My Rival is My Best Friend
.
.
.
Rumah kediaman Suga tampak sepi dan Suga sendiri berada diatap rumahnya sedang menunduk sedih mengingat masa masa sulit dulu yang ia lewati.
'Kenapa tak ada yang mengertiku? Bahkan Taehyung tak mengerti tentang masa laluku pun membenciku. Kenapa Taehyung lebih memilih membela Jungkook, padahal ayahnya adalah pembunuh kedua orang tuaku. Salahkah aku membencinya? Ayahnya juga yang telah merengggut kasih sayang hyungku kepadaku..' batin Suga
"Kau jahat Jungkook.. kau dan ayahmu sama saja membuatku menderita" bisik Suga pelan
Flashback On
Tanggal 9 maret merupakan hari yang paling menyenangkan dan mengharukan karena saat ini ia berada diruang keluarga dengan keluarganya yang berkumpul serta memegang kue ulatang tahun yang sangat indah bertuliskan 'Saengil Chukae Hamnida Min Yoon Gi' lengkap dengan lilin berupa angka 10.
"SAENGIL CHUKAE MIN YOON GI" ucap Tuan Min, Nyonya Min, dan Min Soek Jin
"Gumawo eomma, appa, hyung" ucap Suga terharu dan langsung peluk oleh sang hyung.
"Nah Yoongi-ah kau ingin apa dihari ulang tahunmu?" Tanya Jin sambil mengelus pipi Suga
"Aku hanya ingin kita seperti ini sampai kapanpun dengan hyung yang selalu memelukku dan juga eomma dan appa yang menuntunku untuk hidup yang lebih baik"
Semua terharu mendengar ucapan Suga bagi mereka Suga sudah cukup dewasa untuk anak seusianya bahkan Suga tak pernah menangis jika menghadapi masalah, Suga anak yang tegar dan bisa dibilang memiliki kepribadian yang dingin tetapi jika menyangkut urusan keluar ia akan menjadi pribadi yang hangat. Semua memberi kado kepada Suga dan memeluk Suga dengan erat, Suga amatlah senang mendapatkan kado yang lama kemudian senyum diwajah Suga menghilang saat mendengar bunyi tembakan dan tiba tiba kedua orang tuanya tergeletak bersimbah darah dibagian kepala. Suga sangat ingin lari ketempat kedua orang tuanya tergeletak dilantai tetapi denga cepat Jin menahan tangan Suga dan langsung membawanya lari keluar rumah.
"Wae hyung? Eomma dan appa dalam keadaan bahaya kita harus menyelamatkannya" ucap Suga penuh penekanan karena ia benar benar khawatir dengan kondisi orang tuanya
"Apa kau gila? Kita tak bisa melawan mereka! Kita harus lari sebelum mereka menangkap kita setelah itu kita meminta bantuan, cepatlah Yoongi-ah"
Suga dan Jin terus berlari tak kenal lelah bahkan para penjahat itu masih mengejar mereka sampai pada perempatan jalan, Jin menyuruh Suga berpisah supaya bisa mengacau para penjahat itu. Awalnya Suga tidak mau tapi Jin tetap memaksa, Suga melakukannya dan terbukti penjahat itu lebih memilih Jin daripada Suga, Suga menjadi khawitir dengan Jin
'Ya Tuhan selamatkan Jin Hyung, kumohon' batin Suga
Suga kembali keperempatan jalan menunggu Jin kembali tapi Jin tak pernah kembali dan Suga memutuskan untuk pulang kerumah tetapi rumahnya jasad kedua orang tuanya. Suga kembali meneteskan air mata dan dihari ulang tahunnya ia kehilangan semua keluarganya. Harapan Suga satu satunya hanya ada pada Jin.
.
.
.
1 tahun Suga menunggu Jin, ia hampir putus asa jika tidak ada seseorang dimalam hari yang mengetuk pintu rumahnya, orang itu Min Soek Jin, Suga memeluk erat sang hyung dan Jin hanya bisa menangis melihat kondisi adiknya yang semakin kurus bahkan kepribadian Suga menjadi lebih dingin.
"Mianhae Suga, hyung meninggalkanmu selama 1 tahun, hyung mencari siapa yang membunuh orang tua kita dan hyung mendapatkannya dia adalah Tuan Joen Chan Yeol dan ia memiliki seorang anak bernama Joen Jungkook yang berusia sama denganmu" ucap Jin
"Sialan! Aku akn membunuh mereka semua, mereka harus merasakan apa yang kurasakan" ucap Suga dan Jin hanya bisa tersenyum miris melihat adik ya yang benar benar berubah
"Yoongi-ah jangan terlalu memaksakan diri.. mereka bukanlah mudah untuk dilawan kecuali jika kita menyakiti anaknya tapi itu memurutku keterlaluan appanya yang bersalah kenapa kita malah menyakiti anaknya.. itu tidaklah adil bagiku"
"Hyung kenapa memikirkan hal itu? Mereka tidak kasihan kepada kita, mereka mengambil orang tua kita, mereka membunuh eomma dan appa didepan mata kita" ucap Suga tidak terima dengan pendapat hyung tersayangnya
"Yoongi-ah apa orang tua kita pernah mengajarkan jika kita disakiti, harus membalas dengan hal yang lebih menyakitkan?"
"Aniya hyung, eomma dan appa selalu mengajarkan kita untuk menyayangi satu sama lain"
"Maka lakukan perintahnya, jangan pernah membantanya" ucap Jin penuh penekanan
Beberapa bulan telah berlalu tetapi Suga tetap berambisi untuk menemukan keluarga pembunuh orang tuanya. Baru saja Suga pulang sekolah dan memasuki rumahnya ia dikejutkan dengan tubuh hyungnya tergeletak didalam kamarnya dengan luka tusukan yang sangat banyak, Suga menangis dengan kencang dia tidak terima jika hyung tersayangnya itu meninggal. Suga tak ingin tinggal didunia yang penuh dengan permainan sendirian
"Hyung, aku tetap akan membalaskan dendamku tak perduli aku akan menyakiti anaknya, Joen Jungkook"
Flashback Off
Suga mengingat semua itu dengan jelas bagaimana ia menyaksikan orang tuanya merengang nyawa didepannya, bagaimana hyung tersayangnya tergeletak bersimbah darah, bagaimana ia menderita dipermainkan oleh dunia ini. Dan sekarang ia bertemu anak pembunuh orang tuanya bahkan ia bersahabat dengannya, ia selalu berfikir kesalahan apa yang pernah ia perbuat sampai takdir mempermainkannya dengan sangat kejam
"Hyung, eomma, appa bogoshipoyyo"
Suga menghapus air matanya dan ia menguatkan hatinya supaya tetap membenci Jungkook bahkan jika perlu ia akan menampar Taehyung dengan menceritakan kisah yang ia alami. Suga tidak akan memperdulikan Taehyung lagi bahkan ia tak akan lagi mendengarkan pendapat tentang dirinya, Jungkook harus merasakan sesuatu yang lebih kejam daripada dirinya. Tanpa Suga sadari 3 orang yang melihat kelakuan Suga dari alam lain merasa kecewa 'Teruslah menyakiti dirimu sendiri Yoongi-ah, dan jika kau lelah maka berhentilah" batin ketiganya, mereka adalah jiwa eomma, appa, dan hyungnya Suga
.
.
.
Tak terasa Jungkook berada dirumah sakit selama 6 bulan lamanya tapi kondisinya tak banyak mengalami perubahan malah semakin hari semakin menurun, hubunga Suga dan Taehyung semakin jauh. Mereka saling menyakiti satu sama lain, membohongi perasaan mereka dan hanya memintingkan ego seperti hari ini mereka kembali dikuasai oleh ego mereka
"Wow... Suga kau masih bisa sekolah rupanya, kau tak pernah sadar apa yang kau lakukan kepada Jungkook? Dia tak pernah membuka matanya selama 6 bulan" ucap Taehyung sinis
"Cih.. tentu saja aku bisa!, kau bahkan tak mengetahui apapun tentangku!, kau bahkan tak mengenal keluarga Jungkook. Tapi kau selalu membelanya seakan akan hanya Jungkook yang benar, aku ingin tau bagaimana reaksimu jika mengetahui rahasia terbesar Jungkook pastilah kau sangat membencinya!"
" Jaga ucapanmu Min Yoon Gi"
"Terserah kau, pasti kau akan mengetahuinya cepat ataupun lambat" ucap Suga sambil meninggalkan Taehyung.
Suga pergi keatap sekolah seperti biasa, dia hanya butuh tempat menangis tanpa ada yang mengganggunya, Suga merasa apakah ia salah jika membenci Jungkook yang tidak mengetahui apapun tentang masa lalunya? apakah salah jika Suga meminta keadilan? Suga lagi lagi menangis dalam diam
'Tae-ah, jika kau membenciku maka kau salah karena aku hanya membalaskan apa yang pernah kualami pada Jungkook karena orang tuanya telah membunuhku'
Taehyung duduk diam dikelas, ia memperhatikan bangku Suga bagaimanapun dia sangatlah menyayangi Suga tapi semuanya dikalahkan oleh rasa egonya dan hanya bisa menyalahkan Suga tanpa mengetahui kenapa Suga sangatlah membenci Jungkook.
Perlahan lahan mata itu indah terbuka, Jungkook menajamkan penglihatannya untuk melihat dimana dia dan mengapa ia bisa ada disini. Sedikit potongan masa lalunya saat berkemah bersama Suga dan Taehyung berkeliaran diotaknya dan semua itu membuat kepalanya pusing karena tak mengetahui siapa saja yang berada didalam kenangannya. Tak lama pintu berwarna putih itu terbuka dan pemuda yang bertubuh tinggi memasuki ruangan dengan membawa seikat bunga tapi dengan wajah menunduk. Pemuda itu Taehyung, ia sangat terkejut melihat Jungkook sadar dan ia langsung memeluk Jungkook erat tanpa memperdulikan tatapan bingung dari Jungkook
"Terima kasih telah kembali, aku merindukanmu Kook-ie"
"Maaf, anda siapa" tanya Jungkook dengan bahasa formal
"Kau tak mengenalku Kook-ie" ucap Taehyung kecewa dan tidak mendapat balasan apapun dari Jungkook karena ia memang tak mengingat siapapun bahkan ia lupa siapa namanya dan siapa keluarganya
"Tak perlu khawatir aku akan mengembalikan semua memori kenangan indah persahbatan kita" ucap Taehyung sambil mengelus kepala Jungkook
"Gumawo" ucap Jungkook sambil tersenyum tulus pada Taehyung
"Nah namaku Kim Tae Hyung dan kau Joen Jungkok" dibalas dengan anggukan mengerti dari Jungkook
"Kita adalah sahabat, tapi masih ada 1 orang lagi yang menjadi sahabat kita. Orang itu teramat membencimu akupun tak tau kenapa tapi dia bilang jika aku mengetahui masa lalunya pasti aku akan membencimu. Aku tak mengerti perkataannya dan berusaha tak menghiraukannya"
"Tae-ah jika kita memamng seorang sahabat tak seharusnya kita saling membenci dan kita harus menanyakan apa yang terjadi dengan salah satu sahabat kita. Janganlah pernah ada kata benci didalam persahabatan karena rasa benci itu muncul karena kita terlalu egois. Tolong bawa aku pergi bertemu dengannya aku ingin menyelesaikan semuanya" ucap Jungkook dengan nada memohon
"Huft... biar aku saja yang menyuruh si sialan itu"
"Tae-ah, jangan begitu dia sahabat kita dan sahabat kita juga saudara kita, jadi jangan pernah menyakiti perasaannya karena kita pasti merasakan lebih sakit dari apa yang dia rasakan"
"Kau tak pernah berubah Kook-ie" ucap Taehyung sambil mengelus kepalanya
Taehyung menelfon Jungkook dan menyuruhnya datang kerumah sakit, tak lama Suga datang dengan menampilkan wajah datar tapi menyimpan banyak rahasia didalamnya
"Wae?, ingin mengajakku beradu mulut kembali?, aku tak ada waktu untuk itu! Jadi biarkan aku pulang" ucap Suga didalam kamar rawat Jungkook
"Jaga ucapanmu Min Yoon Gi, Jungkook ingin bicara dan setelah itu kau bisa pergi"
"Baiklah, apa yang mau kau bicarakan cepatlah aku tak ingin membuang waktuku hanya untukmu"
"Yoongi-ah, kita adalah sahabat dan didalam persahabatan tidak ada namanya rasa benci. Bisakah kau terbuka dan mengatakan kenapa kau sangat membenciku?" Ucap Jungkook pelan
"Kau ingin tau kenapa aku membencimu? Jawabannya ada pada orang tuamu, tanyakan kepada mereka apa yang telah mereka lakukan pada keluargaku" ucap Suga sinis
"Tapi kata Taehyung, orang tuaku telah tiada bagaimana bisa aku mendapatkan jawaban" ucap Jungkook sambil menundukan kepala
"Cepat katakanlah Yoongi jangan banyak membuang waktu berhargamu" Taehyung berucap sangat sinis
"Orang tuamu membunuh hyung, eomma, dan appaku pada ulang tahunku yang ke 10 mereka merebut kebahagiaan keluargaku bahkan aku harus tumbuh dewasa sendirian dan bahkan meninggalkanku sendirian didunia yang penuh permainan ini. Kau puas sudah mengetahui semuanya? Kau puas melihatku tersiksa karena berada didekatmu? APAKAH KAU PUAS SEKARANG JOEN JUNGKOOK!" ucap Suga sambil membentak
Jungkook dan Taehyung terdiam mengetahui rahasia terbesar dari Yoongi, Taehyung tak pernah menyangka apa yang Suga alami sangatlah menyakitkan. Jika Taehyung berada diposisi Suga ia lebih memilih mati daripada hidup didunia yang penuh permainan dan jebakan didalamnya
"Yoongi-ah, mianhae aku tak mengetahuinya, maaf telah membencimu selama ini aku tak pernah mendengarka penjelasanmu" ucap Taehyung menyesal
"Maaf? Kau bilang maaf? Apa hanya dengan maaf rasa sakit dihatiku hilang?"
"Yoongi-ah, aku sebagai salah satu anggota keluarga yang telah membunuh hyung, eomma, dan appamu aku meminta maaf, kau boleh menyalahkanku tapi jangan pernah membenciku karena jujur saat itu aku tak mengetahui bahwa appaku adalah seorang pembunuh... Mianhae"
"Simpanlah maafmu, karena aku tak membutuhkan permintaan maaf yang kubutuhkan hanyalah kasih sayang dari eomma, appa dan hyungku. Aku membutuhkan pelukan hangat mereka, aku rindu bagaimana hyungku menenangkan saat aku menangis, aku ingin merayakan kembali ulang tahunku bersama mereka, aku merindukan saat saat bermain dengan Jin Hyung. Apakah kalian mengerti rasanya menyayangi orang yang sudah meninggal? dan terbunuh didepanku" ucap Suga lirih karena jujur ia lelah dengan semuanya ia memohon kepada Tuhan untuk mencabut nyawanya sekarang saja
"Yoongi-ah kami akan menggantikan kedua orang tuamu dan juga hyungmu, kami akan menjadi orang yang pertama mengulurkan tangan kami untuk membantumu, kami orang pertama yang memelukmu disaat kamu merindukan pelukan hangat hyungmu, kami dengan senang hati akan merayakan ulang tahun bersamamu sampai kapanpun" ucap Jungkook
"Aniya semua tetap akan semu, kalian berbeda dengan keluargaku sampai kapanpun kalian tidak akan bisa menjadi eomma, appa dan juga hyungku" ucap Suga sambil berjalan pergi meninggalkan kamar rawat Jungkook
Suga berlari meninggalkan gedung rumah sakit itu, ia tak tahan dengan sikap lembut mereka, ia lebih suka diperlakukan kasar. Jujur Suga benar benar lelah dengan semua ini dia pergi kemakam orang tuanya dan hyung tersayangnya
"Eomma, appa, hyung bogoshipo!"
"Kalian kenapa tega meninggalkanku sendirian dengan rasa benci yang besar terhadap keluarga pembunuh itu, kenapa kalian tidak membawaku bersama kalian? Kumohon bawa aku bersama kalian sekarang..."
"Dulu jika aku merengek kalian selalu menuruti kemauanku, tapi kenapa sekarang kalian diam saja, padahal keinginanku sangatlah mudah, tolong aku sudah putus asa aku tak mampu menghilangkan semua rasa benci yang ada dihatiku"
Hanya angin saja yang mmbalas seluruh perkataan Suga, ia sadar bahwa sekarang eomma, appa dan hyungnya berada disamping tapi tetap saja Suga tidak bisa memeluknya. Tapi tiba tiba Suga merasakan sebuah pelukan hangat dan juga usapan pada punggungnya, Jungkook yang melakukan itu
"Sstt... Yoongi-ah tenanglah aku berada disampingmu sekarang" ucap Jungkook sambil membelai surai kecoklatan Suga
DEGG..
Suga merasakan kembali dekapan itu, merasakan kembali hangatnya pelukan itu, bahkan cara menenangkanpun sama dengan Jin Hyung tidak mungkin itu Jin hyung karena ia telah meninggal. Suga melihat siapa yang memeluknya betapa terkejutnya ia mendapati Jungkook yang memeluknya dengan erat dan juga menutup mata sama dengan Soek Jin memperlakukannya dulu
"Kau... kenapa keluar dari rumah sakit?, kau belum sembuh kembalilah biarkan aku sendirian" ucap Suga sambil mengelus rambut Jungkook, ingat Suga melakukan ini hanya kebetulan karena ia merasakan pelukan hangat hyungnya
"Aniya, aku akan menemanimu disini, tenanglah biarkan aku seperti ini" ucap Jungkook dan Suga hanya bisa diam melihat perlakuan Jungkook kepadanya, biarkan Suga merasakan kembali dekapan hangat hyungnya, biarkan fikiran Suga melayang pada masa masa ia dan hyungnya bersama
Tak lama hujan turun dengan deras dan juga disertai badai, Jungkook tetap nekat memeluk Suga dan menemani Suga bahkan tak menghiraukan rasa dingin, hidung Suga sudah mengeluarkan darah tetapi Suga tidak bergerak sama sekali dan kondisi semakin melemah. Jungkook ingin sekali membawa Suga pergi tetapi Suga selalu berkata bahwa ia baik baik saja dan lebih baik Jungkook pergi untuk meneruskan pengobatannya. Jungkook mengumpulkan keberaniannya dan sekarang ia menggendong tubuh lemah Suga untuk pergi kerumah sakit, Suga ingin melawan tetapi tenaganya habis dan pusing dikepalanya semakim menjadi jadi. Suga merasa Jungkook benar benar menepati janjinya, Jungkook sudah menjadi sosok hyung pada hidupnya dan tanpa Suga sadari ia tersenyum sangat manis untuk pertama kali sejak kematian keluarganya tepat setelahnya Suga sepenuhnya pingsan didalam gendongan Jungkook. Keesokan harinya Suga tersadar dan ia menemukan Jungkook dan Taehyung berada disampingnya sedang tidur tanpa Suga sadari entah kenapa ia mengelus rambut Jungkook dan Taehyung
"Yoongi-ah kau sudah sadar" ucap Taehyung dan hanya dibalasi anggukan malas dari Suga
"Yoongi-ah selamat pagi, apakah kau memimpikan sesuatu disaat kau tidur tadi" tanya Jungkook disertai senyum tulus, senyum yang mengingatkan pada Jin hyung
DEGG..
Suga benar benar bercermin pada masa lalunya semua yang semu kini mrnjadi karena sikap Jungkook yang sangat berbeda
"Kenapa kalian melakukan ini?"
"Sstt.. kami akan membuatmu bahagia kembali Yoongi-ah, jadi biarkan kami menjadi seperti sosok eomma, appa dan juga hyungmu. Kami akan selalu berada disampingmu" ucap Jungkook sambil mengusap rambut Suga, Suga amatlah bahagia dan tanpa sadar ia menyunggingkan senyum manis. Luka dihatinya telah menghilang entah kemana dan kini berganti menjadi kebahagiaan
"Yoongi-ah, mari kita mengulangi semua dari awal... belum terlambat untuk memperbaikinya, aku tidak ingin kita terlalu jauh melangkah untuk saling membenci" ucap Taehyung sambil tersenyum tulus
Suga hanya bisa menundukan kepala, ia bingung ingin memilih hidup bebas seperti remaja lainnya atau tetap didalam lubang hitam yang penuh kenangan manis tetapi menyakitkan
"Aku akan mencoba untuk mengulang tapi aku tak pernah berjanji bisa lepas sepenuhnya dari masa lalu"
"Cobalah dulu Yoongi-ah, kami membantumu untuk melihat indahnya dunia yang menurutmu penuh dengan permainan"
"Gumawo Kook-ie, Tae-ah"
TBC
Hallo, aku kembali...!
Bagaimana puaskah? atau masih ada yang mengecewakan? Chapter kemarin ada orang yang bingung kenapa Suga sangatlah membenci Jungkook dan sekarang semuanya terjawab
Gumawo telah membaca ff aku, dan jangan lupa review guys...!
