ACCIDENTELY EXCHANGED
Author: Sherry Kurobara
Sherry own neither Naruto nor Sword Art Online.
Rated: T
Genre: Fantasy, Romance, Humor, Adventure, Sci-Fi
Pairing: NaruHina, KiriAsuna, SasuSaku, etc
.
.
Chapter 7: Past and Future were connected
"KAZUTO-KUN!" pekik Asuna lagi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tsunade yang mengintrupsi ke-pekik-an Asuna.
"Papa… kondisi Papa sangat tidak stabil. Emosinya… juga ikut mempengaruhi tubuh virtualnya. Terlebih dengan sihir Papa yang menghabiskan tenaga," jelas Yui.
"Tapi kenapa bisa seperti ini, Yui-chan?" tanya Asuna yang masih memeluk tubuh Kazuto.
"Tubuh virtual Papa juga tubuh apa yang akan terjadi pada tubuh virtual Papa, tubuh aslinya akan menerimanya. Luka, kesedihan, emosi, semuanya," jelas yui singkat.
"Tapi… kenapa bisa?"
"Itu… Yui juga tidak tahu, tapi Yui hanya tahu kalau tubuh Papa sudah terlalu lelah akibat pertarungan tadi. Terlebih Papa menggunakan sihir pertahanan mutlak itu. Sihir itu kan menghabiskan sihir Papa."
"Tapi biasanya tidak seperti ini!"
"Tubuh virtual Papa adalah tubuh asli Papa, Mama. Tubuh virtual Papa lelah, tubuh aslinya juga lelah. Emosinya tidak stabil karena mengingat saat-saat SAO. Mama tahu kan?"
Asuna hanya terdiam. Mendengar kata-kata Yui, hatinya terasa diiris. Ia menyesal tidak menghentikan Kazuto yang memakai sihir itu. Tidak. Ia seharusnya melerai kedua orang itu sebelum mereka memulai pertarungan. Ia tahu kalau Kazuto tidak benar-benar melawan Sasuke. Buktinya, dengan pertahanan mutlak seperti itu, Kazuto bisa menyerang Sasuke dengan sangat mudah. Tapi… dia tidak melakukannya. Dia hanya menghindar. Menghindari semua serangan atau menerima serangan Sasuke.
Asuna memeluk tubuh Kazuto lebih erat. "Apakah… Kazuto-kun akan baik-baik saja?"
"Kemungkinan sih tidak ada efeknya, tapi… sepertinya Papa membutuhkan istirahat satu hari ini. Besok Papa baru bisa berkegiatan seperti biasa."
Asuna menatap wajah tampan Kazuto(Author: ERTE MAKSSSS! *ditimpuk karung beras sama reader*) dengan pandangan kasih sayang. Asuna sangat mencintai Kazuto. Ia tidak ingin kehilangan Kazuto. A-P-A-P-U-N-Y-A-N-G-T-E-R-J-A-D-I. ejaan yang tadi wajib di bold, underline, italic, font size 72, font color merah ngejreng. Waw.
"Ah! Naruto-san sepertinya juga pingsan. Yui tidak bisa menghubungi Kyuubi-san," ucap Yui memecahkan keheningan.
Sakura panik sejadi-jadinya. Sakura kan menganggap Naruto seperti adiknya sendiri. Tapi ia juga menganggapnya seperti sahabat dekatnya (emang bener kan?). sayangnya Sasuke malah tidak menyukai pacarnya(atau calon pacar? Hm, nanti dijelasin kok) yang malah mengkhawatirkan sahabatnya. Sebenarnya siapa sih yang dianggap pacar si kunoichi berambut pink itu?
Sasuke hanya menghela napas panjang. Setidaknya dia tak mau shinobi-shinobi ini—plus orang-orang masa depan—melihatnya yang cemburuan. Ah iya ya. Dia kan bisa membuat perhitungan dengan Naruto nanti saat pemuda blonde itu kembali. Ya. Dia pasti akan membuatnya membayar semuanya. Seringai licik mulai ditampilkan sang Uchiha terakhir itu.
Para shinobi itu langsung bergidik ngeri melihat seringai licik yang ditampilkan Sasuke. Tsunade yang entah kenapa tau jalan pikiran sang Uchiha itu (tolong jangan tanya kenapa. Author sudah cukup pusing memikirkan jawabannya), hanya berdoa pada Kami-sama agar Hokage mereka yang baru tidak akan mendapatkan hal-hal yang buruk dari sahabatnya. Kenapa Tsunade berdoa seperti itu? Itu karena ia sangat ingin Naruto menggantikannya. Kenapa? Karena ia ingin bebas dari setumpuk dokumen dan berbagai gulungan-gulungan kertas yang selalu membanjiri ruangannya. Tsunade… kau licik. Sama liciknya dengan Sasu, pikir Author.
"Mama, bisakah kita membawa Papa ke sebuah rumah dan membiarkan Papa beristirahat?" pinta Yui dengan pandangan memohon.
"Iya, Yui-chan…"
Dan kedua orang itu—plus satu orang yang sedang pingsan—langsung meninggalkan lapangan upa—ups, maksud Author, meninggalkan lapangan bekas pertarungan dua lelaki bermata onyx itu.
Sakura mengantarkan keduanya ke kediaman Hyuuga sembari menarik Sasuke karena merasa bersalah. Karena Sasuke, Kazuto pingsan. Padahal Asuna sudah bersikeras mengatakan kalau Kazuto pingsan karena dirinya sendiri.
"Aku benar-benar minta maaf, Asuna-san. Karena aku tidak menghentikan Sasuke-kun, Kirigaya-san jadi seperti ini," ucap Sakura saat mereka sampai di kediaman Hyuuga.
"Tidak apa, Sakura-chan. Kazuto-kun jadi seperti ini karena salahya sendiri. Dia sudah tau kalau sihir itu memakai banyak tenaga dan bisa membuat sihirnya menjadi limit. Aku juga sudah melarang Kazuto-kun agar tidak memakai sihir itu, tapi sepertinya dia sudah kelewatan karena melawan Sasuke-kun dengan sihir itu. Yah… pada akhirnya dia sama sekali tidak berniat untuk melawan sih," ujar Asuna dengan tersenyum.
"Tapi… aku merasa bersalah. Seharusnya selama Kirigaya-san berada di masa lalu karena kesalahan Naruto-baka itu, kami harus bisa menjaganya. Sasuke-kun, minta maaflah," pinta—err, lebih terpatnya perintah Sakura.
"Hn."
"Sasuke-kun… jangan hanya ber-hn! Minta maaflah!"
"Sudahlah, Sakura-chan… aku tidak menyalahkan siapapun disini. Saat Kazuto-kun bangun nanti, aku akan memintanya untuk tidak menggunakan mantra itu lagi. Yaah… selain membahayakan lawannya, juga membahayakan tubuhnya."
Sakura tidak menggubris perkataan Asuna. Ia memandangi Sasuke dengan tatapan 'sebaiknya-lo-minta-maaf-kalo-enggak-gue-putusin'. Eh? Serius tuh Sakura mau mutusin Sasuke? Kalo iya, Author bakal sujud syukur deh. Author bakal jadi pacarmu Sasu-darliing~ *di-deathglare Sasuke, di shannaro Sakura*.
Sasuke menghela napas. Menghela napas karena apa? Karena ke-OOT-an Author atau karena sikap Sakura? Hm… dua-duanya kok.
"Maaf."
Udah. Gitu tok. Singkat? Iya. Sasuke gitu loooh.
Iris chestnut Asuna langsung membulat dan mulutnya sedikit terbuka. Kaget. Tentu saja. Dengan sifat Sasuke yang-kita-sudah-ketahui-bersama, siapa yang tidak kaget saat mendengar ucapan sang Uchiha terakhir itu!
"WOW! Seharusnya aku membawa perekam suara! Ucapanmu itu sangat langka! Aku yakin hanya dengan ucapan itu, namamu akan tercatat oleh sejarah. Di dalam Guiness book of Records."
Sasuke merasa ucapan sang gadis time traveler itu ditujukan untuk mengejeknya. Yah… walaupun dia tidak tahu apa itu Guiness book of Records—karena di dunia shinobi tidak ada bahasa Inggris, dan Author menyarankan kepada seluruh Kage untuk mendatangkan banyak guru bahasa Inggris dari masa depan—tapi dia merasa kalau Asuna sedang menghinanya. Kenapa Sasuke tahu? Yah… begono-begono dia menyadari kalau dirinya itu terlalu tampan dan dingin—sumpah! Narsis amat si Saskey!—jadi paling tidak dia tahu apa yang dimaksud oleh Asuna.
"Mama, kalau Mama mebutuhkan rekaman ucapan Sasuke-san, Yui sudah merekamnya. Yui akan mengirimkannya ke NerveGear milik Papa dan Mama bisa mendownloadnya setelah kita pulang," sahut Yui santai.
Sasuke menunjukan raut tidak senang. Dia mengeluarkan death glare andalannya dan dengan alis yang bertautan—wow, bagaimana bisa? Yah… bisa saja—menandakan kalau sang pemilik wajah sedang tidak ber-mood untuk melakukan sebuah lelucon. Hm? Sejak kapan seorang Uchiha Sasuke bisa melucu?
"Yui, tolong batalkan pengiriman data dan delete data itu. Mama masih ingin hidup. Paling tidak kalau mati, Mama ingin mati setelah berbahagia dengan Kazuto-kun," ujar Asuna serius.
Yui menganggukkan kepalanya dan segera memproses permintaan Asuna. Dan setelah Yui mengatakan bahwa data telah dihapus, Asuna tersenyum dan membelai surai hitam panjang anaknya. Yui hanya tersenyum manis dan senang.
"Sasuke-kun," panggil Sakura pelan, namun cukup keras untuk didengar Sasuke. "Bagaimana kalau kita pulang saja? Aku yakin kau lelah. Dan aku harus kembali ke rumah sakit dan tenda. Ada beberapa pasien yang membutuhkanku. Ya? Ya? Ya?"
Sasuke tidak mengatakan apapun selain hn andalannya. Sasuke juga membiarkan dirinya ditarik ke jurang kema—ups, ditarik keluar dari mansion sementara keluarga Hyuuga. Bagaimana Sasuke mau menolak Sakura yang tadi memintanya dengan puppy eyes no jutsu yang membuatnya luluh terhadap kunoichi pink itu? Jawabannya, Sasuke TIDAK akan menolaknya.
Setelah pasangan muda Uchiha-Haruno itu keluar dari kediaman Hyuuga dengan—Asuna mengintip dari jendela—saling menggenggam tangan satu sama lain, Asuna tersenyum dan tertawa kecil. Ia tak menyangka kalau di masa ini maupun di masanya, kedua adik kelas kesayangannya itu tetap romantis. Yah… walaupun Sasuke tidak menunjukannya di depan banyak orang sih.
"Mama, kenapa Mama tersenyum seperti itu?" tanya Yui heran.
"Mama hanya berfikir kalau kedua orang itu sama manisnya dan romantisnya dengan mereka yang di masa depan. Aku sangat ingin melihat mereka. Aku ingin melihat sejauh mana kedua orang itu sudah berhubungan," jawab Asuna dengan terkikik geli.
Yui tidak mengerti sama sekali. Dan hanya bisa terdiam.
"Ya sudahlah. Kalau Yui-chan tidak mengerti tak apa. Karena Yui-chan masih sangat kecil untuk memahami hal seperti ini,"ujar Asuna. "Kita ke kamar Papa yuk. Sebaiknya kita juga istirahat."
"Hai, Mama."
Ibu-anak itu kembali ke kamar Kazuto dan ikut tertidur di samping Kazuto.
Kita tinggalkan (calon) keluarga kecil Kirigaya tersebut. Kita akan beralih ke pasangan SasuSaku. Sherry kepada Kurobara, Sherry kepada Kurobara, silahkan laporkan kejadian di tempat kejadian perkara.
"Yak. Kurobara akan melaporkan kejadian di tempat kejadian langsung. Kalian lihat(harap dibaca: baca) pasangan muda berambur pink dan hitam itu bukan? Kita akan memata-matai mereka. Gunakan sabuk pengaman demi kesalamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan raya. Himbauan ini disampaikan oleh Sherry Kuro—"
Readers: NGACO LU PADA! CEPETAN LANGSUNG AJAAA! *nimpuk Author yang memiliki kepribadian ganda*
Sasuke dan Sakura keluar dari mansion Hyuuga dengan bergandengan tangan. Sasuke yang memang sifatnya dingin dan tidak pedulian hanya diam dan memakai topeng stoic miliknya. Ya. Itu hanya di luarnya. Di dalam hatinya, dia udah jerit-jerit gaje plus lebay alay. Apakah kita harus intip hatinya? Pasti Reader-minna mau dong ya. Oke. Berikut adalah…
Sasuke POV
Demi ke-dobe-an seorang Uzumaki Naruto yang sudah tidak bisa tertolong lagi, SEKARANG AKU MENGGENGGAM TANGAN SAKURA! Ya. Tangan seorang Haruno Sakura yang telah membuatku tergila-gila padanya.
Oh. Apakah Author sialan itu belum menjelaskan kenapa aku bersikap seperti ini? Seperti bukan seorang Uchiha? Aku akan menjelaskannya.
Flashback on.
Aku bosan.
Sangat bosan. Dari siang aku hanya membantu mengungsikan orang-orang Konoha pasca perang. Mungkin karena aku masih belum diterima kembali oleh Konoha. Hn. Kalian pasti sudah tau alasannya. Baguslah kalau begitu.
Seluruh Konoha tidak menerimaku juga tidak apa-apa. Yang kuinginkan hanya satu. Meneruskan keluarga Uchiha yang terancam punah(A/N: eh, ciyus deh, Sasuke bisa bercanda!)dengan gadis yang sangat kucintai. Dengan Haruno Sakura.
Kalian bingung kenapa aku, seorang Uchiha terakhir yang sangat tampan dan kece (A/N: Hueks. Narsis banget ini orang!) ini bisa sampai jatuh cinta pada seorang Haruno yang juga mantan teman satu timku dulu bukan? Jawabannya mudah. Aku memang mencintainya. Sejak dulu. Hanya aku yang diliputi perasaan dendam memilih untuk meninggalkan gadis yang sangat kucintai itu. Tapi sekarang aku sudah kembali. Aku salah meninggalkannya dulu. Gadis berambut sewarna dengan namanya itu berubah menjadi lebih cantik dan kuat. Aku sangat menyesal meninggalkannya. Sangat menyesal. Tapi nasi sudah menjadi bubur ayam yang sudah ludes dimakan Author (Author: …. (-_-")). Lebih baik aku melanjutkan kehidupan. Uchiha bergantung padaku. Kalau aku mati, Uchiha akan selamanya punah.
Selesainya acara mengungsikan-orang-orang-Konoha-yang-masih-ada aku langsung pergi. Alasan kenapa aku masih bebas adalah semua keputusan tentang aku yang menentukan adalah si Dobe itu. Dia adalah Hokage keenam. Lagipula dia terbawa ke masa depan. Jadi kata Tsunade, semua keputusan berada di tangan Naruto.
Saat aku masih berada di perjalanan pulang ke apartemennya—karena mansion Uchiha hancur dan belum dibuat lagi karena satu-satunya Uchiha adalah aku—aku bertemu dengan Sakura. Sepertinya Sakura juga sudah selesai dengan kewajibannya. Maksudku… sebagai medic-nin. Tapi aku melihatnya sedang membawa buku. Buku apa? Bukankah sedesa ini hancur karena perang shinobi keempat? Kenapa masih ada buku? Aaah! Sudahlah! Kenapa aku harus tau? Paling itu buku yang dipinjamkan oleh Suna karena Konoha sedang renovasi besar-besaran.
Aku berjalan mendekati Sakura. Gadis itu sepertinya masih konsentrasi pada buku itu sampai-sampai aku tidak diperhatikan. Kulihat sampul buku itu dengan penasaran. Buku tentang pengoobatan. Sakura sudah aku tebak pasti akan menjadi medic-nin yang baik. Dan mengingat kekuatannya yang seperti monster… dia akan menjadi ninja yang sangat kuat.
"Sakura," panggilku dengan nada datar.
Sakura mengangkat pandangannya yang sangat cantik itu dari bukunya dan melihatku. "Oh, Sasuke-kun. Doushite?"
"Hn."
Kulihat ia mengkerutkan keningnya. Mungkin karena jawabanku yang tidak bisa didefinisikan sebagai jawaban.
"Kau sudah mau pulang?" tanyaku. Tentu saja a la Uchiha. Datar.
"Tidak. Aku akan ke kantor Hokage terlebih dahulu dan menyerahkan beberapa buku pengobatan yang dikirim oleh Suna. Apa Sasuke-kun mau pulang?"
"Aku akan ikut denganmu. Ada sesuatu yang perlu kubicarakan padamu," kataku masih tetap dengan nada tenang. Ya. Tenang di luarnya. Kini aku sedang dag dig dug der. Murid kesayangan Godaime Hokage ini selalu saja membuatku bersebar-debar tak karuan.
Wajah ayu Sakura terlihat bingung tapi menyiratkan rasa senang. "Memangnya apa yang ingin kau bicarakan, Sasuke-kun?"
Aku tidak menjawabnya dan hanya berjalan mendahuluinya ke kantor Hokage. Seakan tau apa yang aku inginkan, Sakura terdiam dan berjalan mengikutiku, menyamakan posisinya hingga sekarang ia berada di sampingku. Aroma khas dirinya tercium olehku. Urgh. Sialan! Aku benar-benar berharap gadis ini mau menerima menjadi istriku di masa depan. Kalau bisa malah sekarang aku menikah dengannya langsung. Tapi aku tidak yakin. Aku baru saja kembali ke Konoha dan masih belum mendapatkan kepercayaan. Si Dobe juga menghilang. Dan aku juga adalah mantan criminal S-class. Aku jadi tidak yakin kalau kunoichi berambut pink ini mau ku persunting nantinya.
Tanpa kusadari, kami sudah sampai ke kantor Hokage. Dan parahnya sudah di depan pintu ruang Hokage. Aku tersentak. Apakah aku terlalu lama untuk bergelut dengan pemikiran-pemikiranku barusan?
Setelah Sakura menyerahkan buku-buku pengobatan dari Suna, kami berjalan meninggalkan kantor Hokage. Aku mengajaknya ke taman—yang tidak bisa dibilang taman juga—yang benar-benar indah. Bila ini musim semi, kalian akan melihat bunga sakura yang bermekaran di mana-mana. Oh Kami-sama… aku melupakan kenyataan bahwa seluruh Konoha hancur dan itu berarti kata benar-benar indah yang kumaksudkan adalah berantakan. Belum di tata ulang kembali karena ninja-ninja yang lain lebih memilih untuk membangun rumah-rumah dan apartemen daripada sebah taman. Toh nantinya mereka bisa meminta seorang ANBU bernama Yamato untuk menumbuhkan pohon-pohon kembali.
"Sasuke-kun, kamu mau bicara apa?" tanya Sakura memecah keheningan diantara kami.
"Sakura… menikahlah denganku," ucapku to the point. Aku merutuki diriku sendiri yang selalu tanpa basa-basi dan langsung to the point. Terang saja Sakura terkejut atas ucapanku. Aah… seharusnya aku belajar dari Baka Dobe untuk masalah basa-basi. Terlebih urusan acara melamar. Sialan!
"Err… aku tau ini tiba-tiba. Aku juga tau aku adalah mantan criminal S-class dan juga missing-nin. Aku tahu aku akan dipenjara paling sedikit adalah tujuh tahun dan terparahnya adalah mati. Tapi aku hanya ingin mengatakan kalau aku… mencintaimu, Haruno Sakura…" Aku memelankan suaraku saat mangatakan tiga kata terakhir.
Kulihat mata emerald Sakura membesar dan ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Kulihat juga air mata menumpuk di sudut matanya. Aku yakin dia pasti mendengar apa yang kuucapkan.
"Aku juga tahu kalau semua orang masih belum menerimaku kembali. Terlebih apa yang kulakukan pada desa ini sebelumnya. Dan… mungkin kau juga masih tidak mempercayaiku sama sekali. Tapi setidaknya aku ingin kau mengetahui perasaanku yang sesungguhnya. Aku—"
Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, kedua tangan ramping gadis yang kucintai memelukku dengan sangat erat. Kurasakan bahu kiriku basah. Apakah Sakura menangis?
"Sakura… kenapa kau mena—"
"Sasuke-kun… jangan berkata seperti itu. Bila semua orang masih tidak menerimamu, aku akan selalu ada untuk menerimamu. Aku sangat mencintaimu, Sasuke-kun… aku tidak peduli dengan semua perkataan orang-orang. Aku mencintaimu. Dengan hati dan kepercayaan itu aku akan selalu di sisimu, Sasuke-kun…" ucapnya dengan sesenggukkan.
Aku mempererat pelukan kami. Aku sangat senang sekaligus bahagia karena gadis yang aku cintai juga mencintaiku.
"Sakura… apakah kau menerima lamaranku?" tanyaku tenang walau ada nada was-was.
Sakura tidak menjawab tapi dia menganggukkan kepalanya di sela-sela pelukan kami. Hatiku menghangat.
"Sakura, aku memang sangat ingin menikah denganmu, tapi bisakah kau menungguku untuk meminangmu? Kau tahu kan hukuman untukku belum ditentukan. Entah berapa lama aku harus mendekam di penjara. Tapi bisakah kita memulai hubungan ini sebagai koibito?"
Aku menjauhkan diri serta melepaskan pelukan kami. Kudengar dengusan kecewa dari Sakura. Mungkin dia masih ingin kupeluk kali ya*narsis mode:ON*.
"Sakura?"
"Ya, Sasuke-kun. Kita mulai pelan-pelan hubungan ini…" jawabnya disertai semburat merah tipis.
Aku tersenyum. Sejak kapan Uchiha bisa tersenyum? Bisa saja. Dan itu berkat cinta. Gombal bukan?
Flashback off
Sekarang kalian sudah mengerti kan? SAKURA ADALAH KEKASIHKU. CALON ISTRIKU. HIDUP MATIKU. Karena itulah yang mengganggu Haruno Sakura akan mendapatkan pelajaran langsung dariku. Khukhukhu.
End Sasuke POV
Oke. Kita sudah mengetahi isi hati Sasuke yang ternyata masih sangat licik ini. Apakah Author masih juga nge-fans dan tergila-gila pada Uchiha terakhir itu? Dan apakah Author masih mau membuat fanfict mengenai SasuSaku? Author abal ini tentu saja masih belum kapok. Malah jadi tambah menggilai Sasuke.
Haah… kapan ini cerita selesai ya?
Skip time (~`o`)~ Skip time (~^v^)~
Pagi yang sangat cerah. Ya. Separuh dari Desa Konoha sudah kembali berkat kerjasama dari semua penduduk dan ninja-ninja lainnya. Terlebih dengan adanya dua orang dari masa depan yang bisa mengembalikan chakra tanpa asupan gizi dan istirahat yang cukup. Terlebih disini juga ada medic-nin terhebat yang dididik oleh medic-nin nomer satu.
Pagi yang cerah ini sudah ada sebuah keributan besar. Ada apa dengan Konoha? Di dalam judul Koran yang baru saja disebutkan tadi terdapat BIG NEWS satu halaman penuh hanya untuk membahas satu artikel saja. Artikel apa itu? Penasaran kan? Makanya baca chap 9 besoook besoooook.
.
.
.
T.B.C.
.
.
PLAK! *digampar seluruh orang Konoha dan reader-minna plus Author-minna yang tergabung dalam FFN*
Un. Lanjut aja deh *Author wajahnya bonyok sana sini*
.
Apa isi artikel tersebut? Perlukah Author imoet ini menuliskannya secara lengkap? Kalau Author nulis artikelnya sendiri, dijamin ini FF nggak akan pernah Author selesaiin.
Intinyaaaa…. Judul Artikel itu adalah….
.
.
"THE LAST UCHIHA SUDAH MEMILIH PASANGAN HIDUPNYA"
Ah, pasti kalian sudah tahu semua isinya. Perlu diketahui kalau di bawah judul itu ada foto—sekali llagi, FOTO!—Sang Uchiha dengan Sang Haruno. Parahnya… sedang berciuman! Sekali lagi… BERCIUMAAAAN!
Tentu saja dengan adanya artikel tersebut, seluruh warga Konoha geger. Bahkan sang Godaime Hokage yang notabene shishou seorang Haruno Sakura, heboh dan meminta Sakura untuk datang ke ruangannya dengan sangat segera. Setelah Tsunade menceramahi puaaannnnjjjjjaaaaaaaaangggg dan leeeeeebbbbaaaaar pada anak didiknya tersebut selesai, Tsunade memijit keningnya.
"Uh… sama seperti masa depan yang dikatakan kedua orang itu. Bikin kepala pusing saja. Sakura, aku mohon kau dan Sasuke tidak akan melakukan APAPUN sebelum kalian menikah. Bisa dimengerti?"
Tsunade menekankan kata APAPUN dalam ucapannya. Dan kata sebelum menikah itu tentunya membuat siapapun tau apa yang dimaksud Godaime Hokage itu. Wajah Sakura muncul semburat merah tipis di kedua pipinya. Tapi ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
Setelah diijinkan keluar dari ruangan, Sakura kembali menelusuri jalanan Konoha yang sudah separuh jadi ini. Tentu saja saat ia bertemu dengan seseorang, mereka akan berbisik-bisik tentang hal itu. Kuping gadis tokoh utama kita—cuma di chappie ini kok. Besok balik lagi ke Asuna—ini mulai panas dan ia merasa sebal dengan semua bisikan-bisikan para penduduk desa. Apalagi sahabat pirangnya tau-tau datang dan menunjukkan Koran itu dan menanyai banyak hal padanya. Namun Ino saja langsung ia acuhkan dan ia langsung datang ke apartemen Uchiha terakhir. Eh kenapa malah ke apartemen Sasuke? Jawabannya mudah. Rumah keluarga Haruno belum jadi. Ayah dan Ibunya tinggal di rumah temannya dan ia meminta ijin untuk tinggal di apartemen Sasuke. Tentu saja boleh karena kedua orangtuanya tahu kalau Sasuke sangat mencintai Sakura jadi ia pasti akan melindunginya.
Setelah mengatakan keluh kesahnya yang hanya ditanggapi oleh 'hn' a la Uchiha, Sakura pada akhirnya menjadi bad mood akut. Sampai-sampai Sasuke yang tidak ingin melihat gadisnya berwajah masam seperti itu mencoba untuk mengembalikan moodnya.
Setelah mencoba semua cara untuk mengembalikan mood kunoichi pink ini, akhirnya Sasuke berhasil membuatnya menjadi Sakura biasanya. Dan tebaklah apa yang membuatnya bisa berubah mood. Itu karena Sasuke mencium Sakura. Tepat di bibir. Ciuman kedua mereka—untuk Sakura iya. Untuk Sasuke, ini adalah ciuman ketiganya. Pertama kan ciuman sama dobe a.k.a Naruto. Ciuman yang sangat lembut dan hangat. Siapa juga yang tidak berubah mood saat seorang cowok yang kau cintai menciummu dengan lembut?
Sepertinya memang tidak ada.
Kita ganti scene. Di kediaman Hyuuga yang sedang sepi-sepinya karena penghuninya semuanya sedang membantu membangun kembali desa mereka, terdapat dua anak manusia—plus satu anak kecil yang merupakan program sedang duduk-duduk di kamar. Kazuto sudah bangun dari pingsannya dan sekarang tersenyum melihat interaksi calon istrinya dengan anak mereka. Uh? Bingung ya? Biarin aja!
'Asuna asti akan menjadi istri dan ibu yang sangat baik,' batin Kazuto senang.
"Oh iya, Kazuto-kun!" panggil Asuna membangunkan Kazuto dari batin-membatinnya. "Kau tau ada big news apa di Konoha ini?"
Kazuto menggeleng dengan cepat. Ia bingung. Big news? Apakah akan terjadi perang lagi? Saat pahlawan dunia shinobi tidak ada? Ini gila! Tapi dari ekspresi Asuna bisa dikatakan kalau big news itu bukanlah sesuatu yang menakutkan.
"Akhirnya Sasuke-kun melamar Sakura-chan!"—tentunya di dunia ini.
Kazuto POV
"Akhirnya Sasuke-kun melamar Sakura-chan!"
Aku melongo. Siapa? Siapa yang melamar siapa? Oh, tunggu sebentar. Biarrkan aku membaca teks kembali. Oh. Ternyata Sasuke dan Saku—APAAAA? Hei! Kau pasti bercanda, Author! Mana mungkin Sasuke yang terkenal cool dan jaim mau melamar kekasihnya!
Oh shit! Aku lupa kalau ini di masa lalu. Disini mereka belum menjadi kekasih. Tapi… astaga! Mereka akan menikah!? Oh aku baru ingat. Bukankah di masa ini semua keluarga Uchiha musnah kecuali Sasuke itu? Lalu bagaimana dengan nasib ku? Bukankah…
"Kazuto-kun, bagaimana menurutmu? Bukankah di masa ini sangat terhubung dengan masa depan?" tanya Asuna menghancurkan pemikiran-pemikiranku.
"Sangat mirip. Dan sangat terhubung. Sifat, keluarga, dan yang lainnya. Hanya saja disini yang mati di masa depan masih hidup. Dan kita berdua sepertinya tidak ada di masa ini. Aku tidak mengerti dengan sistem reinkarnasi seperti ini."
Tentu saja. Karena ini hanya fanfiksi, dodol, batin Kazuto miris.
End Kazuto POV
Setelah itu ketiga orang itu keluar dari kediaman Hyuuga dan menuju ke apartemen Sang Uchiha untuk… yah… kalian tahu kan? Mengganggu kedua pasangan baru itu dan tentunya ada beberapa yang ingin ditanyakan oleh Kazuto pada Sasuke.
Apa yang ingin dibicarakan Kazuto?
TUEBEESEE
.
.
.
Yang ini beneran. Peaceee ^^
.
.
Adakah yang bingung kenapa di dunia shinobi ada Koran? Terlebih pasca peraang yang membuat desa Konoha hancur lebur? Mudah. Jawabannya adalah karena sesuka Sherry. Mau Sherry buat jadi majalah atau I-pad, Apple, BlackBerry, atau malah Telepati(?) aja sekalian juga bisa kok. Tapi kalau gitu, Sherry bakal ngerusak ceritanya Bang MaKi ataupun ceritanya Bang KaRe. Sumpah itu nama pengarangnya kok jadi aneh banget ya. Maapin Sherry, Kishimoto-sensei, Kawahara-sensei!
Heeiiii! Sherry mau tanya sekali lagi, perlukah ASUNA DAN KAZUTO MASA LALU diadakan? Karena… chap ini lama Sherry bikin karena bingung mau memasukkannya apa enggak. Oh. Jangan protes tenang sedikitnya chap ini. Cuma 3k+ apa apaan itu?
Disisni nggak jadi KiriSuna deh huhuuu. Habis… Sherry mau menjelaskan tentang SasuSaku dulu baru chap 9 Sherry akan melanjutkan KiriSuna. Dan bersabarlah para pemirsa! Saya, Sherry Kurobara akan membua konflik baru lagi untuk chap 9! Mana tepuk tangannya? *hening. Sherry pundung di pojokkan*
Sebenarnya ada alasan lain lagi kenapa Sherry update lama banget. Kenapa? Tangan Sherry cidera setelah latihan 3 minggu full non stop dan tangan memar, bengakak, sama ini nih tangan kanan agak susah untuk disuruh bekerja dengan cepat. Ditambah dengan makin banyaknya PR dan tugas. Oh jangan lupakan dengan ULANGAN. No holidaaayyyy! *curcol
Kita lanjut ke babak selanjutnyaa!
hendrix. ngawi: Romancenya kerasa nggak? Enggak ya? *pundung di pojokan sambil bikin lingkaran besar kecil pake jari telunjuk*
eh yakin nih nggak mau dikasihh? Wkwk. Jadinya gimana nih. Mau kasih nggak?
Tsukiyomi Aori Hotori: mau kasih KiriSuna? Hmmm… tunggu sebentar… apakah reader-minna dan author-minna yang masih menyempatkan diri untuk membaca fict abal ini minta dikasih apa enggak?
Chakra familiarnya… huuumm.. siapa ya? Apa Neji atau Ibunya Hinata aja? Atau malah OC Sherry? Hm… tunggulah chap 8~~ *plak plak plak*
kunoichi. syavira: The New World sepertinya hiatus sampai entah kapan. Mungkin kalau Sherry berminat melanjutkan. Wahahaha. Terimakasih sudah menyukai fict gaje ini~
Gyuururu-kun: Aduh… jangan ngambek dong, Gyuururu-kun… aku kasih permen sama balon deh (?). aduuh… battle ya? Chap depan kan bagiannya Naru, nggak ada battle lagi. Maafin Sherry huwaaaa! *nangis kejer*
AMIIIIN! Semoga Sherry punya banyak waktu luang untuk melanjutkan fict ini. Terus… sebenernya udah kepikiran untuk membuat Sekueeel dari fict ini. Tapi… tunggulah fict ini tamat jadi Sherry akan mewujudkannnya.
AN Nara: Di bagian masa depan kemungkinan tidak ada pertarungan. Kalaupun ada… Sherry bikin di dunia virtual aja ya? Duh bocor deh… Sasu nggak akan aku kirim ke masa depan kok. Maafin Sherry yang mengecewakan dirimu Nara-san. Karena Sasu milik Saku dan mereka akan segera menikah (setelah hukuman Sasu selesai tentunya) jadi tidak mungkin Sherry tega mengirimnya. Yang ada Sherry tinggal nama saja karena dihancurkan Sakura *lirik tanah yang retak-retak di 10 meter di depan*
Chalice07: Ayolah Alice-chaaan(nama panggilan buat Chalice dari Sherry), silahkan memilih. Sherry udah bingung banget mau ngasih apa engga. Uhh… pengen nangis…
Chap ini seharusnya SAO, tapi Sherry malah bikin Naruto lagi (=_=)a
Disini Sherry bikin pair baru lagiiii! Selamaaat untuk SasuSaku yang akan segera menikaaaaaaaah! Moga mereka punya banyak anak jadi klan Uchiha tidak akan punah (lo kira hewan langka heh?)
Tidak kok… Alice-chan tidak salah ngomong kok hehe.
Gulliet: eh? Yakin nggak mau dikasih?
AoiKishi: *blush* sherry dapet pernyataan cinta dadakaaan! Syukuraaan! Mamaaa! Bikinin nasi kacang meraaah! (loh?)
Wahahaha yang ini pendek banget kan chap nyaaa? Maapin Sherry telah mengecewakanmuuuu. Oke lebay.
Apakah Sherry akan memakai Neji atau OC atau chara lain ya? Tunggulah chap 9 ^^
GANBARIMASUUU!
Rocketman: iya sabar dong Rocketman-san. Di pertengahan chap ini Sherry cidera jadi lama updatenya. Kalo dipikir-pikir lagi… satu bulan Sherry update chap 7 =_=a
Kosuke Uchiha: Nggak apa kok. Sherry senang Kosuke-san mau me-ripiu di chap 6 ^^ ARIGATOOOUUUUU
Aeroboy: Cuma pengen Sherry bikin dia menderita. Khishishishi. Sherry kan agak sentiment sama Kazuto~
Booyaka619: Ini baru update Booyaka-saaan… maafin Sherry yang telaaat
.
Sherry mau minta maaf karena baru bisa meng-update sekarang. Kalau dipikir-pikir satu bulan. Atau malah satu tahun? Kan dari 2012 sampai 2013. Fufufu.
Karena itulah… Sherry minta maaf sebesar-besarnya pada reader-minna yang sudah nggak sabar sampe gregetan karena nggak di-update update. Doakan supaya tangan JSherry cepet sembuh ya. Jadi Sherry akan cepat-cepat updatnya!
Sekian dulu. Terimakasih. JAAAA MATAA NEEEE~~
