiknya kau tenang. Apa Leeteuk sudah kau suruh mencarinya?" tanya Kris pelan.

Chanyeol mengangguk. Kris menghela nafas lalu menyuruh Kai juga Chen keluar dari Klub tersebut. Namun Chanyeol malah berjalan mengarah pada ibu Baekyun yang sedang terisak ditangga kecil sebelah bar.

Chanyeol berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan ibu Baekhyun. Lay yang melihatnya segera menyingkir. Memberi Chanyeol waktu bersama ibu Baekhyun. Wanita berusia empat puluh dua tahun itu mengangkat wajahnya. Hati Chanyeol berdenyut ngilu melihat wajah cantik Ibu Baekhyun begitu lemah dan terluka.

"Hiks... Baekhyun... Anakku... Tolong selamatkan dia Chanyeol. Hanya Baekhyun yang eomma punya di dunia ini..." lirih Ibu Baekhyun tersedu-sedu.

Tuan Park menyunggingkan senyuman sendu. Chanyeol menggenggam tangan Ibu Baekhyun dan mengecupnya lembut. Hatinya semakin sakit mendengar calon mertuanya sangat sedih mengkhawatirkan anaknya. Chanyeol juga merasa bodoh karena tidak bisa melindungi Baekhyun.

"Tenanglah eomma... Chanyeol akan membawa Baekhyun pulang kembali. Chanyeol berjanji. Tunggu saja!" ucap Chanyeol penuh ketegasan namun suaranya sangat lembut. Dia berusaha keras untuk membuat Ibu Baekhyun berhenti bersedih.

Ibu Baekhyun mengangguk. Lelehan airmata dia usap perlahan. Seulas senyum lemah dia tampilkan untuk Chanyeol. Chanyeol balas tersenyum lalu mengecup tangan wanita itu sekali lagi.

"Berhentilah menangis eomma" pintanya.

"Chanyeol!" sahutan Luhan mengalihkan pandangan Chanyeol.

Luhan datang bersama Sehun. Chanyeol berdiri perlahan dan tiba-tiba Luhan segera memeluknya erat. Tubuh jangkung itu terdiam. Luhan mengerti bagaimana kondisi Chanyeol jika sesuatu yang dicintainya direnggut oleh orang lain. Dan beruntung saat diberi kabar, Luhan belum mendengar Chanyeol mematahkan tulang siapapun.

"Lu. Kau semalam kemana?"

Luhan terkekeh samar dengan mata tertutup. Chanyeol sudah rusak. Dia kenal betul sepupunya ini. Chanyeol tidak perduli pada kegiatan yang orang lain lakukan. Namun bisa-bisanya Chanyeol masih menghawatirkan Luhan disaat genting seperti ini meski suaranya terdengar sangat datar. Padahal dia pun sudah tahu keadaan Luhan yang sebenarnya.

"Mianhae... Semalam aku bersama dengan Sehun"

Tidak ada jawaban dari Chanyeol.

Luhan melepaskan pelukannya. Mata rusa itu menatap Chanyeol serius. Menyalurkan kekuatan untuk sepupunya tercinta. "Aku akan membantumu menemukan Baekhyun" ucap Luhan.

Chanyeol hanya diam.

"Tidak perlu. Lebih cepat mematahkan leher yeoja itu sekarang juga"

.

.

.

Baekhyun mencoba membuka matanya. Kepalanya berdenyut-denyut merasakan sakit seperti terbentur sesuatu. Tubuhnya tertidur menyamping dan pandangannya masih memburam. Sekitarnya tidak terlihat jelas. Namun Baekhyun sadar dia berada didalam sebuah ruangan.

Baekhyun berusaha bangun. Tapi itu tidak bertahan lama karena tubuhnya jatuh kembali. Tangannya terikat dibelakang punggungnya. Dia juga melupakan rasa perih ditelapak tangan akibat pecahan beling di bar.

Bar?

Astaga, bagaimana dengan tampat itu. Dan...

Ibunya.

"Akhhh..." ringis Baekhyun.

Rasa pusing sekejap menjalar dikepalanya. Tubuhnya sangat lemas. Tentu saja, dia belum makan sedari tadi. Tapi itu bukan hal penting. Baekhyun tetap berusaha menormalkan pandangan mata. Lehernya berputar kesana kemari meniti siap sudut ruangan.

Hanya ada tempat tidur, nakas kecil, kursi, meja, kaca, dan juga jendela. Kamar ini sangat kecil dan lembab. Gelap akibat cat bernuansa abu-abu yang mendominasi ruangan. Baekhyun menundukkan kepalanya.

Dimana dia berada saat ini?

Baekhyun tersungkur lemas. Dia teringat akan Chanyeol. Kekasihnya pasti sudah bangun dan sedang mencarinya. Baekhyun tidak suka ketika Chanyeol begitu khawatir pada dirinya. Dia selalu merasa bersalah jika hal itu terjadi.

"Chanyeol..." panggilnya seolah suaranya sampai pada Chanyeol.

Tiba-tiba suara kunci dari arah pintu terdengar. Dua bunyi slop putaran kunci itu memecah keneningan. Tidak berapa lama pintu terbuka. Menampilkan sosok namja tinggi berbalut jas kulit berwarna hitam. Pria tersebut sangat tinggi. Langkahnya tegap dan seulas senyuman tidak berhenti terpampang dibibirnya.

Mata sipit Baekhyun sontak membulat menyadari siapa namja itu. Tubuh Baekhyun beringsut mundur. Dia ketakutan. Seseorang yang selalu dia hindari mengapa bisa muncul disini sekarang juga? Ohh, ini sungguh mimpi buruk bagi Baekhyun.

Namja itu mulai berjalan kedalam, mencoba mendekati Baekhyun. Sementara suara ketukan heels mengikutinya dari belakang. Mata Baekhyun semakin melebar melihat siapa yeoja dibelakang namja brengsek itu. Dia sudah bisa menduga dalang dari semuanya.

"Seulgi!" teriak Baekhyun penuh amarah.

Yeoja itu mengintip Baekhyun dari balik punggung si namja sambil berakting ketakutan. Perlahan Seulgi tertawa membuat Baekhyun semakin naik pitam. Baekhyun hanya bisa berbaring menyamping dengan lemah saat ini.

"Aihhhh Byun Baekhyun nasibmu sungguh sangatt menyedihkan~" goda Seulgi lalu berjalan mendekati Baekhyun.

Seulgi menarik tubuh Baekhyun dan memaksanya duduk. Baekhyun meringis kecil. Tubuhnya seakan remuk total. Mengapa dia merasa sangat lemah juga tak berdaya?

"Kau tahu? Tadi aku menyuruh orang menyuntikkan sesuatu padamu. Hanya sekedar membuatmu berhenti berulah. Tenang saja itu bukan obat buruk"

Paparan Seulgi membuat Baekhyun kembali melebarkan matanya. "Sialan! Lepaskan aku Seulgi!"

Seulgi pura-pura terkejut dia menutup mulutnya sambil menyeringai. Tangannya beralih mengusap pipi mulus Baekhyun dan berhenti pada dagu Baekhyun. Mata kucing itu menatap tajam pada wajah si mungil. Baekhyun segera mengelak memalingkan wajahnya.

"Sudah puas semalam kau bercinta dengan kekasihku?" sinis Seulgi dan Baekhyun tidak terkejut.

"Chanyeol bukan kekasihmu. Dia adalah kekasihku" tegas Baekhyun.

Seulgi marah mendengar ucapan Baekhyun. Tangannya terangkat tinggi. Dia langsung menampar Baekhyun cukup keras. Sudut bibir Baekhyun mengeluarkan darah dan pipinya memar. Baekhyun tetap tidak gentar. Dia kembali memandang Seulgi tidak kalah tajam.

"CHANYEOL ITU MILIKKU DASAR KALIAN SAMPAH TIDAK BERGUNA! MENGAPA KALIAN SEMUA TIDAK MENGERTI?!" jeritnya kalap.

'Kalian?' Baekhyun bergumam.

Tiba-tiba Seulgi menarik kerah Baekhyun kasar. Dia melempar tubuh Baekhyun asal meski dia sendiri tidak begitu kuat melakukannya. Seulgi mulai menendang kaki Baekhyun dan menjambak rambut Baekhyun memaksanya untuk kembali duduk.

Seulgi menjatuhkan tubuhnya menumpukan lututnya dan duduk sejajar dengan Baekhyun. Lelehan airmata mulai jatuh membasahi pipinya. Yeoja cantik ini benar-benar menyeramkan. Sikapnya yang aneh tidak kenal ampun membuatnya semakin meyakinkan bahwa dia seorang psikopat.

"Dulu... Dia berani mengambil Chanyeol. Sekarang KAU!" teriak Seulgi dan Baekhyun mengeryit heran.

"Siapa maksudmu?"

"Hah! Kau benar-benar menyedihkan! Kau bahkan bersahabat dengan mantannya kekasihmu sendiri Baekhyun!"

'Mantan kekasih Chanyeol?' batin Baekhyun berusaha mencerna ucapan Seulgi dikala rasa memar dipipinya.

"Kau tidak tahu siapa mantan Chanyeol yang seluruh harta kekayaannya telah hilang karena dia berani mengambil Chanyeol dariku?" tanya Seulgi sambil tertawa disela tangisnya.

Baekhyun terdiam. Jantungnya bergemuruh cepat. Entah mengapa dia ingin membuang jauh-jauh presepsinya namun dia kehilangan akal. Jawabannya sudah pasti...

"Do Kyungsoo. Ya! Do Kyungsoo salah satu putra pemilik perusahaan terkenal di Korea. Dia adalah kekasih Chanyeol dulu dan dia telah menerima balasannya! Sayang sekali setelah mereka putus dan namja brengsek itu hampir jatuh miskin. Kai dengan rela membantunya bahkan bertunangan dengannya. Dia memang pria bodoh. Mau saja termakan omongan palsu Kyungsoo. Aku yakin pria brengsek itu hanya mencari simpati namja lain seperti halnya dirimu Baekhyun!" ungkap Seulgi.

Baekhyun masih tidak percaya. Selama ini dugaannya benar. Pantas saja jika bertemu dengan Kyungsoo, Chanyeol pasti akan mengelak. Ternyata dulunya mereka adalah kekasih sampai akhirnya Seulgi datang menghancurkan segalanya.

Seulgi benar-benar keterlaluan.

Baekhyun mengangkat wajahnya yang penuh luka. Kepalanya sedikit pusing dan dia semakin geram. Seulgi mulai berdiri dari tempatnya sambil menatap Baekhyun penuh keangkuhan. Hati Baekhyun memanas. Dia sungguh tidak percaya bahwa Seulgi berani melakukan hal itu pada sahabatnya sendiri. Bahkan Chanyeol seseorang yang amat dia cintai.

"Jangan coba-coba kau berani menyakiti Chanyeol lagi Seulgi! Dia pantas mendapatkan kebahagiaannya sendiri! Jika dia tidak mencintaimu berarti kau tidak pantas untuknya! Apa kau tidak bahagia melihat seseorang yang kau cintai bahagia? Kau telah merusak hubungannya dengan Kyungsoo. Mengapa kau bisa sejahat itu—Akh?!"

Seulgi merendahkan punggungnya lalu menjambak surai krem si mungil.

"Dengar Byun Baekhyun! Dia adalah kebahagiaanku! Dan jika aku tidak bisa memilikinya maka orang lain tidak akan bisa! Jangan kau kira aku tidak segan-segan untuk melakukan perbuatan jahat kepadamu! Aku sudah pernah berhasil menyingkirkan si namja sialan itu sekarang saatnya kau yang akan kuhabisi! Akan kubuat kau menyesal telah berhubungan dengan Park Chanyeol!" ancam Seulgi namun Baekhyun tetap tidak bergeming.

Seulgi berdiri tegap. Dia memberikan seulas senyuman licik pada Baekhyun. Baekhyun masih menatap sengit Seulgi. Perasannya begitu campur aduk setelah mengetahui semuanya.

"Dan kebahagiaan Chanyeol sekarang akan ku rusak kembali karna dia masih tidak bisa kumiliki..." lirih Seulgi dengan wajah sedingin es.

Yeoja itu berbalik dan berjalan kearah pintu. Namun langkahnya berhenti. Seulgi kembali terkekeh kecil. Seulgi kembali merubah mood-nya. Dia memang sangat menyeramkan.

"Oppa. Nikmati Byun Baekhyun selagi kau bisa" ucapnya pada namja disebelah pintu.

Namja itu tersenyum kearah Baekhyun yang membeku ditempat. Tatapan sinis Baekhyun lemparkan padanya. Pria itu berjongkok didepan Baekhyun dan mengelus lembut pipi Baekhyun yang baru saja ditampr Seulgi.

Baekhyun membuang muka dengan gerakan kasar.

"Masih mengingatku Byun Baek?" tanyanya sambil tersenyum.

Baekhyun diam. Dia tidak sudi menjawab pertanyaan seseorang yang dulu nyaris merenggut keperjakaannya. Dia tahu betul watak orang ini dan Baekhyun sungguh membencinya.

"Kukira kau sudah mati" desis Baekhyun.

"Hahaha tentu tidak. Jadi sekarang kau berpacaran dengan Chanyeol? Aku tidak menyangka sejak kau meninggalkanku kau menjadi sangat pemberani"

Baekhyun tertawa menyindir. "Ternyata kau bersekongkol dengan Seulgi juga Daehyun?"

"Tidak juga. Daehyun adalah adikku. Kau melupakan hal itu?"

"Untuk apa aku mengingatnya? Aku bahkan tidak ingin bertemu denganmu lagi!" sinis Baekhyun tanpa menatap namja itu.

"Seulgi memberitahukan padaku soal dirimu. Kau tidak berubah. Masih cantik seperti dahulu hanya saja sekarang lebih suka memberontak"

"Diam kau brengsek!" sahut Baekhyun dan namja itu malah mencengkraman dan mencium pipi Baekhyun tiba-tiba. Baekhyun memberontak. Dia tidak menyukai sentuhan menjijikan pria ini.

"Hentikan! Lepaskan aku Bang Yongguk! Dasar kau bajingan!"

Namja bernama Yongguk itu tersenyum.

"Tidak. Seperti yang dikatakan Seulgi, Baekhyun. Aku juga akan mengambil apa yang telah pergi dulu. Kau tahu aku masih mencintaimu apalagi tubuhmu dan kali ini tidak akan ada penolakkan lagi Baek!"

Baekhyun terus memberontak saat Yongguk menggendong tubuh Baekhyun dan menghempaskannya kearah ranjang. Yongguk langsung menindih tubuh Baekhyun. Kedua tangan kurus itu dicekalnya kuat.

"Andwae! Hentikan Yongguk! Lepaskan aku!"

"Berteriaklah sesukamu Baek. Aku tetap tidak akan melepaskanmu" bisik Yongguk.

Baekhyun masih berusaha melawan. Namun tubuhnya terlalu lemas. Dia memalingkan wajah kearah jari manisnya. Memperlihatkan cincin manis pemberian Chanyeol. Baekhyun mulai menangis dan terus menggumamkan nama Chanyeol berkali-kali.

'Chanyeol... Tolong aku!'

Seulgi masih berdiri dibalik pintu. Kedua tangannya terlipat dibelakang punggungnya. Kepalanya menunduk dalam. Dia meneteskan sebuah airmata. Mata kucingnya menatap lurus kearah lorong gelap disana.

"Park Chanyeol... Maafkan aku. Setidaknya rasakan sakitnya perasaanku ketika mengetahui kau telah bercinta dengannya" lirih Seulgi lalu berjalan menjauh.

.

.

.

Chanyeol menggebrak salah satu pintu apartemen mewah dikawasan Cheongdamdong. Pemilik apartemen itu kaget dan segera berdiri dari sofa mewahnya. Sebuah senyuman terulas dibibir gadis itu dan dia segera berhambur kearah Chanyeol yang sedang menahan amarahnya.

"Langsung saja katakan padaku dimana kau menyekap Baekyun?!" gertak Chanyeol membuat Seulgi berhenti dihadapannya.

"Baekhyun? Apa maksudmu?"

"JANGAN PURA PURA BODOH KANG SEULGI! AKU TAHU KAU YANG MENCULIK BAEKHYUN!" amuk Chanyeol dan langsung menghempaskan Seulgi kesofa panjang.

Seugi terkejut. Chanyeol yang membentaknya benar-benar terlihat marah. Dia memasang wajah biasa seolah bukan dia pelaku perbuatan keji itu. Seulgi bersandar disofanya dengan tenang. Gadis cantik itu bersedekap. Mata kucingnya diarahkan pada Chanyeol yang sudah sangat naik pitam.

"Tuan Park. Kau tidak punya bukti. Jangan menuduh sembarangan" ucapnya manis.

Rahang Chanyeol mengeras. Tentu yeoja ini tidak mau mengaku. Namun benar juga perkatannya barusan. Dia tidak punya bukti bahwa Seulgi pelakunya. Oh, ayolah! Semua tahu kalau Seulgi sebegitu ingin menyingirkan Baekhyun. Bukti apa lagi yang perlu dia berikan?

"Fuck! Brengsek!" umpat Chanyeol dan segera berbalik.

Seulgi buru-buru kembali berdiri. Gadis cantik itu menahan tubuh Chanyeol berjalan semakin menjauh. Kabut ambisinya memenuhi seluruh hati maupun otaknya. Seulgi mendorong tubuh Chanyeol hingga pemuda itu terhempas kearah sofa.

Gadis itu mengunci pergerakan Chanyeol dengan cara duduk dipahanya dan segera menyambar bibir Chanyeol penuh nafsu. Chanyeol terkejut. Dia menahan pinggang ramping Seulgi yang terus melumat bibirnya. Wajah Chanyeol terkurung oleh tangan Seulgi yang bersikeras menahannya.

Api didalam tubuh Chanyeol semakin tersulut. Dia membalikkan tubuh Seulgi dan mulai menindihnya. Seulgi tersenyum penuh kemenangan. Dia berpikir Chanyeol akhirnya membalas ciumannya. Namun salah. Chanyeol malah mencekik leher Seulgi cukup kuat hingga gadis itu merintih kesakitan.

"Chan... akhhh.."

"Sampai kapan kau akan berhenti bermain-main?" bisik Chanyeol dengan nada menyeramkan.

"Akkhh..."

"Dengarkan aku Seulgi. Aku akan semakin membencimu sampai aku mati jika kau berani menyentuh Baekhyunku dengan tangan kotormu. Camkan kata-kataku ini!" ancam Chanyeol, suara bariton itu menusuk rongga pendengaran Seulgi.

Seulgi terdiam. Dia sangat shock. Mata kucing itu membulat. Dia tidak ingin Chanyeol membencinya sampai mati. Tidak!

Chanyeol melepaskan Seulgi yang terbatuk-batuk menghirup oksigen.

"Kau beruntung aku tidak membunuhmu saat ini juga" desis Chanyeol yang sudah berjalan kearah pintu.

Seulgi terduduk. Kepalanya menunduk dalam sambil memegang dadanya. Hatinya telah hancur. Matanya memanas. Jantungnya bergemuruh kencang. Sebutir cairan bening lolos begitu saja. Perasaan itu mulai datang lagi. Seulgi memang sangatlah aneh. Entah mengapa dia terlihat sangat ketakutan sampai-sampai tubuhnya gemetaran.

Dia bagaikan yeoja lemah saat ini.

"Chanyeol tidak boleh membenciku..." bisiknya kecil.

Seulgi buru-buru mengambil ponsel yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Dia segera mendial nomor seseorang—Bang Yongguk.

"Yongguk Oppa! Bawa Baekyun pergi dari Seoul sekarang juga! Habisi dia!" jeritnya frustasi.

Meanwhile

"Chanyeol. Kita berhasil menyadap ponsel Seulgi. Aku tahu dimana Baekhyun berada" ucap Luhan bersemangat yang telah menemukan lokasi orang yang ditelpon Seulgi tadi.

Seulgi tidak mengetahui bahwa saat Seulgi mencium Chanyeol dia sempat menempelkan penyadap kecil dibalik ponsel Seulgi. Kai, Chen, Kris dan Sehun segera bergegas. Sementara Chanyeol masih berdiri sambi menatap cincinya.

'Tunggu aku Baek. Aku akan menyelamatkanmu'

.

.

.

.

TBC

Jeng Jenggg~

Maaf sehyun telat lagi updatenya yang penting kan update hehe. Sehyun gatau kenapa sibuk mulu. Ada tugaslah, acara kampuslah, dan yang paling SEDIH Sehyun ga bisa ikut event CIC huweeee... T0T *curhat*

Semua karna UAS ! Ya... apa boleh buat.. doakan saja IPK pertama Sehyun tinggi ya aamiiin... :')

Ekhem! *tarik napas dalem dalem*

Sehyun udah ngasih peringatan diatas dan sehyun yakin kalian pasti bakal ngehujat sehyun dichapter ini muehehe.. hikss... *ngumpet dibalik ketek luhan* Sehyun ga bermaksud bikin baekki umma tersiksa T^T *peluk baeki umma* Tapi gapapa yah mak sekali-kali ehe *digamparin cb shipper*

FF ini mungkin bakal abis bentar lagi(?) entahlah ._.

Dan HAHA siapa yang udah lihat Return of The Superman?! Itu yang buat sehyun ngefeels bangett! Dan sehyun rasa semua CB Shipp udah ga bernyawa liat itu haha. ChanBaek Shipper harus bangga umma appa saling nyuap-nyuapin sojun soeun tapi kenapa aku ga disuapiiinn? *nangis jongkok mojok*

Sehyun berterima kasih sebesar-besarnya buat yang udah ngefav, ngefollow, silent readers ayo tobat mau puasa(?) juga yang ngereview dari awal sampai akhir dan yang panjang banget kek mau pidato astaga sehyun bener-bener hargain kalian semua! Maaf ga bisa disebut satu-satu hiks..

I LOVE YOU ALL :* :* :* {}{}{}

Buat yang minta HunHan NC? Maaf Sehyun ga bisa kabulin T^T kita skip aja ya Sehyun ga bisa nulis ff Luhan terlalu menyakitkan ehe canda... :'D

Nanti sebagai gantinya masih ada NC ChanBaek huehehe~ *byuntae akut keluar* konfliknya dipastikan selesai next chap ko

So mind to Review?

Yehet! XD