My Rival Is My Best Friend

.

.

.

Suasana menjadi hening, mereka larut kedalam pikiran masing-masing sampai Suga menghancurkan suasana hening tersebut dengan ucapannya yang membuat Taehyung menatapnya tajam

"Jungkook-ah, apa kau pernah merasakan membenci sahabatmu sendiri?"

"Tidak, aku tak pernah bisa membenci semua sahabatku karena sahabatku bagaikan permata yang mahal jadi aku akan menjaga sekuat tenagaku untuk melindunginya dan jika mereka terluka maka aku akan jauh lebih terluka dari mereka"

"Benarkah ?, jika kau mengetahui sahabatmu sendiri membencimu" pertanyaan Suga dengan spontan membuat Jungkook terdiam dan Taehyung semakin berpikir bagaimana untuk mengalihkan topik

"Ah .. Kenapa kita membahas ini bukankah kita sahabat? Kita tidak seharusnya membenci satu sama lain" ucap Taehyung berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka

"Aniya, aku tak akan membenci mereka karena bagaimanapun mereka telah mengisi hari-hariku dengan kenangan indah bahkan jika aku harus mengganti nyawaku sendiri demi rasa sayang mereka terhadapku maka aku akan melakukannya, dan jika mereka memyuruhku pergi maka aku akan kembali dan memeluk mereka dengan kedua tanganku sendiri meskipun kata orang itu tak mungkin "ucap Jungkook tegas

"Bagaimana jika orang yang membencimu ad .."

"Aish .. Sudahlah kenapa kita tetap membahas ini disini kita untuk liburan Yoongi-ah bukan untuk membahas masalah sahabat yang saling membenci" ucapan Taehyung membuat Suga berhenti berbicara dan membuka rahasia terbesarnya, Taehyung hanya ingin menjadi pelindung Jungkook dan menjadi penyelamat persahabatannya.

"Hmm .. kau benar Tae-ah bagaimana jika kita bermain api unggun, aku rasa ini benar benar seru"

"Baiklah, kajja kita buat bersama api unggunnya"

Taehyung dan Jungkook bertugas mencari kayu bakar seeangkan Suga berjaga ditenda sendirian. Pikiran Suga kacau semua karena ucapan Jungkook yang membuatnya sadar bahwa jika kita memiliki sahabat jangan pernah menjadi musuh atau menyakiti hatinya karena apa yang dia rasakan akan memjadi rasa kita juga.

'Mianhae Jungkook-ah aku berjanji akan menghapus kebencianku terhadapmu dan aku akan berbicara ini kepadamu aku berjanji, mianhae Jungkook'

Disisi lain Jungkook sedang tertawa bersama Taehyung, tapi tawa Jungkook tidak seperti biasanya. Taehyung benar benar khawatir jika Jungkook mengerti apa maksud kata Suga.

"Kook-ie gwenchana?"

"Ne, waeyyo?"

"Kau terlihat sedih dan pucat"

"Jangan khawatir aku hanya lelah" ucap Jungkook berusaha menenangkan Taehyung

"Bagaimana kalau kita istirahat sebentar?"

"Aniya, Suga menunggu kita ditenda kasihan itu sendirian"

"Kajja kita aku rasa semua sudah cukup"

Saat perjalan kembali ketenda kepala Jungkook berdenyut nyeri dan itu mampu membuatnya kehilangan keseimbangannya, Taehyung tak menyadari kondisi Jungkook dan akhirny Jungkook terpeleset dan jatuh kedalam jurang, kepalanya membentur batu. Taehyung sangat terkejut melihat tubuh Jungkook didasar jurang dengan darah yang berlumuran disekitar tubuhnya.

"Ya tuhan Joen JUNG Kook" teriak Taehyung sambil menangis.

Suga yang mendengar teriakan samar dari tempat tak jauh dari tendanya segera mencari sumber suara tersebut. Ia melihat Taehyung terduduk dibawah pohon sambil meneriaki nama Jungkook.

"Waeyo ?, mana Jungkook ?, kenapa kau menangis?"

Taehyung menatap Suga tajam, lalu sedikit menyeringai saat melihat kondisi Suga sangat khawatir terhadap Jungkok.

"Kau bertanya aku kenapa ?, kau khawatir dengan Jungkook ?, untuk apa? Mungkin kau akan senang mendengar kabar ini dan mungkin kau juga akan berpesta diatas kesedihanku" ucap Taehyung dengan kata kata kasar

"Apa yang terjadi Tae-ah ?, apa mak ..."

"DIAM MIN YOON GI !, Jungkook jatuh kedalam jurang dan semua ini karena ucapan tak bergunamu itu, banyak yang mengira kau lebih dekat dengan Jungkook, bahkan mereka tak pernah tau isi hati busukmu itu. Kau memyakiti malaikat kita, kau merusak senyum indahnya. kau memang ditakdirkan sebagai perusak BAJINGAN "

Plakk ...

Ini semua diluar kontrol Suga, ia menatap Taehyung tak percaya bagaimana Taehyung yang selama ini dikenal sebagai orang yang sangat menyayanginya sekarang mengatakannya bajingan. Suga sadar ia salah membenci Jungkook tapi kenapa Taehyung tak pernah sadar bahwa didalam hatinya yang paling dalam ada setitik rasa bersalah yang besar saat melihat Jungkook terbaring kaku dibawah sana.

"Wae ?, menyesal? Kau baru menangis saat dia terbaring kaku dibawah sana ?, kenapa kau tidak sekalian meraung raung saat pemakamannya nanti" ucap Taehyung pedas

"JAGA MULUTMU KIM TAE HYUNG" Teriak Suga lantang

"KIM TAE HYUNG, lebih baik selamatkan Jungkook dulu baru kita beradu mulut sampai kau puas, kau bisa menyalahkanku setelah menyelamatkan Suga"

"Yak ! KIM TAE HYUNG PABBO" teriak Suga saat melihat Taehyung melompat untuk menyelamatkan Jungkook tanpa memakai bantuan 1 alatpun. Suga segera berlari kearah tenda dan mengambil tali yang panjang untuk pegangan Taehyung naik keatas.

Suga berusaha keras menarik Taehyung dan Jungkook keatas. Saat berhasil naik Suga langsung memeluk tubuh ringkih Jungkook yang masih setengah sadar

"Yoongi-ah .., jangan per .. nah bertengkar dengan Taehyung, Hiduplah dengan damai dan tersenyum, aku akan senang melihat kalian tersenyum karenaku bukan menangis karenaku" ucap Jungkook sambil menggengam erat tangan Suga dan perlahan tapi pasti Jungkook menutup matanya dengan pelan seiring dengan terlepasnya genggaman tangan Jungkook pada Suga.

"Joen JUNGKOOK ..." Teriak Taehyung dan Suga bersamaan

Taehyung segera membawa Jungkook diikuti Suga kerumah sakit. Taehyung menunggu khawatir didepan ruang operasi sedangkan Suga hanya berani memandang Taehyung dari kejauhan. Tak lama kemudian dokter Park keluar dari ruang tersebut.

"Bagaimana kondisi Jungkook?"

"Jungkook mengalami benturan yang sangat keras dan mungkin mengakibatkan ia sulit terbangun dari tidurnya atau yang disebut koma. Jika ia sadar ada sebagain memori yang hilang, saya belum bisa memastikan kapan dia sadar dan juga apakah ingatannya hilang sementara atau permanen"

"Khamsahamnida" ucap Taehyung dan Suga serta memberi hormat kepada dokter

Taehyung memandang Suga tajam bahkan jika suga melihatnya didalam tatapan itu hanya ada rasa benci.

"Kau senang bukan? Jungkook koma entah sampai kapan, memori didalam otaknya hilang bahkan jika memorinya otaknya hilang permanen dia tidak pernah menganggapku sebagai SAHABATNYA LAGI !"

"Tae-ah berhenti menyalahkanku, aku berucap seperti itu karena aku ingin Jungkook sadar bahwa aku tidak akan lagi membencinya bahkan aku ingin kau tau didalam hatiku aku menangisi takdirku sendiri, jadi bisakah KAU BERHENTI menyalahkanku?"

"Apa kau bilang? Berhenti ?, Kaulah yang harusnya berhenti membenci Jungkook dan pergilah jauh darinya karena kau hanya pembawa sial baginya" ucap Taehyung dingin disertai tatapan mata yang tajam bahkan bibirnya menyunggingkan senyum remeh. Taehyung sungguh mengerikan jika suka kecewa dengan seseorang dan tidak mungkin memaafkannya dengan mudah semudah membalikkan kedua telapak tangan Suga tahu akan hal itu bahkan sangatlah faham.

Suga memilih pergi dari sekitar Taehyung karena hatinya sangatlah sakit melihat Taehyung yang selama ini menyemangatinya sekarng sangat ingin menyakitinya dan menghancurkan hatinya. Suga tau bahkan dia seharusnya sangatlah tidak pantas untuk menangis mengingat semua ini terjadi karenanya.

Taehyung menggenggam tangan Jungkook kuat seakan ingin mengatakan untuk jangan pernah meninggalkannya. Semua kenangan bersama Jungkook berputar difikirannya seakan mengejek Taehyung bahwa Taehyung sampai kapanpun hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuhnya kembali bahkan mengulangi semuanya.'Kumohon bertahanlah karena tanpa kau aku akan semakin membenci Suga, kumohon bangunlah dan jika kau lupa akan jati dirimu maka akukan dengan senang hati menggenggam tanganmu erat dan menuntunmu dengan rencana agar kau bisa meraba kebahagiaan semu itu 'batin Taehyung sambil mengusap cairan bening yang menetes dari ujung matanya.

.

.

.

Dua hari semenjak kejadian itu Jimin dan Suga bahkan tak pernah menyapa satu sama lain yang ada hanya tatapan senduh penuh penyesalan dan tatapan kebencian yang menguar dari tubuh Taehyung.

"Tae-ah bagaimana kondisi Jungkook" tanya teman sekelasnya

"Jungkook bahkan tak bisa membuka matanya dengan cepat bahkan seluruh ingatannya hilang dan itu semua karena 'sahabatnya' sendiri tapi percayalah itu bukan aku" ucap Taehyung tersenyum miris

"Sabarlah Tae, aku yakin kalian akan tersenyum bahagia kembali dan melupakan kejadiaan ini semoga Jungkook cepat sadar dan ingatannya kembali" ucap Jimin teman sekelas Taehyung dengan nada prihatin nelihat persahabatan yang dulunya sangat erat sekarang hancur entah mengapa.

"Gumawo Jimin-ie"

Suga diam diam mendengarkan obrolan kecil itu, hatinya semakin sesak karena mengingat Taehyung masih menyalahkannya padahal ia hanya bersikap jujur, Suga tidak mau menjadi pengecut untuk kedua kalinya. Suga ingin mengulang dari awal tapi dia tidak bisa memutar waktu yang dia lakukan hanya berdoa kepada Tuhan supaya Jungkook dan Taehyung tak membencinya semakin dalam.

Bel pulang sekolah telah berbunyi, Suga memberanikan diri untuk menghalau Taehyung pulang bahkan ia tak takut akan menghadapi kemarahan pemuda bersurai cokelat gelap itu.

"Tae-ah, mianhae .. aku bukan berarti membuatnya seperti ini. Tae-ah apa kau pernah membenci seseorang dan itu adalah sahabatmu sendiri? Mungkin kau pernah mengalami bahkan semua orang pun pernah Tae .. aku tau, kau pasti tak mudah memaafkanku tapi berilah aku 1 kesempatan agar bisa menjadi sahabat terbaik untukmu dan Jungkook. Kumohon Tae "Taehyung sempat terdiam dan menundukkan kepalanya saat mendengar ucapan Suga jujur dirinya pernah melakukan kesalahan seperti yang Suga buat dan itu benar benar menyakitkan. Taehyung sadar berada diposisi Suga sangatlah sakit. Taehyung ingin semuanya kembali seperti awal tanpa ada rasa benci tapi lagi lagi ego Taehyung sangatlah tinggi bahkan mampu merusak hati Taehyung sampai ia memaki Suga dengan kasar.

"Cih .. kau bercanda? Memaafkanmu sama saja membuat nyawa Jungkook terancam untuk kedua kali nya dan ia ngatlah 'kawan' aku tak pernah MEMBENCI sahabatku sendiri Min Yoon Gi. Lebih baik kau pergi dan menjauh atau bahkan matilah dan jangan pernah kembali lagi" ucap Taehyung sambil menghempaskan tangan Suga. Suga hanya bisa membeku ditempatnya.

'Teruslah berbohong Tae, teruslah memakiku dengan kasar, teruslah membenciku sekuat tenagamu, tapi jika kau lelah aku selalu berada dibelakangmu Tae, aku akn menjadi tempat sandaranmu. Kau bisa melampiaskan segalanya padaku 'batin Suga

"Mianhae .. aku tak p berarti menyakitimu Yoongi-ah, tapi sebagian hatiku sangatlah membencimu bahkan tak menginginkan hadirnya dirimu 'batin Taehyung perih

Taehyung pergi kerumah sakit untuk menjenguk Jungkook yang kondisinya semakin memburuk. Taehyung benar benar lelah dengan semua ini, dia muak melihat Jungkook hanya diam dan tidur saja. Dia ingin Jungkook sadar dan menyelesaikan semua. Kunci masalah ini hanya Jungkook, hanya Jungkook yang bisa menyatukan mereka kembali.

'Kook-ie sadarlah hanya kau yang bisa mengakhiri ini aku benar benar lelah jika seperti ini. Kau sama saja membunuhku secara perlahan dengan kondisimu 'batin Taehyung.

TBC

Review please ..

Aku sangat membutuhkan review kalian, karena aku ingin tau kalian suka atau tidak dengan fanfic yang aku buat ...

Gumawo ^^