"Oppa, apa kau bisa membantuku dengan tidak ribut," sekarang aku berusaha menonton TV. Dia, dari sejak tadi sangatlah ribut. Dia tidak berhenti mengeluh tentang siaran TV yang sedang dia tonton. Yap, kami sekarang sedang menonton TV di ruang tamu.
"Eh, tapi Hayi, berita ini sangat sedih. Aku sangat kasihan dengan anak-anak itu," kata Chanyeol-oppa yang sekarang menangis melihat TV. Dia juga sedang terbang di sebelahku sambil menonton TV. Kemudian dia menoleh ke arahku dengan muka memelas, "Hayi, tolong bantu, oppa, untuk menekan tombol TV,"
Haaa... dia sudah ribut sambil menonton TV, juga sudah berkali-kali memintaku untuk menekan tombol TV. Aku seperti mengurusi jiwa anak umur 5 tahun sekarang, tapi tubuhnya dalam bentuk umur 17 tahun. Huft, dia sangatlah menyebalkan. Aku juga harus melakukan sesuatu supaya dia sedikit sadar dengan apa yang dia lakukan sejak tadi.
Aku membuang wajahku darinya sambil mengatakan, "Hmph, tidak mau, kau sudah membuatku susah sejak tadi," aku langsung menoleh ke arah TV sambil melihat siaran yang akan kutonton. Kali ini, aku tidak akan menuruti apa yang dia lakukan.
"But-but-but, Hayi, please," dia berusaha untuk memelas dengan aegyonya. Seriuosly, oppa? Aegyomu tidak akan pernah mempan kepadaku sampai kapanpun itu. Aku tidak ingin melanjutkan untuk mendengar keluhannya yang luar biasa menyebalkan. Jadi, aku memutuskan untuk bangkit dari tempat aku duduk, dan tidak menonton TV lagi. Sudah cukup, di hari libur untuk menonton TV dengan dia, terutama orang tuaku juga sedang tidak berada di rumah. Mereka pergi selama beberapa hari untuk mengurusi urusan mereka.
Ah, seharusnya aku tidak membiarkan mereka pergi, supaya aku tidak perlu berdua saja dengan orang ini. Aku berjalan menuju dapur sambil mendengar suara dia yang terus memelas. Ok, Hayi, kamu harus cuek kepadanya kali ini, jangan sampai terpancing oleh dia. Dia sudah menyebalkan sejak kamu menonton TV, sekarang saatnya untuk menenangkan dirimu.
Aku ingin membuat beberapa minuman untuk aku minum, karena aku merasa haus sekarang. Terutama hari juga sudah menjelang siang, mungkin aku harus memasak beberapa makan untuk diriku sendiri, ya karena hantu tidak mungkin makan. Ketika aku berada di dapur, tiba-tiba Chanyeol-oppa datang menghampiriku. Dia tiba-tiba berteriak dengan kencang di dapur.
"Hayi tidak boleh memasak! Berbahaya! Terutama aku tidak bisa melakukan apa-apa jika ada sesuatu," kata Chanyeol-oppa yang terlihat khawatir seperti biasanya kepadaku.
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku kepadanya, "Err, baiklah , oppa, terserah, aku hanya ingin membuat minuman, jadi tidak perlu takut,"
"Tentu saja, oppa akan takut jika terjadi sesuatu kepadamu, karena kamu adalah adikku yang paling kusayang," kata Chanyeol-oppa yang terlihat bangga dengan kata-kata andalannya.
Tentu saja dia tidak mengatakan itu sekali-sekali, dia hampir mengatakannya setiap ada hal yang terjadi padaku. Bahkan jika tidak terjadi apa-apa, dia akan mengatakan itu sebagai alasan yang kedengaran jitu bagi dia, padahal tidak sama sekali. Bagiku, alasan itu sudah terdengar basi, tapi biarlah aku masih senang dia terus mengatakannnya kepadaku.
Aku kemudian mengambil gelas, dan sirup yang berada di lemari. Aku menuangkan sirup itu untuk aku minum. Kemudian, aku juga mengambil beberapa es dari frezer, setelah itu aku menuangkan air ke dalam gelasku. Aku meminum sirup yang berasa melon tersebut, sementara Chanyeol-oppa hanya bisa melihatku. Aku melihatnya dengan munculnya beberapa pertanyaaan dalam hatiku. Entah kenapa, aku merasa tertarik untuk menanyakannya kepadanya.
"Oppa,"
"Ada apa, Hayi?" tanya Chanyeol-oppa sambil melihatku.
"Aku penasaran, kamu yang berwujud hantu, apa merasa kelaparan juga?" tanyaku sambil meminum sirup ini.
Chanyeol-oppa kemudian melipatkan tangannya, sambil menggelengkan kepalanya, "Hmm, soal itu, aku tidak merasakannya sama sekali. Aku tidak merasakan apa-apa dalam wujud hantu ini, mungkin bisa dibilang eternal,"
Aku mendengar kata-katanya, dan merasa hal lucu lain dari hal tersebut, "Wah, keren sekali, oppa masih berada di dunia dan tidak merasakan apa-apa. Tapi masih bisa berbicara padaku dan melihat semua orang. Setidaknya, jika kita mati dan menjadi arwah, ada seseorang yang bisa melihat kita," kemudian aku melihat wajah Chanyeol-oppa yang kelihatan sedih, tapi aku membalasnya dengan senyuman sambil mengatakan, "Dan, aku senang aku adalah salah satu orang yang bisa melihatmu, Chanyeol-oppa,"
Dia langsung menunjukkan wajah yang paling bahagia yang dia punya. Sementara, aku berusaha mengelak matanya dengan membuang wajahku, sambil meminum sirup yang berada di tangan. Ah, seharusnya aku tidak mengatakan hal tersebut, karena dia sekarang terlihat sangat senang dan percaya diri sekali. Aku langsung mengambil langkah cepat dengan keluar dari dapur.
Dia malah mengejarku, "Aaaah, Hayi-aaah," dia mengejarku dengan wajah yang bahagia yang pernah dia miliki.
Tiba-tiba ketika aku berusaha mengelak dari dirinya, aku mendengar suara bel rumahku berbunyi, "Ah, belnya berbunyi," dan hampir saja Chanyeol-oppa menabrakku. Well, walau tidak bisa dibilang di tabrak, mungkin lebih tepatnya dia melewatiku.
Aku kemudian berlari menuju pintu depan rumah. Orang tuaku tidak mungkin datang secepat ini, karena mereka bilang akan pulang sekitar besok. Jadi, mungkin orang lain berada di balik pintu, tapi siapa? Aku kemudian membuka pintu depan rumahku dan melihat dua orang berada di luar. Aku terkejut melihat kedua orang itu, terutama mereka datang dengan tersenyum sambil membawa sesuatu di tangan mereka.
"Baekhyun-oppa? Sooyoung-unni?" kataku sambil melihat kedua orang yang berdiri di depanku.
Sooyoung-unni langsung tersenyum melihatku yang berada di depan pintu, "Selamat siang, Hayi, kami datang mengunjungimu,"
"Eh, s-selamat siang," kataku yang terdengar ragu-ragu.
Chanyeol-oppa juga langsung terbang ke sampingku dan melihat mereka berdua dengan kaget, "Wah, mereka datang mengunjungi kita, Hayi," kemudian dia terbang mendekat ke arah mereka, Chanyeol-oppa berdiri tepat di antara mereka berdua.
Aku tersenyum melihatnya, karena sekarang ketiga sahabat itu sedang berdiri bersama-sama. Pemandangan ini, adalah pemandangan yang sulit untuk ditemukan di dunia ini, aku kemudian mempersilahkan mereka masuk, "Silahkan masuk, Baekhyun-oppa dan Sooyoung-unni,"
"Terima kasih, Hayi," kata Baekhyun-oppa sambil masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Sooyoung-unni.
Aku membiarkan mereka masuk lebih dulu, langsung aku menutup pintu ketika Chanyeol-oppa hendak masuk ke dalam. Chanyeol-oppa langsung terlihat kaget, tapi dia tetap bisa masuk, karena dia adalah mahluk transparan. Aku tertawa sedikit melihat hal tersebut. Ah, wajahnya tadi benar-benar terlihat bodoh.
"Apakah kamu sudah makan siang, Hayi?" tanya Sooyoung-unni kepadaku.
Aku terkejut ketika dia mengatakannya kepadaku, "Eh? Makan siang? Aku belum makan siang,"
"Baguslah, karena sekarang aku membawa beberapa makanan untukmu dan kita semua," kata Sooyoung-unni sambil menunjukkan kotak yang terlihat cantik di tangannya.
"Terima kasih banyak, eonni," kataku sambil tersenyum kepadanya.
"Hehehe, you're welcome, Hayi. Aku akan segera menyiapkan, kamu bisa menunggunya terlebih dulu," kata Sooyoung-unni sambil berjalan menuju ke dapur.
Sementara Baekhyun-oppa menunjukkan sesuatu di tangannya kepadaku, dia menunjukkan sebuah film kepadaku, "Hmm, karena hari ini hari libur, kita akan menonton film sambil makan, makanan buatan Sooyoung,"
"Yay," kataku yang terlihat bersemangat. Kemudian aku mengajak Baekhyun-oppa untuk menuju ruang tengah, "Eh, oppa, kita bisa menonton di ruang sana,"
"Baiklah," kemudian kami berdua berjalan menuju ruang TV.
Chanyeol-oppa dari tadi terus mengikutiku, dia juga berjalan menuju Baekhyun-oppa, dan melihat DVD yang dibawa oleh Baekhyun. Dia langsung terlihat bersemangat melihat kaset yang dibawa oleh Baekhyun-oppa. Dengan semangat dia langsung mengatakan sesuatu kepadaku, "Astaga! Itu adalah film yang selalu ingin ku tonton, Hayi. Aku tidak menduga Baekhyun telah memilikinya," dia langsung terbang dengan bersemangat di sekitar Baekhyun.
Aku hanya bisa tertawa kecil dan mengangguk melihat dia yang terlihat senang. Juga, dia terus mengucapkan terima kasih kepada Baekhyun-oppa, walau Baekhyun-oppa tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. Aku merasa senang melihat dia yang senang, yeah, setidaknya dia tidak terlihat menyusahkan untuk saat ini, tapi dia lebih terlihat seperti anak umur 5 tahun yang menanti acara favoritnya.
Kemudian, aku berjalan menuju tempat TV, dan melakukan sesuatu dengan DVD player milikku, "Kamu bisa memainkan film itu di sini, oppa," kataku kepada Baekhyun-oppa.
"Oh, ok," kemudian dia mengeluarkan kaset film dari kotaknya, dia melakukannya sambil mengatakan, "Kau tau, Hayi. Chanyeol, dari dulu ingin sekali menonton film ini, tapi kami tidak pernah punya kesempatan untuk menonton bersama karena terlalu sibuk,"
Aku mendengar apa yang dia katakan, aku membalasnya, "Sibuk dengan apa, Baekhyun-oppa?"
"Sibuk dengan mengurus OSIS," kata Baekhyun-oppa yang mulai terdengar sedih. Dia kemudian melanjutkan, "Seandainya dia masih ada di sini dan menonton bersamaku,"
Aku langsung mengatakan sesuatu untuk membuat dia terlihat senang, "Tenang saja, Baekhyun-oppa. Aku adalah adik Chanyeol-oppa, yang mewakilinya untuk menonton film ini. Dia pasti akan senang, karena aku juga sudah menontonnya," aku kemudian memberikan senyuman canggung.
Dia tertawa sedikit sambil melakukan sesuatu dengan DVD player, dia melihatku dan mulai mengelus kepalaku lagi dengan perlahan-lahan sambil mengatakan, "Baguslah, aku tidak perlu khawatir. Aku harap kamu juga akan menontonnya dengan bersemangat seperti kakakmu," dia juga memberikan senyuman kepadaku.
Hanya saja, ada hal lucu yang terjadi di saat bersamaan, Chanyeol-oppa mengatakan sesuatu yang kedengaran lucu, "Baekhyun, jangan kau berani untuk mendekati, Hayi," Oppa, kamu benar-benar kedengaran seperti seorang ayah yang tidak ingin anak perempuannya menikah. Namun, itu membuat dia terlihat imut, well, walaupun tidak begitu imut.
Baekhyun-oppa kemudian memencet tombol play di DVD player. Bersamaan dengan hal tersebut, Sooyoung-unni datang dengan makanan di tangannya. Aku langsung bergerak dari tempat itu dan menghampiri Sooyoung-unni, "Unni, sini aku bantu," aku juga menawarkan tanganku kepadanya.
"Oh, tidak apa-apa, Hayi, bisa membawa sisanya yang berada di dapur," kata Sooyoung-unni sambil menunjukkan dapurnya kepadaku.
"Baiklah, unni," kemudian Sooyoung-unni membawa makanan menuju ruang tengah. Sementara, aku berjalan menuju dapur untuk membawa beberapa makanan.
Aku terkejut melihat makanan yang tersedia di dapur, semuanya terlihat enak, bahkan Chanyeol-oppa memberikan his approve terhadap makanan yang tersedia di sini, "Wow, semuanya terlihat enak,"
Dengan wajah sombong, Chanyeol-oppa mengatakan, "Hmm, iya benar sekali, Sooyoung, sangat pintar memasak. Semua makanannya buatannya benar-benar enak,"
"Kamu benar-benar mempunyai teman yang luar biasa, oppa," kataku yang langsung membawa beberapa makanan yang tersisa.
Dan, aku tidak mempedulikan oppa, yang terlihat bangga, dengan hidupnya yang sepertinya semakin panjang. Dia hanya mengatakan sesuatu dengan bangga, "Ohohoho. Memang aku orang hebat," dia kemudian melihatku yang sudah berjalan lagi ke ruang tengah dan mengejarku.
Sementara aku dengan senang langsung mengatakan, "Makanannya sudah datang," kemudian, Sooyoung-unni dan Baekhyun-oppa langsung menyambutku bersama dengan makanannya. Kami langsung menonton film itu, dan makan bersama. Sementara Chanyeol-oppa langsung duduk di dekat kami sambil melihat kami semua dengan tersenyum. Pemandangan ini benar-benar terlihat hangat.
Setelah beberapa lama sejak kami menonton film, kami merasa haus dan ingin minum. Tentu saja, karena kami baru saja menyelesaikan makan kami. Bersama dengan itu juga, aku langsung berdiri dari tempat kami nonton, dan mengatakan, "Aku akan mengambil beberapa minuman dulu,"
Kemudian aku berjalan menuju dapur bersama dengan Chanyeol-oppa. Di dapur, aku menyiapkan tiga gelas untuk dipakai, bersama dengan botol sirup yang sebelumnya. Untung saja, persediaan kami masih cukup. Aku kemudian mengambil beberapa es dari dalam kulkas.
"Chanyeol-oppa, filmnya seru juga," kataku sambil menuangkan sirup di gelas.
"Aku tau kamu pasti akan menikmatinya, karena memang aku tau film yang bagus," kata Chanyeol-oppa dengan bangga.
"Ah, apa kamu lupa dengan film bodoh yang kamu rekomendasikan kepadaku, oppa?" kataku sambil menggodanya sedikit.
"Ah, tapi itu tidak masuk hitungan," kata Chanyeol-oppa yang berusaha mengelak.
"Tetap saja, kamu memilih film bodoh," kataku sambil tertawa kepadanya.
Ketika aku menoleh dari tempat aku berdiri, aku terkejut melihat seseorang berada di depan dapur. Dia menyenderkan tubuhnya terhadap dinding, ya, aku melihat Baekhyun-oppa yang melihatku. Dari wajahnya, dia terlihat sudah mendengarku berbicara sejak dari tadi. Aku hanya bisa terpaku melihat dia yang tiba-tiba datang mendekat.
"Kamu, sebenarnya berbicara dengan siapa, Hayi?" kata Baekhyun-oppa yang semakin mendekat.
Aku langsung mengelak dari dirinya dengan meletakkan botol sirup yang kupegang di atas meja. Aku berusaha untuk tidak melihat ke arahnya, tapi dia terus mengatakan sesuatu yang membuatku takut, "Hayi, jawab aku, aku sudah mendengarnya dari sejak kemaren. Kamu terlihat berbicara dengan seseorang. Terutama, kamu juga mengatakan kata oppa,"
Aku langsung menoleh ketika dia mengatakan hal tersebut, bersama dengan itu juga, aku hanya menggelengkan kepalaku dan melangkah mundur dari tempat aku melangkah. Argh, kenapa hal seperti terjadi kepadaku, sepertinya aku tidak bisa menyembunyikannya lagi. Dia sepertinya sudah curiga kepadaku sejak kemaren.
Dia melanjutkan kata-katanya sambil melihatku, "Ketika kita jalan pulang bersama, aku dapat mendengar suaramu yang mengobrol dengan seseorang, juga dengan wajah yang terlihat bahagia," selanjutnya, dia mengatakan sesuatu yang sangat takut untuk aku dengar, "Apa kamu berbicara dengan Chanyeol?"
Seketika itu juga, aku langsung merasa sedikti ragu, dia melihatku dengan wajah yang terkejut, seakan-akan apa yang dia tanyakan adalah benar. Dia berusaha mengambil tanganku ketika aku berusaha mundur. Sementara Chanyeol-oppa juga melakukan hal yang sama kepadaku. Anehnya lagi, Chanyeol-oppa seakan-akan ingin masuk ke dalam tubuhku.
Setelah itu, aku terjatuh dan tidak tau apa yang terjadi lagi pada diriku. Aku merasa seluruh tubuhku terasa melayang dan lepas. Entah kenapa, aku dapat merasakan tubuhku mulai bergerak lagi, dan anehnya tubuhku bergerak dengan sendirinya. Eh, tunggu! Bergerak dengan sendirinya? Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa mengontrol tubuhku, tapi aku masih merasa ini tubuhku.
Aku juga masih bisa melihat Baekhyun-oppa terlihat khawatir dengan mengulurkan tangannya kepadaku, "Hayi, apa kamu baik-baik saja?"
Oh, tentu saja aku baik-baik saja. Anehnya, aku tidak mengatakan hal itu, tubuhku hanya terus berdiri dan menghiraukan tangan Baekhyun-oppa. Eh, tidak, aku tidak ingin terlihat sombong seperti itu. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku tubuhku ini? Terutama yang lebih mengejutkannya lagi, aku tidak melihat Chanyeol-oppa di sekelilingku sekarang.
Dan, kata-kata yang keluar dari mulutku terdengar mengerikan bagiku, "Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu!"
What?! Aku tidak seharusnya mengatakan itu kepada Baekhyun-oppa. Kepribadiaanku menjadi aneh sekarang, tapi aku masih bisa merasakan tubuhku. Sepertinya, hanya ada satu kesimpulan untuk hal ini, ini semua karena Chanyeol-oppa.
"Aku tidak perlu bantuan dari kamu yang curiga kepadaku,"
Well, entah kenapa aku juga terlihat keren sekarang.
