Megohime Story

Masamune Date,
Itulah nama suamiku, suamiku adalah seorang Damiyo yang hoby sekali berperang dengan tetangga-tetangga kami dan sering sekali membuatku khawatir dan hampir terkena serangan jantung jika dia pulang dengan luka para ditubuhnya.

Jika seseorang bertanya alasan dia suka sekali berperang dia akan menjawab, "Karena aku ingin membuat tempat dimana semua orang bisa tersenyum". Ngomong-ngomong kami menikah di usia yang muda dan lebih parah lagi kami sebenarnya dijodohkan oleh orang tua kami. Tapi jujur aku sangat mencintainya setulus hatiku, tapi sayang sepertinya Masamune-sama tidak membalas perasaanku. Ya aku tau, seharusnya aku tidak perlu menggunakan kalimat 'sepertinya' jika aku sudah yakin jika Masamune-sama tidak pernah membalas perasaanku.

Walaupun dia sering kali mengkhawatirkan keadaanku setelah pulang dari perang, aku yakin hal itu terjadi karena ia merasa itu adalah kewajiban seorang suami. Dan jika kau bertanya kenapa aku tambah yakin jika dia tidak pernah membalas perasaanku ? Karena dia lebih sering berlatih pedang bersama strategis kepercayaannya ataupun menyusun strateginya untuk melawan damiyo yang lain dalam rangka menghabiskan waktu sengangnya dari pada menghabiskan waktu bersamaku. Dia jarang sekali mendatangiku diruang kesenian, bahkan misalnya kami sama-sama berada di ruang makan dia tidak menggunakan kesempatan yang ada untuk mengobrol atau setidaknya menayakan bagaimana keadaanku hari ini. Yang hanya dia lakukan hanya memuji kecantikkan ku sebelum pergi entah kemana. Benar-benar suami yang menyebalkan…

Meskipun begitu, kadang kala aku senang jika dia hanya mengucapkan beberapa kalimat untuk memujiku atau mengkhawatirkan keadaanku. Soalnya, aku jarang sekali mendengar dirinya menanyakan hal-hal seperti itu dengan bahasa yang sopan dan tidak ada unsur kalmat-kalimat milik orang barat didalamnya. Jujur, aku tidak suka jika berbicara dengan bahasa milik orang barat, ya memang dia terlihat keren jika dia mengucapkan bahasa milik orang barat tapi aku merasa jika ada yang kurang 'pas' dari dirinya. Aku merasa jika itu bukan dia melainkan orang lain bukan Masamune Date yang aku kenal ketika kami berdua masih kecil.

Ya, aku sudah mengenal Masamune sejak kecil. Kami bertemu hari itu karena hari itu juga kami dijodohkan oleh kedua orang tua kami, otomatis kami pun saling bertemu. Awalnya aku agak takut karena dia salah satu matanya di perban. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah berani bertanya soal apa yang terjadi sampai mata kananya menghilang, baiklah, kembali lagi ketopik. Saat itu Masamune adalah anak laki-laki yang 'lemah', tidak seperti sekarang. Dulu dia hanya bisa memberikan senyuman yang 'lemah' kepada setiap orang, tidak seperti sekarang. Dulu dia tidak pernah menyukai pertarungan, tidak seperti sekarang. Dan dulu dia begitu baik kepadaku, dan selalu memperhatikanku, selalu mengajariku sesuatu yang baru, dan selalu berusaha membuatku agar aku tersenyum, tidak seperti sekarang…

Masamune-sama yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang. Benar-benar berbeda, sekarang dia adalah orang yang sombong dan selalu cuek terhadap setiap orang yang ada disekitarnya, tidak seperti dulu. Aku tidak pernah mengerti jalan berfikirnya, namun pada hari ini aku dikejutkan dengan perilakunya yang tidak seperti biasanya… Entah kenapa dia menyuruhku untuk pergi kepohon bunga sakura tempat kami bermain dulu. Ketika aku sampai disana aku dikejutkan oleh dirinya yang tengah berdiri di samping pohon itu sambil melihat bunga-bunga sakura yang mulai berjatuhan.

Otomatis karena penasaran aku mendekatinya, dengan takut-takut aku pun menyapanya, " Masamune-sama ? Ada apa memanggil saya kemari ?"

Baiklah, aku mulai gugup ketika dia berbalik menatapku dengan tatapan yang bisa membuat ku jatuh pingsan sekarang karena menahan perasaanku. Ia kemudian mengeluarkan sebuah benda aneh, bentuk kecil dan berbentuk seperti sebuah lingkarang emas.

" Aku ingin memberikanmu ini…" Ucapnya sambil menunjukkan benda itu, "…Kau pasti bingungkan ini namanya apa ? Ini namanya cincin… Kebanyakan orang yang di barat sana sering memberikan benda ini kepada orang yang mereka cintai, dan aku ingin sekali memberikannya kepadamu Mego"

Jantungku sekarang berdetak sangat kencang, wajahku mulai memerah. Dan tambah memerah lagi ketika ia mulai memegang tangan ku dan memasang benda itu kejari manis di tangan kananku. Setelah dia memasangnya, dengan senang aku pun melihat benda itu terpasang di jari tanganku. Tak lama kemudian aku mendengarkan sesuatu dari mulutnya…

" Selamat ulang tahun Mego, maafkan aku selama ini aku selalu bertingkah tidak peduli padamu. Tapi jujur, aku sangat mencintaimu dihati ku yang paling dalam. Maafkan aku jika selama ini aku selalu saja tidak berada disampingmu jika kau sedang membutuhkanku…"

Aku terdiam aku tidak sanggup mengucapkan kata-kata apapun sekarang. Rasanya aku ingin sekali menarik semua kata-kataku sekarang jika dia tidak…

" I love you even you hate me…"

PLAK !, aku sudah tak bisa menahannya lagi, aku langsung menamparnya begitu aku mendengar dia mengucapkan kalimat yang tidak aku mengerti artinya. Baiklah aku jujur, aku benci bahasa milik orang barat karena aku tidak mengerti artinya sedikitpun. Aku sudah bosan mendengar kan kata " Let's Party"-nya atau pun "It's easy…". Apakah dia tidak punya kalimat lain selain itu ?

" Ah ! Maaf kan aku Masamune-sama !" Ucapku yang baru menyadari jika aku sudah keterlaluan sampai menampar Masamune-sama seperti itu.

Masamune-sama hanya tersenyum sambil memegang pipinya yang barusan ku tampar. Ia kemudian menatapku lagi, dan tak lama kemudian memelukku sambil mengatakan, " Tenang, kau boleh menamparku sesuka hati… Karena itu adalah bayaran atas perilaku ku selama ini…"

Aku sangat senang, atau bisa dibilang sangat bahagia saat itu. Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri ketika aku berada dipelukan Masamune-sama. Tapi tiba-tiba saja Masamune-sama melepaskan pelukkannya dan melihat kunang-kunang yang sedang berkeliaran. Aku pun ikut melihat kunang-kunang yang sedang berkeliaran itu, entah kenapa suasana benar-benar indah saat itu…

" Hey Mego…" Ujiar Masamune-sama, "…Kalau kita punya anak bagaimana ya ?"

PLAK !

Satu tamparan (lagi!) keras sekali dari ku yang menunjukkan perasaaan kesalku terhadap pola pikir Masamune-sama berhasil mendarat ke pipinya.

Megohime story the end

Yay, Gaje ! My First MasamunexOC (Read Megohime) Fanfic !. Sebelum anda membunuh saya, atau caci maki saya atau ngecap saya sebagai orang aneh yang suka bikin OC, sebenarnya Mego (disini) adalah istri Masamune yang SEBENAR-nya di sejarah aslinya. Saya lupa nama keluarganya Mego, yang saya inget cuman satu kalau mereka itu sebenarnya di nikahkan untuk memperkuat klan Date. Btw, Mego-hime- disini konsepnya –aslinya- mau saya –bikin- mirip kan dengan Kaihime dari Samurai Warrior namun ternyata teralu meleset ya… Okay, thanks for reading everyone ! MasamunexMegohime for ever *BLETAK!*