Sekarang keadaanku benar-benar buruk, bagaimana bisa semua ini terjadi kepadaku? Aku tidak bisa mengatakan sesuatu lagi. Dia mendengar semua pembicaraanku dengan Chanyeol-oppa. Namun, tetap saja, kedengarannya tidak mungkin dia akan percaya jika aku menceritakannya, tapi tetap saja bagaimana aku menjelaskan kepadanya.

Dia berjalan semakin mendekat ke arahku, "Hayi?"

Aku berusaha membuang wajahku dari dirinya. Bagaimana ini? Chanyeol-opaa?!

"Hayi, katakan saja hal yang lain, seperti kamu sudah role playing denganku," kata Chanyeol-oppa dengan wajah yang terlihat santai. Wth? Oppa, apa kamu gila? Aku pasti akan terlihat aneh jika aku mengatakan sesuatu seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mempunyai alasan yang bagus untuk menjawabnya saat ini.

"Hayi, kamu berbicara dengan siapa tadi?" tanya Baekhyun-oppa yang semakin mendekat ke arahku.

"Eh, tidak ada! Aku hanya roleplaying saja, Baekhyun-oppa. Hehe, aku senang melakukan hal-hal seperti itu," kataku yang berusaha terlihat yakin. Oh, Tuhan, aku benar-benar mengatakannya. Aku benar-benar ingin kabur dari tempat ini.

"Oh, jadi kamu sedang roleplaying," dia kemudian melihatku dengan aneh. Ah, benar-benar, pasti dia akan berpikir bahwa aku adalah anak yang paling aneh. Dia kemudian mengatakan sesuatu lagi, "Tapi tadi kamu mengatakan, Chanyeol-oppa,"

Jeez, aku harus membalasnya dengan apa sekarang? Aku tidak bisa membalas kata-katanya, aku benar-benar terpojok sekarang. Aku harus mengatakan hal lain supaya dia tidak curiga denganku, "Eh, tidak, aku mengatakan Chanyeon-papa, karakter roleplaying-ku," Good, aku sedang membuat image baru sekarang kepada Baekhyun-oppa. Pasti dia akan melihatku dengan aneh, dan tidak ingin bertemu denganku lagi. Ah, kenapa sekarang hidupku berputar ke arah yang salah. Haa, sekarang aku benar-benar ingin menggali lubang yang sangat dalam dan masuk kedalamnya. Aku tidak berani melihat wajahnya saat ini. Ini semua terjadi karena kebodohan Chanyeol-oppa.

Terlebih lagi Chanyeol-oppa memberikan tepuk tangan kepadaku setelah aku mengatakannya, "Wow, aku tidak menduga Hayi-ku yang cantik senang roleplaying hal seperti itu," Jeez, lihat saja Chanyeol-oppa aku pasti akan membalas semua hal terjadi kepadaku sekarang.

Namun, aku tidak menduga bahwa Baekhyun-oppa juga tertawa melihatku. Dia kelihatan tertawa dengan puas. Kemudian dia mendekat ke arahku sambil tersenyum, "Aku tidak menduga kamu senang melakukan hal seperti. Itu membuatmu terlihat imut, Hayi," kemudian dia menambahkannya dengan mengelus kepalaku.

Yap, aku sekarang tersipu malu mendengar kata-katanya. Juga, merasa senang ketika dia mengelus kepalaku, mungkin aku merasa dia seperti kakakku yang satu lagi, yang berada di dunia nyata. Aku senang dia melakukannya, tapi tetap saja aku merasa sedikit malu dan tidak berani mengangkat wajahku saat ini. Ah, apa yang harus kukatakan, suasana ini benar-benar terasa aneh bagi diriku sendiri. Aku hanya melihat ke bawah sambil memegang kedua tanganku, bahkan Chanyeol-oppa terlihat puas saat ini. Seandainya dia bisa kusentuh mungkin aku sudah melakukan sesuatu kepadanya, Jeez.

"Baiklah, ayo kita pulang, Hayi," kata Baekhyun-oppa yang mulai berjalan.

Aku memberanikan diriku untuk mengangkat kepalaku, melihat dia yang hendak pergi, aku mengejarnya, "Eh, ok," aku sekarang berjalan di belakangnya, bersama Chanyeol-oppa yang berada di sampingku.

Err, kami berdua sedang melakukan perjalanan menuju rumahku, walau tidak bisa dibilang berdua saja, karena Chanyeol-oppa juga ada di sini. Suasana di tempat ini terlihat canggung, aku tidak tau harus mengatakan apa sekarang. Ah, walau aku juga merasa nyaman untuk tidak berbicara dengannya.

Aku memutuskan untuk memanggil Chanyeol-oppa dengan suara pelan. "Psst, oppa,"

Chanyeol-oppa langsung menoleh melihatku, "Ada apa, Hayi?"

"Apa dia tidak pernah mengajakmu bicara selama ini?" tanyaku dengan wajah bingung.

"Kenapa, Hayi?"

"Karena dari sejak awal dia tidak mengatakan apa-apa,"

Chanyeol-oppa langsung kelihatan serius ketika aku mengatakannya, "Hmm, kau benar. Baekhyun bukanlah orang yang pendiam. Mungkin, dia hanya tidak ingin berbicara saja hari ini. Bagaimana kalau kamu saja yang mengajaknya berbicara duluan, Hayi?" dia melihatku dengan wajah yang yakin.

"Hah? Yang benar saja, oppa. Aku tidak mungkin mengajaknya bicara duluan," kataku dengan wajah terkejut kepadanya. Aku tidak bisa mengajak bicara orang yang keren seperti dia. Terutama tadi aku sudah membuat image yang baru kepadanya, masa sekarang aku membuat image yang baru lagi? Tidak, tidak akan.

"Tidak apa-apa, Hayi. Diakan sudah menemanimu pulang," kata Chanyeol-oppa yang tiba-tiba berada di depanku sekarang.

"Tapi, oppa," kataku dengan wajah yang sangat tidak yakin. Oppa memang benar, dia sudah menemaniku pulang, tidak ada salahnya untuk mengajaknya bicara dulu. Aku harus memberanikan diriku sedikit.

"Hayi," sekarang Chanyeol-oppa melihatku dengan wajah serius, seakan-akan memintaku untuk melakukannya.

"Fine," aku memutuskan untuk melakukan apa yang disuruh oleh Chanyeol-oppa. Aku berusaha berjalan mendekat ke Baekhyun-oppa, walau aku terlihat sangat ragu. Perlahan-lahan, aku berjalan ke sampingnya. Namun, dia masih tidak melihat kearahku.

"Err, Baekhyun-oppa," kataku yang sekarang berada di sebelahnya.

Dia langsung menoleh dan melihatku, "Oh, Hayi, ada apa?"

Aduh, sekarang dia melihat ke arahku, aku harus mengatakan apa? Aku memberanikan diriku untuk mengatakan sesuatu, "Err, itu.."

Kami berjalan bersama dengan aku yang masih berusaha mengatakan sesuatu. Baekhyun-oppa juga tidak menanggapiku yang sedang berbicara sekarang. Aku berusaha mencari bahan pembicaraan sekarang. Tapi tiba-tiba Baekhyun-oppa menghentikan langkahnya. Aku terkejut dengan apa yang dia lakukan, jadi aku juga ikut berhenti dan melihat ke depan.

"Kita sudah sampai di depan rumahmu, Hayi," dia berhenti tepat di depan rumahku sambil tersenyum.

Aku melihat ke depan dan baru menyadari bahwa ternyata aku sudah berada di depan rumah, "Eh, kau benar, oppa,"

"Sepertinya kita bisa melanjutkan pembicaraan kita lain kali. Kamu harus masuk ke dalam dulu, Hayi," kata Baekhyun-oppa sambil tersenyum kepadaku.

"Eh, terima kasih banyak, oppa," kataku yang juga ikut menunduk kepadanya.

Dia tersenyum sambil mengatakan, "Baiklah, sampai bertemu lagi besok ,Hayi," dia kemudian mengambil langkah pergi dari rumahku.

Aku tetap berada di depan rumahku melihat ke mana dia pergi sekarang. Chanyeol-oppa juga berada di sini melihat Baekhyun-oppa yang sedang pergi. Hari ini aku merasa bingung dengan kelakuan Baekhyun-oppa. Apa yang sebenarnya ada di pikirannya? Entah kenapa, dia terkesan berusaha untuk menjauh dariku, walau dia juga terlihat peduli. Jadi, sebenarnya perasaan dia yang mana?

"Oppa, entah kenapa Baekhyun-oppa terasa aneh," kataku sambil melihat ke arah Baekhyun-oppa yang semakin menjauh.

"Ya, mungkin kau benar, Hayi. Aku juga merasakan hal yang aneh darinya," kata Chanyeol-oppa sambil mengepalkan kedua tangannya.

Aku langsung menoleh dan melihatnya, "Ya, mungkin karena dia dulu berteman denganmu, makanya jadi sedikit aneh,"

Chanyeol-oppa langsung terkejut dengan apa yang aku katakan kepadanya, dia langsung melihatku dengan wajah yang sedikit ragu, "Hah? Tapi, Hayi.. oppa kan tidak aneh, masa aku aneh menurutmu?"

Aku langsung membuang wajahku dan berjalan masuk ke dalam rumah sambil mengatakan, "Ya, kamu memang aneh, oppa. Luar biasa aneh,"

Dia langsung mengejarku, "Tapi, Hayi..."

Yap, pasti pembicaraan tentang "aneh" ini tidak akan selesai karena dia.

"Waa, Minzy is so sexy and cool,"

Hari ini, setelah pulang sekolah, aku pergi ke tempat latihan Minzy. Tentu saja, aku pergi bersama ketiga orang itu, Heeyoon, Namyoung, dan Jinan. Mereka sangat ingin melihat Minzy menari, maka dari itu aku sekarang pergi bersama mereka. Aku hanya melihat Minzy dari jauh sambil duduk bersama mereka bertiga. Mereka terlihat sangat bersemangat melihat Minzy. Sementara aku dan Chanyeol-oppa hanya bisa terkagum melihat dia yang sedang menari. Juga aku sedikit menjaga jarakku dari mereka supaya mereka tidak mendengarku berbicara dengan Chanyeol-oppa.

Chanyeol-oppa seperti biasa selalu kagum dengan apapun itu, "Wow, Minzy benar-benar keren. Dia sangat pintar menari,"

"Yap, dia memang sangat handal, karena dia dari dulu sangat rajin dalam latihannya," kataku dengan bangga.

"Maka dari itu dia bisa sangat hebat," kata Chanyeol-oppa sambil memberikan tepuk tangan.

Aku menoleh ke arahnya sekilas sambil mengatakan, "Aku masih ingat ketika dia latihan semalaman sampai jatuh sakit,"

Minzy selalu berjuang dengan apa yang dia sukai. Aku sudah lama sekali mengenalnya, maka dari itu aku sangat tau tentang dirinya. Dia juga sudah memenangkan banyak penghargaan, terutama lomba sampai nasional. Aku selalu bangga kepadanya.

"Minzy, kamu keren sekali. Bagaimana kalau kau menari lagu favorit kami?" kata Heeyoon yang kemudian berjalan mendekat ke Minzy.

Minzy baru saja menyelesaikan tariannya langsung menoleh, "Hmm, lagu apa yang ingin kamu mainkan?"

"BoA – Only One," kata Heeyoon yang kemudian berjalan menuju speaker.

"Hmm, aku tau lagu itu," kata Minzy dengan wajah yang senang.

Kemudian Heeyon mengeluarkan ponselnya untuk memainkan lagu itu, juga dia mencolokkan ponselnya kepada speaker. Dia memutar lagu itu, dan suaranya terdengar sampai ke seluruh ruangan. Aku dapat melihat Minzy yang mendapatkan feeling dari lagu tersebut. Seluruh tubuhnya mulai bergerak dengan alunan lagu. Dia akan mulai menarik dengan seluruh perasaannya.

Mereka bertiga langsung kagum melihat Minzy. Terutama lagu itu juga lagu favorit mereka, pastinya mereka sangat senang seseorang akan menarikan lagu itu untuk mereka. Aku dapat melihat mereka bertiga mulai bersorak melihat Minzy. Tentu saja aku ikut bersorak melihat dia, tapi Chanyeol-oppa hanya bisa bengong melihat dia. Tentu saja, karena Chanyol-oppa sangat kagum melihat temanku.

Bersamaan dengan itu, suara ribut terdengar dari depan pintu. Aku langsung menoleh dan melihat seseorang masuk ke dalam bersama dengan kerumunan cewek yang dibawanya. Kami semua langsung terpaku terhadap orang itu, begitu juga Minzy yang menghentikan tariannya. Aku dan Minzy tidak mengenal orang itu, dan Chanyeol-oppa juga tidak mengenalnya. Tapi kelihatannya ketiga orang itu mengenal orang itu, mereka langsung berlari ke arahnya.

"Kai!" mereka bertiga berteriak sambil meneriakan namanya.

Lalu, orang itu melihat mereka sambil tersenyum, "Oh, kalian sudah berada di sini lebih dulu," kemudian dia menoleh kepada para cewek yang mengelilinginya, "Maaf, ladies. Aku sudah punya janji dengan ketiga orang ini," Semua cewek itu terlihat kecewa, dan satu persatu meninggalkannya. Menurut pandanganku dia adalah cowok yang playboy, hmph, pasti.

Minzy yang sudah mematikan lagunya, kemudian berjalan ke tempatku. Dia kemudian duduk di sampingku, "Siapa orang itu, Hayi?"

"Entahlah, aku juga kurang tau," kataku sambil melihat mereka bertiga datang bersama cowok itu.

Heeyoon kemudian mengenalkannya kepada kami, "Minzy, Hayi, dia adalah Kai,"

Aku dan Minzy sama-sama terkejut mendengarnya. Jadi, cowok yang kelihatan playboy ini adalah Kai. Bahkan jika dilihat dari tampangnya, dia kelihatan seperti seorang yang payah. Kami berdua tidak terlihat yakin dengan dirinya. Bagaimana orang seperti ini dikatakan sebagai dance machine?

Kai mengulurkan tangannya kepada Minzy sambil tersenyum, "It's nice to meet you again, Minzy,"

Eh, tunggu dulu, sepertinya aku mendengar kata "again". Lalu, aku menoleh dan melihat Minzy yang tidak membalas tangannya, dia langsung bangkit dari tempat dia duduk. Berusaha menjauh dari Kai sambil mengatakan, "Hmph, kenapa kalian ingin mengenalkanku kepada orang seperti ini?"

Kai langsung tertawa sedikit ketika mendengar Minzy mengatakannya. Dia kemudian mendekat ke arah Minzy sambil mengatakan, "Apa kamu meragukanku, Minzy girl?"

"Tentu saja," kata Minzy yang kemudian memberikan tatapan mengerikan kepada Kai.

Wah, situasi di tempat ini terlihat sangat tegang. Aku bersama dengan yang lain tidak bisa melakukan apa-apa dengan keadaan ini. Sementara Chanyeol-oppa malah memberikan komentar yang aneh, "Wah, Mereka terlihat cocok satu sama lain. Pasti mereka akan terlihat seperti lukisan jika menari bersama,"

Ya, oppa sebenarnya komentarmu tidak terdengar penting saat ini. Aku kemudian mendekat ke tempat mereka berdua, "Err, Minzy kau tidak perlu seperti itu kepada orang yang baru saja kau temui,"

Minzy menggelengkan kepalanya kepadaku, "Hmm, ini bukanlah pertama kalinya aku melihat dia. Aku sudah sering bertemu dengannya di setiap perlombaan,"

Aku bingung dengan apa yang dikatakan olehnya, "Bukankah kau bilang tidak mengenal Kai, Minzy?"

"Iya, aku tidak mengenal Kai, tapi aku mengenal Kim Jongin, nama aslinya. Kai, ternyata itu nama panggungmu selama ini," kata Minzy sambil melihat Kai.

Kai tertawa mendengar apa yang dikatakan olehnya, "Itu berarti sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu," dia memberikan evil smirks.

Minzy terlihat semakin kesal dan membuang wajahnya. Dia berjalan menjauh dari Kai. Aku terkejut dan langsung mengikutinya dari belakang, "Eh, Minzy, kamu mau kemana?"

Minzy langsung menoleh dan melihat Kai dengan wajah kesal, "Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!" kemudian dia melihat ke arah mereka bertiga, "Kalian! Jangan pernah mempertemukanku dengan dia," Kemudian Minzy mengambil tasnya yang berada di pojok ruangan dengan cepat. Aku juga langsung mengikutinya. Dia menoleh melihatku yang berusaha mengejarnya, "Hayi-ah, let's go,"

Aku langsung mengejarnya sambil mengatakan, "Eh, baiklah," saat ini, aku benar-benar tidak tau apa yang sedang terjadi. Sepertinya, ada sesuatu antara dia dan Kai di masa lalu, yang tidak pernah dia ceritakan kepadaku. Aku dan dia keluar dari ruangan itu, sebenarnya aku tidak enak untuk meninggalkan mereka begitu saja. Namun, aku tidak ingin meninggalkan Minzy saat ini.

Ketika aku sudah berada diluar, aku memberanikan diriku untuk bertanya kepadanya, "Minzy-ah, ada apa?"

Aku dapat melihat wajah Minzy yang terlihat sedih saat ini, dia menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak apa-apa, Hayi. Aku tidak ingin membuatmu khawatir saat ini,"

Dia berusaha semakin menjauh dengan wajahnya yang terlihat sedih. Aku berusaha menyentuh pundaknya saat ini, "Minzy-ah, tidak apa-apa ceritakan kepadaku,"

Minzy kemudian menghentikan langkahnya dariku, dia menoleh ke arahku, "Maaf, Hayi. Aku tidak bisa menceritakanmu sekarang. Sekarang aku ingin sendirian aja. Terima kasih sudah menemaniku pergi, Hayi,"

Dia kemudian berjalan pergi dariku, aku hanya bisa memanggilnya, "Minzy," Mungkin, dia memang membutuhkan waktu untuk dia sendiri. Aku benar-benar ingin tau apa yang terjadi sekarang. Apa yang selama ini yang tidak pernah dia ceritakan kepadaku? Aku sangat penasaran.

"Hmm, Ini benar-benar complicated," kata Chanyeol-oppa yang berada di sampingku. Dia juga mengepalkan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.

Aku hanya melihatnya dengan pandangan aneh, sambil menghela napasku, "Yap, kau benar,"